What Is Love

What Is Love
monnie dan trik nya



jeje menatap milli di depan nya lalu menatap orang di sebelah milli "jadi dia teman mu? " kata jeje "iya " kata milli "Hai jeje" kata wanita di samping milli "kak milli aku harus" kata jeje "bentar" milli pergi jeje menatap wanita itu "jeje bagaimana kabar mu? ku dengar kau kuliah" kata wanita itu "aku tau kau siapa" kata jeje "benarkah aku teman lama nya milli" kata wanita itu "bukan aku kenal kak milli dengan baik" kata jeje "kau mau apa ke sini tidak ada orang yang membutuhkan kan psikolog sekarang" kata jeje wanita itu terlihat terkejut "aku juga tau apa yang kau rasakan" kata wanita itu jeje tersenyum sinis


"aku melihat kau memiliki banyak tanda tanda kau tidak baik baik saja apa inner child mu terluka bagaimana masa lalu mu? " jeje terlihat marah "" self harm misal nya"kata wanita itu "kau memiliki beberapa gejala yang menunjukkan kalau kau mengalami gangguan mental kau pernah mengalami trauma " kata wanita itu "berhenti bicara jangan sok tau" kata jeje "mungkin di saat gejala itu datang kau merasa gelisah, bingung, marah, panik, takut, kau merasa sendiri berada di ruangan terkunci dan gelap, sehingga jalan satu satunya kau menyakiti diri mu sendiri" kata wanita itu "trauma di masa lalu mungkin dari dampak orang tua mu" kata wanita itu jeje berdiri milli datang membawa tiga gelas jus jeje menyambar nya dan melempar nya ke wajah wanita itu "jeje" monnie terkejut saat hendak turun tangga "kau baik baik saja" may memeriksa wanita itu "iya iya" kata wanita itu terlihat tangan jeje gemetar sambil perlahan membuat kepalan "jeje" monnie membawa jeje pergi "kenapa kau melakukan itu? " kata monnie "aku tidak suka dia ada di sini" kata jeje monnie membersihkan tangan jeje "nona monnie jeje masih kerap kali melukai diri nya sendiri saat dalam kondisi tertekan apa menurut mu dia baik baik saja" monnie teringat perkataan milli "sewaktu-waktu dia akan melukai dirinya dan bahkan memukul kepala nya sendiri aku kawatir nona jeje kena gangguan mental" monnie menatap jeje "tidak papa jika tidak suka milli akan mengusirnya " kata monnie sambil mengusap rambut jeje "jangan marah lagi bagaimana tadi di kampus" kata monnie "biasa aja sih dan membosankan " kata jeje "kenapa bisa membosankan apa kau tidak memiliki teman " monnie masih membelai rambut jeje dengan lembut


"berapa orang teman mu di kampus? "


"aku rasa tidak ada"


"masa tidak ada, tidak mungkin pasti ada setidaknya ada beberapa yang menganggap mu teman"


"baik aku akan cerita tidak akan berbohong pada mu"


"hum.. aku akan mendengar kan nya"


"di kampus ada beberapa orang yang bilang aku ini teman mereka nama mereka rizi, mawar, anggel, vito, baim, dila hum.. itu aja sih aku tidak ingat lagi"


"lalu? "


"mereka memperlakukan ku tidak buruk, menarik tangan ku seperti ini dan membawa ku ke kantin dan kemana aja tapi aku terkadang tidak mau ikut mereka karena menurut ku"


"menurut mu..?? "


"aku dan mereka tidak bisa berteman kak, lihat saja perbedaan nya mereka hidup dengan penuh ketenangan aku beda aku terlihat seperti kriminal aku memukul orang memiliki banyak musuh, mereka tidak tau itu dan mungkin saja mereka bisa mati jika ada di dekat ku"


"haha kau ini mirip dengan chai ya tidak ada beda nya seperti pinang di belah dua semua kata kata nya sama saja. dengar adikku sayang kau bukan seorang kriminal buang fikiran buruk mu sini berbaring lah di pangkuan ku akan akan bicara sambil merapikan rambut mu ayo sini"


kau selalu saja begini! "


"dengar ya kau hanya anak kecil anak yang sama seperti mereka kau bukan kriminal bukan seorang penjahat kau dan mereka tidak ada beda nya dalam pertemanan suatu perbedaan akan di satukan orang rasa kepedulian. apapun itu teman tidak akan meninggalkan satu sama lain tetapi akan melengkapi satu sama lain"


"hum"


"lalu apa ada pria yang menggoda adikku ini? "


"kakak"


"apa yang salah wajar saja jika ada yang menggoda mu kan"


"kakak.. aku tidak suka kali ini"


"kenapa apa ada pria yang kau sukai atau apa itu cerita kan pada ku"


"tidak ada kakak.. pemikiran ku dan dirimu itu berbeda "


"masih belum percaya dengan cinta? "


"apa kau tidak melihat nya di sini? "


"lihat apa? "


"cinta "


"aku tidak melihat nya"


"aku ada bersama dengan cinta "


"hum? "jeje duduk menatap monnie


" yang aku tunjukan barusan juga cinta"


"hah?? "


"pejamkan mata mu berikan tangan mu pada ku rasakan sesuatu. kamu anak baik adikku satu satunya tidak ingin melihat mu menderita aku selalu memikirkan mu ingin melakukan apapun bersama mu, melindungi mu menjaga mu"


"hentikan"


"kenapa? ayo mulai lagi"


"tidak mau" jeje pergi ke dalam kamar nya dia memegang tangan nya "apa itu barusan? kak monnie lebih menakutkan dari seorang psikolog apa yang dia lakukan? " jeje memegang dadanya yang tadi tiba tiba terasa ada kehangatan merasuk ke dalam diri nya "tidak.. tidak itu pasti halusinasi kan! cinta itu tidak ada " kata jeje "jeje" monnie mengetuk pintu "oih" jeje membuka pintu "lihat ini lukisan ini bagus harus di pajang di ruang tamu kamar mu" kata monnie "apa ? tu.. tunggu kak monnie" jeje mengejar monnie yang membawa dua pelayan "kakak" kata jeje "ini bagus" kata monnie "lukisan macam apa itu? " kata jeje "ini lukisan rada krisna saat mereka melakukan tarian cinta" kata monnie "apa tapi kenapa harus di kamar ku? " kata jeje "memang nya masalah cepat bersiap temani aku nonton drakor" kata monnie "aku sibuk aku mau ke ruang latihan" kata jeje "temanin sebentar saja" kata monnie "aku kesepian chai juga belum pulang" kata monnie "ya ya aku mandi dulu" kata jeje.


keesokan harinya..


"apa nonton lagi!!!?! " kata jeje "iya ayo" kata monnie "demi apa?? " kata jeje.


monnie terlihat bahagia saat menonton di bioskop "romantis nya lihat cinta bisa membuat siapa pun bahagia" kata monnie "terserah" kata jeje "aku tidak mungkin meninggal mu karena aku benar-benar mencintaimu " jeje tersenyum sinis melihat drama yang di putar.


jeje berjalan di samping monnie "lampu ini bagus aku mau" kata monnie "kakak lampu jenis apa itu bentu nya " kata jeje "bentuk nya romantis kan? dua orang saking berpelukan" kata monnie "ini akan di pajang di rumah sama yang iri juga" kata monnie "apa dia sengaja? " fikir jeje "puff" minuman di mulut jeje hampir keluar melihat monnie memegang lampu dengan bentuk dua orang sakit berciuman "ini juga bagus ya kan jeje" kata monnie "terserah" jeje menjauh sedikit "kakak kapan kau pulang? cepat pulang aku tidak mau menemani kakak ipar belanja" kata jeje "jeje sini" kata monnie "apa lagi? " kata jeje "novel ini nanti kita baca bersama" kata monnie "apa???? " jeje melihat susunan buku yang sangat banyak "ini semua buku terbaik" kata monnie .


malam harinya...


"kak milli teman mu waktu itu baik baik saja? " kata jeje "kenapa? " tanya milli "aku butuh dia kaya nya" ucap jeje "kenapa? " kata milli "kak monnie terlihat aneh" kata jeje "aku akan menelpon nya" kata milli.


Ariel tertawa keras "jadi kakak mu sekarang bertingkah seperti orang yang di film remaja yang baru jatuh cinta? " kata Ariel "iya dan aku sangat tertekan" kata jeje "tidak papa kau akan terbiasa bagaimana lagi kan bagaimana kalau kau suruh mereka langsung menikah" kata memo "kenapa? " kata jeje "mungkin akan mengubah segala nya" kata desi.


monnie menyuapi chai puding semangka di ruang tamu "mungkin dia belum terbiasa tapi kalau pakai cara kasar mengenalkan cinta pada nya dia akan lebih agresif itu akan gagal jadi aku pakai trik yang sedikit aneh mungkin" kata monnie "tidak papa semoga saja dia mengerti cinta " kata chai "kakak!!! " jeje datang "ada apa? " kata chai "wah.. kalian saling menyuapi satu sama lain? " kata jeje " iya apa kau tidak lihat sesuatu "kata monnie " apa? "kata jeje " cinta apa lagi? jangan jangan kau belum tau kalau kami saling mencintai "kata monnie sambil menyuapi chai " adegan macam apa ini? "fikir jeje " kak chai lebih baik kalian segera menikah kalau bisa besok"kata jeje "apa? " chai menatap monnie begitu juga sebaliknya "tapi kenapa? " kata chai "hum.. karena itu saran dari mem-- eh karena aku ingin aku ingin.... apa salah nya sih langsung menikah" kata jeje "kau terlihat tertarik dengan pernikahan aku tidak keberatan dengan usul nya ku rasa dia ingin melihat cinta kita" kata chai "cinta apanya " fikir jeje "jadi kapan? " kata jeje chai menatap monnie "seminggu lagi" kata monnie "terlalu lama" kata jeje "aku bisa tersiksa menonton drama nya" kata jeje dalam hati "empat hari dari sekarang" kata chai "nah bagus" kata jeje "tapi tetap temani aku kemana pun selama pernikahan belum berlangsung" kata monnie "oke" kata jeje.


jeje tersenyum senang "akhirnya seti--" jeje memperhatikan lemari hias yang dia lewati dia melihat patung hati berwarna biru "ya ya hiasi saja semua nya oh ya ponsel ku ketinggalan di perpustakaan" kata jeje sambil menaiki tangga menuju lantai tiga "griit" pintu terbuka "eh?? " jeje memperhatikan sekitar ruangan itu "ulah mu kak monnie" jeje melihat wallpaper perpustakaan berubah menjadi penuh hiasan hati dan ada beberapa lukisan tentang cinta jeje mengambil ponselnya tiba tiba matanya terfokus ke lampu yang di beli monnie juga ada di ruangan itu membuat jeje teringat waktu diri nya dan niko terjebak di laboratorium mereka sempat berciuman akibat pintu yang tidak sengaja terbuka "ya ampun" jeje memukul kepalanya "apa apaan lampu sialan" jeje pergi ke kamar nya duduk di sofa sambil memakan camilan dia menatap lukisan yang di pasang monnie lagi lagi jeje terlihat menggerutu "aku bisa gila lama lama" kata jeje.


monnie menatap layar ponselnya "gelang motif love ini bagus aku akan beli dua buat jeje dan aku" kata monnie "apa yang kau lihat? " chai berbaring di samping monnie "lihat ini gelang ini bagus aku juga pesan baju dengan motif kata kata indah kita akan membuka hati jeje dengan perlahan" kata monnie "aku percaya pada mu" kata chai sambil tersenyum dan mengusap rambut monnie dengan lembut.