What Is Love

What Is Love
tos



Jeje membuka tenda nya terlihat kesibukan masing masing ada yang memasak,membuat pancing,mencari kayu,mempersiapkan bahan makanan "pagi"rizi menyodorkan segelas kopi "pagi juga"kata jeje rizi langsung pergi berlari jeje heran melihat nya "ada apa?"tanya archie ketika melihat rizi melompat lompat di samping tendanya "aku senang temanku menjawab sapaan ku dengan sedikit senyuman"kata rizi "siapa? Jeje kah"kata archie rizi mengangguk "jeje kau mau kemana?"tanya dila "mandi lah"kata jeje sambil pergi tetapi saat di tengah perjalanan jeje melihat baim yang hendak menebang pohon "aduhh aw aw"baim kesakitan "apa kau gila melempari ku dengan batu"kata baim "ada apa je ?"vito juga heran "apa yang kalian lakukan?"tanya jeje dengan memainkan batu di tangannya "kami sedang menebang pohon buat kayu bakar"kata baim kesal "aku melarang"kata jeje "apa kau mencari masalah pada ku!"kata baim "tenang tenang"kata vito "jika buat kayu bakar kalian bisa memungut kayu kering yang jatuh bukan menebang pohon !!"kata jeje dengan nada tinggi sambil menatap baim "jika kau memaksa aku tidak akan sungkan "kata jeje "tenang semuanya jangan berkelahi"kata vito "sepertinya ada keributan di sana"kata orang orang "aku akan memeriksa nya"kata wahyu "aku ikut"kata niko "jadi kau berkelahi"kata baim "jika kau memaksa untuk menebang nya maka aku akan menghajar mu"jeje menatap baim dengan tajam "hei hei"wahyu merebut batu dari tangan jeje "ada apa ini"kata niko "begini kak, kami mau menebang satu pohon buat kayu bakar lalu jeje datang melempar batu ke kami dan baim marah jeje mengatakan kami harus mencari ranting jatuh bukan menebang pohon"kata vito "jeje benar aku menyuruh kalian memungut kayu bukan menebang pohon"kata wahyu "bela saja dia sekalian suruh dia cari sendiri"kata baim sambil pergi "maafkan teman ku kak"kata vito "woi!!"seru jeje "baim berhenti "jika aku menemukan kayu bakar yang cukup aku akan membakar mu di atas nya"kata jeje sambil pergi "pergi bantu dia cari kayu nya"kata wahyu "baik"kata niko.


"jeje tunggu aku ikut dengan mu"kata niko sambil mengikuti jeje dari belakang "jangan berisik cepat pungut!"kata jeje sambil mengambil beberapa ranting kering yang sudah jatuh "baik baik "kata niko "kita tidak mempunyai tali buat mengikat kayunya ku kira ini sudah cukup"kata niko jeje diam lalu berjalan ke arah niko "gluk"niko menelan ludah "apa aku salah bicara?"fikir niko "bett bett"kayu di ikat dengan ranting "wah kau kreatif juga je, ngomong ngomong apa kau akan melakukan yang kau ucapkan ke baim tadi?"kata niko "tentu saja"kata jeje "gluk"niko kembali menelan ludah "aku benci orang yang seenaknya"kata jeje "ahh..aku tau itu karena rasa cinta mu pada alam kan walaupun sebatang pohon kau tidak terima jika pohon itu di tebang"kata niko "aku juga akan membakar mu"kata jeje "tapi tapi apa salah ku"kata niko "karena kau banyak bicara"kata jeje niko tidak lagi bicara mereka terus berjalan sampai sudah lima ikat kayu bakar "hm..je ini sudah ***---"niko terpeleset "haaa astaga"niko tidak sengaja menarik akar yang di pegang jeje sehingga jeje ikut jatuh terperosok ke jurang "aah sial"jeje mencoba mencari cari dan jeje yang melihat akar pohon besar segera menyambar nya melihat niko terus turun jeje dengan sigap menarik kaki niko saat niko jatuh berguling guling "astaga tuhan aku terbalik"kata niko "kau selalu saja membuatku dalam masalah!!"kata jeje "zrut"tangan jeje yang licin perlahan melorot "sial aku tidak kuat"kata jeje "matilah kita"kata niko "kita terjun haaa"akhirnya mereka terus melorot "awaa batu je"kata niko yang masih melorot "zruuutt debuggg"niko terjatuh begitu juga dengan jeje "aahhh ah hah hah kenapa aku tidak mati saja"kata jeje "bersyukur kita masih hidup bisa geser tangan ku kena badan mu"kata niko jeje pun berdiri kayu bakar berserakan niko masih duduk menggenggam tangan nya sejenak lalu berdiri "sekarang kita harus cari cara bagaimana kita naik ke atas"kata niko jeje masih menggerakan lehernya ke kanan ke kiri "dengar ya ini semua gar--"jeje terdiam saat berbalik melihat tangan kanan niko penuh luka dan berdarah niko langsung menyembunyikan tangan nya jeje melihat di mana dia jatuh tadi baru menegang kepalanya ternyata niko melindungi kepala jeje dengan tangan nya saat jeje hampir kebentur batu sungai "hm mm..aku aku aku tidak papa"kata niko .


"aaah ah aaa.."niko kesakitan saat jeje menekan luka nya dengan tanaman hijau yang di haluskan "kenapa kau harus melakukan ini dasar bodoh"kata jeje lalu dia merobek hoodie nya dan menggunakannya untuk membalut luka niko "aku juga tidak tau kenapa aku melakukannya, tubuh ku reflek bergerak sendiri"kata niko sambil menatap wajah jeje "lalu kenapa kau mengobati ku?"tanya niko jeje menatap niko "aku terpaksa melakukan nya"kata jeje kemudian dia berdiri melipat daun besar dan mengambil air sungai lalu membawanya ke niko "minum lah aku tidak mau kau mati dan menyusahkan ku lagi"kata jeje "air sungai"kata niko jeje menatap tajam ke niko "baik aku minum kebetulan aku haus"kata niko "mata nya menusuk ke jantung ku rasanya"kata niko dalam hati "kau mau kemana"kata niko melihat jeje berdiri "diam di sini jangan kemana pun atau ku tenggelamkan kau di sungai ini"kata jeje sambil pergi "mau apa dia"niko berdiri menyusun kayu bakar yang berserakan "kenapa jeje lama sekali"kata niko setelah memakan waktu agak lama niko masih menyusun kayu "aku menyuruhmu diam itu artinya jangan bergerak kenapa kau tidak menurut"kata jeje "hum."niko berbalik jeje sudah datang dengan empat ikat kayu bakar "jeje itu banyak sekali "kata niko "apa menurutmu ini sudah cukup untuk membakarnya"kata jeje sambil membatu niko "astaga ...ya tuhan tolong lindungi baim"kata niko dalam hati setelah selesai jeje meminum air sungai lalu duduk "kenapa hoodie kau lepas dan kau ikat dekat kayu apa isinya?"tanya niko "isinya bom kau tidak perlu tanya lagi di mana aku mendapat kan nya"kata jeje "duduk lah kenapa kau berdiri saja"kata jeje "o..iya"niko duduk dekat jeje "kau mau"jeje mengeluarkan buah buahan dari saku nya lalu memberinya ke niko satu "buah apa ini"niko menggigitnya sekali "aku tidak tau"kata jeje "uhuk uhuk"niko terbatuk sambil memuntahkan buah itu "bagaimana jika ini beracun"kata niko jeje menatap niko lalu memegang tangan niko dan menggigit buah di tangan niko lalu mengunyah nya dengan santai "apa kau gila"kata niko "lihat jika aku mati berarti ini beracun lagian aku sudah habis enam buah"kata jeje niko pun perlahan memakan buah itu. "ini sudah mulai sore"kata niko "lalu"kata jeje sambil berdiri "jujur jika kau tidak di sini kemungkinan aku akan kembali besok atau besok nya lagi ke tenda aku suka ketenangan"jeje melihat langit "aku jarang memiliki waktu yang tenang seperti ini"kata jeje "kau pasti sibuk karena mereka memburu mu"kata niko "yah dan aku juga harus cari uang untuk bayar kuliah dan biaya hidup "kata jeje "semangat"kata niko jeje menoleh "aku akan buat cara agar kita bisa naik ke atas dan kau juga mudah naik dengan tangan satu"kata jeje sambil mengeluarkan pisau kecil dari saku nya "sekarang kau diam saja aku harus fokus"kata jeje "aku akan patuh"kata niko sambil melihat jeje yang entah melakukan apa."hei pecundang apa kau sudah siap"niko tersadar dari lamunan nya "hahaha kau benar benar diam seperti patung"jeje tertawa dia sudah ada di atas "gimana cara nya"kata niko dia melihat kayu bakar sudah tidak ada "jalan ke sana buruan di sana ternyata ada jalan yang di buat orang mereka membuat tanah nya berbentuk tangga aku akan mengulurkan tali dari atas"kata jeje "baik "niko mengikuti arahan jeje dan benar ada jalan berbentuk tangga "ikat tali nya di pinggang mu"kata jeje "baik "niko pun menurut dia naik tangga dengan berpegangan tali akar jeje juga menarik nya sesampainya di atas jeje melepas tali itu dari pinggang niko "bagus aku bangga pada mu"jeje mengepal tangan nya lalu mengulurkan nya ke niko "ayo tos karena kau sudah patuh itu membuat ku senang"kata jeje "haha baik baik"niko bertukar tos dengan jeje "sekarang kita harus kembali kau bawa dua saja selebihnya biar aku ayo jalan"kata jeje "kau tau je"kata niko "apa"kata jeje "untuk pertama kalinya aku melihat mu tertawa seperti tadi"kata niko "asalkan kau tidak bertingkah menyebalkan aku akan sering tertawa dengan mu"kata jeje "wah .. Kalau begitu ajarin aku bersikap baik "kata niko "hahaha jangan minta ajar dari ku aku bukan orang pintar sepertimu"kata jeje "wahyu pasti menarik telingaku karena membiarkan mu membawa kayu sebanyak ini"kata niko "aku akan menarik nya balik karena ini bukan kau yang menyuruh tapi kemauan ku sendiri"kata jeje "kau belum tau wahyu itu suka ngomel"kata niko "dia kakak mu?"tanya jeje "bukan dia saudara angkat ku saat aku di buang orang tua ku wahyu lah yang menerima ku dengan orang tua nya di saat semua menolak ku dia dan keluarga nya menerima ku sampai sekarang haha sekarang kau tau kan aku adalah anak yang di buang"kata niko "haha kau menyedihkan sekali ya tapi kau beruntung banyak yang menyukaimu"kata jeje "mereka suka karena aku tampan "kata niko "buktinya orang yang ku cintai dulu meninggalkan ku juga karena aku anak yang di buang haha kau benar aku menyedihkan"kata niko terkekeh "jadi kau sungguhan di buang"kata jeje "iya kau fikir aku bohong karena itu aku tau apa yang di rasakan anak anak seperti ku"kata niko "jangan bicara lagi tenda sudah terlihat"kata jeje "itu mereka"kata rizi "astaga nikooo"benar saja wahyu menarik telinga niko dengan kuat "heh"jeje memukul kepala wahyu dengan sepotong kayu bakar "bawa kayu nya malah menjewer anak orang"kata jeje "awas kau ya niko"wahyu mengangkat kayu baim berkeringat dingin melihat jeje membawa kayu bakar sebanyak itu jeje melihat baim "aku sudah siap sekarang siapkan dirimu"kata jeje "jeje"semua heran mendengar perkataan jeje "semuanya sekarang katakan bye pada orang itu karena malam ini aku akan membakarnya"kata jeje "kau serius"kata niko di sisi jeje "baim ada apa?"kata rizi "apa yang kau lakukan pada jeje"kata dila "jeje aku salah aku minta maaf"baim mendekat dan menunduk penuh penyesalan "apa aku harus memberimu bumbu biar enak aromanya"kata jeje "sungguh jeje aku menyesal"kata baim dengan tubuh gemetar "lihat dia sekarang ketakutan"kata jeje pelan sambil memiringkan sedikit tubuhnya ke niko "hahah kau benar"kata niko pelan "jeje maaf"kata baim "sekarang bawa buah ini ke meja sana kenapa kau memohon maaf pada ku minta maaf lah ke tuhan mu"kata jeje "dengar baim jeje, cuma bercanda pergilah sebelum jeje berubah fikiran"kata niko baim pun membawa hoodie berisi buah buahan itu pergi "hahaha kau benar benar luar biasa tapi lain kali jangan pukul wahyu ya dia saudara terbaik ku"kata niko jeje menatap niko "bolehkah kita bertukar tos lagi?"kata niko jeje tersenyum mengejek "jangan harap"kata jeje sambil pergi "buah apa ini?"tanya orang orang "apa ini beracun"kata mereka "wah ini buah lo aku pernah makan rasa buah lo ini enak kalau di rebus"kata rizi "ini cermai sedikit asam"kata jeje sambil memakan sebuah cermai "lalu yang besar ini?"tanya mereka "teman teman ini buah dari tanaman waromo aku baru lihat goggle "kata archie "nanti beracun"kata mereka "lihat"niko mengambil satu persatu lalu memakannya "lihat jika aku mati tandanya beracun lagian aku sudah habis enam buah"kata niko sambil melirik jeje yang berdiri di depan tenda nya lalu niko berkedip sambil mengulurkan tangan nya yang terkepal ke udara dengan tersenyum gembira