Willea

Willea
53. Dilema oleh keputusan?



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Baik, Tuan! Saya akan usahan untuk secepatnya menyelesaikan misi yang ada di sini,” sahut Will yang merasa sedikit lega setelah mendengar Tuannya akan kembali memimpin klan mereka.


“Jangan lakukan kesalahan, karena kau yang akan mengurus semuanya sendiri di sana. Kau mengerti!” ujar Rayden memperingatkan Will.


“Baik, Tuan! Saya mengerti,” sahut Will.


Rayden kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya, setelah mendengar Will menjawabnya.


Kemudian, dia beralih mendekati Zhia lagi sembari membawa laptopnya. Rayden akan mencoba membujuk Zhia agar mengijinkan dirinya memimpin klan mafianya lagi.


“Sayang?” Rayden memanggil Zhia dengan sangat mesra.


“Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada Will dan Alea di sana?” ujar Zhia dengan tatapan polosnya.


“Tidak, bukan seperti tapi muncul satu masalah yang serius di dalam klan. Maka dari itu, aku harus memimpin mereka lagi! Bagaimana menurutmu, haruskah aku kembali atau menutup mata dengan masalah ini?”


Dengan ucapan manisnya, Rayden tampak tak berdaya di hadapkan dengan dua pilihan antara sang istri dan anak buah mafianya.


Zhia sebenarnya tidak mau mengijinkan Rayden kembali ke dunia gelap mafia itu, tetapi dia juga tidak boleh membuat suaminya menjadi pemimpin yang egois dengan meninggalkan anak buahnya yang sedang dalam masalah serius.


“Jika aku tidak mengijinkan, bukankah kau tetap akan ikut campur seperti sekarang?” ujar Zhia yang membuat Rayden langsung terdiam seribu bahasa.


“Karena itulah, lakukan apapun yang menurutmu baik. Mereka mempercayai, karena itulah mereka selalu setia mengikutimu sampai sekarang. Aku tidak ingin menjadi penyebab suamiku sendiri bersikap egois dan tidak bertanggung jawab atas kepemimpinannya selama ini, Ray!” lanjut Zhia yang tentu saja mengijinkan Rayden untuk kembali ke klannya, apalagi sedang terjadi masalah serius.


“Sayang, kau yakin tentang ini?” ujar Rayden yang ingin lebih memastikan, apakah Zhia sedang bercanda atau serius dengan perkataannya saat ini.


“Aku sangat yakin, Ray! Karena aku percaya pada seperti mereka mempercayaimu selama ini. Tapi ingat, jangan sampai kau kembali dalam keadaan terluka! Kau harus berjanji soal itu kepadaku!” seru Zhia yang baru teringat akan kemungkinan terburuk itu, dia pun menjadi cemas dan khawatir dengan keputusan yang sudah di ambilnya tadi.


“Ray, jawab aku! Kejadian yang pernah di alami Eva dulu tidak akan pernah terjadi lagi ‘kan?”


Zhia mulai terisak, melihat Rayden yang hanya dia saja menatapnya. Ketakutan Zhia pun semakin bertambah ketika dia mengingat tentang mendian Eva yang harus meninggal dunia demi menyelamatkan dirinya dari Evan dulu.


Hati Rayden merasa sangat sesak melihat istri tercintanya menangis mengkhawatirkan dirinya.


Rayden pun langsung saja menarik tubuh Zhia ke dalam pelukkannya sembari berkata, “Memang aku akan sulit berjanji untuk tidak terluka, tapi aku bisa menjanjikan bahwa tidak akan yang bernasib sama seperti Eva dulu! Kali ini aku berjanji, kita tidak akan kehilangan siapapun dalam pertarungan.”


“Kau sudah berjanji dan kau harus menepatinya, Ray! Demi aku dan anak-anak kita,” ujar Zhia yang semakin mempererat pelukannya pada Rayden.


“Iya, aku akan berusaha keras untuk menepatinya. Demi kamu, Luca dan Lucia serta anak kita yang masih di dalam perutmu ini.” Janji Rayden yang juga demi dirinya sendiri.


“Jangan menangis lagi, tidak baik untuk kandunganmu, Zhi!”


Rayden memcoba membujuk istrinya agar berhenti menangis dan berhenti memikirkan hal yang belum tentu terjadi.


“Aku tidak biasa berhenti menangis dan memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi padamu, Ray!” ujar Zhia yang masih terisak di dalam pelukkan Rayden.


Karena gemas melihat Zhia yang tidak mau berhenti menangis, Rayden pun akhirnya langsung menciumnya.


Dan caranya memang bekerja sangat baik, Zhia perlahan mulai menghentikan tangisannya dan malah membalas ciumannya. Karena teringat dengan pesan dokter, Rayden pun tidak bisa berbuat lebih selain berciuman.


“Kak, papah sepertinya akan kembali menjadi ketua mafia lagi. Jadi, kita sebagai anggota yang baik harus mengikutinya. Benar, bukan?” ujar Lucia yang terlihat sangat antusias.


“Kau benar, Luci! Kita juga harus bersiap untuk kembali dan membantu papah dalam menyelesaikan misinya.” Luca pun tidak kalah antusiasnya dengan Lucia.


“Iya, kau benar, Luci! Sebaiknya kita memang harus kembali ke kamar dulu,” Luca pun menyetujui saran dari adiknya itu.


Ternyata percakapan Rayden dengan Zhia tadi di dengar oleh Luca dan Lucia secara diam-diam.


Namun, sepertinya mereka tidak mendengarkan semuanya dari awal. Sehingga baik Luca dan Lucia masih belum tahu tentang rahasia identitas Levi yang sebenarnya.


Luca dan Lucia akhirnya kembali ke kamarnya untuk melakukan diskusi darurat. Sedangkan Rayden dan Zhia sudah mulai terlelap di dalam tidurnya.


Sementara, Levi yang tidak bisa memejamkan matanya diam-diam datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Bastian.


Levi pergi tanpa memberitahu Felix dan Jaydon yang sedang tidur di rumahnya. Mereka berusaha selalu berada di samping Levi dengan maksud agar mereka selalu mengawasi sekaligus menjaganya dari incaran para musuh yang tengah menjadikannya sebagai target.


“Tuan Levi, ….” Sapa anak buahnya yang di tugaskan menjaga Bastian di rumah sakit siang dan malam.


“Ouh, … Aku hanya ingin melihatnya sebentar. Kalian bisa pergi dulu selama aku berada di sini?” ujar Levi yang ingin memiliki waktu berdua untuk berbicara dengan Bastian, meskipun dia tahu kalau tidak akan respon dari Bastian yang tengah koma.


“Baik, Tuan!’ sahut kedua anak buah itu yang kemudian pergi dari tempat jaganya.


Selepas kepergian anak buahnya, Levi hanya diam menatap sedih Bastian yang terus menutup mata dengan berbagai macam alat medis yang terpasang di tubuhnya.


Selama beberapa menit berlangsung Levi masih diam dan terhanyut dalam pemikirannya sendiri.


“Paman, apakah semua yang terjadi padamu dan padaku sekarang ada hubungannya dengan Paman Richo?” ujar Levi setelah beberapa saat masih terdiam.


“Lalu, bagaimana dengan keadaan kakek sekarang? Seharusnya dia belum berani menyentuh kakek, bukan?” lanjut Levi yang ternyata dari awal sudah bisa menebak siapa dalang dalam percobaan pembunuhan kepadanya dan juga Bastian.


“Paman, sebenarnya aku benar-benar tidak menginginkan semua yang di miliki kakek. Aku sangat senang menjadi diriku yang seperti ini dan kehidupanku yang sekarang. Jikalau bisa, aku ingin selamanya seperti ini. Karena ada seseorang yang ingin selalu aku lindungi di sini.”


Perkataan Levi terdengar berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam.


“Bisakah aku memilih untuk tetap mempertahankan kehidupanku yang sekarang ini, Paman?” lanjutnya yang terdengar seperti dilema keputusasaan yang sangat besar, jika untuk menentukan pilihan.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


Note : Sambil Menunggu update Willea. Silahkan kunjungi dan baca juga karya temanku, udah orangnya baik ditambah cantik lagi. Cuzz, ... Jangan Lupa beri dukungan kalian juga 'yah!😉🥰🥰😘