What Is Love

What Is Love
tuan muda soikham



Chai melihat rekaman cctv dari steven seorang pria berjaket memukul pria bertopi merah lalu menukar baju dan membuat minuman untuk jeje "aku tidak mau tau cari pria ini sampai dapat!"kata chai "ini tuan"hary membawa seorang pria yang babak belur tubuh nya terikat dengan rantai "dia yang mencoba melukai nona waktu nona membeli cumi panggang"kata hary "siapa yang menyuruhmu?"tanya chai pria itu tersenyum "huahahahahahha hahahahaha hahaha aku tidak akan memberitahunya"kata pria itu "owh..aku tidak memiliki hati selembut sutra saat menyangkut urusan adikku"kata chai sambil berdiri "milli !! "kata chai milli segera datang "siap tuan"kata milli "wolf ku sudah makan?"tanya chai "belum tuan saya masih memberi makan nikoko"kata milli chai mengangguk dan menyuruh milli pergi "mari kita lihat sampai mana kau bertahan"kata chai sambil berjalan dengan santai .


"greeet!!"tubuh pria itu penuh dengan daging segar dan dia di gantung terbalik di kandang serigala besar "coba saja aku tidak takut"kata pria itu, chai duduk dengan santai sambil menikmati minumanannya dua serigala yang melihat daging segar langsung terlihat bersemangat "RARRR RRRRAAAAWWW"mereka berputar sambil memperhatikan daging segar yang tergantung, pria itu langsung terdiam melihat dua serigala tak jauh dari kepala nya "wofly wolf makanan datang selamat menikmati"kata chai mendengar perkataan tuannya dua serigala itu langsung melompat dengan liar "AAAAAARRRRRGGHHHH"pria itu kesakitan di saat wolfly mencakar wajah nya "aaauggg!!!"pria itu makin tersiksa di saat wolf menggigit daging di dekat telinganya chai menatap semuanya dengan tenang "aaauugggggg"pria itu terlihat meronta di saat wolfly berhasil menarik telinga pria itu sampai putus "aaakkkk...ampunnnn.... Ampuuunnn"kata pria itu tapi chai hanya diam saja "ampunnn...ampun..ampuuun ampuni aku...tolonglah aku"kata pria itu "waw"lim ikutan meringis di saat dua serigala itu mencoba memakan tangan pria itu "ampuuun.pak tolong aku pak, aku menyerah...crist menyuruh ku melukai adikmu"kata pria itu "ambil rekaman"kata chai "baik tuan"kata lim "ampuun..aku bisa mati pak, crist menyuruh ku melukai adikmu agar adikmu tidak bisa ikut bertanding agar adikmu kalah"kata pria itu "crist pak yang membayar ku"kata pria itu "crist pak pelakunya kalau gak salah bos nya bernama feat"kata pria itu chai mengangguk lim berhenti merekam "aku akan ke rumah sakit dulu"kata chai "lalu dia tuan?"kata lim "pak...aku mohon ampuunnnn pak"kata pria itu "kalian ikut dengan ku atau menyaksikan dua serigala ku bermain?"kata chai "kami ikut dengan anda tuan"kata mereka chai pun langsung pergi "paaak....ampuuunnn"kata pria itu dengan jeritan sekuat tenaga .


Niko tersenyum melihat jeje dari pintu "melihat mu dari sini saja membuat ku sangat senang"guman niko sambil memfoto jeje yang sedang memakan anggur "aku harus pergi"kata niko sambil melambai lalu pergi dari sana, "niko kemana sih tumben tumbenan dia bolos?"kata archie "ku rasa dia sibuk"kata adhie "kak niko aneh habis menjenguk jeje kok dia jadi makin aneh"kata mawar "iya"kata rizi.


Chai membuka pintu terlihat kal sedang mengupas buah naga "tuan"kal segera berdiri "apa kata dokter hari ini?"kata chai "dokter belum datang"kata jeje "halo nona jeje, hum..halo tuan"seorang perawat datang "gimana dengan adikku kapan dia boleh pulang?"kata chai perawat itu memeriksa jeje sebentar lalu tersenyum menatap chai "dua hari lagi mungkin bisa pulang tuan, dan luka di area matanya juga pasti mukai kering"kata perawat itu chai mengangguk .


han berdiri dengan tegap memakai kaki palsunya "akhirnya, aku bisa membalaskan dendam ku"kata han sambil mengepalkan kedua tangannya , "aku akan mematahkan kakimu, meremukkan tulang mu, mencungkil matamu, dan juga mengeluarkan semua organ mu satu persatu je, dan juga akan ku berikan kepada alder sup yang terbuat dari isi kepala mu pada nya !! Dan aku juga akan membalaskan rasa sakitku ini"ujar han.


Malam harinya niko sedang duduk di kamarnya dengan ponsel di depannya "hahah kalian ada ada saja"kata niko sambil membaca komentar orang orang di saat dia sedang live "kak niko terlihat sangat bersemangat dan bahagia sekali, kak niko mukanya kok merah?, kak niko cerita dong"niko membaca komentar di ponsel nya "hahaha memang nya selama ini apa aku tidak terlihat bahagia?"kata niko wahyu melihat niko sedang live "teman teman saudara ku datang, kemari yu"kata niko "hai ini dia saudara terbaikku, dia sangat tampan bukan?"kata niko sambil melirik ke arah wahyu "kakak biasa nya jarang live, kecuali dapat undangan dari orang lain.dan juga sekalinya live paling cuma diam doang baca komentar pun di dalam hati. Tidak seperti hari ini"wahyu membaca komentar di ponsel niko "lihat yu. Ada yang naksir sama kamu"kata niko "haaah!! Aku tidak tertarik"wahyu berbaring di ranjang "baik baik kalian bilang aku harus cerita kan, aku akan cerita pada kalian.wah kalian juga masih ingat ya Waktu aku di undang live bareng dengan novel star aku pernah mengatakan kalau aku menyukai seseorang sehingga cetita singkat yang ku buat di serbu orang. Baik karena kalian ungkit aku akan mengatakan itu benar"ucap niko "aku sedang menyukai seseorang dan aku tadi juga menemuinya"kata niko. "anjirr..anak ini live guys!!"kata leo "masa sih?"kata archie "kak niko live"dila langsung menonton live niko sambil rebahan "aku tidak berani menyebutkan nama nya sekarang, ku katakan saja ciri cirinya pada kalian tapi kalian harus berjanji untuk tidak melakukan hal buruk pada nya ya, baik lah dia sangat perhatian tetapi juga pendiam"kata niko.


Chai masih duduk di samping jeje yang sedang tidur, "oh tuan anda berada di sini"seorang perawat datang chai menatap perawat itu "maaf tuan saya ingin memeriksa nona"kata perawat itu chai hanya mengangguk. "jadi kapan aku bisa membawa nya pulang?"kata chai "besok nona sudah bisa di bawa pulang tuan, tetapi kami akan ke rumah nya untuk memeriksa kondisi matanya"kata perawat itu chai hanya mengangguk.


Pagi harinya niko melepas helm nya "kak niko!!"kata anggel dan mawar "hm.."niko menatap keduanya " tolong jangan menghindar lagi"kata anggel "hum kalian kenapa?"kata niko "gimana kondisi jeje"kata mawar "oh, dia. Baik baik Saja dan akan segera kembali"kata niko "wahhh...sungguh!!"rizi berlari ke arah mereka "ya" kata niko "lalu kenapa kakak malah menghindar terus saat di tanya?"kata rizi "tidak ada"niko langsung pergi "ku rasa telah terjadi sesuatu antara kak niko dengan jeje"kata anggel "hm"rizi mengangguk .


jeje berdiri di bantu chai dua perawat langsung pergi keluar "oi..oi tunggu"kata jeje chai menatap adiknya "kita akan pulang"kata chai "tunggu dulu, eh dokter ini masalah mata ku gimana aman tidak kok gak di buka buka sih"kata jeje "aku ..apa apa aku buta? Atau apa?"ujar jeje "begini nona tunggulah sebentar lagi sampai kami datang untuk membuka perbanmu"kata dokter "ouh sial, ini sungguh menyebalkan aku harus menunggu lagi?"kata jeje "cuma sebentar kok"kata dokter "jika lebih dari lima hari aku akan mencungkil mata mu ya!"kata jeje "aih sudah ayo"chai menarik jeje "aku sungguh sungguh loh, aku akan datang jika kau bohong awas sa..hmmphh.."mulut jeje di tutup oleh chai.


Gilang menulis sesuatu di papan tulis "baik lah sampai di sini ada yang bertanya?"ujar gilang "pak"niko mengangkat tangannya "yap niko!"kata gilang "boleh kah aku izin keluar sebentar"kata niko "ada apa?"gilang duduk di kursi "kepala ku sedikit sakit pak, jadi aku ingin mencari sesuatu untuk meredakan sakit kepalaku"kata niko "hum?"wahyu melirik niko "tumben?"fikir adhi "oh, baiklah silahkan keluar "kata gilang "terimakasih pak"niko segera keluar.


Polisi datang melihat seseorang di pukuli ramai ramai "hei...hei..henntikan!!"kata polisi itu seketika semuanya bubar terlihatlah seorang wanita meringkuk kesakitan tubuhnya kurus pakaiannya compang camping "sepertinya aku mengenalimu"kata polisi itu.


Niko melihat kamar jeje kosong "hum....dok...dokter"niko mengejar seorang dokter "ada yang bisa ku bantu?"tanya dokter itu "hum..pasien yang di situ kok gak ada kemana ya?"tanya niko "oh, nona jeje ya?"kata dokter niko mengangguk "nona jeje sudah di bawa tuan chai pulang barusan saja"kata dokter "tuan chai? Siapa?"kata niko "kau tidak tau ya? Tuan chai soikham itu kakak nya nona jeje"kata dokter "oh..baik baik lah maaf menganggumu "kata niko sambil perlahan pergi "jangan jangan pria yang waktu itu merangkul jeje"fikir niko .


"uhuk...uhuk..uhuk!!"leo tersedak mendengar nama yang barusan keluar dari mulut niko "ew!! Kau jorok sekali"kata yang lain "maaf maaf"leo langsung mendekati niko "kau barusan bilang apa?"kata leo "apa?"kata niko "tidak hum aku mendengar kau berbisik sesuatu ke wahyu tadi"kata leo "dasar tukang nguping!"kata niko "kau sebut nama siapa tadi?"kata leo "tuan chai soikham"kata niko pelan "apa kau mengenalnya?"kata leo sambil berbisik "kau ini kenapa? "kata wahyu "duh..kalian ini gimana sih kenal dengan orang besar kok gak bilang bilang"bisik leo "apa kau mengenalnya?"tanya niko "tidak tidak, aku tidak kenal tapi aku tau. Akan ku beritahu tuan chai soikham itu bukan orang sembarangan dia punya banyak bodyguard dan juga punya lima belas perusahaan itu saja yang ku tau"kata leo "lima belas?"wahyu terkejut "aku merasa sulit bernafas"kata niko "lalu kau tau dari mana tentang tuan chai soikham?"ucap leo "hum..tau dari hum..aku dengar saja pas aku lewat makanya aku bertanya ke wahyu"kata niko "aah..ku fikir kau punya hubungan dekat dengannya, sayang sekali"kata leo niko perlahan menatap wahyu "minum dulu"kata wahyu "bawa aku ke kantin yu, aku butuh air dingin"kata niko.


Wahyu melihat tangan niko gemetar "apa dokter itu tidak berbohong?"kata wahyu "kau juga harus tau saat kita pesan burger dan bertemu jeje di sana pelayan memanggil jeje nona jeje soikham nama yang mirip dengan tuan chai soikham"kata niko "minum dulu, tenangkan dirimu"bisik wahyu "aku shock banget"kata niko sambil meletakan gelas yang dia pegang.


Di malam hari niko membuka laptopnya perlahan mengetik mencari tau tentang tuan chai soikham "huf...tenang"niko menekan tombol enter munculah gambar seorang pria berjas hitam berhidung mancung "glek!""niko mulai membaca artikel di depannya "tuan muda soikham membangun perusahaan baru bernama calista chaije "niko terus membaca sampai muncul nama jeje "wanita muda yang merupakan adik dari tuan muda soikham jarang sekali muncul di publik beberapa wartawan pernah melihat tuan muda soikham memanggil adiknya dengan nama jeje, dia jarang sekali memperlihatkan wajahnya dengan jelas dia lebih sering terlihat mengenakan pakaian tertutup dan juga topi serta masker"niko terus membaca "tuan muda soikham terkenal memiliki banyak pecapain di usia yang sangat muda"niko melihat foto pria muda di depanya.


Jeje terlihat terkejut "kak kau membatalkan pertandingan nya? " kata jeje chai mengangguk "jangan banyak tanya lagi segera istirahat " kata chai "kak chai... " ucap jeje chai yang hendak pergi kembali berbalik "hum.... bagaimana jika mataku ini "kata jeje " apa kau tidak menyadarinya nya dokter saja mengulur ngulur waktu aku yakin kala--"jeje terdiam ketika chai mengetuk dahinya "kenapa kau jadi cerewet sekali? " kata chai "huh.. aku sedang ser--" mulut jeje di tutup tangan chai "serius, matamu akan sembuh dan baik baik saja jangan kwatir tentang hal buruk aku ada di dekatmu"kata chai dengan lembut.


Steven melihat kaki tergantung di kandang serigala " ouh.. menjijikan"Steven menutup mulutnya "wah.. tinggal kakinya saja luar biasa" kal mengambil kaki itu dengan alat "huuuh.. kakiku ngilu" kata Steven "jujur aku berharap tidak ada yang tersisa dari pria bodoh ini" kal memasukan kaki itu ke dalam plastik hitam "hei, kenapa muka mu bisa sesantai itu? " kata Steven kal hanya menatapnya lalu pergi "ku yakin darah dingin nona cilik dan tuan chai sudah mengalir di tubuh kal, hiii" kata Steven.


niko mengangkat alisnya "tuan muda soikham memberikan donasi sebesar lima ratus juta dolar ke luar negri untuk korban bencana angin tornado" niko mengangguk pelan "berarti tuan chai ini tidak jahat" kata niko "kau ini sedang apa?" wahyu masuk dan duduk di dekat niko "aku mencari tau tentang tuan chai itu siapa, ku fikir dia orang yang kejam ternyata dia baik sekali" kata niko "dan kau yang menjadi jahat dan nakal" kata wahyu niko langsung menatap wahyu "maksud mu? " kata niko "kau makin sering beralasan agar sering keluar bolos untuk melihat nya kan? " kata wahyu "hm" niko mengangguk "maafkan aku sekarang aku tidak akan melakukan nya lagi yu, sungguh" kata niko wahyu tersenyum "jangan kecewa kan diri mu sendiri. sekarang istirahat lah" kata wahyu.


beberapa hari kemudian


"sreeet.. " perban di buka perlahan chai menatap ke arah jeje dengan tenang "nona.. buka matamu perlahan jangan terburu-buru pelan pelan saja" kata dokter "pelan pelan nona" kata may jeje pun menggerakkan kelopak mata nya perlahan. "hum" jeje melihat pandangan nya terlihat kurang jelas "perlahan nona" kata dokter jeje membuka matanya "gimana? " kata chai jeje menggeleng kan kepala nya.


Tini menatap niko di depannya "jadi jeje sakit? " tanya Tini niko mengangguk "matanya sakit bu, jadi dia tidak ke kampus" kata niko.


pintu di buka bunga melihat mamanya di depannya "saya mengantarkan anak mu nyonya" kata seorang polisi wanita yang di berdiri di pintu mengeluarkan air mata "bunga... ya ampun nak.. kamu kemana saja? " wanita itu terisak "mama... kau menangis? " kata bunga "tentu saja, mama mengkhawatirkan mu nak, hum pak terimakasih ya" wanita itu memeluk bunga dengan erat.


han memasukkan peluru ke senjata nya lalu dengan amarah yang membara dia melepaskan tembakan ke manekin di depannya "kurang bagus, aku mau senjata yang lain" kata han dia orang pria langsung memberikan senjata yang lebih besar ke han "dorrr... dorrr... dorr" han menggeleng kan kepalanya "yang lain!! " kata han dia pria itu memberikan satu senjata lagi "dorr" manekin tersebut langsung berlubang han tersenyum puas "sampai ketemu kembali nona jeje soikham" kata han.