
Cat jatuh ke lantai, jeje langsung meletakkan kuas yang dia pegang "huff" jeje memejamkan matanya "kenapa aku teringat pada nya, apa dia berhasil mempengaruhi ku" fikir jeje "tidak tidak.. ini tidak bisa terjadi, tidak ada yang bisa mempengaruhi ku siapapun itu, tapi.. apa sebab nya aku teringat pada nya" jeje berdiri lalu keluar dari kamar nya. OIH.. SIAL!! "jeje terkejut melihat Monnie di dapur " jeje"kata monnie "sial apa yang kau lakukan malam malam begini dan?? " jeje memperhatikan pakaian yang di pakai monnie "ini sudah malam kak cuma pakai sweater dan apa ini? kaos dalam dan celana short pendek kau gila kau bisa sakit bagaimana bisa kau sebodoh ini" kata jeje wajah monnie memerah "setidak nya pakai jubah tidur mu" kata jeje "tenang lah aku.. aku tadi.. hum.. " jeje memperhatikan wajah monnie "hum.. tunggu dulu kenapa kau belum tidur jam segini" kata monnie "jangan mengalihkan pembicaraan" kata jeje "ada apa? " tanya chai "kau juga kau lihat pakaian apa yang di pakai istri mu dia bisa saja sakit dengan bayi nya. apa saja kerja mu dasar tidak becus bawa istri mu" jeje pergi sambil membawa segelas kopi chai menatap monnie lalu perlahan tersenyum .
"Apa yang dia fikir kan, kalau dia sakit aku juga yang repot huh, aku tidak mau menggambar lagi " jeje mengambil ponsel nya "dia menelpon dan mengirim pesan tanpa henti benar-benar menyebalkan " jeje membuang ponsel nya ke lantai.
keesokan harinya..
Wahyu duduk menyiapkan makanan nya sambil mendengar niko bercerita "kau yakin jeje melakukan nya? " tanya wahyu "iya ternyata dia terlambat ke kampus bukan karena sengaja tapi dia melakukan hal baik sangat baik itu membuat ku sangat kagum, kalau ada waktu aku ingin menemui orang orang berkostum badut itu" kata niko "ya aku juga mau ikut untuk memastikan cerita mu itu nyata" kata wahyu.
di taman ..
dengan tenang jeje mengunyah permen nya "astaga kenapa aku terseret" kata pria di samping jeje "ini gara gara kau juga" kata jeje "baiklah kita mulai saja buat karya seni nya" kata pria itu "buat saja aku akan menunggu, lagian apa yang bisa di buat dengan tanaman payah seperti ini" kata jeje "ayolah baby ini hukuman kita berdua jika kau tidak buat pak Gilang akan menambah hukuman lagi" kata pria itu "pecundang buat saja jangan banyak bicara biarkan aku bersantai" kata jeje , pria yang tak lain adalah niko terlihat hanya bisa pasrah "baik lah aku juga akan buat kan untuk mu" kata niko "terserah" jeje duduk di atas rumput sambil memakan camilan dan juga sekaleng cola sementara niko mengumpulkan beberapa bunga yang ada di taman "hukuman ini hanya untuk anak tk jadi buat apa aku mengerjakan nya" kata jeje dalam hati "nah kita bisa buat sesuatu dengan bunga bunga ini" kata niko sambil duduk di dekat jeje "kau bawa pisau kan? aku mau pinjam" kata niko "baby aku mau pinjam " kata niko "nih" kata jeje sambil mengambil pisau dari saku celana nya "kita akan buat serangkaian bunga dan juga lukisan" kata niko "oh ya baby kau berjanji akan menjawab pertanyaan ku kemarin" kata niko , jeje yang terlihat tenang perlahan dia membuang permen karet nya "tidak masalah aku akan beritahu pada mu apa itu orang terdekat menurut ku" kata jeje sambil membuka sebungkus permen karet lagi "bagi ku orang terdekat adalah musuh lebih tepat nya begini 95%mereka musuh 5% mereka teman " kata jeje "musuh? bagaimana bisa kau berfikir begitu kau tau kakak mu itu juga termasuk orang terdekat mu" kata niko "dia termasuk ke kategori yang 5% nya " kata jeje "apa semua orang terdekat nya menyakiti nya? " fikir niko jeje tersenyum sinis "tidak semua nya yang dekat dengan ku itu adalah teman atau orang baik, mereka mungkin adalah musuh mu yang sebenarnya namun mereka tidak memperlihatkan nya dengan jelas seperti kata dosen payah hum.. muka dua ya.. muka dua atau munafik sekilas mereka seperti orang yang benar-benar akan membela mu orang yang akan selalu ada untuk mu tapi sebenarnya mereka ingin membunuh mu, mereka ingin kau mati, aku begini juga karena mereka" kata jeje "huh? " niko memperhatikan mata jeje sekilas terlihat sorot mata jeje yang tajam menggambarkan ketenangan dan kekejaman namun setelah di perhatikan lagi ada tatapan kesedihan dan rasa sakit di mata nya "boleh aku tanya lagi" kata niko "tanya saja" kata jeje tanpa menoleh ke arah niko sedikit pun "apa kau mempercayai kakak mu? " tanya niko "ku rasa iya aku mulai mempercayai nya awal nya sih tidak tapi dia ya begitu " kata jeje "bagaimana dengan rizi dan yang lain apa ka mempercayai nya? " tanya niko jeje terdiam "kau tidak perlu tau jawabannya" kata jeje "aku dulu pernah di khianati juga di tipu berkali kali aku juga pernah kesulitan mempercayai seseorang ta--" kata niko "tapi kita berbeda" kata jeje "berbeda nya? " kata niko "kau tau jawabannya" kata jeje "tidak aku aku tidak tau jawabannya" kata niko jeje meneguk cola nya "kenapa kau tidak menjauhi ku? " tanya jeje "apa guna nya aku menjauhi mu? semua orang terkadang hanya bisa menilai dari satu arah tapi wahyu mengajarkan ku untuk menilai dari berbagai arah orang berfikir kau nakal, brengsek tapi di mata ku tidak, di mata teman teman yang lain juga tidak. semua orang memiliki sisi yang berbeda seperti aku, bukan hanya kau aku juga punya sisi buruk kita masing-masing pasti memiliki sisi yang berbeda-beda dalam diri kita setengah kebaikan setengah kejahatan 50%malaikat atau kebaikan 50%iblis atau keburukan gak ada manusia yang sempurna baby" kata niko "kau mungkin tidak menyadari sisi kebaikan mu namun aku menyadari nya aku melihat nya " kata niko jeje menatap niko "kau bisa tanya orang yang kau percaya apa mereka melihat sisi kebaikan mu? aku benar-benar bisa melihat nya dengan jelas, atau mungkin kau menyadari nya juga atau mungkin kebencian di dalam dirimu itu menutupi nya" kata niko sambil menempelkan bunga ke sebuah kertas "ku rasa kau salah" kata niko "kau tidak mengenali ku, tidak ada satu orang pun yang mengenal ku" kata jeje "bahkan kakak mu? atau jojo dan yang lain" kata niko "ya" kata jeje "kenapa? mereka bukan kan termasuk orang terdekat yang 5%" kata niko "bagaimana mereka bisa mengenali ku ? bahkan aku sendiri tidak bisa mengenali diriku sendiri" kata jeje "ku katakan pada mu satu hal yang aku tau dengan pasti tentang diri ku, tidak ada satu musuh ku yang memberikan ku luka sampai membuat ku mati rasa dan hancur seperti debu namun aku mendapatkan luka yang sangat serius yang membuat hati ku benar benar hancur dari orang orang terdekat ku yang sering mengatakan bahwa mereka mencintai ku dan juga menyayangi ku" kata jeje "aku mengerti " kata niko "itu sebab nya kau menganggap orang yang ingin dekat dengan mu adalah musuh mu" kata niko "salah" kata jeje "hah? " niko terkejut "aku menganggap semua nya adalah musuh karena bagi ku haha semua orang yang dekat dengan ku pasti ada mau nya salah satu nya mereka ingin uang ku bukan berteman dengan ku pertemanan nya palsu semua karena uang" kata jeje "huahaha.. aku sangat ingat itu mereka mendekati ku kami berteman selalu ada setiap saat sampai aku menyadari kalau mereka hanya muncul ketika aku memiliki uang aku menyadari pertemanan itu palsu semua nya juga palsu tidak ada ikatan ataupun hubungan yang asli semua uang dan uang cih.. uang adalah segala nya sekarang " kata jeje "kau salah" kata niko "tidak kau yang salah kau tidak merasakan bagaimana saat dunia mu di hancur kan tiba tiba tidak akan ada yang membantu mu kecuali kau mau memberi siapapun uang, bahkan teman mu juga akan pergi tanpa adanya uang di dirimu" kata jeje niko terdiam akhirnya dia mengerti kenapa jeje memberinya uang di saat dia menolong nya "fikiran mu salah aku akan mengubah nya" kata niko "hidup ku aku yang atur hidup mu kau yang atur ubahlah hidup mu sebelum kau mau mengubah Hidup ku" kata jeje "baby dengar ka--" kata niko "kau yang harus dengar kan aku, kau akan di pandang di kau ada uang kau bisa melakukan apa saja membeli apa saja termasuk hukum" jeje tersenyum "cukup jentikan jari mu dan tanya berapa yang kalian mau? semua nya akan langsung mematuhi mu" kata jeje "ka memang benar uang bisa membuat kita melakukan apa saja namun uang tidak bisa membeli kebahagiaan dan cinta" kata niko "kau masih berfikir cinta itu ada? " tanya jeje "ya cinta itu ada kau akan melihat nya nanti" kata niko "malah ngobrol udah siap belum! " Gilang datang "sudah pak" kata niko "ini milik baby ini milik ku" kata niko "apa yang kau buat niko? " tanya Gilang "ini lukisan batik pak dari bunga asli bisa di pajang" kata niko "jeje" kata Gilang jeje menatap rangkaian bunga yang di buat niko "kau tidak lihat ini rangkaian bunga untuk pemakaman nya" jeje mengkalung kan bunga itu ke leher niko lalu pergi.