Willea

Willea
95. Situasi Kritis



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ISTRIKU, HAH?” bentak Rayden pada Alea dan yang lainnya, dia tidak peduli dengan Alea yang juga terluka di kepalanya.


“Aish, … Sial! Jika terjadi sesuatu yang buruk pada istri dan anakku, maka aku tidak akan membiarkan kalian hidup!” ancam Raden dengan geramnya.


“Mamah, … Hiks, … Hikss, …!”


Luca dan Lucia hanya bisa menangis melihat mamahnya yang tengah kesakitan. Mereka berdua ingin sekali menghampiri mamahnya, tetapi Julia menahan keduanya agar tidak menghambat penyelamatan pada Zhia dan bayi yang ada di dalam kandungan menantunya itu.


“R-ray, … Perutku sangat sakit, anak kita akan baik-baik saja ‘kan?”


Zhia kembali merintih kesakitan masih dengan memegangi perutnya yang semakin terasa sangat sakit. Airmatanya terus berjatuhan, bukan keadaan dirinya sendiri yang Zhia khawatirkan.


Akan tetapi keadaan ketiga jani yang masih berada di dalam perutnya yang sangat Zhia takutkan. Sebagai seorang ibuingin anaknya terluka sedikitpun.


Seketika tubuh Rayden mematung, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya dan dia pun mulai gemetar ketakutan saat melihat darah segar mengalir di kaki istrinya yang terus merintih kesakitan.


“Cano, ada apa denganmu! Cepat bawa Zhia ke rumah sakit!” bentak Noland menyadarkan Rayden yang tengah mematung ketakutan.


“Saya akan segera menyiapkan mobilnya, Tuan!” ujar Levi.


Dia segera melakukan apa yang bisa dia lakukan untuk menolong calon mamah mertuanya, maksudnya Nyonya mudanya.


Setelah mengatakan itu, Levi segera berlari sekuat tenaga untuk mengambil mobil dan dia sendiri yang akan mengemudikannya.


“Saya akan segera menghubungi Dr. Ian dan Dr. Lena untuk bersiap di rumah sakit,” ujar Will yang juga ingin melakukan apa yang bisa dia lakukan.


Will memang ingin menolong Alea terlebih dahulu, tetapi dia sadar bahwa kondisi Nyonya mudanya lebih serius dan lebih penting.


Will berada dalam dilema besar, tetapi dia akan mengutamakan keselamatan dan keamanan dari Zhia terlebih dahulu.


Mengingat tugas mereka sebagai pengawal adalah menutamakan keselamatan majikan di bandingkan diri mereka sendiri dan Will yakin Alea akan mengerti akan hal itu.


“Zhi, … Bertahanlah, kita ke rumah sakit sekarang!”


Rayden dengan panik dan tubuh gemetar segera menggendong tubuh Zhia. Dan begitu keluar dari dalam Mansion, Levi sudah menunggu dengan mobil yang akan membawa mereka ke rumah sakit.


“R-ray, anak kita akan baik-baik saja’kan?”


Selalu anaknya yang Zhia tanyakan keadaannya, padahal dirinya sendiri sedang menahan sakit yang luar biasa hebatnya.


“Iya, sayang! Kamu dan anak kita pasti akan baik-baik saja, aku janji,” ucap Rayden dengan deraian air mata.


“Aaakhh, …” Zhia kembali merintih kesakitan pada perutnya.


“Bertahanlah, sayang! Aku mohon,” ucap Rayden dnegan putus asa.


Dengan kecepatan penuh dan keahlian mengemudi Levi, mereka pun sampai dengan cepat ke rumah sakit. Lampu merah, suara klakson mobil lain terus Levi hiraukan.


Dia tidak peduli sama sekali, dia hanya ingin secepat mungkin mengantarkan mamah mertuanya ke rumah sakit, … Eeeh, Masya Alloh. Maksudnya Nyonya mudanya ke rumah sakit.


Ini jari Author salah ngetik terus, maklum yah belum dapat tips lagi dari para readers. Maaf, bercanda dikit biar pada nafas dulu.🙏


Begitu sampai Dr. Ian dan Dr. Lena sudah bersiap di depan menyambut mereka, lalu mencoba untuk melakukan pertolongan pertama.


Karena Zhia saat ini berada dalam dibawah tanggung jawab Dr. Lena, Dr. Ian pun hanya bisa membantu sebisanya. Zhia kemudian di larikan ke ruangan khusus untuk pemeriksaan lebih lanjut.


...****************...


Sementara itu di dalam Mansion, Noland langsung memerintahkan Felix dan Jaydon untuk menahan Alea, Karina, Sania dan Alice di sebuah ruangan khusus yang tersembunyi di dalam Mansion untuk di interogasi lebih lanjut.


“Felix, Jaydon bawa mereka ke tempat interogasi! Lakukan apa yang perlu kalian lakukan pada mereka!”


Noland pun memberikan perintah dengan tegas dengan raut wajahnya sangat jauh berbeda dari biasanya.


“Baik, Tuan besar!” sahut Felix dan Jaydon yang segera melaksanakan perintah tersebut.


Dengan bantuan beberapa pengawal lainnya, Alea, Karina, Sania dan Alice di bawa ke ruangan yang dimaksud tanpa perlawanan.


Will tampak ingin mengobati luka di kepala Alea terlebih dahulu, tetapi situasinya tidak memungkin untuknya melakukan itu.


Melihat kemarahan Noland yang begitu besar dan seberapa parahnya kesalan Alea dan yang lainnya lakukan hingga membuat Nyonya muda yang selalu mereka lindungi selama ini terluka.


Ketenangan sebelum badai, itulah kalimat yang menggambarkan situasi dalam hubungan Will dan Alea saat ini.


Sementara itu, Julia masih terus berusaha menenangkan Luca dan Lucia yang terus saja menangis.


Walaupun Julia juga merasakan ketakutan dan kekhawatiran yang lebih dari si kembar, sebisa mungkin dia sembunyikan di depan mereka.


Namun, tidak dengan airmatanya yang tidak dapat dia bendung meskipun dia sangat ingin menyembunyikannya juga.


“Huhuuu, … Grandma, apakah mamah akan baik-baik saja? Luca ingin melihat keadaan mamah, bisakah kita sekarang ke rumah sakit, Grandma? Huhuhuuu, ….” ujar Luca di sela isak tangisnya.


“Mamah dan adik bayi akan baik-baik saja ‘kan, Grandma? Hiks, … Hiks, ….” Lucia ikut menimpali di sela tangisannya.


“Kita berdoa saja ‘yah, sayang! Semoga Mamah dan adik kalian akan baik-baik saja,” ucap Julia yang tidak tahu harus mengatakan apalagi, kecuali harapan dan doa untuk keselamatan menantu dan calon cucunya.


“Ayo, kami ke rumah sakit, Grandma! Hiks, …” pinta Lucia dengan raut wajah memohonnya.


“Kami mohon Grandma, Grandpa! Hiks, ….” Luca ikut meminta dengan sangat memohon.


“Pah?” Julia menatap Noland menunggu keputusannya.


“Baiklah, kita memang harus ke rumah sakit sekarang!” sahut Noland yang menyetujuinya.


“Mobilnya sudah siap, Tuan besar!” Salah satu pengawal datang memberitahukan.


“Will, tetaplah di sini! Cari tahu apa yang terjadi sebenarnya, aku tahu kau tidak akan memihak pada siapapun. Karena itulah, kami selalu mempercayakan segalanya padamu,” ujar Noland sebelum pergi yang membuat Will semakin terdiam.


“Baik, Tuan besar! Aku pasti akan menemukan apa yang terjadi sebenarnya, tanpa memihak siapapun,” sahut Will meskipun itu keputusan yang sangat sulit dia ambil.


“Kami selalu percaya padamu, Will!” ucap Noland sembari menepuk bahu Will.


“Ayo, kita pergi sekarang!” lanjut Noland yang menyuruh Julia dan cucu kembarnya untuk masuk ke dalam mobil.


“Saya harap juga begitu, Tuan!” gumam Will lirih.


Will hanya bisa membungkuk memberi hormat sebelum Noland dan yang lainnya meninggalkan Mansion.


Hatinya sangat berkecamuk, dia sangat berharap bahwa Alea tidak ada campur tangannya dalam kejadian ini. Sebab, jika Alea terbukti lalai dalam tugasnya maka hukuman berat pasti akan di jatuhkan padanya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...