
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Setelah ungkapan perasaan yang membutuhkan banyak perjuangan, Will dan Alea memutuskan untuk memberi kesempatan pada hubungan mereka kali ini.
Sebagai pria yang baik, Will sebenarnya berniat menyuruh Alea untuk kembali ke kamar hotelnya.
“Alea!” Will memanggilnya dengan ragu-ragu.
“Hmmm, … Ada apa, Will?” ujar Alea dengan tatapan penuh tanya.
“Malam sudah semakin larut, sebaiknya kau kembali ke kamarmu! Aku juga ingin istirahat sekarang,” jelas Will yang meminta Alea untuk kembali ke kamarnya sendiri.
“Bukankah kita sudah berbaikan sekarang? Tidak bisakah aku tidur bersamamu malam ini? Maksudku bukan berarti kita harus melakukan itu, jika tidur bersama.”
Alea terlihat sangat enggan untuk kembali ke kamarnya. Perkataannya yang sebelumnya memang benar adanya bahwa dia tipe orang yang yang tidak bisa tidur di tempat asing.
Oleh karena itulah, dia langsung datang menemui Will setelah mencoba beradaptasi, tetapi hasilnya gagal.
“Maksudmu melakukan apa? Jangan berpikiran yang aneh-aneh, sebelum kita menikah aku tidak akan melakukan apapun kepadamu. Jadi, jangan terlalu berharap aku bisa melakukan sesuatu padamu malam ini,” jelas Will yang tidak mau memberikan harapan pada Alea.
Ternyata Will salah paham terhadap permintaan Alea, sehingga wanita itu pun sedikit merasa sedih dan kecewa begitu mendengarnya. Tampak jelas Will terlihat bingung cara menghadapi Alea yang terus berubah sikap saat bersamanya.
“Tega sekali kau bicara seperti padaku. Kau pikir aku wanita seperti apa? Sudah aku bilang sebelum masuk ke sini, kalau aku tidak terbiasa tidur di tempat asing. Harus ada orang lain yang aku kenal di sampingku agar aku bisa tidur di tempat asing seperti ini,” ujar Alea menunjukan raut wajah sedih dan kecewanya.
“Maaf, aku sudah salah paham soal itu,” ucap Will yang merasa harus meminta maaf untuk meredakan kecanggungan di antara keduanya.
“Baiklah, kau boleh tidur di sini. Aku akan tidur di sofa saja mala mini, tapi aku harap besok kau harus terbiasa tidur di kamarmu sendiri,” lanjut Will yang akhirnya mengijinkan Alea untuk tidur satu kamar hotel bersamanya.
“Terima kasih, Will!” ucap Alea dengan senyuman merekah di wajahnya.
Namun, Alea menggunakan berbagai alasan agar terus bersama dengan Will. Karena tidak bisa memaksa Alea, Will pun terpaksa membiarkan Alea di kamar dan tempat tidurnya. Sementara, Will sendiri harus terpaksa harus tidur di sofa.
...****************...
Keesokan harinya, seperti biasa keluarga Xavier pasti akan sarapan bersama sebelum menjalankan aktivitasnya masing-masing.
Dan sudah menjadi tugas Levi, Felix dan Jaydon untuk selalu datang ke Mansion sebelum para majikannya siap untuk berangkat.
“Hay, dimana Will? Sepertinya dari kemarin malam aku tidak melihat keberadaannya, bahkan baunya saja tidak bisa aku cium.”
Felix menjadi orang pertama di antara para JoKer yang merasa kehilangan sosok Will yang tidak bersama mereka semenjak di markas kemari.
Disusul oleh Levi dan Jaydon yang baru menyadarinya setelah mendengar perkataan Felix barusan.
“Ouh, … Kau benar juga! Aku juga tidak melihatnya setelah berpisah di markas. Iya’kan?” ujar Jaydon membenarkan perkataan Felix.
“Haish, … Itu yang aku bicarakan dari tadi tahu,” sahut felix dengan kesal.
Sementara, Levi hanya diam menyimak pembicaraan keduanya. Sedangkan hatinya terus merasa bimbang dengan keputusan yang ingin di ambilnya dari ini.
Levi sudah membulatkan tekad, tapi hatinya belum siap untuk menerima kekecewaan dari Tuannya nanti.
“Will tiba-tiba menghilang tanpa memberitahu dulu. Mungkin dia mendapat tugas mendesak dari Tuan muda!” ujar Jaydon yang mulai terbiasa dengan sebutan ‘Tuan dan Nyonya muda’ untuk Rayden dan Zhia.
“Ngomong-ngomong soal menghilang. Bukankah ada satu orang yang melakukan hal sama dengan itu,” lanjut Jaydon yang teringat tentang tadi pagi dimana dia dan Felix heboh mencari keberadaan Levi yang ternyata malah pergi ke rumah sakit tanpa memberitahu mereka.
“Ouh, …Kenapa kau pergi tanpa mengatakan apapun, Hah?” seru Felix menuntut penjelasan dari Levi.
“Setidaknya kau harus memberi kami pesan atau apapun itu agar kami tidak khawatir seperti tadi,” sambung Felix yang ingin sekali menjitak kepala bocah psikopat itu.
“Bukankah aku sudah kembali dengan keadaan sehat dan selamat. Kenapa harus di besar-besakan ‘sih!” sahut Levi yang tampak acuh menanggapi pertanyaan dari Felix dan Jaydon sembari berjalan pergi untuk menemui Tuannya.
“Aku ingin menemui, Tuan muda! Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengannya,” ujar Levi sekenanya.
Levi pun terus berjalan menuju ke ruang makan, dimana Rayden beserta istri dan anaknya pasti sedang sarapan saat ini.
Felix dan Jaydon pun mengikutinya, karena penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan Levi kepada Rayden.
“Tuan, ada yang ingin saya bicarakan dengan anda sekarang. Ini sangat penting!” ujar Levi yang terlihat sangat serius, setelah dia memberi hormat tentunya.
“Kak Levi, …” lirih Lucia yang terus menatap Levi, terutama pada keningnya yang masih di bungkus oleh perban.
“Ikut denganku ke ruang kerja!”
Tanpa banyak bertanya Rayden langsung saja beranjak dari tempat duduknya dan menyuruh Levi untuk segera mengikutinya.
Melihat dari ekspresi serius dan khawatir di wajah levi, sepertinya Rayden sudah mengetahui bahwa Levi sudah siap untuk memberitahunya segala tentang identitasnya.
Semua orang yang berada di ruang makan pun menjadi bingung dan juga penasaran dengan apa yang kan di bicarakan oleh Rayden dan Levi.
Sehingga keduanya terlihat sangat serius, perasaan semua orang pun di buat ikut khawatir.
“Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanya Rayden begitu mereka berdua sudah berada diruang kerjanya.
Levi seketika bersujud di hadapan Rayden sembari berkata, “Tuan, maafkan saya karena selama ini telah menyembunyikan tentang identitas saya yang sebenarnya darimu dan semua orang,”
Pada akhirnya, Levi memilih jujur kepada dirinya sendiri dan kepada semua orang terutama kepada Rayden.
Levi sudah menyiapkan hatinya, jikalau Rayden akan marah atau langsung mengusirnya keluar dari klan dan keluarga Xavier karena kebohongannya selama ini.
“Akan tetapi, saya tidak bermaksud ingin menipu anda atau semua orang tentang ini. Sa-saya, _....” lanjut Levi, tetapi saat di akhir kalimatnya dia tidak dapat meneruskan pengakuannya.
Apalagi ketika dia menyadari Rayden hanya diam dan menatapnya dengan ekspresi dingin sembari bersilang dada.
Disisi lain, Levi merasa Rayden tengah mendengarkan penjelasannya. Namun, sepertinya Rayden tampak tidak peduli sama sekali dengan penjelasan darinya itu.
“Levi, asal kau tahu inilah yang aku tunggu darimu selama beberapa hai ini! Aku hanya membutuhkan kejujuran darimu agar aku bisa menyelamatkan dan membantu secara langsung tanpa harus diam-diam melindungi dari belakang seperti selama ini yang sudah aku lakukan untukmu,” batin Rayden.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
Note : Sambil Menunggu update Willea. Silahkan kunjungi dan baca juga karya temanku, udah orangnya baik ditambah cantik lagi. Cuzz, ... Jangan Lupa beri dukungan kalian juga 'yah!😉🥰🥰😘