What Is Love

What Is Love
jeje menyerah



chai menatap adik nya yang ada di dalam sebuah ruangan adik nya berhasil di selamat kan. namun masih dalam kondisi kritis, bahkan belum kunjung sadar "chai" chai menoleh dan langsung tersenyum "aku ingin melihat adik" kata monnie "kita tidak boleh masuk karena kondisi nya benar-benar lemah belum ada yang boleh menemui nya" kata chai "apa separah itu? " tanya monnie "ku rasa iya" kata chai "bagaimana kata dokter? " tanya chai "bayi nya baik baik saja" kata monnie "akia kau ikut dengan monnie kemana pun dia pergi, aku akan membawa yang lain sementara Steven dan jerico akan di sini" kata chai "tuan saya akan membawa keamanan lagi buat jaga jaga" kata Steven "iya" kata chai "aku antar kau pulang" kata chai "adik.. aku pulang dulu ya" kata monnie.


"aku akan menelpon pengawal lain" kata Steven "oke" kata jerico "permisi" jerico menatap seorang perawat "ada apa? " tanya jerico "aku ingin memeriksa nona jeje ini sudah jadwal nya mohon geser sedikit pak" kata perawat itu "oh oke" jerico pindah tempat dan perawat itu masuk ke dalam perlahan dia tersenyum menatap jerico yang ada di luar pintu "nona jeje selamat tinggal" jerico mengamati perawat itu "sudah selesai " dia pergi "hei perawat mana dokter nya katanya nona jeje akan di letakan ke ruangan khusus" kata jerico "aku akan menemui dokter" kata perawat itu "baik " kata jerico .


di ruang rawat niko ..


"tapi kau baik baik saja? " tanya ale "ya aku mulai membaik " kata niko "bagaimana dengan baby? "tanya leo " masih kritis"kata wahyu.


dokter dengan di temani beberapa perawat datang "tuan kami hendaklah memindahkan nona jeje ke ruangan khusus sesuai yang di minta tuan chai" kata dokter "oh baik" kata Steven. dokter terkejut saat melihat tubuh jeje di dalam "kenapa tubuh nya begini? " kata dokter "dokter seperti nya ada racun di tubuh nona jeje" kata perawat "segera siapkan semua nya! kita lakukan sebisa kita semoga tidak terlambat" dokter mendorong ranjang jeje "kenapa? " kata jerico "kami belum tau tuan tapi nona jeje sedang darurat" kata dokter "apa yang terjadi? " kata Steven.


semua nya langsung terlihat sibuk selang kecil di masukan ke dalam mulut jeje "kita harus keluar kan racun nya " kata dokter .


monnie melihat chai datang membawa sebotol vitamin dan obat "minum vitamin dan obat mu" kata chai "kau tidak melihat adik? " tanya monnie "aku akan kesana, aku menyuruh beberapa orang untuk menemani mu. mereka akan segera datang jangan pergi tanpa memberitahu ku" chai mengusap wajah monnie sambil tersenyum.


angka di monitor semakin menurun membuat perawat semakin panik " kita sudah mengeluarkan racun nya mengapa detak jantung nya semakin menurun "kata perawat " jeje"chai datang dan langsung memegang tangan jeje "adik ku.. kau Mendengar kan aku kan.. adik ku ini kakak mu" kata chai "detak jantung nya semakin menurun" kata dokter "terus tuan panggil dia" kata perawat sambil memberikan sesuatu ke jeje "jeje berjuang lah!! kau itu kuat adik ku bukan orang yang lemah" kata chai.


"kau tidak perlu stress kak " Ariel memijat kaki monnie "kakak aku dengar bayi mu itu seorang pria ya" kata desi "iya" kata monnie "kakak kenapa kau melamun" kata Ariel "aku kepikiran jeje" kata monnie "dia akan baik baik saja" kata desi "dia itu kuat kak. percayalah ku yakin dia sedang tidur istirahat dan akan segera bangun dan memarahi mu" kata desi.


mobil berhenti di depan rumah sakit. niko mendengar suara chai dari luar "adik!! apa yang kau lakukan kau harus berjuang!!" seru chai "dia tidak merespon" kata perawat "jeje ku mohon.. ku mohon. " chai mengusap pipi adik nya "kenapa kau tidak mendengar kan ku.. bangun lah kita akan melihat perampok kecil itu" kata chai "baby" niko terlihat lemas tidak berdaya "apa orang tua mu ada? " tanya dokter chai mengangguk "panggil" kata dokter chai langsung membuka pintu "mama? " terlihat cai sedang berdiri di luar "ma" kata chai.


"niko kau yang kuat jika kau begini bagaimana dengan jeje" kata wahyu "dia menyerah" kata niko "dia tidak akan menyerah" kata leo "ya Allah ya Tuhan ku selamat kan lah dan lindungi lah jeje" kata Tini di rumah nya "tolong sembuh kan dia dan jauhkan dari marabahaya" kata Tini. anggel menangis sejadi jadinya di dalam kamar nya mendengar kabar dari leo "jangan menyerah jeje!".


dengan langkah pasti cai mendekati jeje lalu perlahan dia tersenyum " sayang bangun yuk! jangan tidur terus"air mata cai menetes "mama sangat menderita melihat mu begini, lihat kan air mata mama mengalir tidak bisa di bendung. mama menyayangi mu, bangun lah sayang berjuang lah kau putri mama satu satunya. siapa yang akan menemani mama nanti, bangun ya sayang mama sedih" cai menutup wajah nya perawat di dekat nya menepuk nepuk bahu cai .


cai menunduk mencium kening jeje "mama di samping mu bangun lah.. mama ingin mengajak mu bermain, bangun sayang mama tidak bisa tanpa mu" bisik cai "kau menyayangi mama kan? kalau kau menyayangi mama. berjuang lah hidup lah demi mama, mama benar benar menderita melihat mu seperti ini mama rasa nya ingin mati! berjuang ya sayang.. putri mama tidak boleh lemah" kata cai "berjuang lah nak" cai melihat dhika datang "berjuang lah" dhika mencium kening jeje "orang tua mu menanti kan mu" air mata terlihat menetes dari sudut mata jeje "ayo kita pergi" kata dhika "bentar" cai memeluk anak nya tangisan nya menjadi semakin kuat "mama mencintai mu.. mama tidak bisa hidup tanpa mu!! mama benar-benar menderita!! berjuang lah nak, berjuang mama tidak ingin meninggalkan mu" dokter tersenyum melihat detak jantung jeje meningkat perlahan "jika kau tidak berjuang jangan panggil aku papa mu" dhika pergi "sayang.. mama akan menemani mu" kata cai "pip.. pip.. pip.. pip.. " cai menatap layar monitor di dekat jeje "dokter... anak ku.. anak ku bisa sadar kan? tolong bantu dia sadar!! dia anak ku dia putri bungsu ku dia harus hidup!! dia tidak boleh seperti ini tolong dia" kata cai "seperti nya dia benar-benar membutuhkan mu nyonya" kata dokter sambil tersenyum "detak jantung nya mulai kembali " kata perawat "sayang" cai melihat ada air yang mengalir dari sudut mata jeje "mama tau.. mama tau kau mendengar kan mama mu ini. .. mama mencintai mu.. cepat lah sadar mama akan memeluk mu dan kita akan bermain bersama " kata cai sambil mencium tangan jeje.