
angin pagi berhembus membuat tirai jendela bergerak perlahan, milli masuk ke dalam kamar jeje "kenapa kau melamun? " milli merapikan kaos yang di pakai jeje "aku tidak melamun" kata jeje "aku sekilas melihat pipi mu merona" kata milli "jangan pancing aku untuk mengatakan kata kata sopan pada mu" kata jeje sambil membenarkan posisi rompi nya "ini hoodie mu" kata milli "kakak sudah bangun? " kata jeje "sudah" kata milli.
"selamat pagi nona kecil ku" kata chai jeje duduk tak jauh dari nya "kakak mu menyapa mu adik" kata monnie "oh benarkah? " jeje menatap chai "sapa dia " kata monnie "pagi kakak" kata jeje "hah? " chai menatap monnie "dia beneran patuh pada monnie" kata chai dalam hati "adik apa kau besok sibuk? " monnie menuang jus untuk chai "kenapa? " tanya jeje "aku mau mengajak mu melihat bayi ku" kata monnie "hah? " jeje tersedak may langsung mengambil tisu untuk jeje "kau akan melahirkan besok? " kata jeje "tidak" kata monnie "lalu bagaimana cara mu melihat bayi nya? kau akan operasi untuk melihat nya lalu memasukan nya lagi? " kata jeje chai menutup mulut nya "bukan bukan kau salah aku akan ke rumah sakit untuk melakukan USG untuk melihat gender bayi nya" kata monnie "oh oke aku akan ikut" kata jeje "bagus sekali" kata monnie.
di dalam perjalanan
jeje sama sekali tidak bicara sedikitpun dia hanya diam menatap luar jendela. "kau harus belajar lebih giat" kata kal "kenapa kau diam saja apa kau baik baik saja? " tanya jerico "hum" kata jeje.
"kenapa fikiran jadi kacau ya, tidak ada hal buruk yang terjadi namun aku merasa gelisah dan kenapa aku jadi begini" fikir jeje sambil terus berjalan "anda sedang jatuh cinta nona" jeje teringat perkataan dokter yang dia datangi "cinta itu ada" jeje menutup telinga nya dia teringat perkataan monnie dan milli "gawat fikiran ku kacau karena perkataan mereka semua dan juga perkataan pecundang bodoh itu" jeje berhenti melangkah dia melihat pemandangan sekitar nya "aku akan mengalahkan kebencian mu" jeje memegang besi pembatas di depan nya "oih!! " jeje kaget saat ada yang menarik nya "kau mau apa? " jeje melihat ke arah pria yang menarik nya barusan "ada apa dengan mu? " kata pria itu dan jeje bersamaan "kau mau apa? " tanya pria itu yang tidak lain adalah niko "tidak waras" jeje menarik tangan nya "apa kau fikir aku mau melompat? " kata jeje "bukan, kau tidak lihat " kata niko "lihat apa? " kata jeje "aku sedang kawatir pada mu" kata niko "meskipun aku tau kau tidak akan lompat tapi tetap saja aku kawatir bagaimana jika kau terpeleset? atau seseorang mendorong mu? " kata niko jeje terdiam mata nya terfokus ke mata niko sedang kan niko masih terus bicara "dan ka--? kenapa menatap ku begitu? " kata niko "kau terus mengomel gak jelas sama saja seperti orang gila" jeje pergi "hei tunggu dulu" kata niko sambil berlari mengejar jeje "apa amygdala mu sudah rusak? " kata jeje "apa itu? " kata niko "bodoh" jeje terus berjalan "bisa tidak jalan ke arah lain? " kata jeje "memang nya kenapa ? " kata niko "besok pergi ke rumah kakak ku jadi bodyguard ku aja sekalian" kata jeje "beneran boleh? " kata niko "kalau begitu aku kan jadi bisa di samping mu dalam waktu yang cukup lama" kata niko "jika dia terus ada di dekat ku dia akan mengacaukan fikir ku lagi" kata jeje dalam hati "bisa belikan aku minuman aku haus" kata jeje "oh oke bentar ya" niko pergi "aku harus menjauh sebelum dia datang" kata jeje "aku gak mau fikiran dan keyakinan ku menjadi kacau karena perkataan nya aku tidak boleh goyah dengan perkataan orang lain " kata jeje "kemana dia? " fikir niko "bruak" jeje menabrak seseorang "oihh"jeje memegang dagu nya yang terbentur dinding " jeje maaf"kata Archie "oih.. tidak papa" kata jeje "baby!! baby!! " jeje berdiri "gawat dia datang" kata jeje "siapa? " kata Archie "pecundang" jeje masuk ke sebuah ruangan "jangan bilang aku di sini" kata jeje "Archie kau lihat baby lewat sekitar sini? " tanya niko "hum.. tidak aku juga baru lewat sini" kata Archie "oke baby!!! kau dimana" niko pergi "anak itu terus mengikuti ku aku harus cari cara agar dia menjauh" kata jeje sambil membuka pintu "dia sudah pergi" kata Archie "oih.. dia tidak waras dia seharian mengikuti ku" kata jeje "mungkin karena dia benar-benar menyukai mu" kata Archie "jangan bicara omong kosong nih ambil permen karet bye" jeje pergi "hei hei" leo menghalangi jalan jeje "hum.. kau oih.. siapa ya.. zeo, meo, deo, people, beo,peo, aku lupa tapi kenapa kau menghalangi jalan ku? " kata jeje "seenaknya ganti nama orang" kata leo "ya ya katakan ada apa? " kata jeje "perlihatkan permen karet mu" kata leo jeje menjulurkan lidah nya "baik lah di sini tidak ada yang memakan permen karet jadi aku mau tanya kau yang menempel permen karet ke seragam kami? " tanya leo "iya tapi sebenernya aku tidak mau tapi aku di paksa" kata jeje "sama siapa? " kata leo "kata si pecundang jika aku berani menempelkan permen karet ke seragam tim nya dia akan melakukan satu hal yang aku mau, kau ingat kan dia jadi banci waktu itu? " kata jeje "oh.. jadi ini ulah niko" kata leo "iya tapi dia juga bilang kalau aku harus menempel kan permen karet ke baju nya agar dia tidak di tuduh " kata jeje "baby" niko datang "eh.. tunggu dulu" leo menahan niko "ada apa bro? " tanya niko leo tersenyum lebar "teman teman" kata leo "aku datang" kata ale "kita temukan pelaku sesungguhnya" kata leo "ada apa? " kata niko "jangan banyak bicara" kata leo sambil menarik niko dengan paksa "eh.. aku salah apa? lepaskan aku!! " seru niko "mampus lu" kata jeje "kau berbuat kenakalan lagi? " kata Tini "jangan ikut campur" kata jeje dengan ketus "masih belum berubah" kata Tini "kau mau aku berubah jadi? jadi spiderman? ninja? sadar kau juga belum berubah" jeje pergi "setidaknya kau banyak bicara dari sebelumnya" kata Tini.
seorang pria datang dengan mengendarai motor "ada perlu apa? " tanya seorang penjaga "aku datang atas perintah nona jeje untuk mengantarkan foto pesanan nya" kata pria itu mobil hitam berhenti di depan gerbang "apa ini foto yang ku minta? " tanya jeje dari dalam mobil kal menurunkan kaca mobil "iya nona, foto anda sudah jadi" kata pria itu "oke ini uang nya " kata jeje "terimakasih nona" kata pria itu.
"aku pulang" jeje masuk ke dalam rumah "Hai selama datang" monnie tersenyum sambil berjalan menghampiri jeje mengusap rambut jeje namun tidak seperti biasanya jeje kali ini hanya diam tidak protes ataupun bicara dan menghindar "kau baik baik saja? " tanya jeje "baik kok" kata monnie "aku ada sesuatu" jeje mengambil box dan langsung memeberikan nya ke monnie "apa ini? " tanya monnie "strawberry putih dari Korea kata nya bagus untuk kesehatan ambil lah aku akan ke kamar" kata jeje "terimakasih" kata monnie "sama sama" jeje pergi menjauh monnie tersenyum "sisi baik nya mulai keluar aku suka ini" monnie tersenyum senang.
dengan hati hati Steven memberikan sentuhan terakhir di foto yang dia tempel jeje memperhatikan foto yang baru tertempel di dinding "bagaimana? " tanya jerico "bagus sekali sih" kata Steven "aku tidak bertanya pada mu bodoh" kata jerico "setidak nya dia tidak akan menarik telinga ku lagi" kata jeje "woah apa ini? " kata monnie, jeje langsung melihat ke arah monnie yang datang dengan membawa jus alpokat dan buah kering "dia masuk sembarangan lagi" kata jeje dalam hati "apa kau marah aku masuk? " kata monnie "masuk lah" kata jeje "wah.. ini sangat bagus sekali kau menjadi foto keluarga sebagai wallpaper kamar" kata monnie jeje menatap kal seketika kal memberikan isyarat agar jeje tersenyum "oi.. tentu saja kau suka? " jeje tersenyum "suka banget aku gak kepikiran kalau foto bisa jadi wallpaper" kata monnie "jika kau suka aku bisa memesan satu lagi untuk mu" kata jeje "benarkah? " tanya monnie "hum" jeje mengangguk sekali "aku mau " kata monnie "tapi tidak mau yang sama Karena tidak akan bagus aku mau foto kita bertiga yang nanti aku pasang di kamar anak ku" kata monnie "oke" kata jeje "kenapa belakangan ini kau meng iya kan apa mau ku? " kata monnie jeje menatap monnie dengan datar "jangan membuat ku bicara kasar ya" kata jeje "kau minum deh jus buatan ku" kata monnie. jeje mengambil segelas jus buatan monnie dan langsung meminum nya sampai habis "bagaimana enak? " tanya monnie "hum" jeje mengangguk monnie tersenyum.
malam harinya..
di sebuah ruangan yang penuh dengan poster dan gambar jeje duduk dengan headset melingkar di kepala nya "jeje kau tidak bertanding? " tanya jojo "aku juga baru selesai maka nya langsung main " kata jeje "fokus fokus" kata memo "aku sudah lama tidak menonton kau balapan secara langsung lagi" kata Ariel "kalian bisa pergi besok " kata jeje "oh tidak" kata niko "lihat si bodoh itu dia mati lagi" kata jeje "maklum saja" kata desi "kau memperbolehkan kami pergi lagi ke sana? " tanya Ariel "hum, boleh besok saja al juga mau melihat kalian kata nya" kata jeje "ada tamu" jeje menatap ke arah pintu "ada tamu" jeje menghela nafas panjang "apa itu? " kata jojo "bel ruangan game" kata jeje "bisa gitu ya" kata niko "diam kau, jika kau mati lagi lebih baik kau tidur dasar tidak berguna" kata jeje "maju guys kita semakin dekat terus desak musuh" kata desi "ada tamu" jeje terlihat kesal "ouh.. sial bajingan , brengsek" kata jeje "mungkin kakak mu" kata Ariel "maju maju oke sedikit lagi serang" kata jeje "majuu" kata Ariel "yeeeahhh menang" kata jojo "bentar" jeje membuka pintu "dasar si--" jeje mengepal tangan nya dan langsung mengatur nafas nya "ada apa kakak ipar? " kata jeje sambil tersenyum tipis "aku ingin mengajak mu makan" kata monnie "kau yakin? kau mau makan jam segini" kata jeje "iya aku tiba tiba lapar dan chai sedang masak ayo temani aku makan" kata monnie "hum.. oke pergilah ke bawah aku akan datang ke bawah" kata jeje "benar? " kata monnie "iya aku akan merapikan game ku dulu dan segera menyusul mu" kata jeje "baik lah jangan lama lama ya" monnie pergi jeje langsung meninju udara "**** ****" kata jeje "ada apa? " tanya jojo "kalian lanjut saja aku kemungkinan akan masuk nanti aku ada urusan" kata jeje "oke" kata desi "segera kembali ya" kata Ariel "oke" kata jeje.
"guys guys kalau kalian pergi melihat baby balapan aku ikut ya" kata niko "apa? " kata memo "kau yakin, aku aku tidak berani membawa mu" kata jojo "kita harus bilang jeje dulu" kata Ariel "ayolah aku juga mau ikut" kata niko "kau fikir gampang masuk ke sana" kata jojo "ayolah itu kan hanya balapan biasa" kata niko "kepala itu" kata jojo.
jeje membuka pintu kamar nya "sial rasa mual habis makan malam malam begini, enak nya makan Camilan bukan nasi" kata jeje sambil membuka kulkas mengambil buah alpokat yang sudah siap santap "aku baru tau bayi dalam perut bisa mengajak ibu nya makan? memangnya dia bisa bicara? bagaimana dia bicara? oek oek huh dasar aneh" kata jeje sambil duduk di sofa dia melihat beberapa pesan masuk.
"good night baby"
"jangan bergadang ya"
"aku cinta kamu"
"datang ke live ku ya"
"semoga mimpi indah gadis keren"
jeje melempar ponsel nya "benar-benar tidak waras" kata jeje.
dengan lembut chai menarik selimut untuk monnie "aku yakin jeje tadi ingin marah tapi entah kenapa jeje menahan nya? ada apa? dan kenapa dia menjadi sangat patuh pada monnie" kata chai dalam hati "apa monnie berhasil membuat hati es jeje luluh" fikir chai.