
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Soal itu, ….” Will tampak ragu untuk mengatakannya.
“Saya!” seru Levi yang akhirnya mengakuinya sendiri.
Seketika tatapan tajam Rayden pun langsung beralih pada levi, sedangkan Jaydon terbengong sendiri di sana.
Jantungnya berdegup dengan kencang seolah dia sedang berhadapan lari marathon. Padahal dia hanya berhadapan dengan Rayden, sekarang baru Jaydon menyadari kesalahannya dahulu yaitu meremehkan seorang Rayden berserta bawahannya.
“Gila! Benarkah ini orang-orang yang aku lawan dulu?” batin Jaydon.
“Bahkan Noland dan istrinya tidak lebih menakutkan dari Rayden dan istrinya yang bernama Zhia tadi,” sambungnya lagi masih berbicara di dalam hatinya.
“Saya yang selama ini menjadi target pembunuhan mereka, Tuan!” ujar Levi yang mengatakannya dengan sangat lantang.
“Kau yang menjadi target mereka, Levi? Apa alasannya? Apakah mereka di kirim oleh musuhmu?”
Rayden pun langsung mencecar Levi dengan beberapa pertanyaan sekaligus.
“Benar, saya ‘lah yang di incar oleh mereka selama beberapa hari ini. Namun, untuk alasannya saya juga tidak tahu. Sementara untuk pertanyaan ketiga, jawabannya hanya ada dua yaitu, _....” ujar Levi yang menggantung ucapannya.
“Bisa Iya dan juga tidak! Kemungkinan besar mereka memang di kirim oleh musuhku, tapi mengingat mereka berasal dari luar negeri rasanya itu mustahil,” sambung Levi yang menjelaskan kedua dugaannya itu.
“Bagaimana dengan pria yang terkena luka tembakan itu? Kau mengenalnya, bukan?”
Di rasa penjelasan Levi cukup masuk akal, Rayden pun mengalihkan pembicaraan ke topik lain yang masih bersangkutan dengan topik yang tadi tentunya.
“Ouh, … Pria itu!” ujar Levi yang memutar otak untuk menjelaskan sebuah kebohongan yang dapat di percaya oleh Tuan mudanya, Will dan juga Jaydon yang masih berada di sana.
“Tadi pas saya mau menghadap anda seperti biasanya, tiba-tiba ada sebuah nomor yang tidak di kenal menghubungiku. Awalnya aku mengabaikannya, tapi Will menyuruhku untuk mengangkatnya," lanjutnya.
"Dia memintaku untuk bertemu di taman, tapi begitu saya sampai di sana. Tiba-tiba ada beberapa orang yang menembak dari belakang. Di saat itulah, Nona kecil tiba-tiba berada di sana dan menolongku.”
Setengah kebenaran dan setengah kebohongan, itulah yang Levi jelaskan kepada Rayden. Tampak Jaydon sepertinya mempercayainya, tetapi tidak dengan Rayden dan Will yang raut wajahnya sulit untuk di baca dan di artikan.
“Benarkah?” ujar Rayden dengan nada dinginnya.
“Will, dimana Felix sekarang?”
Rayden pun dengan mudahnya mengganti topik lagi dan kini beralih pada Will yang masih stay di sana.
“Felix sedang berada di rumah sakit mengantar pria tadi untuk di obati atas perintah Levi sebelumnya, Tuan!” Will memberitahukan kebenarannya.
“Perintahkan padanya untuk mencari tahu mengenai identitas pria itu dan suruh dia untuk mengawasinya dengan ketat, selain itu dia akan menggantikan dirimu sebagai sekertarisku untuk sementara,” ujar Rayden memberikan perintahnya.
“Baik, Tuan!” sahut Will.
“Dan untukmu, Will! Cari informasi lebih jauh mengenai orang-orang itu. Dan segera temukan orang di maksud oleh Jaydon tadi. Mulai hari ini, kau akan bertugas di dalam klan untuk menginterogasi mereka yang masih hidup.”
Rayden juga memberikan perintahnya pada Will. Mendengar hal itu seketika Levi pun merasa sangat terkejut, karena tidak biasanya Tuan mudanya itu menempatkan Will di dalam klan.
“Baik, Tuan!” sahut Will yang menerima perintahnya.
“Sementara kau, Jaydon! Untuk waktu yang tidak bisa aku tentukan tetap akan menjadi supir kedua anakku sekaligus sebagai pengawal pribadinya.”
Dan yang lebih mengejutkan Levi, Tuan mudanya malah mempercayakan Luca dan Lucia kepada Jaydon yang mantan dari musuhnya dan sebagai anggota yang baru bergabung dengan mereka.
“Tuan, _....”
“Untuk sementara kau tetap bersama dengan Will,” potong Rayden.
Levi mencoba untuk protes, tetapi perkataannya langsung terpotong oleh Rayden.
“Baik, Tuan!” Levi terpaksa menerima perintahnya.
“Kalian berdua boleh pergi sekarang! Sedangkan Levi tetap di sini!” ujar Rayden.
Dia pun menyuruh Will dan Jaydon untuk keluar, tapi tidak untuk Levi. Karena dia belum selesai dengan calon menantunya itu. Eeeh, … Maksud Author tangan kanan kepercayaannya itu.
“Baik, Tuan muda! Kami pamit undur diri dulu!” sahut Will dan Jaydon yang langsung keluar begitu selesai memberi hormat.
...****************...
“Kau pergilah ke rumah sakit untuk memberitahu Felix mengenai perintah Tuan muda tadi. Aku akan langsung pergi ke markas untuk mengurus mereka,” ujar Will pada Jaydon, seolah-olah tidak menyadari keberadaan Alea di sana.
“Okay, baiklah! Tapi, … Apakah Levi akan baik-baik saja seperti Rayden sangat marah besar kepadanya?”
Bukannya langsung pergi menuju ke rumah sakit, Jaydon malah menyempatkan diri untuk bergosip dengan Will tentang Levi yang masih berada di dalam.
Will pun tidak terlalu mendengar perkataan Jadon, sebab dia diam-diam terus mencuri pandang untuk melihat Alea yang masih berada di sana.
“Jangan ikut campur. Dan satu hal lagi, mulai sekarang jangan menyebut nama tapi Tuan muda. Kau mengerti?” ujar Will menegaskan pada Jaydon, sekaligus sebagai peringatan untuknya.
“Baiklah, aku sangat mengerti! Yaa sudah, aku pergi dulu.”
Jaydon pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Will begitu saja, dimana masih ada Alea yang sepertinya memang sedang menunggu Will.
“Haish, … Dasar orang itu,” gumam Will dengan kesal.
Baru saja, Jaydon meninggalkan Will. Alea segera menghamoiri Will yang masih berdiri sambil mengumpati Jaydon. Melihat Alea yang pertama mendekatinya, Will sesaat dibuat salah tingkah.
Akan tetapi, Will terus berusaha bersikap dnegan Cool dan mempesona seperti yang di ajarkan oleh Felix pada malam itu. Kali ini Will bertekad ingin membuat Alea menyadari akan berartinya kehadiran seorang Will di sisinya.
Tips cinta Ala Felix, mode praktek On.
“Tuan Will, bisakah kita bisa sebentar?” pinta Alea dengan sikap ramah tamahnya seperti biasanya.
“Maaf aku sibuk sekarang! Kita bicara lain kali saja,” ujar Will yang langsung pergi begitu mengatakannya.
Nada bicara dan raut wajah Will terlihat sangat dingin pada Alea, tidak seperti biasanya. Will yang ceria dan juga sedikit humoris.
Benar saja, seketika tubuh Alea terpaku dengan perubahan sikap Will kepadanya. Disaat dirinya akan membuka hati, Will malah terkesan ingin menutupinya.
Hatinya Alea seketika terasa sangat sakit dengan sikap Will yang begitu dingin kepadanya.
Tiba-tiba Will menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Alea.
Masih dengan tatapan dinginnya, Will tersenyum sinis dan kemudian berkata “Ouhya, …. Satu hal lagi! Bukankah kau menyuruhku untuk menjauhimu, lalu apa yang ingin kau bicarakan lagi sekarang?”
Alea masih terdiam, mereka hanya saling menatap satu sama lain. Alea dengan tatapan sedihnya, sedangkan Will dengan tatapan dinginnya.
“Apakah Tips cinta dari Felix ini berhasil?” batin Will yang berharap cemas dengan hasil akhirnya.
Bersambung,.......
Note : Sambil Menunggu update Willea. Silahkan kunjungi dan baca juga karya Author Ramanda, udah orangnya baik ditambah lagi banyak pelajaran tentang agama dalam ceritanya. Cuzz, ... Jangan Lupa beri dukungan kalian juga 'yah!😉🥰🥰😘
Dan satu lagi, karya yang tidak kalah menariknya kak,😘😘
Ayoo, buruan di kepoin! Jangan lupa dukungannya yah!🥰🥰🤩😘
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘