Willea

Willea
160. Rencana Pernikahan



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Lucia sayang,” sapa Rayden dengan raut wajah putus asanya.


“Kabulkan satu permintaan Luci, maka Luci akan memaafkan Papah!” ujar Lucia masih dengan wajah ngambeknya.


“Apapun itu, sayang! Asal Luci memaafkan Papah, maka akan Papah lakukan apapun untukmu,” tanya Rayden dengan penuh semangat.


“Biarkan Luci yang memimpin klan mulai sekarang,” jawab Lucia dengan penuh kenyakinan.


“APA!!”


Rayden tampak sangat syok dengan permintaan dari putrinya itu, karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah mengijinkan anak-naknya untuk menyentuh dunia gelap mafia.


Bergabungnya Lucia dan Luca saja dalam klan sudah sangat menyisakan penyesalan di hidupnya, apalagi membiarkan gadis kecil seperti putrinya untuk memimpin klan Mafianya.


“Tidak! Sampai kapan pun Papah tidak akan mengijinkannya!” Rayden langsung menolaknya dengan keras.


“Kalau begitu sampai kapanpun, Luci juga tidak akan memaafkan Papah! Berbicara dengan Papah atau pun melihat Papah lagi kecuali kalau Papah membawa Kak Levi kembali,” ancaman Lucia pun di keluarkan.


Cukup lama Rayden memikirkannya, hingga dia berkata, “Papah akan memikirkannya, jika waktunya tiba Papah akan menjawabnya. Okay?”


“Kapan?” tanya Lucia.


“Saat Luci sudah bukan lagi seorang gadis kecil seperti sekarang,” jawab Rayden.


“Baiklah, kalau begitu Luci akan menagih janji Papah nanti,” ujar Lucia yang langsung tersenyum dan memeluk Papahnya dengan erat.


...****************...


Namun, setelah berbaikan dengan semua orang Lucia masih saja terlihat murung. Meskipun tidak separah sebelumnya, tapi itu sudah membuat semua orang menjadi tidak tenang.


Apalagi Will yang harus menanggung beban sebagai tempat pelampiasan stress dari Rayden baik di perusahaan maupun di dalam kediaman Xavier atau saat di rumahnya sendiri.


Seperti sekarang, saat Rayden sedang bekerja di perusahaannya. Pikiran Rayden tidak terfokuskan pada semua dokumen yang sudah menggunung, tapi malah memikirkan keadaan Lucia setiap saat.


Bahkan sebagian besar Will yang harus menyelesaikan semua pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh Rayden.


Tampak Rayden terus menghela napas panjang dengan tatapan kosongnya yang memandang lurus ke depan.


Kemudian berkata, “Haaahh, … Sebenarnya apa pentingnya bocah psikopat itu, hingga putriku sampai berubah murung seperti ini? Padahal aku sudah memberikan semua yang dia inginkan sampai aku harus mengijinkan dia memiliki sesuatu yang sangat aku tentang selama ini.”


Will seketika terdiam sembari menatap Tuannya yang seakan sedang berbicara sendiri. Sehingga Will tidak berani berkata apapun, kecuali hanya mendengarkannya sembari membereskan berkas yang ada di hadapannya.


“Hay, Will! Kenapa kau malah diam saja. Berikan aku solusi yang bagus atau apapun agar putriku bisa melupakan tentang bajingan psikopat itu dan kembali menjadi gadis yang ceria seperti sebelumnya!” seru Rayden yang kesal kerena tidak mendapat respon apapun dari Will satu-satunya orang yang berada di dalam ruangan itu dengannya.


“Hah? Apakah Tuan tadi berbicara denganku?”


Sontak saja, Will terkejut mendengar protes dari Tuannya. Sebab beberapa hari belakangan Rayden selalu bergumam sendiri dan jika Will menanggapinya, dia akan kena amarah dari Tuannya yang sedang galau itu.


“Kalau tidak bicara denganmu, lalu aku bicara dengan siapa lagi, Hah? Bicara dengan setan begitu!” tukas Rayden disertai tatapan tajamnya pada Will.


“Aku pikir seperti itu, mengingat Tuan yang selama ini terus bergumam sendiri setiap saat,” gerutu Will dengan suara lirih tapi masih terdengar oleh Rayden.


“Apa katamu barusan, Will!” bentak Rayden yang menatapnya semakin tajam.


“Hah? Saya tidak mengatakan apapun, Tuan!” sahut Will dengan tampang polosnya.


“Tapi aku bisa mendengar dengan jelas bahwa tadi sedang menggerutu tentang diriku! Awas saja, kalau aku mendengarnya lagi!” ancam Rayden masih dengan tatapan tajamnya.


Suasana pun kembali hening, Will yang tidak mau menjadi pelampiasan rasa frustasi dari Tuannya lagi lebih memilih untuk fokus pada pekerjaannya.


Hingga tiba-tiba, Will merasakan tatapan yang sangat menusuk dari Tuannya yang memaksanya harus balik menatapnya.


“Will!” panggil Rayden dengan tatapan penuh arti pada Will.


“Iya, Tuan muda!” sahut Will sembari menelan ludah dengan kasar.


“Bukankah kau berencana untuk menikah dengan Alea? Bagaimana kalau waktunya di percepat?” ujar Rayden secara tiba-tiba membahas tentang pernikahan Will dan Alea.


“Tenang saja! Semua biayanya aku yang akan menanggungnya, tapi dengan satu syarat! Biarkan Lucia ikut terlibat dalam persiapan pernikahanmu. Dengan begitu pikirannya tentang Levi akan teralihkan. Okay?” lanjut Rayden yang akhirnya menemukan cara agar Lucia bisa melupakan tentang Levi secepatnya.


“Hah?”


Will tak bisa berkata apapun lagi. Sebab jika Rayden sudah memutuskan, maka sudah tidak ada lagi katakan penolakan untuknya. Lagian itu tawaran yang sangat menguntungkan baik untuk Will maupun Alea.


...****************...


Baiklah, itu merupakan kenangan masa lalu yang tidak akan pernah Will lupakan sepanjang hidupnya. Perpisahan antara Levi dan Lucia, malah membawa keberuntungan pada Will dan Alea. Sebab mereka bisa secepatnya menikah tanpa mengeluarkan uang sedikitpun.


“Itulah beberapa kemarahan Nona kecil membuat semua orang merasa serba salah, terutama Tuan muda! Pasalnya, dia tidak menghukum semua orang atau melampiaskan kemarahannya,” ujar Will yang kembali mengingat betapa Rayden sangat tertekan dengan kemarahan Lucia, hingga berimbas padanya.


“Akan tetapi, dia menghukum dirinya sendiri dengan selalu mengurung diri di dalam kamarnya, melewatkan waktu makan dan bahkan selalu menangis sepanjang malam. Bahkan Dr. Ian harus standby selama 24 jam penuh, jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan,” lanjutnya memberitahu segalanya yang terjadi tanpa terkecuali.


Tanpa terasa air mata Levi jatuh, begitu mendengar kondisi Lucia. Tanpa sadar Levi mengatakan, “Haruskah aku kembali, Will?”


“Apakah kau ingin menambah luka pada Nona kecil? Apa kau tidak ingin memperjuangkan perasaanmu padanya? Kalau memang itu yang di inginkan oleh hatimu, maka kembali ‘lah kapanpun kau mau!”


Will seketika mencecar Levi dengan berbagai pertanyaan, tapi dia tidak melarang ataupun berniat mencegah Levi untuk kembali. Tapi Will dengan tegas mengatakan konsekuensi yang harus di hadapi Levi, jika dia tidak memantapkan hatinya dan ragu dalam mengambil keputusan.


“Tapi hatiku terasa sangat sakit mendengar Nona kecil menjadi terpuruk seperti itu, karena diriku,” ujar Levi yang tidak tahu harus berbuat apalagi.


“Levi, fokuslah untuk membangun kekuatanmu sendiri di sana! Pastikan kau pantas untuk bersama dengan Nona kecil saat kau kembali. Kalau memang ingin menemuinya, maka datang saja ke pernikahanku dengan Alea bulan depan. Mengerti?” jelas Will yang secara tidak langsung memberitahu mengenai rencana pernikahannya.


“Pernikahanmu?


"Kau akan menikah secepat itu!?” seru Levi yang sontak saja sangat terkejut Will akan segera melepas masa lajangnya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...