
matahari mulai bersinar menerangi alam yang indah, burung burung mulai berkicau saling sahut menyahut begitupula dengan serangga kecil yang mulai berterbangan di atas bunga yang indah dan penuh warna. Beberapa orang sedang sibuk mengurus keperluan mereka "niko bisa tolong ambil kan air "kata wahyu "sepagi ini?"tanya niko "menurutmu, kita mau masak tapi air habis cepat sana ambil"kata wahyu "iya iya"kata niko "ganggu orang lagi menghayal"guman niko "hari ini mancing bareng yuk"kata rizi "iya iya setuju"kata yang lain "jeje..jeje"rizi memanggil jeje dari luar tenda "ku rasa dia sudah di sungai mandi pagi"kata wahyu "rajin sekali dia"kata archie. Niko berjalan sambil membawa ember "udah tau aku tidak tidur tapi dia malah nyuruh aku"kata niko "byuur.."jeje muncul dari dalam air dengan kaos lengan pendek niko terdiam "dia sudah di sungai"kata niko dalam hati sambil melihat jeje bersandar di batu dengan setengah tubuh masih berada di dalam air jeje mengusap rambutnya ke belakang lalu melihat langit biru yang cerah "padahal cuaca masih dingin loh tangan ku aja sangat dingin sekali"kata niko sambil melihat tangan nya "tapi dia su--"niko terkejut jeje sudah tidak ada di tempat "gerak sedikit aku akan mematahkan lehermu"kata jeje niko terdiam dia merasakan ada benda di dekat lehernya "jujur je, ak..aku cuma ingin mengambil air"kata niko "lihat kan..aa.aku bawa ember"kata niko "cepat ambil dan jangan melihat ke belakang"kata jeje niko menurut dia masuk ke air dan mengambil air "aku tidak melihat mu sungguh"kata niko "pergilah"kata jeje "gluk"niko menelan ludah nya "asli rasanya aku seperti di begal di jalan"kata niko sambil terus berjalan "anak itu sifat nya berubah ubah bikin orang spot jantung"guman niko "siapa?"tanya wahyu sambil mencuci beras "kau selalu saja bertanya padahal sudah tau"kata niko "emang kau di apakan sama dia?"kata wahyu "dia tadi mau membunuh ku"kata niko "apa?"wahyu terkejut "aku tidak tau bend-- itu dia"bisik niko terlihat "lihat tuh dia tidak pernah membantu"kata seseorang dengan berbisik ke yang lain "iya dia hanya mau enaknya saja"kata yang satunya "ku rasa percuma dia ikut ke sini" "betul sekali dia cuma beban" "iya kau benar" archie mendengar itu "apa yang kalian bicarakan?"kata archie mereka terdiam "katakan sesuatu yang bisa ku lakukan untuk mu"kata jeje yang sudah ada di belakang wahyu "dia datang "bisik mereka "hum..tidak ada je, oh ya nanti akan ada mancing bersama kau ikut kan"kata wahyu jeje terdiam "kita akan mancing bersama di sungai sekalian cari kerjaan kan karena kita tidak lama lagi di sini"kata wahyu "jadi apa yang akan ku lakukan"kata jeje "tidak ada kau hanya duduk, dan memancing"kata wahyu "jeje!! Aku sudah membuatkan pancing spsial untuk mu"kata rizi sambil menghampiri jeje "cuma untuk ku?"kata jeje "yang lain juga udah di buat "kata rizi sambil tersenyum dan mengulurkan satu pancing pada jeje wahyu menatap niko di sebelahnya "nanti aku duduk di sebelah mu ya"kata rizi "astaga rizi payah sekali"kata seseorang yang duduk di kursi kayu "mereka membicarakan mu"kata jeje "tid--"kata rizi "jadi jauhi aku"jeje ke tenda mengambil topi lalu pergi "jeje kita akan sarapan sebentar lagi!!"seru wahyu "aku tidak lapar"kata jeje rizi menatap sahabat nya pergi "kau terlalu peduli pada ku"kata rizi "dengar niko kau harus antar makanan ke sana"bisik wahyu "aa..aku??"kata niko "kau menyayanginya kan apa kau akan biarkan dia tidak makan?"kata wahyu .
"dia sudah bisa di hubungi ?"kata chai "belum tuan"kata bai "jika hari ini dia tidak mengangkat telpon segera jemput dia"kata chai "baik tuan"kata bai.
"kak aku tidak makan"rizi berdiri "kenapa?"kata wahyu "sahabat ku tidak makan "kata rizi "sahabat mu akan makan"kata wahyu sambil menunduk "aku sudah menyuruh niko mengantar sarapan nya "bisik wahyu "tapi bagaimana jika dia tidak makan?"kata rizi "jika kau makan, sahabat mu juga akan makan"kata wahyu. Niko melihat ke segala arah "biasanya dia duduk di sini"kata niko "tapi kok gak ada ya"niko berjalan lagi mencari jeje. "kenapa dia cepat sekali menghilang"fikir niko dia melihat ada bunga yang terjatuh di tanah niko tersenyum sepertinya dia menyelusuri sungai"kata niko dia semakin bersemangat berjalan benar saja dia menemukan apa yang dia cari terlihat seorang wanita bersandar di akar kayu sambil berbaring dan menaikan satu kakinya dia memejamkan mata terlihat juga ada segenggam bunga di sisinya "kenapa kau pergi jauh sekali?"niko duduk di sisi jeje "sekarang makan lah sarapan mu"kata niko jeje membuka matanya perlahan lalu menatap tajam ke orang yang berada di sebelahnya "aku sudah membawanya jauh jauh loh sekarang makan lah"kata niko "humm..kau suka bunga ya?"ujar niko "aku tidak lapar dan kenapa kau datang ke sini"ucap jeje "mereka yang--"kata niko "kau berbohong"jeje duduk "aku tidak berbohong mereka yang meminta ku mengantar sarapan mu"kata niko jeje tertawa sinis "aku selalu berharap aku menemukan orang yang jujur di dunia"jeje tersenyum sinis sambil menggelengkan kepala nya "tapi iti mustahil salah satu nya sama seperti mu"kata jeje "kau salah"kata niko sambil menatap jeje yang tidak menatap ke arah nya "sebenarnya banyak orang jujur di dunia tapi mereka tidak di percayai oleh orang yang sering bertemu dengan orang yang sudah di bohongi berkali kali"kata niko "duh...aku bicara apa ya"fikir niko jeje diam dengan tatapan kosong "apakah kau tidak tau kalau temanmu rizi mengkwatirkan mu"kata niko "jika kau tidak makan maka dia kemungkinan akan melakukan hal yang sama"kata niko "dia bukan TEMAN KU"kata jeje "oh..tidak mengapa tapi yang harus kau tau rizi tadi sangat kwatir padamu , sampai wahyu langsung menyuruhku mengantar ini pada mu"kata niko "kau tau terkadang orang hanya tau kita dengan melihat luar nya, seperti orang melihat ku contoh nya kaya dirimu yang melihat ku oh anak itu di sukai banyak orang, oh anak itu selalu ceria dan semangat. Tapi orang tidak tau dengan apa yang kita alami dalam kisah perjalan kita, jika terus mendengarkan orang dunia kita tidak akan pernah ada"kata niko "kau tidak boleh mendengarkan kata orang karena jika kau mendengarkan perkataan orang yang tidak tau kisah mu maka dunia mu tidak akan pernah ada"jeje teringat perkataan chai "kau benar"kata jeje "tapi kau tidak mengerti"kata jeje setelah hening "tentu saja aku akan mengerti saat melihat mu"ujar niko jeje menatao niko "kau memiliki rasa peduli yang kuat pada teman teman mu seperti rizi dan orang yang berada dekat dengan mu"kata niko "tapi kau tidak mengakui nya kalau kau peduli dengan nya"kata niko "kau harus mengerti je, kita terkadang tidak percaya kalau ada orang yang menyayangi kita, orang yang peduli dengan kita atau kadang memang bukan tidak percaya tapi pura pura tidak tau"niko memandang langit "kau banyak bicara"ucap jeje "kau memiliki sisi baik je, seperti pada waktu kau menolongku, kau meng--"ujar niko "aku terpaksa menolongmu"kata jeje tiba tiba ponsel nya berbunyi jeje menatap layar ponsel lalu segera berdiri dan berjalan agak jauh dari niko "kak bai"kata jeje "aih nona anda kemana saja?"tanya bai "aku di hutan sedang berkemah"kata jeje "apa anda baik baik saja? Tuan selalu bertanya tentang mu"kata bai "kak bai bilang ke kak chai"ujar jeje "dia menelpon siapa"fikir niko "aku baik baik saja, tidak ada yang berani melukaiku, ataupun menyakitiku. Aku sangat senang"kata jeje niko mendengar sedikit suara jeje "dia berbohong aku tau dia pasti sedikit terluka dengan ucapan orang orang tadi"fikir niko "pulang dari sini aku akan segera berlatih, pertandingan akan segera di laksanakan bukan?"ucap jeje "iya nona kalau begitu selamat bersenang senang"kata bai. Jeje memasukan ponselnya ke saku dia masih melihat niko duduk di tempat nya tadi terlihat niko menguap berkali kali "kenapa kau tidak pergi?"tanya jeje "karena kau belum sarapan, apa jawaban ku nanti di saat teman mu bertanya pada ku"ujar niko jeje terdiam "aku tidak bisa berbohong kan"kata niko "bisa"kata jeje "bisa memang bisa tapi aku ingin jujur agar kau melihat kalau di dunia masih ada orang yang jujur"kata niko "kalau begitu makan lah"kata jeje niko menatap jeje dengan heran "kau sedang lapar kan?"kata jeje sambil melihat air sungai "kau juga pasti tidak tidur"kata jeje "dalam kondisi seperti itu kau malah datang menemui orang sepertiku"kata jeje "kau benar semua yang kau katakan benar"kata niko jeje melihat kupu kupu berterbangan di dekat nya "kalau begitu makan lah dan kau diam saja di saat mereka bertanya apapun "kata jeje "aku ke sini mengantar makanan mu "kata niko sambil berdiri "kau saja sedang lapar kenapa tidak kau yang makan aku mau pergi jangan ikuti aku"kata jeje "kau sama sekali tidak mengerti"ucap niko jeje berhenti melangkah "inilah yang di namakan rasa peduli"kata niko "kau pasti tau tentang rasa ini kan"kata niko "kau peduli dengan orang sekitarmu tapi kau tidak mengakuinya. Mereka mengakui mu sebagai teman karena mereka benar benar tulus menyayangimu. Mereka mengkwatirkan jika tidak percaya temui rizi"kata niko jeje berbalik "aku ti--"jeje terdiam ada beruang berwarna coklat tak jauh dari niko "jangan bergerak "kata jeje beruang itu berjalan ke arah mereka "apa yang kau--"niko tidak mengerti jeje berjalan ke arah niko di saat beruang itu melihat arah lain niko melihat jeje memberi isyarat agar dia diam memilih menurut beruang itu mengendus ngendus tanah jeje mendekati niko "ada apa"bisik niko jeje melihat beruang itu melihat air sungai jeje memeluk niko dan membalik badan niko beruang melihat ke arah mereka "apa yang kau--"niko melihat beruang itu semakin dekat "tagan nafas dan jangan bergerak dia sudah mengendus tanah tempat aku berdiri jadi dia tau aroma ku"bisik jeje beruang memperhatikan kaki jeje yang berdiri tegak seperti kayu "agrrrrr"dia mengeluarkan suara lalu pergi begitu saja setelah melihat beruang pergi jeje melepas pelukanya "astaga kau tau apa yang kau lakukan?? Bagaimana jika beruang itu meny--"ucapan niko langsung di potong oleh jeje "dia tidak memiliki tanda ingin menyerang seperti di awal dia cuma menggertak dan jika kau banyak bicara dia tidak akan segan menerkam mu"kata jeje "jeje!!"rizi datang dengan alat pancing "kau di sini ru---"rizi menatap makanan di bawah dan bunga "kau belum makan??"ucap rizi dengan muka sedih "aku baru mau makan niko sedang mengambilkan ku air buat cuci tangan"ujar jeje "oohh.. Kirain kau tidak mau makan aku sudah kwatir sekali"kata rizi "kau mau mancing?"tanya jeje rizi mengangguk "pergilah agak ke kanan sedikit di sini banyak serangga "kata jeje "baik aku akan menurut aku ke sana ya dekat kak wahyu ini pancing kalian berdua cepat makanya"rizi pergi "kau berbohong pada nya pertama di sini tidak banyak serangga ke dua kau tidak mau makan"kata niko "kau tidak mengerti pertama serangga yang ku maksud adalah beruang tadi ke dua aku mau di mancing di sungai ini saja bukan sungai yang ada agak jauh di sana karena itu banyak hewan penghisap darah ke tiga kau harus ambilkan aku cuci tangan"ucap jeje niko terdiam sesaat "aku tidak pernah berbohong"kata jeje sambil duduk niko segera mengambil air dengan daun "dia berubah lagi"fikir niko "aku makan kau juga makan sisanya"ujar jeje sambil membawa daun berisi makanan dan duduk agak berjarak dari niko "kenapa kau mau berbagi pada ku?"ucap niko "karena aku tidak akan habis memakan makanan sebanyak ini"ucap jeje.
han berjalan ke sana ke sini dia terlihat gelisah sekali "bro"athan datang "jangan berisik"ucap han "aku tau kau sedang pusing masalah dokumen itu tapi kau bisa melakukan hal serupa lagi"kata afdal "maksudmu?"tanya han "kita culik jeje dan telpon chai dan kita bisa bertukar"kata athan "tapi itu sulit anak itu pasti sedang di kawal"kata han "bukan kah kau bilang anak itu akan bertanding nah setelah selesai bertanding ada kemungkinan pengawalan pada anak itu berkurang karena mereka sibuk mengurus pertandingan dan sudah pasti mereka lelah"kata athan, han terdiam lalu tersenyum.
Jeje mencuci tangan nya setelah selesai makan niko juga sudah selesai dan dia sedang memegang alat pancing nya "je, kau bisa mancing?"tanya niko jeje tidak menjawab jeje mengambil pancing nya lalu memasang umpan niko tidak lagi bertanya "sekarang dia jadi gadis yang dingin"kata niko "duhh...aku kok ngantuk ya"fikir niko hingga pada akhirnya dia tidur "jeje"rizi melihat jeje berjalan ke arahnya "mana niko?"tanya wahyu "aku tidak lihat"kata jeje sambil duduk di dekat rizi sambil menuang hasil tangkapannya ke ember rizi "bagaimana mungkin??"fikir wahyu setelah melihat jeje menuang hasil tanggapannya ke ember rizi "biasakan pakai topi karena cuaca panas"jeje memakaikan topinya ke rizi dan langsung pergi "dia kok bisa dapat ikan dengan cepat?"kata wahyu "aku juga tidak tau"kata rizi.
Rizi membantu yang lain membakar ikan sedangkan dila membuat sambal "hum..kau tidak melihat nya"bisik niko "tidak ku rasa dia di dalam tenda"kata wahyu niko melirik ke tenda jeje "wuizz.."angin mulai bertiup "gusy kayanya mau hujan"kata baim "iya cepat cepat"kata yang lain "dila panggil jeje keluar"kata wahyu "baik kak"ucap dila sambil berdiri menghampiri tenda jeje "jeje.jeje"ucap dila karena tidak ada jawaban dila membuka tenda dan ternyata kosong.
Semuanya kembali ke tenda masing masing niko dan wahyu mengwasi semuanya sampai semuanya masuk karena cuaca mendung "jeje belum kembali"kata niko "cari dia aku tunggu atau aku ikut?"kata wahyu "aku sendiri saja"kata niko "good luck"ucap wahyu.
Niko melihat ada cahaya agak jauh dari posisinya "hujan akan turun"ucap niko setelah dia melihat jeje duduk memperhatikan api kecil di depannya "jika kau terus di sini kau akan kehujanan"kata niko "anak tk juga tau"sahut jeje sambil menarik nafas dan melihat niko di depannya "lalu kenapa kau tidak kembali ke tenda? Kau juga belum makan malam"ujar niko "mereka tadi menunggumu untuk makan bersama"kata niko "tapi kau malah diam di sini sendirian"kata niko "sampai kapan?"jeje menatap langit yang semakin gelap "hum??"niko tidak mengerti "mau sampai kapan kau menjadi orang yang sok peduli"kata jeje niko menatap jeje "oh jadi kau mengira aku sok peduli?"ujar niko hujan perlahan turun jeje menatap langit air hujan jatuh ke wajah nya "ayo je hujan sudah turun"niko mengulurkan tangan ke jeje "aku sudah basah bodoh"jeje berdiri sendiri api perlahan mati "aku juga jadi basah gara gara kau"kata niko "kau sendiri yang datang"kata jeje sambil berjalan santai "apa kau gila, hujan sudah turun dan kau berjalan seolah olah cuaca tidak hujan"kata niko "aku suka hujan"kata jeje niko berhenti berlari dia melihat ekpresi datar di wajah jeje "kau kok bisa suka hujan, hm.. Sebenarnya aku juga suka hujan tapi kalau hujanya siang kan agak terang"kata niko jeje tidak menanggapi nya.
di dalam tenda jeje belum tidur masih mendengarkan suara hujan di luar "halo..halo"jeje mendengar suara dari luar lalu segera membuka tenda "kau sedang apa pecundang"ucap jeje "membuatkan mu minuman hangat kita tadi kan habis kehujanan"kata niko entah dari mana dia bisa mendapatkan jas hujan "aku tidak mau"jeje mau menutup tendanya tapi tangannya di tahan oleh niko "kau berani sekali!"ucap jeje di saat niko melepas jas hujan nya dan masuk ke tenda jeje. "di luar sangat dingin"kata niko sambil meniup jari jemarinya "kau kan punya kopi minum saja"kata jeje "kau juga minum"niko menuang kopi ke gelas satunya "ayo minum kau kedinginan juga kan?"kata niko jeje diam melihat niko meniup kopinya "pegang begini"niko memegang tangan jeny lalu menyentuhkannya ke gelas jeny "tangan mu sangat dingin"kata niko "akan sedikit hangat jika memegang gelas iya kan?"ujar niko "satu gelas di bagi dua"ucap jeje "iya kau kurang ya ?"kata niko jeje tersenyum sinis "kau dapat ide dari mana?"ucap jeje "dari mu"kata niko sambil menatap mata jeje yang menatap ke arah nya "gluk"niko kembali menelan air liur nya "tatapan nya sangat tajam"fikir niko "bagaimana bisa?"tanya jeje "aku hanya mengikuti apa yang kau lakukan saat di sungai tadi"kata niko "kau berbagi pada ku"kata niko "jeje..."ada suara rizi di luar "mati aku"fikir niko "ada apa?"jeje membuka sedikit tenda nya "aku bawa selimut untuk mu kau kedinginan kan"kata rizi "kau tau di luar hujan kenapa malah melakukan hal bodoh?"ujar jeje "aku takut kau kedinginan"kata rizi "pergilah bagi selimutmu untuk teman satu tendamu aku juga punya dua selimut sana pergi.."kata jeje "kau yakin?"kata rizi "jika ada yang lebih membutuhkan, kenapa aku tidak yakin?"kata jeje "baik lah aku ikuti ucapan mu teman"rizi pergi "kenapa kau menatap ku begitu?"ujar jeje "apa kau masih tidak percaya kalau masih ada orang yang peduli pada mu"kata niko "buktinya sudah di depan mata lo"kata niko "diam! Kau tau kalau ada yang-"kata jeje "yang melihat mu di dekatku apa kata mereka, mereka akan berkata buruk tentang mu itu kan yang mau kau katakan"ucap niko sambil tersenyum "dengar je.. Aku sudah mendengar ucapan manis, ucapan kasar dari orang aku sudah pernah dengar jadi apa yang harus ku takutkan? Jika mereka melihat aku di dekat mu dan mereka berkata buruk mereka lah yang salah karena mereka tidak melihat wanita berhati mulia seperti mu aku akan langsung menarikmu di depan mereka dan berkata kalian lebih pantas di bawah kakinya jeje"ucap niko "kenapa diam ayo minum kopi nya"kata niko jeje meminum kopinya perlahan "apa kau memiliki saudara?"tanya niko jeje tidak menjawab "ku yakin punya kan?"kata niko "sama sepertimu"ujar jeje niko menatap jeje "oh..begitu ya"kata niko "kau tau je, ada enak dan tidak enaknya menjadi orang seperti kita pertama kita kan tidak ada siapa siapa kita bisa bergerak bebas kemanapun pergi, melakukan apa yang kita ingin lakukan yang gak enaknya yah ucapan orang yang tidak memiliki hati nurani hanya orang yang mengalami hal yang sama baru bisa saling mengerti"niko terkekeh jeje hanya melihat nya "tapi sayang nya aku harus belajar giat agar bisa membalas jasa orang tua angkat ku.aku harus bisa membantu mereka di masa depan"kata niko "kau tidak bertanya pada ku dimana orang tua ku yang asli?"kata niko jeny menggeleng "ada yang tidak boleh kita ketaui walaupun kita ingin tau dan begitu sebaliknya"kata jeje "aku selalu benci pertanyaan itu"kata jeje "aku juga benci tapi mereka terus mengatakan itu dan itu membuat ku terbiasa, orang tua ku entah di mana haha mereka membuangku begitu saja setelah mereka bertengkar haha lucu sekali anak anak seperti yang menjadi mainan takdir"kata niko jeje meletakan gelasnya "tapi apapun yang terjadi aku sudah menikmatinya"kata niko dia terus bercerita sementara jeje hanya diam "jadi apapun yang terjadi aku senang jika bisa berteman dengan mu, kau pasti sudah bosan kan aku sudah bercerita banyak haha maaf ya aku terlalu bersemangat.kau tidurlah dan istirahat good night"niko keluar "hei"ucap jeje niko berbalik "senang bisa bertemu dengan mu pecundang"jeje mengulurkan tangan niko mengerti jeje mengajak tukar tos bersama nya dengan tersenyum senang niko pun bertukar tos dengan jeje untuk ke dua kalinya.