
siang hari yang cerah..
"Hai baby!!! " niko berjalan di samping jeje terlihat jeje sedang menggunakan headset "baby.. aku sedang bicara" kata niko jeje berhenti membuka loker nya mengambil sebuah pena berwarna hitam "baby kau ke kampu tanpa buku? " tanya niko jeje menatap niko "aku--"kata jeje " aku muak dengan mu, bisakah kau melakukan hal lain selain mengikuti ku? kau benar-benar menyebalkan aku ingin melempar mu keluar jendela! mau bilang itu kan? "kata niko jeje menggerakkan gigi nya " aku sudah hafal"kata niko jeje lanjut berjalan dan niko masih mengikuti nya "jeje" terdengar suara archie terlihat archie berjalan ke depan jeje "maaf atas waktu itu" kata archie jeje diam saja "aku bicara yang seharusnya tidak ku bicarakan" kata archie sambil menyodorkan box berukuran sedang ke jeje "wah.. apa yang terjadi sebenarnya" fikir niko jeje menatap niko "aku akan diam saja baby" kata niko "pergi sana! aku sedang ingin bicara" kata jeje "hum.. tapi.. tapi nanti aku kembali lagi ya" kata niko "pergi! " kata jeje niko pun langsung mundur dan menjauh jeje menatap archie "apa ini? " kata jeje "hum.. ini.. hadiah untuk mu sebagai tanda maaf ku" kata archie jeje mengeluarkan sesuatu dari saku nya "ambil ini" kata jeje "untuk apa? " tanya archie "anggap aja kita bertukar hadiah" kata jeje "hum.. tidak perlu jeje aku benar-benar ingin memberi mu hadiah dan gak meminta hadiah balasan" kata archie "kalau begitu aku tidak mau" jeje bersiap untuk pergi "oh.baik baik kita bertukar" kata archie sambil berbalik menatap jeje "kita bertukar" kata archie jeje pun menyodorkan jam tangan miliknya yang dia keluar kan dari saku nya dan mengambil box dari archie "apa ini arti nya kau memaafkan ku? " kata archie "mungkin" jeje langsung pergi "mungkin ya? " archie menatap jeje yang menjauh "apa arti nya mungkin? " fikir archie.
"Hai" baik menghampiri vito "ya" kata vito "hum apa jeje Nanti datang? " tanya baim "kami tidak tau tapi kenapa? " tanya dila "hum tidak papa" kata baim. "oii.. apa kau membawa sesuatu yang bisa di minum" jeje masuk ke dalam kelas "dia datang" vito tersenyum melihat jeje "jangan tersenyum, senyum mu gak mengubah keadaan" jeje mengambil botol minuman milik dila dan meneguk nya lalu kembali melemparkan nya ke dila "hei apa apaan ini" kata niko yang menangkap botol yang di lempar jeje "baby.. kau bisa melukai orang" kata niko "kenapa kau di sini? " kata jeje "bukan kah kau memanggilku tadi? " kata niko sambil menghampiri jeje "jadi ada apa baby? " tanya niko sambil membungkukkan badan nya agar bisa melihat wajah jeje dengan jelas niko tersenyum jeje menatap ke arah niko perlahan "bilang saja kau merindukan ku" kata niko "apa ka tidak bosan mendapatkan tamparan dari ku? " tanya jeje "sudah biasa hari hari tampar aku juga gak papa tapi setelah nikah nanti jangan lakukan lagi" kata niko lalu dia mengeluarkan dua susu kotak dari sakunya "ini untuk mu" kata niko "anak ini minta nya di lempar dari helikopter atau gedung bertingkat ya? " fikir jeje "setidak nya ucap kan terimakasih pada ku, aku selalu perhatian pada mu baby balas lah sedikit saja" kata niko "ehem" jeje berdeham "ya sedikit saja" kata niko jeje memberi isyarat agar niko berbalik "jangan coba menipu ku ya" kata niko "berbalik lah" kata jeje "wah.. kau pasti ingin memberi ku kejutan" niko berbalik terlihat nilam berdiri di depan memperhatikan nya "kelas akan di mulai" kata nilam "hehehe.. maaf " niko langsung berjalan keluar nilam hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
archie memperhatikan jam tangan yang di berikan jeje terdapat tulisan kecil di jam tangan itu yang baru dia sadari di saat jarum jam nya bergerak "fake love" archie berfikir sejenak "jeje begitu membenci cinta tapi mengapa? apa karena keluarga nya? atau ada orang lain" fikir archie lalu dia mengeluarkan ponsel nya dan mulai mencari tau apa sebab nya seseorang begitu membenci cinta "bisa di karenakan patah hati yang sangat mendalam akibat orang itu terlalu mencintai dan mempercayai orang lain, kebencian muncul ketika kepercayaan seseorang yang begitu kuat di patahkan dalam sekejap" archie membaca teks yang ada di layar ponsel nya "itu artinya jeje pernah mencintai seseorang" fikir archie.
"jeje! " seseorang mengejar jeje yang masih terus berjalan "jeje!! " jeje pun menghentikan langkah nya "hah.. hah.. hah" orang itu menghampiri jeje dengan nafas tersengal sengal "aku ingin bicara" kata seseorang itu yang tak lain adalah baim jeje hanya menatap pria di depan nya " aku tidak bisa menerima mobil itu"baim mengulurkan sebuah kunci ke jeje "mobil itu sangat mahal aku tidak sanggup menerima nya" kata baim "dan.. maaf maaf kan aku yang selama ini bersikap kasar pada mu" kata baim lagi "aku tidak mobil" kata jeje "ku mohon jeje aku benar-benar tidak sanggup menerima nya" kata baim "tinggal kan saja di jalan nanti pasti ada polisi yang mengambil nya jika kau tidak mau" jeje langsung pergi "tap.. tapi" baim melihat jeje sudah pergi "aku sudah jahat padanya, namun dia menyelamatkan ku sungguh aku ini jahat sekali" baim memukul mukul kepalanya sendiri.
malam hari..
"aahhh.. panas banget" jeje berjalan ke arah sofa lalu melemparkan topi nya dan membuka hoodie nya "ingin minum sesuatu nona, tuan? " tanya milli "darah segar saja" kata jeje chai menatap adiknya "baik nona kalau tuan? " kata milli "kau akan memberi nya darah segar? " tanya chai "nona minta jus anggur mix dengan crim di atas dan toping buah alpokat" kata milli chai terlihat kebingungan "buatkan aku yang sama" kata chai "kak aku menang lagi kau tidak ingin memberi ku sesuatu? " tanya jeje chai tersenyum dia tau adiknya sedang menginginkan sesuatu "humm.. katakan pada ku" kata chai " aku ingin jalan jalan ke kebun yang penuh dengan buah buahan seperti ini"jeje menunjukkan ponsel nya terlihat ada banyak pohon alpokat chai menatap adiknya dia sangat tau kalau adiknya sangat menyukai buah itu "kau suka jus alpokat lalu kenapa minta jus anggur? " tanya chai "aku ingin coba yang lain" kata jeje "baik lah, habis ini istirahat aku akan cari tempat yang seperti di ponsel mu" kata chai jeje menganggukkan kepala nya.
jeje membuka mata nya mendengar suara ponsel nya "halo" kata jeje "kapan kau akn bangun? lihat sudah jam berapa kau tidak ke kampus" jeje menyingkirkan bantal nya "kak chai.. kau gak ada kerjaaan ya? " jeje mematikan ponsel nya lalu pergi ke kamar mandi .jeje memperhatikan cermin di depan melihat diri nya sendiri sambil menggosok gigi "baby" jeje terkejut melihat niko muncul di belakang nya "uhuk.. uhuk!! "jeje tersedak buru buru dia mencuci mulutnya " gak gak gak!!! mustahil "jeje menyambar pisau kecil yang di sebalik kaca lalu berbalik namun niko tidak ada di belakang nya lagi " sial!! "jeje menepuk-nepuk wajahnya " huff.. kenapa dia muncul"fikir jeje sambil meletakkan pisau nya kembali .
chai melihat jeje datang "kenapa dengan pipi mu? " tanya chai "itu terlihat sangat merah" kata chai "oh.. ini tadi aku menampar wajah ku karena ada serangga muncul tiba tiba saat buka jendela" kata jeje "kurangi tenaga mu saat memukul serangga" kata chai "baby kau mau minum apa? " jeje melongo melihat niko muncul di samping nya "nona.. nona.. kau ingin minum apa? " tanya milli jeje melihat milli ada di samping nya "jus alpokat tanpa toping" kata jeje "kau baik baik saja? " tanya chai "hum.. tentu jadi gimana bisa kita jalan jalan" kata jeje "besok aku belum menemukan lokasi nya" kata chai "oh.. oke " kata jeje "kau lanjut kan sarapan nya aku harus berangkat ke bandara" kata chai "ngapain? " kata jeje "menemui client yang dari luar negeri" kata chai "oke.. hati hati" kata jeje chai pun pergi.
kal memperhatikan sekitar nya sementara jeje sibuk melihat lihat mainan "mobil yang ini" kata jeje "itu mobil terbaru yang kami keluar kan, teknologi nya canggih lihat nona" pelayan mengeluarkan sebuah video "aku mau ini sama yang hitam itu tadi" kata jeje "siap nona" mereka langsung mengkemas apa yang di pilih jeje "seratus tuju puluh juta lima ratus ribu" kata pelayan di depan jeje "hum" jeje mengeluarkan kartu nya setelah selesai jeje menghampiri kal "sudah? " tanya kal "sudah.. aku lapar kita cari makan gimana? " kata jeje "oke" kata kal.
niko melihat kursi jeje kosong "oh.. kau bolos lagi ya" kata niko dalam hati "jadi siapa yang akan menampar ku hari ini? " niko berbalik dan pergi dari kelas jeje.
jeje keluar dari mobil "ayo" kata kal "oke kit--ouh.. sial" jeje menunduk ketika ada serangan mendadak "masuk ke dalam mobil" kata kal baru saja jeje ingin kembali ke mobil ada serangan lagi "aahh" jeje meringkuk di samping mobil ka langsung mendekati jeje "aman? " kata kal "hum.. aku cuma kaget" jeje mengeluarkan pisau kecilnya "oi kal!! " jeje mendorong kal dengan kakinya ketika jeje berhasil menemukan pelaku yang menyerang mereka "DORR DORR DORR!! " seketika suasana menjadi kacau kal langsung membalas tembakan ke arah lawan nya "jericooo!! " seru kal jeje masuk ke dalam mobil "aku datang" ada seorang pria masuk ke dalam mobil "tumben kau cepat jerico" kal menoleh "hei" dia langsung cepat cepat lari ke arah pintu mobil untuk menarik jeje tapi mobil nya duluan jalan kal mengejar nya "akhirnya aku mendapatkan mu" kata pria itu "yo han lama tidak bertemu" kata jeje "kau mengenali ku? " pria itu terkejut "kau kan anak buah ku dulu jadi aku ingat, ngomong ngomong kenapa tangan mu terlihat berbeda? " kata jeje "jangan banyak bicara!! " seru han "bruagg"ada suara dari atas mobil " aku diam saja, kal sudah ada di atas mobil"kata jeje dengan tenang "heii!! " kal mencoba memecahkan kaca mobil "berhenti bertingkah sok keren kal!! " han melajukan mobil nya dengan brutal "kita lihat saja siapa yang akan ber--" kal langsung menghentikan mobilnya terlihat jeje sudah tidak ada di kursi belakang dan juga kaca di bagian belakang sudah hancur "mobil yang baru ku beli" kata jeje "nanti kita ambil sekarang kau harus ku lindungi" kal menarik jeje ke tempat yang ramai "jerico.. jerico... pasukan berkabar!! " kata kal "yoo.. kau selalu saja cerewet" terdengar suara jerico "bawa mobil dan senjata han datang menyerang" kata kal "di mana? " tanya jerico "awas!! " kal menarik jeje terlihat han dengan enam pria bertubuh besar "aku sudah aktif kan GPS " kal mematikan ponsel nya "aku mau gadis itu" kata han enam pria itu langsung bergerak namun bukan menangkap jeje mereka menyerang kal secara bersamaan han langsung menatap kal dengan puas "kali ini aku akan?? " han melihat jeje sudah menghilang "AWAS KAU JEJE.. JANGAN LARI NONA KECIL" han langsung bergerak cepat mencari jeje "dia fikir dia siapa? mau menangkap ku? aku salah apa coba" jeje sudah berada di atas gedung sedang duduk merakit sesuatu "DI MANA KAU!! " han mengobrak-abrik tempat itu . jerico menghentikan mobilnya bersama Steven "kaya ini lokasi nya" kata Steven "ya sudah ayo turun" kata jerico "praangg!!! " seorang pria bertubuh besar terlempar keluar dari jendela kaca "kal jangan sok keren aku juga bisa mengalahkan mereka" kata jerico "jangan banyak omong! " kal menendang dua pria sekaligus lalu melempar meja ke arah lawan nya "mana jeje? " tanya Steven "aku tidak tau" kata kal "dia sudah lari ke awan" kata kal Steven langsung mengerti dia langsung pergi sementara jerico membantu kal.
han berjalan menaiki tangga dan perlahan dia tersenyum melihat jeje merakit tongkat nya dan pisau nya "hei nona" kata han "iya aku tau, ini udah siap" kata jeje sambil berdiri "kenapa kau tidak bergabung dengan ku? ku yakin kau akan menjadi penguasa dalam sekejap" kata han "terimakasih tawaran nya " jeje mengambil ancang ancang untuk menyerang han "greet" jeje terkejut ada banyak tapi melilit tubuhnya tak lama kemudian muncul tiga orang lagi sambil memegang tali "ku fikir kita bakal duel" kata jeje "kenapa? kau mengaku kalah" han menghampiri jeje "buaagg!! " han jatuh di tendang jeje "hiyaa" jeje memberontak lalu menyerang han Steven datang "heii jangan keroyokan" Steven menyerang tiga pria itu jeje mengayunkan tangan nya dengan cepat han sampai kesulitan buat menghindar.
kal melompat ke udara lalu menendang pria besar di depan nya dengan berkali-kali tanpa menyentuh lantai "bruugg" pria besar itu jatuh tubuhnya ter tusuk dan mengeluarkan darah segar akibat terkena kaca yang tajam "ayo susul mereka" kata jerico.
han menendang perut jeje lalu memukul wajah jeje "**** you!! " jeje membalas pukulan han "arrgghh" han meraba wajahnya darah perlahan mengalir pisau di tangan jeje juga terlihat masih ada darah yang menetes "berani nya kau" han memungut tongkat jeje lalu menyerang dengan brutal "bugg" han menendang jeje dengan kuat sampai tubuh jeje terdorong ke belakang "grebb" kal menangkap jeje "brengseeekkk!! " jerico maju menyerang han "diam lah di sini" kata kal sambil mengambil pisau dari tangan jeje "kau dengar aku? " kata kal jeje mengangguk kal langsung membantu jerico menyerang han "ahkhh"han terjatuh kal langsung menginjak nya " ini akibat nya kalau kau berani menyentuh nya"kata kal "hahahah.. hahahahah.. jangan senang dulu" kata han Steven masih memukul dua pria lagi jerico mengeluarkan borgol dari sakunya "lihat" semua nya terdiam satu pria mengarahkan senjata api ke jeje "hahahahah... hahahahhahah" han tertawa melihat kal mematung "kalian berdiri dan jatuhkan senjata kalian atau aku menembak gadis itu" kata pria itu kal langsung menjatuhkan pisau yang dia pegang Steven juga langsung terdiam dan melepaskan satu pria yang dia cekik. jeje melihat pria yang mengarahkan senjata ke arah nya pria yang di cekik Steven menghampiri han pria yang memegang senjata mendekati jeje perlahan terlihat jeje memejam ka matanya dan menarik nafas dalam dalam "tuk" ujung senjata itu di tempelkan di dahi jeje "mana kunci borgol nya? " pria satunya menatap jerico "fuuuckk.. you!! " jeje menarik kaki pria di depan nya melihat itu kal langsung maju mencoba mengambil senjata itu "hiyaaa... aaahh.. " jeje memukuli pria itu agar dia melepaskan senjata nya sementara jerico langsung memukul pria yang meminta borgol tadi "dorrr doorrr" suara tembakan terdengar keras dan mengenai pria di samping jerico tubuhnya seketika hancur akibat tembakan itu kal masih berupaya merebut nya jerico pun langsung ikut membantu "jeje!! " seru Steven ketika melihat han berdiri dan berlari ke arah jeje melihat itu kal langsung bertindak menahan han tapi terlambat tubuh jeje terdorong jatuh "krekk" topi hoodie nya tersangkut "jeje!! " kata kal "kak kaaal.. " kata jeje sambil berpegangan dengan sudut dekat jendela yang tertutup "bertahan tunggu aku datang" kal mencoba mengulurkan tangan nya namun tidak sampai "kak kaaal.. aku gak kuat" kata jeje "sabar tunggu lah Steven lagi turun ke bawah agar bisa menangkap mu" kal membuka bajunya dan mengulurkan nya kembali ke arah jeje "ayo sedikit lagi" kata jerico "dia akan mati" kata han "diam kau tidak di ajak" kata jerico jeje mencoba menggapai baju milik kal "krekk" topi hoodie nya robek membuat jeje terkejut dan tanpa sengaja melepaskan tangannya yang memegang sudut di jendela "nooo!! " kal melihat tubuh jeje terjatuh "aahh.. au" jeje mencoba apapun yang membuat nya tidak jatuh tapi percuma sampai dia berhasil memegang sebuah besi kecil jeje melihat ke bawah jarak beberapa meter lagi untuk dia jatuh ke bawah "kllikkk" besi itu perlahan bengkok "oh.. no.. no.. no.. sial" tangan jeje tidak bisa lagi bertahan membuat tubuhnya perlahan jatuh "itu dia" Steven berlari secepatnya nya "greebb! " tubuh jeje tertangkap jeje menatap orang yang ada di hadapan nya begitu juga sebaliknya "apa aku halusinasi? " fikir jeje dia menatap orang itu dalam waktu yang lumayan lama "kau baik baik saja? " Steven berjalan ke arah jeje melihat itu jeje langsung menepuk-nepuk tangan orang di depan nya agar orang itu menurunkan diri nya orang itu pun mengerti terlihat dia juga meringis seperti menahan sakit "aku tidak papa" kata jeje "aku akan ambil mobil" kata Steven jeje menatap orang yang menangkap nya barusan "jalaaan!! " kal menyeret han "aahhh" orang yang menangkap tubuh jeje tadi terlihat kesakitan namun berusaha menahan nya "ayo jalaan"jerico memaksa han masuk kal menghampiri jeje " Steven menangkap mu? "tanya kal jeje menoleh ke arah orang tadi " kau tau jawabannya "kata jeje " ayo"Steven datang "kau masuk duluan" kata kal jeje mengangguk lalu pergi. kal menghampiri orang tadi lalu memegang tangan orang itu "tangan mu butuh pertolongan" kata kal "tidak papa pak polisi aku tidak kesakitan" kata orang itu "tidak papa aku antar kamu periksa" kata kal sambil membawa orang itu pergi.
jeje membuka hoodie nya "ada ada saja" kata jeje "kak Steven gimana dengan mobil ku" kata jeje "kau sedang terluka tapi malah memikirkan soal mobil" kata Steven "tapi kan" kata jeje "tidak papa aku akan cari" kata jerico "kal juga belum kembali kemungkinan mencari mobil itu" kata Steven.
kal menatap seorang dokter yang pergi keluar pintu "kau dengar kata dokter kan, bahu mu cedera dan lengan mu patah kau akan di rawat di sini untuk pemeriksaan lebih lanjut" kata kal "bagaimana kau bisa tau kalau lengan ku patah dan butuh pertolongan tadi" kata orang yang di depan kal "kau menangkap jeje yang jatuh dari ketinggian tuju atau beberapa meter dan kau menangkap nya dengan tangan kosong tulang mu akan bisa bergeser atau patah karena melakukan hal seperti itu" kata kal "kau juga kesakitan" kata kal sambil menatap orang itu "pak polisi kenapa ada orang jahat yang ingin melukai jeje? " tanya orang itu "orang baik akan selalu mendapatkan musuh, aku pergi dulu semua biaya sudah ku bayar" kal pergi meninggalkan orang itu yang tak lain adalah niko wahyu langsung masuk setelah kal pergi "gimana kata dokter? " tanya wahyu.
chai berjalan cepat ke dalam rumah "selamat datang tuan" kata may "kakak" kata jeje chai langsung menghampiri jeje "kau terluka? " tanya chai "tidak" kata jeje chai menarik jeje agar berdiri memperhatikan adiknya "aku tidak papa" kata jeje "mana kal? " tanya chai "ada di basement" kata jeje chai langsung pergi "itu orang kenapa sih aneh" fikir jeje.
"craakk" kal menarik sebuah rantai lalu menggantung kan nya "tap tap tap" kal menoleh melihat siapa yang datang "tuan" kata kal chai menatap han yang di ikat .
keesokannya..
wahyu masuk ke dalam kelas "hei.. wahyu.. mana niko? " kata aciel "dia tidak datang" kata wahyu "loh kenapa? " tanya yang lain "di sedang ada urusan mendadak" kata wahyu "iddiih.. sok sibuk" kata adhi "kaya gak tau niko aja" kata leo.
kal membantu jeje memakai baju balap nya dan juga helm "sudah siap? " tanya kal "siap" jeje naik ke atas motor "jalan! " kata jerico "bruuumm... bruum... bruum"jeje melajukan motornya dan terus menerus menambah kecepatan motor nya " fokus je fokus!! fokus... ayo fokus"guman jeje "kau baik baik saja" jeje memejamkan matanya "pergilah... jangan ganggu hidup ku!! " kata jeje namun bayangan niko muncul kembali "aishh" kal melihat seperti nya jeje kehilangan konsentrasi nya "brum.. brum" jeje menghampiri kal "kau baik baik saja? " tanya kal "ya.. memang nya kenapa? " jeje turun dari motor nya "aku masih mengantuk" kata jeje, jerico memberikan sebotol minuman ke jeje.
malam harinya...
"jleb! " jeje melihat darahnya mengalir dan dengan perlahan dia menarik kembali pisau yang baru saja dia tancapkan ke paha nya "jangan muncul lagi!! " jeje kembali menusukan pisau nya ke paha nya "cinta itu tidak ada!! setiap pria yang datang hanya akan melukai mu setelah kamu lengah!! buang jauh jauh bayangan itu" kata jeje lalu dia memukuli dirinya sendiri berkali kali "kenapa kau teruss saja muncul!!! kau tidak akan mempengaruhi ku!! aku sudah mengunci rapat rapat hatiku!! " jeje melihat darah nya mengalir perlahan "bahkan rasa sakit nya akan berkali lipat dari rasa sakit ini!! " jeje menatap dirinya di cermin "kita penguasa!! aku ratu yang bisa hidup tanpa seorang raja!!" kata jeje sambil menatap pisau kecil miliknya.
niko memperhatikan layar ponsel nya "hum.tidak aku belum ada bertemu dengan nya dia tidak datang ke kampus beberapa hari ini" kata niko sambil melihat ponsel nya "kak niko kenapa kau begitu mencintai nya? " niko melihat salah satu komentar yang muncul di live nya "aku juga tidak tau mengapa aku bisa mencintai nya, aku tidak tau alasannya kenapa aku mencintai nya. tapi cinta yang muncul dari dalam hati ku begitu kuat aku sulit sekali melupakan nya, aku selalu ingin berada di dekat nya dia sangat menggemaskan dan lucu dia selalu berkata pada ku berhenti mengikuti ku haha" niko terkekeh "kalian tau aku sangat merindukannya tapi aku tidak tau aku mau mencari nya kemana? dia tidak pernah memberi tau alamat nya pada ku bahkan berulang kali memblokir nomor ku tapi aku tidak mundur" kata niko "kak niko kami ingin membantu mu mendapatkan gadis itu" niko tersenyum membaca komentar lagi "jangan kalian tidak perlu melakukan apapun aku akan melakukan kisah cinta ku sendiri" kata niko "cinta ku maka aku yang akan menjalaninya kalian cukup melihat nya saja gimana jalan nya kisah cinta ku dengan nya" niko menatap foto jeje yang ada di depan nya.
keesokannya..
suara burung berkicau terdengar merdu di telinga dedaunan terlihat segar di sapa cahaya matahari pagi, chai menoleh ke jeje yang berdiri di samping nya terlihat muka jeje terlihat tenang sudut bibir nya perlahan bergerak membentuk sebuah senyuman "bagaimana? " tanya chai jeje masih memperhatikan pemandangan sekitar nya yang di penuhi aneka pepohonan dan juga tanaman lainnya "suka? " tanya chai "hm" jeje mengangguk lalu menatap chai "kalau begitu pergilah lihat apa yang mau kau lihat" kata chai jeje perlahan mendekati salah satu pohon yang besar menyentuh pohon itu dengan tangan nya wajah jeje terlihat ceria "ouh.. " jeje memeluk pohon "eh.. " chai terlihat panik dan segera mendekati jeje "aku hanya ingin memeluk nya" kata jeje "jangan lakukan itu" chai menarik jeje "pohon nya besar sekali" kata jeje "iya iya" kata chai jeje chai langsung membawa jeje melihat kebun alpokat pemilik kebun nya sangat ramah menyapa jeje dan juga sudah menyiapkan beberapa makanan dan minuman yang terbuat dari alpokat "hum.. ini enak " kata jeje "tentu saja ini terbuat dari alpokat asli yang baru di petik dari pohon nya" kata pemilik kebun chai hanya memperhatikan adiknya. jeje kembali berjalan melihat kebun strawberry dan juga anggur "bagaimana cara menanam nya? " jeje melihat buah anggur di depan nya "gampang nona tinggal pesan bibit nya dan tanam namun harus di rawat dengan baik" kata pria di samping jeje "boleh aku ambil? " tanya jeje "boleh boleh" kata pria itu chai melihat jeje mencoba mengambil buah anggur dengan gunting di tangan nya, "ah! " chai menoleh ke arah jeje "kenapa? " jerico menghampiri jeje "tidak papa" kata jeje "aduhh.. paha ku" jeje melihat pahanya yang tersentuh ranting pohon jeruk "hati hati" kata jerico "kak chai" jeje menatap ke arah kakak nya "ya" chai mendekat "jeruk ini bagus buat perusahaan jus buah mu" kata jeje "jangan sok tau" kata chai sambil mengusap kepala jeje.
mobil berhenti chai menatap jeje "kau bisa pulang sendiri? " tanya chai jeje menatap ke arah chai "aku ada meeting jam dua, kau tidak keberatan kan? " tanya chai "hum" jeje menganggukkan kepala nya lalu chai keluar dari mobil "jaga nona baik baik" kata chai "siap tuaan!!! " kata jerico dan lim, tak lama kemudian mobil pun kembali jalan "kak aku sedang ingin membeli soda aku harus" kata jeje "baik lah" kata lim "kita sambil cari makan saja kalian juga lapar kan? " kata jeje "iya kau mau makan apa? " tanya lim "seafood" kata jeje.
mereka pun berhenti ke sebuah restoran seafood "mau makan di mana? " tanya jerico "di rumah saja" kata jeje "aku pesan dulu kau tetap di sini" lim pergi keluar dari mobil "kak jerico" kata jeje "hum" jerico menoleh "kak lim tidak membawa tas dia akan bayar pakai apa? " kata jeje "astaga anak itu, kau jangan kemana mana aku antar ini dulu baru kembali" kata jerico jeje mengangguk, jeje memperhatikan sekitar nya dari kaca mobil "aku cari minuman dulu deh" jeje keluar dari mobil dan pergi ke toko yang ada di sebrang jalan jeje mengambil keranjang lalu mulai mengambil beberapa minuman dan pergi ke kasir "sudah! " jeje terdiam barusan ada seorang pria yang menguncapkan kata yang sama dengan nya "eh jeje" kata leo "jadi siapa dulu? " tanya kasir "dia saja" kata leo "kau dengan siapa? " tanya leo "kau bisa melihat nya" kata jeje "talkk"ada suara botol jatuh jeje menoleh terlihat niko dengan seragam basket nya sama seperti leo " baby"kata niko "90" kata kasir jeje langsung memberikan uang lalu segera pergi "hei baby.. hei" niko lari mengejar jeje "tunggu" kata niko sambil menarik tangan jeje "kenapa kau menghindari ku? " tanya niko "dan juga kenapa kau tidak datang ke kampus" kata niko lagi "menjauh dari ku! " kata jeje "tidak tidak.. apa aku ada salah.. kau tau aku merindukan mu, aku sampai ingin memeluk mu tadi karena aku senang melihat mu" kata niko "aku tidak peduli" jeje menarik tangan nya dengan kasar lalu segera pergi "brukk" jeje menabrak seseorang "aahh" kata jeje dalam hati "maaf maaf" kata orang itu "hei hati hati dong lain kali! " kata niko jeje segera berdiri namun luka yang dia buat semalam kembali terasa sakit "kau baik baik saja? " tanya niko sambil memperhatikan jeje "biar aku bantu menyebrang" kata niko jeje langsung menarik kerah niko "apa kau tidak bosan mendekati ku?mengganggu ku!! aku muak melihat mu! " jeje mengeluarkan sesuatu dari saku hoodie nya "ambil ini dan menjauh dari ku" mata niko terlihat terkejut jeje memberinya banyak uang "aku tidak mau melihat mu, ambil apapun yang kau mau tapi jangan dekati ataupun temui aku" kata jeje mata niko terlihat merah dan mulai berair niko tersenyum "kau mencoba membeli ku? " niko terlihat sedih namun tetap tersenyum "siapapun yang akan memberi ku uang seperti dirimu atau memberiku semua harta dan jabatan cinta ku tidak akan terbeli, ini soal cinta bukan uang ataupun yang lainnya" kata niko "aku akan terus mengejar mu mesikpun kau terus menghantam ku dengan kebencian yang ada di dalam dirimu ku yakin kau pernah mengalami rasa sakit seperti ku alami sekarang, tapi aku selalu bertahan cinta membuat ku kuat kau tidak akan mengerti jika kau tidak memahami nya. berhenti lah berfikir kalau cinta itu kebohongan cinta bukan kebohongan tapi perasaan" niko menepuk dada nya "tentang sebuah rasa yang ada di dalam sini, cinta itu ada meskipun tidak terlihat namun bisa di rasa kan apa kau berfikir aku berbohong? kau boleh mematikan semua perasaan yang ada di hatimu mengunci semua rasa tapi.. masih ada seseorang masih ada aku yang mengharap kan isi hatimu, cinta tidak harus sempurna tapi cinta akan menerima segalanya kau boleh mati rasa kau boleh membenci cinta tapi kau harus tau masih ada orang yang mengharapkan cinta mu" air mata niko menetes "ini memang menyakitkan" niko meletakan uang jeje ke tanah "cinta tidak selama nya terasa menyenangkan, namun bukan berarti cinta itu adalah kebohongan tidak ada hidup yang selamanya senang pasti akan ada lika liku nya untuk menguji kehebatan seseorang dalam bertahan, kita mungkin pernah di kecewakan oleh seseorang yang mengatas namakan cinta tapi itu bukan salah cinta tapi itu salah mereka, cinta tidak pernah salah" kata niko terlihat hidung nya mulai merah "aku tidak butuh uang mu, ambil lah kembali dan ingat satu hal jika suatu hari nanti aku berhenti mengejar mu itu tanda nya aku sudah ada di dalam pelukan Tuhan" kata niko sorot mata jeje terlihat penuh kebimbangan "tidak... tidak.. jangan dengar kan dia" fikir jeje "mungkin kau akan mengerti nanti kenapa ada orang yang bunuh diri karena cinta, kenapa ada orang yang terluka karena cinta, orang mati rasa karena cinta tapi itu bukan karena cinta itu karena rasa sakit dan luka dari orang yang mengatasnamakan cinta da--" kata niko "dan diam lah!!! " bentak jeje "aku tau kau pernah mengalami rasa sakit itu, bukan hanya kau masih banyak orang yang juga merasakan hal yang sama" kata niko "diamm!! aku bilang diam!! berani sekali kau bicara sok tau di depan ku" jeje menatap niko dengan tajam "kau tidak tau apa apa!! urus saja hidup mu!! jika kau berani dekati aku maka aku akan menembak kepala mu" jeje langsung pergi.
kal melihat jeje dengan kaos oversize lengan pendek menghampiri nya "kau sudah makan? " tanya kal "sudah" kata jeje "baik.. ayo berlatih" kata jerico kal membantu jeje memakai baju balap nya dan juga helm seperti biasa "kau pemanasan saja dulu nanti baru lawan aku" kata jerico "oke" kata jeje sambil naik ke atas motor nya.
"kemana niko? " tanya Ariel "di kamar" kata wahyu "tumben biasanya kami datang dia langsung muncul" kata jojo "aku juga tidak tau pulang dari kampus dia langsung mengunci kamar nya" kata wahyu "biar aku cek" kata Ariel "apa dia baik baik saja? " tanya desi "aku tadi tanya tapi dia hanya menganggukkan kepala nya" kata wahyu, "kenapa kenapa kenapa? " niko terlihat sedang marah pada diri nya sendiri "kenapa aku terlambat mengenali mu, kenapa aku terlambat bertemu dengan mu? seharusnya aku lah yang bertemu dengan mu lebih dahulu agar kau tidak menderita karena luka di masa lalu mu" kata niko "niko" Ariel mengetuk pintu "niko buka pintu nya" kata Ariel niko hanya diam saja "niko!! buka sekarang sebelum ku cungkil pintu mu" kata Ariel "hum" niko membuka pintu "huaam.. ada apa? kapan kalian datang? " tanya niko Ariel melihat mata niko yang merah dan rambut nya acak acakan "kau habis menangis? " tanya ariel "tidak aku baru bangun tidur" kata niko "hum" Ariel menaikan satu alis nya lalu menepuk bahu niko "apapun yang jeje katakan pada mu, itu bukan jeje itu hanyalah sosok kebencian yang hidup di dalam tubuh jeje" kata Ariel.
"wwuuhhhzzzz" motor jeje melaju semakin cepat kal memperhatikan jeje tanpa henti "waw" jerico terlihat merekam jeje dengan sebuah kamera "baby" mata jeje menatap jalanan di depan nya "jangan.. jangan " jeje berusaha menyingkirkan semua bayangan yang muncul di kepala nya "baby" "cinta tidak salah" "kenapa kau menghindari ku? " "kau yang mengajak ku lari" "lari jeje!! pergilah!! " "maaf kan dia" "hei pelan pelan aku bisa jatuh" "jeje.. jeje bertahan lah.. buka matamu.. jeje" "mau harus menemani ku seharian dan juga mengiyakan apa yang aku mau" "minum lah obat ini" "aku mencintai mu" "kita memiliki kisah yang sama" jeje terlihat kesal semua suara niko memenuhi telinga nya "sial sial sial... pergilah dari hidup ku" kata jeje "ayoo jeje!! " kata jerico jeje mencoba fokus ke jalan yang dia lewati "sial!! " jeje melihat niko tiba tiba muncul di tengah jalan "zzkiittt... zruuuruut... duak.. debuugg" tubuh jeje terlempar lumayan jauh motor nya juga langsung berhenti bergerak setelah menabrak pembatas "sial! " kata kal dia langsung lari jerico juga "akkhhh.. " jeje membuka matanya dan mulai menggerakkan tangannya untuk bangun perlahan dia duduk tubuhnya terasa sakit "****... ****.. " jeje berdiri terlihat kal sedang berlari ke arahnya "jeje" kal menghampiri nya dengan jerico "uhuk.. uhuk" jeje memegangi perutnya kal segera membuka helm jeje "huff.. uhuk" darah keluar dari mulut jeje dan juga hidung nya "astaga ayo ayo" kal memegang tangan jeje terlihat jeje kesulitan bergerak kal langsung mengangkat tubuh jeje.
jeje melihat pria di samping nya "gimana? " tanya chai "tidak ada luka serius tuan nona hanya mengalami benturan ringan" kata pria itu "pergilah" kata chai pria tadi pun langsung pergi chai melihat kearah jeje "pergilah aku mau tidur" kata jeje "hum.. good night.. istirahat lah" chai keluar menutup pintu jeje menundukkan kepala nya sambil mengusap rambut nya "kenapa kau tidak bisa menghilang dari ingatan ku.. apa salahku pada mu.. aku tidak mencintai mu " jeje berbaring memeluk bantal nya "aku tidak mencintai mu.. tapi kenapa aku tidak bisa membuang mu dalam kepala ku!! mau selalu muncul dimana pun.. dasar brengsek.. dasar sialan" kata jeje sambil mengusap wajahnya dengan frustasi.
keesokanya....
"halo.. oi.. aku ingin kau. memeriksa gigiku, dua hari yang lalu aku jatuh saat latihan dan setelahnya saat makan gigiku terasa sakit" niko berbalik mendengar suara orang yang dia kenali "aku tidak tau gigiku rasanya tidak nyaman dan terasa sakit" niko tersenyum "Hai" sapa niko "eh.tunggu" niko menarik tangan orang itu "kau sakit gigi? " tanya niko "bukan urusan mu" kata orang itu yang tidak lain adalah jeje "lepas kan tangan mu!! " jeje mencoba menarik tangan nya tapi niko tidak melepaskan nya "kau tau.. ku fikir kau tidak akan datang lagi ke kampus, ngomong ngomong kau marah tidak pada ku? " tanya niko sambil menarik tangan jeje "kau mau membawa ku kemana? " tanya jeje "ke k u a" kata niko "apa? " fikir jeje "bibi beri makanan dan minuman spesial" kata niko "aku tidak mau makan dengan mu" kata jeje "siapa juga yang mau makan dengan mu" kata niko sambil menarik jeje agar duduk di kursi depan nya "duduk bentar " kata niko "kenapa kau jadi mengatur ku" jeje berdiri dan mau pergi "dengar semuanya" kata niko "jeje hari ini adalah" kata niko jeje langsung berhenti berjalan dan berbalik menatap niko "kalau kau pergi aku akan bilang ke orang orang kau dan aku adalah sepasang kekasih" kata niko "biar saja ada orang jahat datang mencariku karena aku pacarmu dan mereka akan mencariku mencekik ku, aku akan teriak jika kau keluar dari pintu" kata niko "coba saja kalau berani" kata jeje "jeje dan aku sudah jadian !! " seru niko jeje terkejut niko benar-benar melakukan apa yang dia katakan "wahh.. " "selamat" "wuah.. dan jadi pacar aja ya" kata orang orang jeje menghampiri niko "tarik ucapan mu" kata jeje "gak mau" kata niko "tarik!! " kata jeje "aku akan tarik ucapan ku asal nanti malam kita ketemuan" kata niko "beneran ya kak niko kalian jadian? " "kak ini serius? " tanya beberapa orang "gimana? " bisik niko "oke" kata jeje "enggak kok aku cuma bercanda" kata niko "ohhh.. kirain" kata mereka.
di dalam rumah..
seorang pria muda sedang memeriksa gigi jeje "apa giginya bermasalah? " tanya kal "oh.. ini hanya mengalami keretakan sedikit, nona apa kau jatuh dengan keras? " tanya pria itu "sial! tadi kan udah ku bilang" kata jeje "oh.. iya aku lupa, baik lah ini tidak masalah kita bisa memperbaiki nya" kata pria itu "cepat perbaiki " kata hary "baik kita mulai" kata pria itu.
Ariel mengambil kemeja "coba ini" kata Ariel wahyu hanya melihat niko yang sedang kebingungan memilih baju "yang ini juga" kata jojo "kok banyak banget" kata niko "coba dulu sana biar kita tau mana yang cocok" kata jojo "oh.. oke oke" kata niko "cepat.. jangan habiskan waktu mu dengan memilih baju" kata desi. setelah mencoba beberapa baju dan membelinya mereka pergi ke toko hadiah "yang ini" wahyu menunjukkan sebuah buket "wah.. itu bagus juga" kata desi "hadiah nya jangan bunga aja" kata jojo "oke oke " kata niko.
"gimana masih sakit? " tanya kal "humm.. tidak lagi" kata jeje "bagus lah" kata jerico "ku fikir gigiku akan di cabut" kata jeje "hahaha.. ku fikir juga " kata jerico "kenapa kau tertawa" kata jeje "aku membayangkan gigimu di cabut semua" kata jerico "dasar.. " kal menjitak kepala jerico "bisa bisa nya dia membayangkan gigiku di cabut semua " kata jeje "aku juga heran " kata kal "haha.. aku juga gak tau tiba tiba muncul" kata jerico "oh ya.. malam ini aku ada janji dengan teman lama ku" kata jeje "uhm.. kalian mau ngumpul? " tanya kal "iya" kata jeje sambil menatap minuman nya "buka teman sih! dia lebih tepat nya orang yang menyebalkan" kata jeje dalam hati.