
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Keluarga anda begitu harmonis, sepertinya aku mengerti mengapa Zaen tidak ingin kembali padaku dan meninggalkan kalian di sini?” tanya Tuan Roman memulai pembicaraan begitu mereka sudah keluar.
“Yaa, … Seperti inilah keluarga, yang satu sedang bertarung mati-matian melawan dan yang lain berusaha untuk tegar menunggu hasil akhir pertarungan. Tidak sesederhana yang anda lihat, begitu juga dengan keluarga anda bukan?” jelas Noland yang terlihat sangat putus asa.
“Seperti kata pepatah rumput tetangga pasti akan terlihat lebih hijau, tapi jika di perhatikan dengan seksama maka akan terlihat sangat berbeda. Benar begitu, Tuan?” ujar Bastian menyela pembicaraan.
Tuan Roman tersenyum sembari menghela nafas dan kemudian berkata, “Kau benar!”
“Melihat keluargamu yang begitu harmonis, sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkan cucuku dalam bersikap,” lanjut Tuan Roman.
“Aku peringatkan pada anda agar tidak terlalu berharap banyak mengenai perilaku Levi. Jika di ibaratkan cucumu itu seperti serigala liar yang telah di taklukan. Akan tetapi, serigala tetaplah serigala. Dia akan kembali menjadi menjadi serigala liar yang akan menggigit siapapun begitu tali pengekang nya di lepaskan,” jelas Noland memperingatkan.
“Apa maksudmu?” tanya Tuan Roman yang tidak terima cucunya di samakan dengan serigala liar.
“Selama ini yang berhasil menaklukan kelakuan liar Levi hanyalah Cano saja, tapi belakang ini cucu perempuanku yang dapat menaklukan Levi sepenuhnya. Jika terjadi sesuatu pada cucu perempuanku, maka Levi akan menunjukan sifat aslinya.”
Ketika Noland menceritakan tentang Levi, hal yang sama pun terjadi. Levi mulai tersadar dari pingsannya, saat Sania akan memulai aksinya untuk menyiksanya.
Meskipun penglihatan dan pendengarnya masih samar-samar, Levi sangat yakin bahwa dia mendengar dan melihat keberadaan Nona kecilnya yang tepat di depannya.
“Kak Levi, cepat bangun! Kak Levi, ….” Suara itu masih terdengar berulang-ulang di telinganya, hingga kepalanya semakin terasa pusing.
“Nona kecil,” gumam Levi lirih berusaha mengembalikan kesadarannya sepenuhnya.
“Apa ini? Kenapa sekarang aku mendengar suara Nona kecil bahkan melihat sosoknya walaupun samar-samar?” batin Levi yang masih mengira dirinya sedang bermimpi.
“Bangunlah, kalau kau tidak ingin mati depan Nona kecil kesayanganmu itu.”
Perkataan Sania, sontak membuat Levi menjadi tersadar sepenuhnya. Betapa terkejutnya Levi bahwa semua yang dia lihat dan dengar bukanlah sebuah mimpi. Nona kecilnya memang berada tepat di depan matanya dengan di jaga ketat oleh anak buah Sania.
“Kak Levi!”
Lucia terus memanggil nama Levi dengan tatapan khawatir dan hampir menangis.
“Nona kecil, bagaimana anda bisa berada di tempat ini?” tanya Levi dengan panik, sebab dia tidak menyangka bahwa Lucia juga akan terjebak dengannya di antara banyaknya musuh.
“Apakah kalian berdua sudah selesai melepas kangennya?”
Sania menyela percakapan Levi dan Lucia sambil melontarkan tatapan sinis.
“Lepaskan Nona kecil! Bukankah yang kalian inginkan adalah aku, maka lepaskan dia. Kalian tidak akan mampu menghadapi kemarahan Tuan muda, jika terjadi sesuatu pada Nona kecil,” ujar Levi yang mencoba bernegosiasi dengan Sania agar Lucia bisa aman.
“Apa aku terlihat peduli dengan kemarahan orang lain? Yang menginginkan dirimu untuk mati adalah dia. Dan bukan aku maupun Kakakku!” jelas Sania sembari menunjuk ke arah Richo yang baru saja kembali bergabung dengannya.
“Apa kau tahu alasanku bergabung dengan Kakakku untuk menaklukan klan kalian? Karena aku menginginkan anak kembar ini, Luca dan Lucia. Semenjak kemunculan mereka pertama kali di hadapan publik aku sudah sangat menginginkannya untuk di jadikan salah satu boneka manusia koleksiku. Hahahaaa, ….”
Sania sangat jelas menunjukan sifat aslinya sekarang. Tatapan yang di tunjukan Sania pada Lucia saat ini, mudah sekali bagi Levi untuk mengetahui arti tatapan yang ingin membunuh.
Menyadari Nona kecilnya berada dalam bahaya, tali kekang yang membatasi kegilaan Levi seketika terputus dan tatapannya juga langsung berubah.
“Berani sedikit saja menyentuhnya, kau akan mati!” ancam Levi dengan tatapan siap menyerang kapanpun.
“Haahahaaa, … Bagaimana kau akan membunuhku, jika kau sedang tidak berdaya seperti ini. Yang ada akulah yang akan membunuhmu terlebih dahulu dengan belati ini.”
Sania malah menertawakan ancaman dari Levi.
Richo mulai menyadari kekacauan sedang terjadi di luar sana melalui informasi dari bawahannya pun mulai tidak sabar untuk menghabisi Levi secepat mungkin.
Apalagi Richo juga mendengar kabar bahwa Tuan Roman datang sendiri ke negara A untuk menjemput Levi.
“Baiklah, kau sepertinya tidak bisa bersabar lebih lama lagi,” sahut Sania yang mulai memainkan belatinya ke arah tubuh Levi.
“Tidak! Jangan lukai Kak Levi-ku!” teriak Lucia mulai panik.
“Tenanglah, setelah ini pasti giliran mu, Nona kecil!” Sania dengan tenang tersenyum melihat reaksi Lucia yang menggemaskan ketika sedang marah.
“Luci peringatkan! Jangan menyentuh Kak Levi sedikitpun atau kau akan melihat kemarahan ku,” ujar Lucia menekankan dan memperingatkan untuk terakhir kalinya.
“Nona kecil,” lirih Levi yang tidak percaya saat melihat sorot mata Rayden ketika akan mengamuk.
“Maksudmu tidak melukai seperti ini?” Sania malah semakin memprovokasi Lucia dengan menggores dada Levi menggunakan belatinya.
“Aaakh, ….” Hingga membuat Levi merintih menahan sakit.
“Atau seperti ini?”
Tidak berhenti sampai di situ, Sania juga menancapkan belatinya pada bahu kanan Levi tepat di depan mata Lucia.
“Aaakhh, ….”
Dan lagi, Levi hanya bisa merintih menahan sakit tanpa bisa melawan karena tali yang mengikat tangan dan tubuhnya.
Tak berselang lama, terdengar suara tembakan yang saling bersahutan dari luar. Sehingga Lucia tidak perlu lagi menahan diri untuk melawan para musuhnya.
Dengan gerakan super cepat, Lucia mengeluarkan benda pemberian Luca dan mengubahnya menjadi sebuah pisau.
Kemudian, langsung menusukan pisau itu tepat di bagian jantung dua anak buah Sania yang menahannya. Dua orang yang mendapat luka tusukan pisau Lucia seketika ambruk tak sadarkan diri.
Dan dalam kedipan mata, Lucia mengubah pisau itu menjadi sebilah pedang dan mengarahkannya pada Sania. Mendengar keributan dari dalam kamar, para anak buah yang berjaga di luar pun seketika masuk untuk memastikan.
Sania yang terkejut dengan kemampuan luar biasa Lucia pun terpaksa mundur demi melindungi lehernya yang menjadi incaran anak iblis itu. Begitu juga dengan Richo, dia pun ikut mundur begitu menyadari situasinya mulai tidak kondusif.
Sementara Lucia langsung memotong tali yang mengikat tangan serta kaki Levi dengan menggunakan pedangnya.
Lucia dengan wajah paniknya segera memeriksa luka di dada dan di bahu Levi dnegan raut wajah yang hampir menangis.
“Kak Levi pasti sangat kesakitan, hiks!”
Lucia akhirnya menangis, melihat darah yang tidak berhenti mengalir dari tubuh Levi yang terluka.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...