What Is Love

What Is Love
saksi mata



jeje membuka matanya seluruh tubuhnya terasa sakit "hum?? " jeje melihat ke arah samping melihat ada sesuatu di lengannya "OOOIIIHHHHH!!!! " pintu langsung terbuka "ada apa nona? " Steven mengacungkan senjata nya ke segala arah bersama beberapa pengawal lainnya "hei apa yang kau lakukan? " tanya jeje "anda berteriak" kata Steven "aku terkejut kenapa ada selang kematian di sini" ucap jeje "ada apa? " kal datang "pergilah kalian" kata jeje kal mendekati jeje "ada apa? " tanya jeje "kak kal kenapa ada ini di lengan ku? " tanya jeje "itu untuk menambah stamina mu kau selalu bikin orang terkejut" kata kal "aahh.. tubuhku rasa nya kaku" kata jeje "aku akan panggil dokter" kata kal sambil pergi jeje menarik sedikit kaos yang dia pakai terlihat perban putih melekat di tubuh nya tangan, tubuh, kaki di bungkus perban dokter datang "bagaimana? apa yang kau rasakan nona? " tanya dokter "rasa nya sakit semua" kata jeje "lengan ku seperti kena sengatan listrik" kata jeje "kita akan ganti perban lengan mu" kata dokter "apa? tidak tidak perlu" kata jeje "kenapa? ini perbanya sudah tiga hari jadi harus di ganti" kata dokter "griit" pintu terbuka terlihat chai masuk "oh.. " chai menatap dokter "tuan chai" dokter membungkuk memberi hormat "bagaimana kondisi nya? " tanya chai "mulai membaik tuan tapi nona tidak ingin di ganti perban" kata dokter "kenapa? " chai menatap jeje "hum.. aku tidak berkata begitu" kata jeje "ganti saja perban nya" kata chai sambil duduk di dekat jeje "aku akan menyuapi mu makanan aku baru beli bayi cumi balado" kata cha sambil membuka sumpit "tumben kau beli di mana? " tanya jeje sementara dokter membuka perban lengan jeje "aku melihat nya saat lewat tadi" kata chai "ya.. berbohong sedikit" kata chai dalam hati "hum.. ini enak ya" kata jeje "enak lah aku sudah habis tiga kotak" kata chai "aku tidak percaya" kata jeje "ya saat habis meeting, sama habis ke pabrik, dan pulang dari calista chaije"kata chai sambil melirik ke arah dokter yang sudah selesai mengganti perban lengan jeje.


jojo berdiri " kau mau kemana? "tanya Ariel " aku akan pergi sebentar "jojo pergi Ariel menatap niko " hei niko kau bisa depresi jika begini terus kau jangan banyak fikiran "kata memo " apa yang kulakukan jeje terlihat benar-benar marah pada ku, bahkan dia tidak datang ke kampus"kata niko "jeje sedang terluka bagaimana dia ke kampus" kata desi "ya itu benar" kata Ariel "coba untuk berfikir jernih" kata Ariel "kau tidak tau apa kata nya? selamat berbagia dengan pacar mu" kata niko "kemana jojo? " kata desi.


jeje berjalan di bantu milli "aahh.. " jeje meringis "kau mau kemana? " chai terlihat baru keluar dari ruang kerja nya "kakak aku bosan di kamar aku mau makan di ruang bawah" kata jeje chai berjalan mendekati adiknya "siapkan makanan nya" kata chai "baik tuan" kata milli chai menunduk lalu menggendong adik nya "kakak" kata jeje "aku ini kakak mu apapun yang kau butuh kan panggil aku! " kata chai sambil melangkah menuruni tangga membawa adiknya ke ruang makan milli menarik kursi untuk jeje chai meletakan jeje di atas kursi "makan lah aku mau ke pabrik kain dulu" kata chai "baik jangan pulang larut malam atau kau akan tidur di luar" kata jeje "huu.. kau mencoba mengancam ku? " kata chai "aku serius kak" kata jeje "baiklah jam delapan" kata chai "oke jam delapan jika lewat jangan pulang karena aku melarang siapa pun membuka pintu untuk mu" kata jeje "siap! nona cilik" kata chai sambil tersenyum lalu pergi.


"lihat kakak mu sangat menyayangi mu dia barusan menyuruh tukang ikan mencari cumi cumi lihat ini besar sekali " milli meletakan sepiring besar cumi cumi panggang yang berukuran jumbo "wuaahh.. ini besar sekali" kata jeje "sayang sekali kakak malah pergi" ucap jeje sambil mengambil pisau dan garpu dan mulai memakan cumi panggang itu "nikoko jangan nakal!! " jeje mengerutkan dahinya mendengar suara zio "nikoko.. mandi!! jangan membantah" seru lim tiba tiba senyuman jeje hilang "niko" jeje teringat pemandangan di layar wajah niko semakin terlihat dekat semakin dekat "ummach" terdengar suara bunga "nikoko benar-benar nakal aku harus turun tangan aku bantu mereka dulu" kata milli jeje meletakkan pisau dan sendok nya "nona" may datang "nona.. halo" kata may sambil menepuk bahu jeje "uh.. oh ya ya ada apa? " kata jeje "ada telpon untuk mu" kata may "oke" jeje berdiri "halo" kata jeje


"nona ada seorang pria di luar gerbang"


"lalu"


"namanya jojo dia mengaku teman mu dan ingin bertemu dengan mu"


"biarkan dia bicara" ucap jeje


"halo jeje ini aku bisa aku bicara pada mu" kata jojo "berikan telpon nya ke security" kata jeje


"ya nona"


"buka gerbang suruh dia masuk"


"baik nona sesuai perintah mu"


jeje menatap may "bereskan makanan nya aku tidak mau makan lagi" kata jeje "baik nona" kata may kal melihat jeje yang kesulitan berjalan langsung membantu nya "kenapa kau berjalan sendiri aku bisa membantu mu" kata kal "iya aku cuma ingin berusaha sendiri" kata jeje "kak kal pergilah lihat nikoko kelihatan nya dia sedang mengamuk tidak mau mandi" kata jeje "oke telpon aku jika butuh sesuatu" kata kal lalu dia pergi.


jojo melihat kanan kiri "jeje.. " kata jojo "kemarilah" terdengar suara jeje jojo pun berjalan mengikuti arah suara "apa yang membawa mu sampai ke sini" kata jeje "hum.. ada sesuatu yang ingin ku bicarakan tapi bagaimana kabar mu? kau kelihatan nya luka parah sampai di lilit perban" kata jojo "banyak luka jahit yang belum kering jadi harus di tutup perban" kata jeje "lalu apa lagi? " kata jeje "hum.. jeje hum.. aku ingin menjelaskan pada mu" kata jojo "soal apa? " ujar jeje "kau salah paham pada niko" kata jojo "niko dan jeje palsu tidak pacaran dan tidak melakukan apapun, karena sejak awal niko tau kalau itu bukan kau" kata jojo "dan jug--" ucap jojo "cukup! " jeje langsung menatap jojo "apa ini!! apa yang kau bicarakan!! " kata jeje "jeje biarkan aku selesaikan bicara ku " kata jojo "apa kau mengenal nya? " kata jeje jojo terdiam "kau tidak tau apapun jadi diam lah!! " kata jeje "tap--" kata jojo "aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat bukan yang aku dengar" kata jeje "diam dan jangan bicara dengar kan aku, aku yang bicara sekarang" kata jeje "pembohong tetap lah pembohong!! dengar jojo... aku saksi mata melihat semuanya!! melihat setiap detail kejadiannya meskipun aku di kurung tapi aku masih bisa melihat nya!! kau pasti berfikir bagaimana bisa? jeje palsu selalu membawa kamera tersenyum yang terhubung dengan layar yang ada di ruangan di mana aku di kurung aku di sekap!! " kata jeje "aku saksi mata yang melihat semua kejadian!! jadi apapun perkataan mu lebih baik kau diam!! " kata jeje "niko tidak mungkin berbohong tapi.. mendengar jeje bercerita membuat ku bingung" fikir jojo "sekarang satu yang akan ku tanyakan pada mu" kata jeje "kau percaya aku atau pecundang itu? " jeje mengambil telpon di samping nya "datang ke sini" kata jeje sambil meletakkan kembali telpon itu tak lama kemudian kal datang "aku ngantuk bawa aku ke kamar" kata jeje "baik" kata kal.


"aku pulang dulu " kata niko "iya hati hati" kata desi "tunggu" terlihat jojo berdiri di depan pintu "jojo aku dari mana" kata memo sambil meletakkan beberapa gelas jus ke atas meja "niko kau tidak berbohong kan pada ku? " tanya jojo sambil berjalan mendekati niko "aku berbohong apa? " tanya niko "aku cerita apapun yang terjadi pada mu dan pada saudara ku" ucap niko "apa saja yang kau lakukan pada jeje palsu? jeje mengatakan dia melihat semuanya yang terjadi" kata jojo "maksudnya apa? aku memang pernah jalan pada nya hanya untuk menyakinkan kalau dia benar benar bukan jeje kami makan, minum, beli es camilan dan bunga dan bunga itu bukan aku yang beli dia sendiri yang beli dan aku yang di suruh memegang nya saja" kata niko "kau ada peluk atau cium dia? " tanya jojo "tidak ada pegangan tangan ada" kata niko "sungguh aku tidak pernah mencium nya ataupun memeluk nya aku selalu berusaha menghindari nya kala jeje palsu ingin mencium ku" kata niko kemudian niko cerita "niko ada sesuatu di wajahmu menunduk lah pegang ini aku akan ambil itu" kata bunga "baik" kata niko namun bunga menyentuh wajah niko dan mendekati wajah niko perlahan dan perlahan sambil memiringkan wajahnya agar bisa mencium niko namun niko menyadari itu dia segera menghindari nya "udah kan? " kata niko "hum.. iya" kata bunga dengan kesal "menghindar saja terus oh aku tau" fikir bunga tiba tiba dia melompat mendekati niko "ummach" niko menatap bunga "kau bilang apa? " tanya niko "tidak papa" kata bunga "biar dia fikir aku mencium niko" kata bunga dalam hati "aku akan lakukan ini lebih sering mendekati wajah niko dan berkata ummach" kata bunga dalam hati. niko menceritakan semuanya pada jojo "aku berani bersumpah jojo atas nama bunda ku dan nama ku sendiri" kata niko "malam ini jika aku berbohong Tuhan ku akan mencabut nyawa ku dengan tragis" ucap niko .


jeje duduk bersandar di ranjang nya diam dalam kesunyian tanpa suara


"ummach"


"niko aku sayang kamu"


"u... m peluk aku dong"


"suapin aku dong"


"coba makan yang ini"


"niko buka mulut mu"


"ummach"


jeje memukul kepala nya dengan keras "kenapa" ucap jeje


"baby aku sayang kamu!! "


"I love you"


"pagi baby!! "


"hum.. aku minta maaf ya"


"baby kau tidak boleh begitu"


"hei ini masih pagi tidak boleh minum soda"


"mau tos bersama ku lagi? "


"aku sayang kamu"


"aku tidak mencintai siapa pun kecuali dirimu"


"begini cara makan kue coklat"


"kenapa kau ceroboh"


jeje menarik nafas panjang dada nya terasa sakit "kali ini kenapa bisa terjadi? aku menutup hati ku rapat rapat mengunci nya tanpa celah sedikitpun dan aku tidak pernah menggunakan nya lagi. aku selalu mengunakan akal ku tapi kenapa? tapi kenapa rasa sakit kali ini terasa sampai ke hati ku! kenapa hati ku bisa sakit padahal aku tidak membuka celah sedikitpun tapi kenapa rasa sakit nya sampai ke dalam sana" ucap jeje "kenapa bisa? " kata jeje "sial kenapa aku begini? sadar jeje" kata jeje sambil memukuli kepala nya dengan keras membuat perban di kepala nya mulai mengeluarkan darah namun jeje tetap terus memukul kepala nya