
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Rayden pun mencoba menawarkan orang lain sebagai pengganti Levi. Perdebatan antara papah dan putrinya hanya untuk memperebutkan Levi pun tidak bisa di hindarkan lagi.
Lucia tetap bersikeras menunjuk Levi sebagai pengawalnya. Sementara Rayden juga tetap harus mempertahankan Levi di sisinya agar dia bisa belajar tentang dunia bisnis.
“Tapi Luci mau kak Levi, Pah!” seru Lucia yang tidak mau kalah.
“Sayang, papah membutuhkan Levi untuk menggantikan Will sementara waktu. Jadi, cobalah untuk mengerti. Luci anak yang baik, bukan?”
Rayden juga tidak mau kalah, sebisa mungkin dia harus membujuk Lucia untuk melepaskan Levi sebagai pengawalnya.
Sebab Lucia juga harus terbiasa tanpa kehadiran Levi, terlebih lagi Levi pasti akan segera kembali ke negara asalnya.
“Yaa, … Suruh saja paman Will untuk pulang secepatnya! Selesaikan?” ujar Lucia yang membuar Rayden langsung tepuk jidat dengan pemikiran polos putrinya itu.
“Ya ampun, Lucia! Bagaimana papah harus menjelaskannya padamu?” gumam Rayden yang frustasi menghadapi putrinya sendiri.
“Zhi, tolong jelaskan pada putri itu. Aku sudah menyerah!” ujar Rayden yang menyerahkan Lucia pada istrinya.
“Astaga, kapan kalian berdua akan berhenti berdebat dan membiarkanku tenang sehari saja!” ujar Zhia yang juga lelah melihat Rayden dengan putrinya terus bertengkar.
“Sayang, biarkan Levi menyelesaikan pekerjaannya yang sekarang. Jika, dia sudah sellesai pasti papahmu akan menempatkan Levi kembali sebagai pengawalmu. Jadi, untuk sementara ini cobalah bersabar ‘yah, sayang!”
Zhia akhirnya memutuskan untuk terun tangan dan menengahi perdebatan Lucia dangan Rayden. Luca akhir-akhir ini menjadi anak yang begitu penurut, apalagi setelah tahu dia akan menjadi seorang kakak lagi untuk adik bayinya yang lain. Terkadang memang masih jahil, karena mengikuti Lucia.
“Mamah dan Papah haru janji dulu pada Luci,” ujar Lucia dengan raut wajah sedihnya.
“Iya, mamah dan papah janji,” sahut Zhia.
Terlihat Rayden dan Levi saling melempar pandangan satu sama lain. Sebab mereka tidak yakin setelah ini, Levi akan tetap berada di negara A.
Terlebih lagi mereka masih menunggu hasil dari pencarian Will dan Alea serta pertarungan felix dan Jaydon melawan musuhnya.
Setelah selesai menyeleksi, Rayden pun membawa keluarga kecilnya untuk makan bersama. Tentunya Levi tidak ketinggalan untuk bergabung dengan mereka, karena Lucia yang terus melekat bagaikan prangko pada Levi.
...****************...
Disisi lain Thunder dan Kenzo tengah menjalani perawatan atas luka-luka yang mereka derita selama pertarungan berlangsung.
Disana juga terlihat Fernand yang sepertinya sedang menyusun rencana lagi untuk menaklukkan klan BlackSky.
“Bagaimana menurutmu mengenai kemampuan Jaydon dan Felix?” tanya Fernand yang mencoba mencari tahu kekuatan musuhnya dengan mengorbankan Thunder dan Kenzo.
“Kau masih bisa bertanya seperti itu, setelah melihatku hampir mati di sana!” seru Thunder yang mulai menyadari maksud dari pertanyaan Fernand barusan.
“Aaahh, … Maafkan aku, sepertinya aku memang harus menyusun rencana lain dan kalau bisa aku harus menemukan kelemahan mereka,” ujar Fernand yang tersenyum penuh arti setelah melihat pesan singkat di ponselnya.
“Apa kau mempunyai rencana lain lagi?” tanya Thunder yang penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan Fernand sekarang. Sementara Kenzo hanya bisa menyimak percakapan mereka saja.
“Sepertinya begitu, kita mendapatkan kesempatan yang sangat besar untuk menemukan kelemahan mereka,” jawab Fernand yang terkesan menggantung kata-katanya.
“Maksudmu?” ujar Thunder yang semakin penasaran dibuatnya.
“Adik kesayangku telah diterima sebagai salah satu pengawal utama di keluarga Xavier! Coba tebak, apa yang bisa kita dapatkan dengan adanya kartu AS ini?”
Fernand tampak sudah menyiapkan berbagai rencana, setelah mendengar kabar dari adiknya itu.
Thuder dan Kenzo pun ikut tersenyum, pada akhirnya tiba waktunya bagi mereka untuk menghancurkan keluarga Xavier dan menyelesaikan misi sekaligus.
“Bagus sekali, jadi apa rencanamu sekarang?” ujar Thunder yang tidak sabar untuk menghancurkan orang-orang telah memukulinya sampai babak belur itu.
“Dengan begitu mereka tidak akan fokus pada masalah internak, itu akan di manfaatkan oleh adikmu untuk menempatkan kamera dan alat penyadap yang berada di setiap ruangan mansion itu. Sehingga kita bisa memantaunya. Itu ide yang sangat cemerlang!” seru Kenzo yang mulai satu pemikiran dengan Fernand.
“Tepat sekali!” sahut Fernand membenarkan.
“Baru setelah itu, kita akan langsung menyerang! Benar, bukan?” ujar Thunder yang tidak tahan untuk segera mewujudkannya.
“Tidak! Kau salah, Thunder! Aku ingin membuat mereka tersiksa dengan kematian orang-orang yang di cintainya terlebih dahulu. Baru setelah itu, kita bunuh semuanya tanpa tersisa!” jelas Fernand yang ternyata telah merencanakan untuk menghancurkan Rayden secara perlahan.
“Seperti itu juga lumayan,” gumam Thunder yang sebenarnya sudah gatal ingin membunuh semuanya sekaligus.
Begitulah Fernand dan yang lainnya menyusun rencana liciknya dengan memanfaatkan posisi adiknya yang secara tidak sengaja terpilih menjadi salah satu pengawal utama keluarga Xavier.
...****************...
Langit malam pun mulai terlihat, Jaydon dan Felix yang telah selesai mengurus perbatasan langsung saja menuju ke mansion untuk memberikan laporan atas tugas mereka. Mereka tidak sengaja bertemu Levi saat hendak memasuki Mansion.
“Hay, Tuan muda Levi! Bagaimana kabarmu hari ini?” sapa Jaydon yang langsung berlari merangkulnya.
“Apaan dengan sebutanmu barusan? Kau ingin mati, Hah?” ujar Levi yang sangat tidak menyukai sebutan iti.
“Bukankah kau seorang Tuan muda kaya raya? Atau jangan-jangan gossip itu tidak benar?”
Jaydon dengan sengaja mengatakan itu, padahal selama ini yang bergosip tentang Levi adalah dirinya sendiri bersama dengan Felix.
Sedangkan yang lainnya belum mengetahui tentang masalah Levi yang menjadi target pembunuhan.
“Siapapun yang bergosip seperti itu? Bunuh saja orangnya, kalau tidak potong lidahnya dan kuliti saja tanpa sisa!” ujar Levi yang tentu saja tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Jaydon barusan.
“Wahh, … Kau kejam sekali jadi orang,” gumam Jaydon yang bergidik ngeri.
“Hentikan! Dimana Tuan muda sekarang?” tanya Felix yang ingin segera menyampaikan laporannya.
Sehingga dia bisa secepatnya pergi ke rumah sakit untuk menemui adiknya. Sebab tadi dia mendapat kabar bahwa penyakit adiknya kambuh dan di larikan ke rumah sakit.
“Tuan ada di dalam kamarnya. Apa yang terjadi? Apakah terjadi sesuatu yang buruk? Tapi melihat kalian kembali dengan selamat, sepertinya kalian memenangkan pertarungan!” ujar Levi yang menebaknya dengan tepat.
“Kami kehilangan Kenzo lagi! Dan sepertinya masalah ini semakin membesar.”
Felix mulai buka suara mengenai pendapatnya atas pertarungan mereka. Kali ini situasinya berbeda dari situasi sebelumnya.
Perasaan bersalah pun kembali memenuhi ahati dan pikiran Levi, sebab semua berawal dari dirinya yang ingin tetap bertahan di sini.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 18.00 ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...