
"aahhh.. unmmm uhuk uhuk uhuk uhuk" jeje mendengar suara di dekat rumah pengawal yang berada tak jauh dari rumah utama "kenapa mereka? " kata jeje sambil berdiri "sial.. air nya masuk ke dalam otak ku" kata lim "aduhh.. hidung ku panas" kata hary "oi oi.. kalian sedang apa? " kata jeje "mereka ingin mempelajari teknik tahan nafas selama beberapa jam di dalam air" kata kal "ternyata itu tidak mudah" kata lim "siapa yang bilang mudah aku bahkan butuh waktu yang lama untuk mempelajari nya meskipun sudah bisa namun aku tetap meminum air saat mendapatkan serangan yang membuat mobil ku masuk ke air waktu itu tapi tetap saja kalau lagi kondisi begitu sulit sekali mempraktekkan teknik itu" kata jeje "dan kalian tau jeje juga pingsan padahal dia tau teknik ini" kata kal "jika ingin melakukan teknik ini di kehidupan nyata kita harus mempersiapkan diri baru masuk ke air " kata jeje "itu benar jika mendadak itu sangat sulit tapi juga bisa di lakukan" kata kal "bersyukur kalian yang mengajari kak kal bila kak chai yang mengajarkan ku yakin meskipun kalian berteriak atau tidak sadar kan diri kalian akan tetap di paksa tau" kata jeje "tapi sekarang ka bisa melakukan nya? " kata lim "bisa" jeje masuk ke air "mari kita lakukan" kata jeje sambil memasukkan dirinya ke dalam air "ufff.. uhuk" lim keluar dari air terlihat Steven dan jeje masih ada di dalam air "sial" Steven naik "hah.. hah.. " nafas Steven tersengal sengal "itu benar benar ya lihat jeje belum naik" kata hary "ketuk dia" kata kal lim mengetuk bahu jeje dan perlahan jeje naik "kalian akan bisa melakukan nya yang terpenting sebelum melakukan nya kalian harus tenang tidak boleh buru buru ataupun panik" kata jerico "jeje" kal mendekati jeje yang sudah naik dari kolam "hm? " jeje menatap kal "oih mmph. sial" kata jeje ketika kal memasukkan sesuatu ke mulut jeje "makan jangan di buang" kal menahan jeje dan menutup mulut jeje "hmm" jeje memberontak "makan.. ayo telan.. " kata kal "tuan chai baru menelpon ku mengatakan hari ini aku harus memastikan mu meminum vitamin mu karena aku tau kau lebih sering membuang vitamin mu dari pada memakan nya maka dari itu cara ini sangat berguna" kata kal sambil melepaskan jeje "sial.. saralew " kata jeje "sudah tertelan" kata kal "kau tau betapa asam nya pil besar itu" kata jeje "aku tidak tau dan tidak mau tau" kata kal "menyebalkan ayo semuanya bersiap siap kita akan pergi keluar jangan ajak dia" kata jeje "oh kau marah pada ku" kata kal "**** you" kata jeje.
di markas...
beberapa piring di letakan ke atas meja "ayo ayo makan" kata jojo "duaakkkk!!! " semua nya menoleh ke arah pintu "jeje!! " kata Ariel "oh ada orang" kata jeje "sialan kamu" kata memo "kalian baru makan? dari tadi ngapain aja? " kata jeje "kami habis pulang kerja dan untung nya ada dia yang mengantarkan kami pulang" kata jojo "leo? " kata jeje "Hai" kata leo "kalian saling kenal juga? " kata jeje "hanya kebetulan berkenalan di warnet" kata leo "aku sedang tidak ingin bicara" jeje berjalan ke arah ruangan belakang "eh di belakang kan ada--" kata leo "astaga" kata jojo "siiiallll!!! brengsek!!! " terdengar suara jeje begitu keras "aahhh... " terdengar suara pria juga "kenapa kau ada di sini!! " kata jeje di kamar mandi "aku sedang mencuci tangan kau membuat ku kaget" kata niko "dasar sialan!! berani sekali kau datang ke markas" kata jeje "kenapa kau keberatan? " kata niko "ini markas ku hanya aku yang boleh menentukan siapa yang boleh datang" kata jeje "sama seperti ku" kata niko "apa yang sama? " kata jeje "hati ku! hati ku yang menentukan aku boleh suka dan cinta pada siapa dan bukan kau yang mengatur ku tapi kenapa waktu itu kau mengatur ku dan melarang ku? " kata niko "karena aku su-- tidak suka pada mu!! " kata jeje "sana sana!! pergi!!! " kata jeje "aku belum selesai kau yang pergi" kata niko "enak saja" kata jeje sambil mematikan keran "kau memang gadis yang menyebalkan" niko kembali menyalakan keran "kelihatan nya mereka bertengkar" kata Ariel "hei hei" leo membuka pintu "jangan di buka" kata niko dan jeje tapi leo sudah terlanjur membuka pintu "jrassss" air mengenai wajah leo "ada apa ini? " kata memo "keran nya rusak" kata jeje "astaga kok bisa kau sudah merusak nya semalam je" kata jojo "kali ini bukan aku tapi pecundang sialan itu" kata jeje dengan tangan masih menutupi keran yang rusak "aku akan cari akal dulu" kata leo "jojo kemarikan tangan mu" kata jeje "haa.. sini sini" kata jojo "ahh.. basah sadar sialan " jeje pergi "jeje mau mau kemana sebenarnya? " kata Ariel "aku mau pulang tadi habis makan" kata jeje setelah ganti baju "aku belikan kalian seafood pedas" kata jeje "jadi kau tidak makan dengan kami? " kata memo "tidak bisa aku harus segera pulang ada.. sesuatu yang harus ku kerjakan" kata jeje "oke deh" kata desi "dengar ya besok orang berwajah seperti itu di larang ke sini dia menyebalkan" kata jeje "dia kan teman kita juga" kata jojo "ya ya terserah" jeje keluar dari pintu "kita pulang" kata jeje "siap nona" kata bodyguard "dia membawa bodyguard ke sini? " kata leo "kemana pun dia pergi bodyguard nya akan tetap ikut" kata jojo "waw" kata leo.
keesokan harinya...
kal memasang anti peluru ke tubuh jeje "kak kal kak chai kan gak ada bag--" kata jeje "tetap pakai" kata kal "dasar tidak menyenangkan" kata jeje "jangan mengeluh terus" kata kal "kak kal bagaimana dengan rekan balap ku? " kata jeje "siapa? " kata kal "wanita itu" kata jeje "aku akan menyuruh hary untuk melihat nya" kata kal "oke" kata jeje.
di dalam kelas..
"kita akan melakukan penelitian di pantai" kata Gilang "tidak usah jauh jauh" kata jeje Gilang menatap jeje yang sedang makan dengan tenang "kenapa ? " kata gilang "di pantai kau bisa mati di makan megalodon" kata jeje "apa itu megalodon? " kata shela "apa itu monster? " kata hima "tidak ada megalodon di sana jeje" kata Gilang "dan apa yang sedang kau makan? " Gilang berjalan ke arah meja jeje "sandwich buah jangan coba coba menyentuh nya jika kau tidak ingin kehilangan jarimu" kata jeje "kau makan di kelas tanpa berbagi ke teman teman mu? " kata Gilang "aku tidak punya teman" kata jeje "baik lah anak anak jangan lupa besok jam delapan" kata Gilang "jeje apa yang kau katakan? " dila mendekati jeje setelah Gilang pergi "apa? " kata jeje "kau bilang kau tidak punya teman lalu aku? aku kan teman mu? " kata dila "tidak semua orang perlu tau itu" kata jeje.
"jeje" jeje berhenti melangkah menatap archie "Hai baby" niko datang dengan membawa bunga archie menatap niko begitu juga sebaliknya "uh.. apa kalian sedang bicara? " kata niko jeje menatap archie "aku" kata archie "mau? " jeje menyodorkan sekaleng cola ke archie "terimakasih hum.. aku berencana mengajak mu ke kantin" kata archie "aku juga akan ke sana kau boleh ikut ayo" kata jeje "apa? aku aku bagaimana? " kata niko tapi archie dan jeje sudah pergi.
"kemana jeje kok lama sekali" kata mawar "itu dia" kata rizi "kenapa belum pesan? " kata jeje "kami menunggu mu" kata dila "bibi menu spesial untuk satu meja ini" kata jeje "kak archie tumben ikut" kata vito "iya aku tadi berniat mengajak jeje ke kantin" kata archie "duhh.. aku gak sabar ingin ke pantai" kata baim "ya ya kalian yang punya tugas aku juga yang harus ikut " kata anggel "kenapa? " kata baim "kami di suruh mengawasi kalian" kata mawar "kak niko ayo makan dengan kami" seorang gadis menarik niko yang baru saja datang "tidak.. aku harus ke--" kata niko "ayolah kak niko lagian jeje tidak memperdulikan mu" kata mereka "ayolah " mereka memaksa niko untuk duduk "kak niko tadi aku pesan es krim dua ku fikir aku mampu menghabiskan nya ternyata tidak ini untuk mu satu" kata salah satu gadis "tapi aku " kata niko sambil melirik ke jeje yang tidak menoleh ke arah nya "ayo makan" kata rizi jeje mengambil satu kentang goreng dan mulai memakan nya
"kak niko ayolah coba"
"kak niko coba nugget ini"
"yang ini manis loh"
"kak niko bagaimana es krim nya? "
"ini terlalu manis aku tidak bisa makan"
"ayolah kak niko coba sekali lagi"
"kak coba roti bakar ini"
"kau tidak suka manis ya"
"coba makan sate kerang ini kak ayo aku suapin"
"haduhh.. seharusnya aku yang menyuapi nya"
"taakkl!! " jeje meletakkan gelas nya lalu berdiri "jeje ada apa? " kata mawar jeje mengepal tangan nya "aku tidak mau lagi" jeje pergi "bibi ini uang nya " niko melihat jeje pergi "hum.. maaf semua nya aku aku harus pergi" kata niko sambil berdiri.
"baby.. baby... hei baby.. baby.. tunggu baby.. baby.. " niko terus mengejar jeje "baby.. baby hei" niko menarik tangan jeje "baby.. tunggu tunggu" kata niko "diam!!! aku tidak mau bicara pada mu!! " kata jeje "iya tapi kenapa? aku tadi mau menemui da--" kata niko "tapi kau malah menemui gadis lain!!! " seru jeje "sial apa yang ku katakan" kata jeje dalam hati "aku tidak perduli" jeje ingin pergi tapi niko menahan nya "kau cemburu? " niko menyudutkan jeje ke dinding "jangan terlalu percaya diri! " kata jeje "apa kau tidak tau bagaimana perasaan ku saat kau lebih memilih archie dan mengabaikan ku? saat ini itulah yang ku rasa kan" kata niko "kau bicara apa? " kata jeje "aku tau apa yang kau rasakan saat ini " kata niko "panas, rasa sedikit mengganggu terasa sakit dan juga sedikit menyiksa intinya semuanya adalah rasa yang sangat tidak enak ya rasa yang sangat tidak enak tapi kau tau itu apa? itulah yang nama nya cemburu" kata niko "tapi aku tidak merasakan itu" kata jeje "benarkah? lalu kenapa kau membanting gelas mu di meja? lalu pergi dengan marah? " kata niko "kau salah aku membanting gelas karena itu kebiasaan ku bukan hal lain" kata jeje "pergi dengan marah " kata niko "aku sedang tidak marah" kata jeje "minggir aku harus pergi" kata jeje "oke oke maaf ya jika aku mengira kau cemburu kalau begitu aku akan pergi ke pantai bersama para gadis yang cantik dan juga baik pasti sangat menyenangkan" kata niko lalu dia menyingkirkan tangan nya "dasar menyebalkan! " jeje menendang kaki niko lalu pergi "aku akan pergi dengan para gadis" seru niko melihat jeje sudah jauh niko langsung tersenyum "sekarang muka datar nya sudah berani menunjukkan ekspresi" kata niko.
di rumah sakit..
Sara duduk di samping ranjang kakak nya yang masih terbaring jeje berhenti melangkah di depan pintu kal mengangguk pelan jeje perlahan membuka pintu "jeje" kata sara sambil berdiri menghampiri jeje .
jeje menyodorkan sebuah amplop "apa ini? " kata sara "dari pemilik sirkuit" kata jeje "terimakasih" kata sara "nanti malam jangan pakai motor mu pakai motor ku yang lain" kata jeje sambil berbalik bersiap untuk pergi "jeje" kata sara "aku" kata sara "akan ada perawat khusus yang akan menjaga nya " jeje pergi "kali ini kita akan tangkap pelaku yang membuat kakak mu tewas" kata jeje dalam hati.