Willea

Willea
30. Curhatan Alea



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Sementara, Alea bersama dengan temannya yang bernama Karina tengah mengadakan sesi curhatan soal percintaan Alea.


Setelah mengatakan kata-kata kasar dan sedikit penolakan padan Will, perasaan hati Alea merasa sangat buruk. Karena itulah Alea memanggil Karina untuk menginap agar dia bisa curhatan mengenai masalahnya.


“Ada apa? Kau menyuruhku untuk secepatnya dan sekarang memintaku untuk meninap pasti sudah terjadi masalah besar dengan sekertaris tampan bernama Will itu ‘kan?”


Karina langsung menebaknya dengan tepat layaknya seorang cenayan atau mabh dukun saja. Dan dengan polosnya Alea membenarkan perkataan Karina begitu saja tanpa menyembunyikan apapun.


“Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Bahkan aku belum menceritakan tentang hal ini kepada siapapun,” ujar Alea yang merasa takjub dengan kemampuan menebak temannya itu.


“Alea sayang, kita berteman bukan sehari dua hari saja, tapi semenjak kita masih bocah ingusan. Masa ‘iya aku tidak tahu kalau sedang ada masalah atau tidak? Apalagi orang sepertimu tidak bisa menyembunyikan apapun di depan orang lain, dari wajahmu saja sudah menunjukan segalanya,” jelas Karina dengan sedikit nada ketusnya.


Terlihat kalau Alea diam saja, sepertinya dia mulai merasa ragu untuk menceritakan tentang kejadian pertengkarannya dengan Will pada sahabatnya itu.


Karena sudah pasti Karina pasti akan langsung menyalahkannya, meskipun pada akhirnya akan selalu menjadi pendukungnya nomor satu.


“Baiklah, sekarang sceritakan padaku. Apalagi yang terjadi dengan kalian berdua?” ujar Karina yang menunggu Alea bercerita.


“Hari ini aku memarahinya dan memberinya sebuah peringatan yang cukup keras,” jelas Alea dengan lirih.


“What? Memang apa yang terjadi sampai kau marah dan memberinya peringatan?”


Mendengar hal itu, Karina pun semakin dibuat penasaran dengan apa yang terjadi hari ini di antara Alea dan Will itu. Mode kepo berat ala Karina pun langsung On, apalagi ini mengenai percintaan dari sahabat baiknya.


“Pertama, dia membuatku salah tingkah di depan Tuan dan Nyonya muda yang aku layani. Kedua, dia juga mengatakan pada semua orang yang berada di rumah ssakit kalau kami adalah pengantin baru dan bahkan aku di bilang sedang hamil muda. Bukankah itu sangat gila? Belum lagi pas di kantor, pokoknya dia membuatku merasa sangat tidak nyaman dan membuatku tertekan saja. Karena itulah aku memarahinya dan memberinya peringatan untuk menjauh!”


Alea pun membeberkan semua yang terjadi hari ini dengan perasan kesalnya dan juga perasaan tidak enak hatinya.


Di satu sisi, Alea merasa sedikit lega. Akan tetapi, di sisi lain Alea merasa sedikit takut jikalau Will benar-benar akan menjauhinya.


“Woah, … Apakah kau sungguh tidak akan menyesalinya di kemudian hari, Lea bodoh!” ujar Karina yang sedikit kesal dengan pemikiran dari sahabatnya itu.


“Maksudmu?” tanya Alea dengan polos dan sedikit ada perasaan takut.


“Begini ‘yah, Alea sayang! Bagaimana kalau Will mengikuti semua keinginanmu itu, dia tiba-tiba menjauhimu dan dia dekat dengan wanita lain setelah mendapat peringatan darimu. Dia mulai bermesraan tepat di depan matamu dengan wanita lain, apakah kau masih tidak akan menyesalinya?”


Karina memberikan gambaran scenario terburuk yang akan terjadi pada Alea agar sahabatnya itu dapat mengerti betapa pentingnya mempertahankan orang yang benar-benar tulus mencintainya tapi dia menyia-nyiakannya begitu saja.


“Aku tidak tahu, Kar!” sahut Alea yang mengalami dilema , meskipun bibirnya mengatakan tida tahu tapi hatinya berkata dia kan menyesalinya seumur hidup.


“Lea, asal kau tahu! Will adalah pria tampan yang kaya dan mapan, dia perfect dalam segala hal bahkan kabarnya dia jarang dekat dengan wanita. Karena itulah, kau termasuk wanita yang sangat beruntung dapat di cintai oleh seorang Will. Kau tahu itu ‘kan?” jelas Karina lagi.


Kali ini Alea terdiam mencerna semua perkataan dari sahabatnya itu, perlahan Alea pun mulai menjadi kesalahannya.


Karina yang menyadari kalau Alea mulai menyesal dengan perbuatannya pun meraih tubuh sahabatnya itu dan memeluknya sebagai bentuk dukungannya.


“Lalu sekarang aku harus bagaimana?” tanya Alea yang mulai putus asa.


“Cobalah minta maaf padanya dan berikan kesempatan untuk hubungan kalian berdua. Bukankah kau juga mulai menaruh hati padanya, bahkan sebenarnya sudah sejak lama, bukan?”


Karina memberikan sebuah saran yang sangat berarti untuk Alea, bahkan kali ini dia menegaskan kalau Alea sebenarnya juga menyukai Will sejak lama.


Hanya saja Alea tidak percaya pada dirinya sendiri bahwa dia sebenarnya juga pantas bersanding dengan Will.


“Tapi bagaimana kalau aku memang tidak pantas bersama dengannya? Bagaimana kalau para fans yang yang sebutkan tadi semakin menghujatku? Hatiku tidak sekuat author, kau tahu itu ‘kan?” ujar Alea yang masih saja merasa ragu.


“Dengarkan aku, Lea! Pantas tidaknya kalian yang menentukannya, bukan orang lain. Kau dan Will yang akan menjalani hubungan ini, kalian berdua yang merasakan bahagianya, sedihnya dan juga semuanya. Sementara orang lain hanya bisa melihatnya dari kejauhan dan komen sesuai apa yang mereka lihat saja, sedangkan penilaian yang sesungguhnya ada pada kalian yang merasakan dan menjalaninya. Kau mengerti?”


Karina kembali menegaskan dan menyakinkan Alea untuk tidak mendengarkan pendapat dan penilaian orang lain. Cukup percaya pada penilaian diri sendiri yang merasakan dan menjalaninya.


“Mulai sekarang jangan dengarkan kata orang, tapi dengarkan kata hatimu saja! orang lain bisa berkata bohong, namun hatimu tidak akan membohongi diri sendiri! Keputusan ada di tanganmu, merasakan dan menjalani ada pada dirimu dan pandangan orang lain hanya plus minu dalam kehidupan saja. Kalau baik boleh kau ambil, kalau buruk kau tinggal abaikan saja seperti sampah!”


Mendengar perkataan dari sahabatnya hati Alea pun seketika menjadi sangat tenang. Pikirannya pun kembali jernih, semua yang dikatakan oleh Karina memang benar adanya.


Kini Alea pun menemukan jawaban atas kebimbangannya selama ini terhadap hubungannya dengan Will.


“Terima kasih banyak, Kar! Kau selalu menyadarkan diriku disaat yang tepat. Besok aku pasti akan meminta maaf dan memberi kesempatan untuk hubunganku dengannya. Kau akan selalu mendukungku, bukan?” ujar Alea yang semakin memeluk erat tubuh sahabatnya.


“Apapun yang terjadi, aku Karina akan selalu akan menjadi pendukung nomor satu Alea Savannah. Okay!” seru Karina yang membalas pelukkan Alea sama eratnya.


Setelah sesi curhat selesai kedua gadis itu pun langsung pergi tidur menuju ke alam mimpinya masing-masing.


Bersambung,.......


...****************...


Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍


Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰


Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.


Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓


Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!


Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!


Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘