
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Hallo, Tuan!” sapa pembunuh bayaran yang ingin melaporkan tentang kegagalannya lagi membunuh Levi.
“Bagaimana, apakah kali ini kalian berhasil membunuhnya?” ujar Richo yang tidak ingin mendengar basa basi lagi.
“Maafkan kami, Tuan! Kami gagal lagi untuk membunuhnya,” jelas pembunuh bayaran itu.
“Bodoh! Bagaimana bisa kalian terus gagal hanya untuk membunuh satu orangyang bahkan sekarang belum dewasa, Hah?” bentak Richo yang tersulut amarahnya saat mendengar Levi masih saja berhasil selamat dari rencana pembunuhannya.
“Maaf, Tuan! Kami tidak menyangka bahwa Levi akan di bantu oleh para pengawal dan sekertaris dari Tuan Xavier yang ternyata sangat jago bertarung,” jelas pembunuh bayaran itu lagi yang mengatakan soal keterlibatan Will, Felix dan juga Jaydon yang dapat menangani pasukannya.
“Hay, aku tidak ingin mendengar alasan apapun darimu kecuali kabar tentang kematiannya. Kau jelas sangat mengerti keinginanku, bukan?” bentak Richo lagi yang semakin merasa frustasi karena ini sudah kegagalan keduanya dalam menyingkirkan Levi.
“Iya, Tuan! Kami mengerti dan akan segera melakukan rencana selanjutnya sesuai perintah,” ujar pembunuh bayaran itu yang menyanggupi desakkan dari Richo.
“Bagus, aku ingin secepatnya kalian mengabariku dengan hasil yang sesuai aku inginkan. Kau mengerti?” tegas Richo dengan nada sedikit mendesak.
“Baik, Tuan! Saya mengerti,” sahut pembunuh bayaran itu.
Richo segera memutuskan sambungan telepon begitu orang suruhannya menjawabnya. Kemudian, dia langsung menghubungi seseorang lagi yang tidak lain adalah Kenzo untuk memberi perintah menyingkirkan Bastian.
“Hallo, Tuan!” sapa Kenzo begitu menerima panggilan telepon tersebut.
“Kenzo, kau sudah tiba di negara A, bukan?” ujar Richo yang terdengar sangat tergesa-gesa memastikan keberadaan Kenzo.
“Iya, Tuan! Saya sudah sampai di hotel sejak tiga jam yang lalu, _....”
“Bagus, kalau begitu secepatnya kau singkirkan Bastian. Karena orang-orang tidak berguna itu gagal menyingkirkan Zaen.”
Richo pun memberitahukan kegagalan anak buahnya dan memerintahkan Kenzo untuk segera menjalankan rencana cadangan mereka.
“Baik, Tuan! Saya akan lakukan sesuai perintah anda,” sahut Kenzo yang tidak perlu banyak bertanya lagi.
“Bagus, cepat lakukan! Aku akan menunggu kabar baik darimu,” ujar Richo yang langsung menutup sambungan teleponnya setelah mengatakan itu.
“Sialan, sulit sekali menyingkirkan bocah itu dari dulu. Sebenarnya dia mempunya berapa nyawa ‘sih, hingga sampai sekarang dia masih tetap hidup dengan segala yang aku lakukan untuk membunuhnya,” gumam Richo yang merasa sangat marah saat mengingat dia selalu gagal dalam segala upayanya menyingkirkan Levi.
Sementara itu, menyadari nyawa adik kesayangannya yang lucu sedang terancam dalam bahaya, Will pun langsung mengerjakan apa yang di minta oleh Levi malam itu juga.
Meskipun kepalanya asih terasa sedikit pusing akibat mabuknya yang belum hilang juga, Will melakukan sebaik mungkin untuk menemukan identitas orang-orang itu.
“Meskipun kemampuan Levi tidak ada tandingannya, tapi aku harus segera menemukan siapa dalang di dalam rencana pembunuhan ini! Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Jadi, Ayo fokus Will! Jangan biarkan rasa mabukmu ini mengalahkanmu, cepat sadarlah!” ujar Will.
Dia berusaha keras agar tetap sadar dan bisa fokus bekerja, meskipun dia harus sesekali memukuli wajahnya sendiri.
Pada akhirnya, Will bisa mendapatkan kembali kesadarannya dan dia pun mulai menyelidiki identitas pemilik mobil.
Karena ini menyangkut orang-orang yang sangat berarti untuknya, Will pun tidak bisa membuang waktu dan membiarkan orang-orang yang ingin membunuh Levi tetap berkeliaran di sekitar mereka.
Oleh sebab itulah, Will menghubungi beberapa kenalannya untuk membantunya mencari tahu mengenai identitas orang-orang itu, bahkan dia mengabaikan dirinya sendiri yang masih pusing akibat dari efek mabuknya.
“Hay, brother! Bisakah kau membantu melacak nomor plat mobiil yang tadi aku kirimkan padamu?” ujar Will melalui sambungan telepon.
Sedangkan di tempat Levi, Jaydon dan Felix masih saja menemaninya. Mereka berdua tidak mau meninggalkan Levi sendirian dimana pun, apalagi setelah kejadian tadi.
Baik Felix maupun Jaydon bersikap sebagai pengawal yang siap sedia melindungi Levi dari bahaya yang tengah mengintainya.
“Kenapa kalian masih berada di rumah, bahkan kalian bersikap seolah-olah rumahku ini adalah rumah kalian sendiri,” protes Levi yang tidak nyaman dengan keberadaan mereka berdua.
“Hay, Ayolah! Kami di sini hanya ingin melindungimu saja, kami takut terjadi sesuatu padamu. Iya ‘kan, Jay?” ujar Felix yang tidak mengetahui bahwa Jaydon pernah koma oleh pertarungannya dengan seorang Levi.
“Benarkah seperti itu, Jay? Seingatku ada seseorang yang hampir mati di tanganku, jika orang-orang itu tidak membantunya kabur.”
Secara tidak langsung Levi malah menyindir Jaydon agar tidak ikut bicara membantu Felix. Memang Jaydon merasa tersindir dengan telak, tetapi dia masih mengabaikannya dan membantu Felix.
“Setidaknya hal itu membuat orang itu sadar bahwa apa yang dia percayai selama ini adalah salah. Haruskan aku menyuruh orang itu berterima kasih padamu?” ujar Jaydon disertai senyumannya yang menggoda Levi.
“Sudahlah lupakan saja, lalu sampai kapan kalian berdua akan tetap berada di rumahku?” tanya Levi yang mengalihkan topik pembicaraan lagi.
“Sampai kita berhasil menangkap dalang di balik rencana pembunuhan terhadapmu itu. Selama itu juga kami akan selalu berada di sisimu!” Felix menjawabnya dengan mudah.
“Tepat sekali! Sekalian aku menumpang tidur dan makan sebelum gajiku turun, Heheheee” sahut Jaydon yang ternyata tidak mempunyai tempat tujuan untuk tinggal setelah keluar dari penjara.
“Hay, kau itu seorang mantan ketua mafia! Masa sekarang kau tidak mempunyai tempat tinggal dan uang?” ujar Levi yang tidak percaya dengan perkataan Jaydon begitu saja.
“Benar sekali, kau bahkan dulu emmbayarku dengan sangat mahal. Tidak mungkin kau jatuh miskin secepat itu?” imbuh Felix yang juga tidak mempercayainya.
“Yah begitulah, sebelum aku menyerahkan diri ke penjara. Aku menyumbangkan semua asset yang aku miliki pada dinas social agar bisa membantu orang-orang yang membutuhkan. Aku ingin memulai semuanya dari awal, karena itulah aku menyerahkan segala yang aku punya sebagai bentuk awal penebusan dosaku,” jelas Jaydon yang benar-benar ingin menjadi orang baik, setelah kejahatannya di masa lalu.
Mendengar penjelasan Jaydon, Felix dan Levi pun langsung terdiam. Mereka tidak manyangka bahwa Jaydon yang terlihat sangar dan menakutkan itu ternyata mempunyai hati yang sangat baik.
“Baiklah, terserah kalian saja! Tapi jangan membuat rumahku menjadi kapal pecah. Dan satu hal lagi, jangan menyentuh barang-barangku sembarangan. Kalau tidak aku yang akan membuat kepala kalian itu yang pecah,” ujar Levi yang secara tidak langsung mengijinkan Felix dan Jaydon menumpang di rumahnya.
“Siap, Boss!” sahut Jaydon dan Felix secara bersamaan. Setelah itu, Levi pun langsung pergi menuju kedalam kamarnya untuk tidur.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘