Willea

Willea
27. Kakak yang baik dan penyayang!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Papah, kenapa ‘sih tidak mau mengalah dengan anaknya sendiri?”


Lucia yang tidak tahan menhan kesalnya pun mulai berseru dan protes terhadap papahnya. Luca sebenarnya ingin membantu sang adik seperti biasanya, tetapi dengan cepat mamahnya melarang untuk ikut campur.


“Sayang, bukannya papah tidak mau mengalah tapi kalian harus belajar mandiri mulai sekarang. Jadi, nanti kalau adik bayinya sudah lahir kalian akan terbiasa tidur di kamar kalian sendiri,” jelas Rayden yang sebenarnya hanya sebuah alasan yang dia buat.


“Bagaiamana kalau seperti ini saja. Kalian boleh menyimpan foto adik kalian, tetapi untuk malam ini kalian harus tidur di kamar masing-masing. Setuju?” sambung Rayden.


Dia berusaha membujuk kedua anak kembarnya itu dengan mengatasnamakan triple baby yang masih di dalam perut Zhia.


Terlihat Luca dan Lucia saling melempar pandang, sepertinya mereka tertarik dengan bujukkan dari sang papah.


Zhia pun hanya diam memperhatikan selagi papah dan anak kembar itu tidak berdebat lagi, maka tidak alasan baginya untuk menghentikan mereka.


“Tapi hanya untuk malam ini saja ‘yah, Pah!” seru Lucia.


“Besok kami yang harus tidur dengan mamah dan adik kecil,” ujar Luca menimpali.


“Hay, kenapa seperti itu? Fotonya ‘kan ada lima, jadi kalau kalian ingin memiliki semua fotonya kalian harus tidur di kamar masing-masing selama 5 hari juga. Bagaimana? Setuju?”


Rayden pun tidak ingin melewatkan satu kesempatan apapun agar bisa membuat kedua anak kembarnya tidur di kamarnya masing-masing.


Terlihat lagi-lagi Luca dan Lucia kembali saling melempar pandangan satu sama lain.


Entah kenapa foto USG ketiga calon adiknya membuatb Luca dan Lucia menjadi sangat tertarik untuk memilikinya.


Namun, di sisi lain mereka juga tidak ingin melewatkan waktu bersama mamah dan adiknya.


Apalagi setelah mengetahui bahwa selama waktu yang tidak di tentukan mamahnya akan selalu menemani papahnya setiap kali ke kantor.


“Bagaimana, kalian berdua mau foto adik kecil kalian ini tidak?” ujar Rayden kembali memastikan jawaban dari kedua anak kembarnya.


“Sudahlah, Ray! Kau ini kenapa ‘sih beberapa hari ini sikapnya sangat berubah tidak seperti biasanya. Kau bahkan lebih bersikap seperti anak kecil yang manja dibandingkan dengan Luca dan Lucia.”


Zhia berusaha menghentikan tawar menawar antara papah dan anak kembarnya itu. Sebab Zhia sendiri sudah merasa Lelah dan ingin secepatnya pergi beristirahat dengan nyaman.


Namun, dirinya tidak pernah menyangka bahwa Luca dan Lucia bersedia dengan tawaran papahnya. Mereka rela tidur di kamar masing-masing hanya demi foto USG ketiga calon adik mereka.


“Baiklah, Pah! Tapi sebelum kami pergi tidur, kami berdua boleh bermain di sini,” ujar Lucia denga wajah yang di tekuk karena sedikit berat hati, sebab kedua pilihan yang diberikan papahnya sama beratnya.


“Okay, kalau begitu kalian sudah boleh pergi kamar masing-masing. Bukankah ini sudah cukup malam dan kalian besok harus pergi ke sekolah! Ouhya, … Foto adik kecil kalian jangan lupa di bawa.”


Betapa bahagianya Rayden begitu mendengar keputusan dari kedua anak kembarnya yang pada akhirnya mengalah hanya demi foto calon adik mereka.


Zhia tak mampu berkata-kata, dia masih tidak percaya bahwa kedua anak kembarnya itu mau mengalah hanya demi foto calon adiknya.


Hanya dengan melihatnya saja, Zhia dan Rayden tahu berapa Luca dan Lucia sangat menantikan dan menyayangi ketika adiknya itu.


Masih didalam kandungan saja Luca dan Lucia mau melakukan apapun demi ketiga calon adik kembarnya, apalagi jika mereka sudah lahir nanti.


“Sayang, apa kalian yakin? Kalau kalian masih tetap mau tidur dengan mamah malam ini, mamah akan suruh papah untuk mengalah kok?” ujar Zhia yang tidak tega melihat kedua anak kembarnya itu yang harus mengalah karena kelakuan Rayden.


“Zhi, ….”


Mendengar Zhia yang akan melunak pada Luca dan Lucia lagi, lalau mengusir diurinya lagi. Rayden pun bersiap untuk protes, tetapi perkataan dari putranya membuatnya langsung terdiam.


“Tidak apa, mah! Kami tidur di kamar kami saja, kalau begitu kami kembali ke kamar dulu ‘yah!”


Luca pun mewakili adiknya untuk berpamitan sebelum mereka kembali ke kamarnya. Tidak lupa, mereka pun mengucapkan serta memberi kecupan selamat malam untuk papah dan mamahnya.


“Selamat malam, sayang! Semoga mimpi indah ‘yah, sayang!” ujar Zhia yang malah terlihat enggan untuk ditinggalkan kedua anak kembarnya.


“Ayo, papah gendong kalian berdua sampai ke kamar!”


Kasih sayang Luca dan Lucia kepada calon adiknya membuat hati Rayden luluh. Dia pun menawarkan dirri untuk mengantar kedua anak kembar kesayangannya itu sampai di kamar mereka masing-masing.


“Yeah, … Makasih, papah!” seru Lucia yang langsung memeluk papahnya, begitu juga Luca yang tidak mau kalah dengan adik kembarnya.


“Dah, mamah!” seru Luca da Lucia yang melambaikan tangannya pada mamahnya.


“Dah, sayang!” sahut Zhia disertai senyuman manisnya.


“Aku akan mengantar anak-anak ke kamarnya dulu ‘yah, Zhi!” ujar Rayden yang hanya di jawab dengan anggukkan kepala saja oleh Zhia.


Setelah mendapatkan ijin dari Zhia, Rayden pun langsung membawa kedua anak kembarnya itu keluar menuju ke kamar masing-masing.


Namun, ternyata Lucia tidak ingin tidur sendirian, maka dari itulah Lucia memilih tidur di kamar Luca.


Rayden pun pada akhirnya memutuskan untuk menidurkan Luca dan Lucia terlebih dahulu sebelum kembali ke kamarnya.


Dengan menyanyikan satu lagu yang bisa Rayden nyanyikan, akhirnya kedua anak kembarnya itu tertidur dengan lelapnya.


Bahkan dalam tidurnya, Luca dan Lucia masih saja menggenggam erat foto USG ketiga calon adiknya.


“Kalian memang kakak yang sangat baik. Adik kalian kelak akan pasti akan di limpahi dengan cinta dan kasih sayang. Papah sangat bangga pada kalian, Luca dan Lucia! Meskipun kadang menyebalkan kalau sedang mengacau waktu berdua papah dengan mamah kalian!” gumam Rayden sembari membelai kedua anak kembarnya yang sudah terlelap di alam mimpinya masing-masing.


Setelah memastikan Luca dan Lucia terlelap, Rayden pun kembali ke kamarnya sendiri dimana Zhia sudah menunggunya.


Karena di rasa belum terlalu mengantuk, Rayden pun meminta Zhia untuk menceritakan setiap foto Luca dan Lucia yang berada di album foto yang di simpan Zhia selama ini.


Dari situlah, Rayden semakin menyadari bahwa Zhia sudah berjuang setengah mati dalam membesarkan dan merawat Luca dan Lucia.


Rayden juga menyadari betapa kedua anak kembarnya itu sangat merindukan kasih sayang darinya.


Karena Rayden tidak mencarinya, maka Luca dan Lucia yang memutuskan untuk menghampirinya terlebih dahulu.


Di dalam hatinya, Rayden pun membuat janji pada dirinya sendiri bahwa ke hamilan Zhia kali ini dia akan selalu menempatkan Zhia berada di sisinya.


Memberikan segala sesuatu yang Zhia dan kedua anak kembarnya inginkan dan butuhkan apapun itu tanpa terkecuali, bahkan nyawanya sendiri Rayden rela untuk memberikannya.


Bersambung,.......


...****************...


Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍


Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰


Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.


Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓


Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!


Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!


Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘