
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Levi, Kakek Roman dan Bastian kini sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke bandara. Di dalam mobil Levi berusaha untuk menghentikan tangisannya, tapi suara Lucia yang terus memanggil namanya membuat Levi tak kuasa untuk tidak menangis.
“Zaen, _….”
Kakek Roman mencoba mengatakan sesuatu, tapi ucapannya segera di potong oleh Levi.
“Jalankan mobilnya sekarang,” perintah Levi dengan dinginnya tanpa berani menatap ke arah Lucia yang masih saja memanggil namanya dalam tangisnya.
“Kita pergi sekarang!” Kakek Roman mengulangi perintah.
“Baik, Tuan!” sahut sang sopir.
Perlahan mulai menginjak gas dan mobil pun perlahan mulai bergerakj. Terdengar jelas suara Lucia yang semakin histeris ketika melihat mobil yang membawa Levi.
Disaat mobil tersebut sudah berjalan cukup jauh, Lucia menggunakan seluruh tenaganya untuk melepaskan diri dari dekapan papahnya.
Dengan satu injakan di kaki papahnya, Lucia akhirnya berhasil melepaskan diri dan langsung berlari berusaha mengejar mobil yang semakin menjauh itu sembari meneriakkan nama Levi dan menyuruhnya untuk berhenti.
Sambil terus berlari Lucia terus berteriak, “Kak Levi! Luci mohon berhentilah. Huhuhuuuu, ….”
Kakek Roman yang mendengar teriakan putus asa Lucia menjadi tidak tega. Sekilas dia menatap Levi, tapi terlihat Levi hanya diam sambil menitikan air mata. Tanpa bicara dengan Levi, dia menyuruh sopir untuk menghentikan mobilnya.
“Hentikan mobilnya,” perintah Kakek Roman.
“Tidak! Terus jalankan mobilnya,” perintah Levi.
“Zaen, _….”
“Jika Kakek menghentikan mobilnya, maka jangan salah aku kalau aku lebih memilih untuk tetap tinggal di sini!” potong Levi dengan tegas.
Seketika Kakek Roman langsung terdiam, dia hanya bisa menghela sambil beberapa kali melihat ke arah belakang.
“LUCIA BERHENTI!!!”
Semua orang berteriak ketika melihat terus berlari dan berussah mengejar mobil yang di naiki Levi. Rayden, Noland, Will, Felix dan juga Jaydon langsung berlari untuk mengejar Lucia.
Hingga akhirnya Rayden bisa menangkap putri kecilnya itu dan langsung memeluknya dengan erat agar berhenti mengejar mobil yang sudah semakin menjauh itu.
“Papah! Kenapa papah tidak menghentikan Kak Levi. Huhuuu, ….” tangis Lucia di dalam pelukan sang papah.
“Maafkan, Papah sayang!” Hanya permintaan maaf yang bisa Rayden katakan pada putrinya.
“Papah jahat! Luci benci Papah!” bentak Lucia untuk pertama kalinya pada Rayden.
Bahkan dengan kasarnya, Lucia mendorong papahnya. Kemudian sambil menangis berlari menuju ke kamarnya. Rayden kembali mengejarnya, tapi Lucia sudah mengunci dirinya di dalam kamar.
Semua orang berusaha untuk membujuknya termasuk Luca, tapi tidak ada satupun yang di dengar oleh Lucia.
...****************...
Sementara itu, Levi sudah berada di dalam pesawat bersama dengan Kakek Roman dan Bastian. Tampak wajah tampan Levi terus terlihat murung dan menjadi sering melamun, bahkan Kakek Roman tidak berani untuk mengusiknya.
“Apakah sekarang Nona kecil masih menangis? Aku harap dia sudah berhenti menangisi kepergianku,” batin Levi yang terus saja merasa gelisah memikirkan keadaan Lucia sekarang.
“Sial! Pada akhirnya aku yang membuatnya menangis sampai seperti itu,” umpatnya dalam hati.
“Haish, … Bahkan sekarang aku sudah sangat merindukan mereka, terutama Nona kecilku! Nona, aku sungguh ingin melihat senyumanmu lagi. Aku akan selalu merindukan segalanya tentangmu.”
Kerinduan Levi terhadap Lucia tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.
Beberapa jam berlalu, Levi akhirnya menginjakan kaki kembali di tanah kelahirannya. Meskipun tubuhnya sudah berada di negara lain, tapi hatinya masih terpaku di keluarga Xavier terutama untuk Lucia.
Begitu Kakek Roman keluar dari pesawat semua orang itu langsung membungkuk memberi hormat tanpa terkecuali.
“Selamat datang kembali, Tuan besar! Tuan muda!”
Sambutan penuh hormat langsung di dapatkan Kakek Roman dan Levi begitu mereka turun dari pesawat. Mata semua orang pun langsung tertuju pada Levi, karena ini pertama kalinya mereka melihat cucu sekaligus pewaris dari ZD Group.
“Zaen, akhirnya kau pulang juga,” ujar Kakek Roman yang menatap Levi dengan penuh kebahagian.
“Lebih baik kita segera pergi, aku perlu istirahat!”
Levi langsung saja berjalan masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan itu untuk menghindari topik pembicaraan yang tidak perlu.
Kakek Roman pun tersenyum melihat Levi yang bisa mengendalikan perasaan setelah perpisahan yang cukup menyakitkan dnegan keluarga Xavier.
Perjalanan kembali di lanjutkan, hingga mobil mewah itu berhenti di halaman sebuah Mansion yang tidak kalah mewahnya dengan Mansion yang di miliki oleh Rayden.
Begitu mobil berhenti, mereka sudah di sambut para pelayan dan juga pekerja lainnya yang bekerja pada Kakek Roman.
Tentunya untuk menyambut kedatangan kembali Tuannya dan juga calon pemimpin mereka selanjutnya. Semua orang langsung terpesona begitu Levi keluar dari dalam mobil.
Ternyata cucu dari Tuan Roman sekaligus calon penerus ZD Group masih berusia belasan tahun dan tentunya sangatlah tampan.
“Selamat datang kembali, Tuan besar!”
“Selamat datang kembali, Tuan muda!”
Semua orang membungkuk memberi hormat untuk menyambut kedatangan kedua tuannya. Kakek Roman pun menarik Levi untuk berdiri di sampingnya. Sebab dia akan mengumumkan secara resmi bahwa cucunya telah kembali di hadapan semua orang.
“Kalian semua pasti sudah mendengarnya, bahwa aku akan kembali bersama dengan cucuku satu-satunya!” ujar Kakek Roman seraya terus merekah 'kan senyuman bahagianya.
“Zaender Levi, dia ‘lah cucuku satu-satunya sekaligus penerus ZD Group selanjutnya. Mulai hari perlakukan dia layaknya Tuan di rumah ini. Kalian mengerti?” lanjutnya sekaligus memberikan perintah mutlak.
“Baik, Tuan besar!” sahut semua orang secara bersamaan.
“Aku sangat lelah! Dimana letak kamarku?” ujar Levi yang tidak ingin membuang waktu dengan melakukan hal itu.
“Ouh, … Benar, kau masih dalam masa pemulihan! Bastian, tunjukan kamar yang sudah aku siapkan untuknya. Dan tetaplah berada di sisinya untuk sementara waktu.” Kakek Roman pun menyuruh Bastian secara khusus untuk melayani Levi.
“Baik, Tuan besar!” sahut Bastian.
“Tidak perlu! Tunjukan saja kamarnya, aku hanya ingin beristirahat. Lagian Paman Bastian juga masih dalam masa pemulihan, jangan teralu memaksa diri untukku, Kakek!” tolak Levi yang tidak membutuhkannya.
“Baiklah, lakukan sesuka hatimu! Nanti pelayan akan memanggilmu, jika waktunya makan tiba!” ujar Kakek Roman yang teringat dengan perjanjian mereka sebelumnya yaitu untuk tidak mengatur Levi dalam hal apapun.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...