What Is Love

What Is Love
pemain baru datang



beberapa mobil tersusun di depan sebuah rumah yang megah "tap tap tap"beberapa orang melihat wanita berjaket kuning berjalan memasuki halaman rumah besar itu "tuan lihat"kata bai "hah"wanit itu berhenti melangkah ketika menatap seorang pria yang duduk tak jauh dari tempat nya berdiri "nona"zio menghampiri jeje "kenapa kak chai datang ke rumah ku?"tanya wanita itu tidak lain adalah jeje "tuan chai ingin bicara pada anda"kata zio jeje lanjut melangkah chai berdiri "greb"jeje terdiam dan berhenti melangkah ketika chai memegang pinggang jeje "matilah aku"kata jeje dalam hati "kau tidak memakainya?"kata chai sambil menatap jeje "pasti tuan chai marah"fikir jerico "tidak kak"kata jeje "kau tau kan! di luar sana bagaimana?"kata chai "i..iya kak, tapi tadi aku melepasnya saat keluar rumah kal dan jerico sudah memberitauku untuk memakainya tapi aku tidak memakainya"kata jeje "dan lihat apa yang terjadi sekarang pada mu?"kata chai "iya kak aku salah, aku akan memakainya terus"kata jeje "buka jaket mu!"ujar chai jeje perlahan membuka jaketnya jerico datang untuk memegang jaket yang di pakai jeje "tap"tangan jeje di pegang chai dan terlihat chai memperhatikan perban di lengan jeje "gluk"jeje menatap mata chai "hum kak i..itu hanya luka goresan"kata jeje "semua nya ayo berangkat"kata chai sambil menarik jeje "kak, aku..aku juga"kata jeje "kau akan tinggal di rumah ku "chai menatap jeje "hah, aku..tap"kata jeje "apa aku harus membakar rumahmu?"kata chai jeje terdiam "kak ak..aku belum bersiap dan barang bar--"kata jeje "apa kau baru tinggal sehari di rumah ku?"mata chai terlihat sangat dingin tetapi menusuk tidak menunggu jawaban chai langsung menarik tangan jeje "beberapa pengawal tetap lah di sini untuk menjaga vila dan rumah di sini"kata steven "baik pak!"kata beberapa pengawal, pintu mobil terbuka chai menatap jeje yang masih melihat sekitar jeje menoleh ke arah chai dan baru menyadari pria itu menatapnya "ada apa kak?"jeje menatap chai "masuk"kata chai "oh"jeje segera masuk ke dalam mobil mewah itu.


"niko you ok?"kata wahyu "Im ok"niko membuka pintu kamar nya dan melihat wahyu sudah berdiri di depan kamar nya "kau baru menjawab setelah aku memanggil mu berkali kali "kata wahyu "ah kau kaya tidak tau saja"kata niko "jatuh cinta boleh tapi jangan terlalu bisa bisa kau lupa pada dirimu sendiri"kata wahyu "iya iya terimakasih udah menasehati aku"kata niko "ya udah ayo makan"kata wahyu.


Jeje diam sepanjang perjalanan sesekali dia melirik pria di samping nya "dia masih marah"kata jeje dalam hati "kak , kau masih marah pada ku?"tanya jeje tapi chai hanya diam saja dan pandangannya lurus ke luar jendela "ya ampun"fikir jeje "apa itu terasa sakit?"ucap chai setelah lama hening namun dia masih tidak melihat ke arah jeje "tidak"kata jeje mobil terus berjalan sampai tujuan dan setelah agak lama mobil pun berhenti bai membuka pintu mobil chai keluar jeje juga keluar setelah chai "kal, jerico"kata chai "ya tuan"kal dan jerico segera lari ke hadapan chai "pastikan ini tidak terulang lagi. Dan pastikan nona cilik harus memakai rompi anti peluru !!"kata chai "siap tuan!!"kata kal dan jerico "kalian akan tau akibatnya jika dia tidak memakainya"kata chai dan dia langsung masuk ke dalam rumah "kal kau tidak apa apa kan"kata jeje kal mengangguk "segera masuk ke dalam hari mulai gelap"kata kal jeje pun pergi . "milli kak chai kemana?"tanya jeje saat masuk ke dalam chai tidak terlihat "saya rasa tuan chai berada di ruangan nya anda ingin bertemu dengannya?"tanya milli "aih tidak..tidak ya sudah biar kan saja"kata jeje "hmm nona anda ingin makan apa malam ini?"tanya milli "hmm buatkan saja makanan ke sukaan kak chai"kata jeje lalu dia segera pergi ke atas .


Malam hari jeje keluar dari rumah utama "anda mau kemana nona"tanya penjaga pintu "mau ke rumah sebelah"kata jeje sambil terus berjalan "lihat lihat pasti mereka akan berciuman"kata zio "kalian ini nonton apa sih"kata kal sambil main catur "wah..lihat ya si pria menarik si wanita"kata lim "aahh kan mereka berciuman"kata zio "astaga kalian"kata jerico ysng baru datang jeje melihat ke layar televisi "astaga"kal melompat menutup mata jeje "gawat"kata akia "hei...kenapa mata ku di tutup?"kata jeje "kau belum boleh melihat adegan begini"kata kal "ganti ganti"kata hary "tapi tadi aku melihatnya sekilas"kata jeje "walaupun"kata jerico "sudah sudah"kata kal sambil membuka mata jeje "butuh waktu untuk mu melihat adegan ciuman"kata akemi "kenapa kau malah mengatakan nya!"kata akia "aku lupa"kata akemi "dasar bodoh"kata lim "ada apa kau kemari?"kata kal "benar nona ada apa?"kata steven "jangan panggil nona kak chai tidak di sini"ujar jeje "tapi tuan chai akan menggantung ku jika kau melihat adegan tadi"kata akemi "kenapa masih kau bahas!"akia memukul kepala akemi "jadi ada apa?"kata kal "aku besok akan latihan jadi siapa yang akan bersama ku?"kata jeje .


Kal melihat jeje meluncur dengan cepat dengan sepeda motor nya "brumm brummmm"jeje terus menambah kecepatan "yeeeahhh mantap je!!!"seru akia "yoohooo!!"seru jerico sambil melihat jeje melewati tikungan dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari biasanya "kal"hary datang dan membisikan sesuatu ke kal lalu pergi lagi. "wuuizzz!!"jeje mengangkat kendaraannya lalu berhenti tepat di depan kal, "luar biasa"kata kal sambil melepas helm jeje "wah..kendaraan ini semakin cepat saja aku merasa terbang"kata jeje "jerico yang merancang nya"kata akia "oh ya je, tuan chai meminta mu datang ke suatu tempat"kata kal.


Chai menatap pria di sisinya "dokter bilang dia tidak akan bisa hidup kembali jadi semua alat bantu nya akan di lepas hari ini"kata pria itu "dia sudah berusaha guff "kata chai lalu chai memberi isyarat agar jeje masuk ke dalam sebuah kamar di depannya, jeje pun masuk terbaring lah seorang gadis dengan tubuh penuh alat bantu pernafasan "hei aku yuna aku yang akan jadi lawan mu di pertandingan nanti"teringat saat awal dia bertemu yuna "ku fikir kita bisa berteman"kata yuna saat di pertandingan ke dua "berteman"jeje bingung "iya berteman aku akan memanggil mu jj"kata yuna, "jeje kau luar biasa kau selalu menang lain kali ajari aku ya" "hai ini minuman untuk mu" "hai sampai bertemu di pertandingan" teringat semuanya "kau memang hebat saat balapan tapi kau orang yang sangat polos, kau bahkan tidak tau caranya berteman,tidak tau caranya menikmati sebuah film,tidak tau bagaimana caranya menanggapi orang yang menyukaimu"yuna tertawa tapi jeje diam saja melihat yuna "kau tau di saat teman mu tertawa kau harus tertawa walaupun tidak mengerti itulah cara membuat teman senang"kata yuna "itu terdengar konyol"jeje menatap yuna yang sedang membuka baju balapnya "ya konyol tapi itu bakal seru oh ya lain kali kita nonton bareng ya"kata yuna lalu jeje teringat saat yuna membawanya ke bioskop "kau beneran dingin atau polos begini cara menikmati film di saat ada adegan sedih kau harus sedih di saat ada adegan yang itu tuh begitu kau harus senang wah kau payah yah tidak tau cara menikmati film"kata yuna. "kau sekarang diam"kata jeje sambil melihat selang di mulut yuna "kau banyak mengajari ku banyak hal seperti kak chai"kata jeje "pip pip pip"suara monitor di sisi yuna "lalu aku harus apa ya"jeje terlihat bingung "kal aku harus bagaimana lagi"kata jeje dia menghubungi kal melalui alat komunikasinya "kau tidak tau?"kal terdengar terkejut "tidak"kata jeje "hhh..ya sudah setidak nya ucapan selamat tinggal"kata kal jeje langsung mendekati yuna kembali "selamat jalan yuna..kamu orang yang menyebalkan tapi juga sedikit menyenangkan kau patner balap yang lumayan baik"kata jeje. Chai masih menatap jeje dari luar pintu "anak itu tau tidak sih cara menguncapkan kata perpisahan"fikir chai "haah"guff menghela nafas "aku kehilangan pembalap terbaik ku"kata guff "apa kau akan mencari gantinya?"tanya chai "aku sudah mencari pemain baru yang menggantikan yuna walaupun dia tidak sehebat yuna"kata guff "adik adik"seorang pria dengan di dampingi perawat masuk ke ruangan yuna "adik adik kenapa tidak jenguk kakak"kata pria itu jeje mundur dan terlihat heran dengan kedatangan pria itu "adik..adik..kenapa diam"kata pria itu "maaf ya nona pria itu kakak nya yuna yang mengalami depresi"kata suster jeje segera keluar "berikan salam pada nya"kata chai "salam tuan"kata jeje sambil melihat guff "salam nona manis"kata guff "kak chai yuna punya kakak"kata jeje "benar itu kakak nya dan yuna berkerja untuk pengobatan kakaknya"kata guff "adik adik..kakak..tadi minum obat loh"kata pria itu "kami pamit dulu"kata chai guff mengangguk lalu mereka berjabat tangan lalu chai pergi "kak "jeje melihat chai yang sedang melihat tablet di tangannya "hm"kata chai "pria jelek tadi siapa?"tanya jeje "maksudmu guff"kata chai jeje mengangguk "dia bos nya yuna dan dia akan mendatangkan pemain baru pengganti yuna"ujar chai "jadi akan ada pemain baru"kata jeje "ya"chai menatap tabletnya terus tanpa berpaling "kak chai sedang main game ya? Sampai bicara pada ku pun tidak melihat ku"fikir jeje "bagus"guman chai dia tersenyum sinis saat membaca pesan di tabletnya jeje menatap chai dengan heran dan penasaran apalagi chai tersenyum semakin lebar seakan akan ada sesuatu yang membuat nya bahagia.