
Ariel menatap niko begitu juga yang lainnya niko terlihat frustasi "jangan menyerah begitu saja" kata jojo "orang yang mengalami trauma akan menjadi kejam terhadap orang baru, karena orang yang trauma akan berfikir orang yang akan datang akan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. dia kehilangan kepercayaan nya terhadap cinta karena luka yang di berikan orang orang di masa lalu begitu dalam " kata jojo "tapi jika kau ingin menyerah ya.. tidak papa" kata desi "tidak" kata niko "aku tidak ingin menyerah apapun yang terjadi ku yakin dia mengerti apa yang ku rasakan.. ku yakin masih ada rasa kepedulian dan cinta di hati nya" kata niko "mungkin butuh waktu tapi dalam setiap proses kau mengejar nya dia juga tidak akan berhenti menghantam mu dengan kebencian nya" kata memo "kau pasti peduli pada ku je, ku yakin itu" niko teringat saat jeje menghampiri nya dengan marah bertanya "siapa yang membuat mu begini" niko menarik nafas "perlahan" kata niko.
rohan menatap chai dengan ketakutan "aku hampir saja memotong tangan anakmu" kata chai "maaf maaf kan saya tuan" kata rohan lalu dia berlutut "saya beneran tidak tau tuan kalau anak saya sebodoh ini" kata rohan "hari ini aku benar-benar tidak ingin menyakiti siapapun tapi" chai menatap bunga "jika anak mu ini melakukan nya kembali aku tidak akan segan segan menghabisi nya di hadapan mu" chai mendorong bunga ke rohan lalu pergi "bungaaa..... " kata imlie dengan histeris tubuh anaknya di ikat "jangan! " rohan langsung menyeret bunga ke dalam gudang dan mengikatnya dengan tali "jangan beri dia makan agar dia tau jera" kata rohan "tapi" kata imlie "sana" rohan mendorong imlie lalu mengambil bambu untuk memukuli bunga "kau fikir kau siapa? kau hampir saja mati!! dasar anak bodoh!! kita ini orang bawah tuan chai itu orang atas!! aku bisa saja mati tadi" rohan terus memukuli bunga dengan marah.
keesokannya..
jeje menghentikan langkah nya tepat saat dia masuk selangkah ke dalam kelasnya terlihat niko duduk di kursi nya "pagi baby" kata niko jeje berjalan perlahan "ku fikir kau tidak datang, jadi aku duduk di sini oh ya kebetulan ada kotak makanan di atas meja" kata niko "dugggg!! " niko terjatuh dari kursi karena di tendang jeje "jangan sentuh apapun di wilayah ku" kata jeje "aduuh.. kenapa kau selalu kasar pada ku" kata niko sambil berdiri jeje memasukkan kotak makanan itu ke dalam laci "apa ada orang yang memberikan mu bekal setiap saat, jangan jangan kau sudah punya pacar" kata niko. jeje menatap niko "jangan menatap ku begitu nanti kau jatuh cinta pada ku" kata niko "aku cuma ingin membunuh mu" jeje membuka sekaleng cola "bunuh saja aku tidak keberatan, oh ya kapan kita jalan? " kata niko jeje meletakkan cola nya di atas meja "hum? " archie datang dan terdiam melihat niko "oh no" kata dila "aku gak lihat" kata vito jeje melihat archie membawa peper bag suasana menjadi hening sampai bel berbunyi.
"halo semuanya " gilang datang "Hai Pak" sapa yang lain "oh ya jeje gimana dengan hidung mu? " tanya Gilang "apa kau menukar hidung mu dengan hidung ku? " tanya jeje "ku rasa aku masih menyukai hidung oke baiklah sampai mana materinya? " tanya Gilang.
bunga membuka matanya melihat percikan darah yang berserakan di lantai "aahh.. " seluruh tubuhnya terasa sakit dan penuh memar "ma... " kata bunga namun tidak ada jawaban "maa... maa.. akhh" bunga kembali meringis kesakitan tenggorokan terasa sakit dan kering "mama!! " bunga merayap ke arah pintu "mama... tolong ma... mama" kata bunga perlahan air mata nya keluar "aku akan tunjukkan pada mu, apa itu rasa sakit, dan juga rasa di abaikan dan di benci. di tinggal kan semuanya, kau akan tau.. derita sebenarnya" bunga teringat perkataan jeje "haaaaa..... aaa.. haaaaa... " bunga berteriak dengan tenaga yang tersisa "mama..... tolong aku... " isak bunga terus menerus sampai dia kehilangan kesadaran nya karena kelelahan.
"tapp!! " jeje menutup pintu lokernya terlihat Tini yang tak jauh darinya sedang melihat ke arahnya. "oi! " ucap jeje di saat Tini berbalik jeje berjalan mendekati Tini "ada apa? " Tini melihat jeje yang sudah ada di depan nya dengan muka datar jeje mengulurkan sebuah kotak ke tini "untukku? " tanya Tini jeje tidak menjawab dia langsung pergi meninggalkan Tini "anak baik" kata Tini lalu dia membuka kotak yang di berikan jeje terlihat plester dan beberapa permen karet di dalam nya Tini teringat waktu niko membawa jeje "bawa plester ini untuk luka nya" kata Tini sambil memasukan beberapa plester ke dalam saku jeje Tini tersenyum.
malam harinya..
"aku mau juga apa ini namanya? " tanya jeje "nama nya pentol " kata pria dengan topi hitam "ya ya aku mau tiga porsi" kata jeje sambil melihat ke arah makanan lain "aku juga mau ayam ini" kata jeje dengan seorang pria secara bersamaan "oh.. kau juga suka ayam ya? " tanya pria itu yang tak lain adalah niko "kenapa kau selalu muncul tiba-tiba seperti hantu! " kata jeje "mungkin karena tali jodoh" ujar niko "**** you" jeje berjalan menjauh "udah siap belum? " lim datang "belum.. aku sedang melihat lihat nih" kata jeje "siapa pria ini? " fikir niko "kak lim.. lihat ini" kata jeje "tuan akan marah kalau kau beli makanan di sembarangan tempat" kata lim "aku tadi cuma penasaran" bisik jeje "ini ayam mu" kata penjual ayam bakar utuh "oke" kata jeje setelah membayar dia langsung pergi.
"hei pemain baru nama mu siapa sebenarnya? " tanya jeje saat di kamarnya "kenapa? penasaran ya? " kata niko "dari suara suara mu kau terlihat orang yang menyebalkan" kata jeje "sembarangan" kata Ariel "coba tebak namaku? " kata niko "jangan bodoh, aku akan memanggil mu pid " kata jeje "pid? kenapa? " tanya niko "stupid " kata jeje "huf.. huahahahaha" jojo tertawa "kau selalu memberi nama orang dengan sembarangan" kata desi "bukan sembarangan itu karena dia bodoh, kalian hitung dia sudah enam kali mati dalam satu babak" kata jeje "mungkin dia punya bakat lain" kata memo "hei pid, apa kau punya bakat? " tanya jeje "punya" kata niko "ku rasa kau tidak punya bakat" kata jeje "hahaha" Ariel tertawa "jangan meremehkan aku ya" kata niko "aku punya bakat mencintai seseorang tapi orang itu tidak mencintai ku" kata niko "puuff... hahahahahahahaha huhahahah.. itu bukan bakat haah.. kau ternyata sangat bodoh" kata jeje "hei.. jangan remeh ya hanya orang tertentu yang bisa melakukan itu" kata niko "itu konyol jika dia tidak mencintaimu mengapa kau harus mencintai nya" kata jeje "karena aku yakin suatu saat nanti cinta ku akan meluluhkan hatinya" kata niko "kurasa itu hal bodoh dengar pid, dari pada kau mencintai nya lebih baik kita main game terus! apa guna nya cinta, ujung ujung nya kau sendiri yang akan terluka" kata jeje "kau bicara sok tau" kata niko "dia memang selalu sok tau" kata jojo "hahaha" Ariel tertawa "jadi hum.. jeje kau punya bakat apa? " kata niko "aku bisa memukul orang sampai orang itu tidak bisa bicara" kata jeje "apa itu bakat? " tanya desi "ku rasa bukan" kata niko, hei.. itu bakat ku"kata jeje "dan juga aku bisa membuat mu melayang di atas motor ku" kata jeje niko terkekeh "dia yang dingin bisa jadi banyak bicara di saat bermain game" kata niko dalam hati.
jeje membuka matanya melihat ke arah jam "oh.. kenapa pagi sih.. aku baru tidur sebentar" kata jeje . chai melihat jeje datang dengan kaos lengan panjang berwarna hitam "kau tidur jam berapa tadi malam? " tanya chai "jam sembilan" kata jeje "jam berapa? " kata chai "hum.. jam sepuluh" kata jeje "lagi! " kata chai "baiklah aku tidur jam dua" kata jeje "kau mulai nakal" kata chai "sesekali kok" kata jeje "jangan bawa motor di lihat dari wajahmu kau masih mengantuk" kata chai "iya iya".
suasana kampus mulai terlihat sunyi semuanya berada di kelas masing-masing " terimakasih "niko keluar setelah mendapat buku absen dari baim lalu dia pergi " eh? "niko melihat sesuatu.
dila menoleh ke arah kursi jeje "dduuuh dia pasti terlambat" kata dila "iya dia pasti main game terus" kata vito. "yang benar" kata niko sambil tersenyum puas "tau gini aku gak usah kuliah" kata jeje dalam hati sambil menempel kan cap satu per satu ke buku yang sudah di siap kan niko "semangat dong masa gitu aja langsung badmood" kata niko.
niko memperhatikan jeje yang sedang menyusun buku di perpustakaan "yang rapi" kata niko "kenapa kau hanya menyuruh lakukan saja sen--sial" kaki jeje tergelincir saat ingin naik ke anak tangga lainnya "hati hati" niko langsung berlari menangkap jeje "dug" kaki niko tersangkut kaki meja "bruuugh" jeje terjatuh dia menahan nafasnya seketika melihat niko ada di bawahnya "kau aman? " tanya niko "plakk" jeje menampar niko lalu berdiri "gara gara kau! " jeje langsung pergi "kita sama sama jatuh lalu kau menyalahkan aku.. cewek selalu benar" kata niko.
sore hari..
"Hai semuanya hari ini aku mendapatkan undangan dari seseorang untuk mengunjungi sebuah restoran unik dia katanya memiliki meja yang ada pembatas nya dan kita bisa ketuk pembatas itu dan akan muncul monster bercanda akan muncul seseorang" kata niko, wahyu mengikuti niko dari belakang.
chai turun dari mobil "ayo turun" kata chai "hum.. kok cepat banget" kata jeje "ayo cepat" kata chai "oke oke kau bawel" kata jeje sambil keluar dari mobilnya.
"makanan sudah datang nih.. dan ku yakin makanan nya enak enak aku akan ketuk pembatas nya nanti kita coba dulu beberapa menu nya" kata niko sambil mengambil sumpit dan mulai mengambil makanan yang dia pilih "hum.. enak banget sekarang kita ketuk ya dan wahyu akan muncul" niko mengetuk pembatas tak lama kemudian pembatas turun "hah!! " niko terkejut sambil kembali menutup pembatas nya "astaga apa aku mimpi? " kata niko lalu dia membuka pembatas itu sedikit "hah!! itu bukan wahyu tapi itu adalah gadis yang ku suka" kata niko "crekk" pembatas terbuka wahyu terkejut melihat pria di depan nya "halo" wahyu tersenyum canggung "kok pria? " kata chai, "apa tadi si pecundang? bukan nya harus nya kak chai di depan ku? kok tadi kayanya bukan kak chai tapi lebih mirip ke anak menyebalkan itu" kata jeje "kak chai" kata jeje "aduuh guys.. aku deg deg kan gak kuat kayanya aku harus pergi" kata niko sambil mematikan kamera nya.
"aku juga gak tau kok bisa tertukar" kata chai "halah kau saja yang ceroboh" kata jeje "sudah lah jangan marah.. aku traktir seafood dan piza" kata chai "oke" kata jeje hary menghentikan mobilnya "biar aku aja yang ke sana aku masih marah pada mu" kata jeje sambil pergi "temani dia lim" kata chai. jeje masuk ke dalam sebuah gedung "aku mau pizza satu sama kerang yang ini dan mau cumi jumbo nya" kata jeje "aku mau burger " jeje menoleh ke belakang niko dengan baju lengan pendek tersenyum ke arah jeje "baby kau juga pesan makanan? " kata niko "apa kau hantu? " tanya jeje.
kal melihat jeje menatap piza di meja "hei.. kau kalau lapar makan saja" kata kal "apa ini kebetulan atau apa? dia muncul di mana pun seperti hantu" fikir jeje "aku ke tempat lain dia juga ada, aku beli makanan dia juga ada, di kampus juga muncul, di toko juga ada apa dia punya kembaran" kata jeje dalam hati "jeje" kata kal "hum? " jeje terkejut "kau melamun? " kata kal "iya.. aku mengantuk" kata jeje.
di dalam kamar..
"awas musuh kita kuat " kata desi "sial kenapa musuh ada di mana-mana seper--" jeje berhenti bicara "hampir saja" kata jeje dalam hati "kau bicara apa? " kata Ariel "tidak ada" kata jeje "eh kalian tadi aku bertemu dengan seorang gadis dimana aku pergi dia selalu ada ini aneh seperti mimpi" kata jojo "oh.. aku dengar jika kita sering bertemu dengan seseorang apalagi terus menerus itu nama nya jodoh dari Tuhan" kata niko "apa.. aku gak mau berjodoh dengan nya" kata jojo, "masa" kata desi "jika jodoh sudah di depan mata buat apa lagi harus pura pura gak tau" kata niko "hei stupid! jangan sok tau deh" kata jeje "loh.. ini kenyataan loh" kata niko "aku ada bukti nya" kata niko "dan juga temanku pernah mengalami hal yang sama dan sekarang malah sudah menikah mereka karena bertemu tiap saat di mana pun dan kapan pun" kata niko "matilah aku" kata jeje.