What Is Love

What Is Love
bertemu kawan lama



"rraww..arrrgg..."kohsoom melihat jeje dari pembatas besi "hei, kenapa kau galak sekali pada ku, kau tau saat kau datang kau masih sekecil segini dan sangat jinak pada ku"ujar jeje "jangan terlalu dekat je"kata kal "iya iya aku tau"kata jeje "rrrawww"kohsoom mencoba mencakar jeje "kak"jeje melihat pria di samping nya bukan lagi kal "sepertinya kau keras kepala"kata chai "aku cuma mengomeli harimau ini, dia menjadi sombong sekali pada ku"kata jeje "dia tidak sombong tapi dia sedang mencoba melindungi anak anaknya dari mu"kata chai "aku kan tidak menyakiti anaknya"kata jeje "nanti juga dia kembali jinak pada mu"kata chai "ya ya baiklah aku pergi dulu"kata jeje chai berbalik melihat jeje pergi menjauh "heh!"kata chai "jeje!!"kata chai "ya"jeje berbalik menatap chai "mau kemana?"kata chai "tentu saja aku pulang"kata jeje "pulang?"chai mendekati jeje "ya aku harus pulang ke rumah aku sudah lama di sini"kata jeje "dan..aku harus kembali ke kampus besok"kata jeje chai memandangi jeje dengan ketus "tetap di sini dan besok kal akan mengantar mu besok ke kampus"ujar chai "kak....aku harus pulang masa di sini terus"ucap jeje "hary siapkan alat buat menghancurkan rumah nya"kata chai "haa...h kakak"jeje menatap pria di depannya "kau mau menghancurkan rumah ku?"tanya jeje "agar kau diam di sini, apa kau tau orang yang ingin mencelakaimu belum di temukan pusat nya"kata chai sambil pergi "siapkan hary kau dengar kan"kata chai "iya iya aku tidur di sini sampai bertemu penjahat sungguhan padahal kau juga penjahat"jeje pergi melewati chai "KAAALL...JERICO...AMBIL MOBIL AYO MU AKU AKAN NAIK MOTOR!! MAU CARI BOS BARU"jeje pergi ke bagasi chai tersenyum melihat jeje menendang tiang lampu di samping rumah.


Wahyu menatap niko sambil tersenyum "dapat yu?"mata niko sangat terlihat berharap "dapat yeeeaahh"wahyu melompat lalu merangkul niko "sekarang hubungi dia niko, ayo hubungi dia saudara ku"kata wahyu "baik baik terimakasih"kata niko sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.


"HEIIII...YO..YO..****..AKHIRNYA LU DATANG JUGA"kata seorang pria dengan kalung rantai besar di lehernya "YOOOO!! APA KABAR NYET"jeje turun dari motornya "jeje ....gue kangen lu"kata dua wanita dengan rambut oren dan hijau "biasalah..bre aku harus kerja"kata jeje "anak genk sebelah nyariin lu mulu, terus ngajak kita pada ribut"kata mereka "santai santai..."kata jeje "motor baru je?"kata wanita berambut oren "kagak lah, jangan coba naik itu..lu bakal terbang"kata jeje "cola bre"satu pria memberi satu kaleng cola ke jeje "brum..brumm..bruumm"beberapa orang datang dengan enam motor "hei..hei"mereka membawa tongkat masing masing "ada pahlawan mereka tuh"kata salah satu dari mereka "oh, mereka yang sering mengajak kalian berkelahi?"kata jeje "hei ayo lakukan seperti dulu kalau enggak kita bertarung"kata mereka "kalau gue menang lu semua..harus humm..apa yang kalian mau bro?"jeje menatap teman lama nya "aku lebih setuju mereka pergi dari daerah sini"kata wanita berambut hijau "aku mau mereka memotong kaki mereka"kata si rambut oren "ohhh sadis yah..jika gue menang lu harus melakukan apa yang teman teman gue mau"kata jeje.


Rizi menatap ke sekitar kampus sebelum pergi "apa kau marah pada ku?"kata rizi lalu dia naik mobil untuk mengantar mawar pulang, niko terlihat murung "tidak papa nanti coba telpon lagi di rumah sekarang kita pulang dan belanja bahan makanan buat makan malam kita"kata wahyu.


"zzzzziiiiieeetttt"jeje beraksi di tikungan tajam lalu berhenti kelihatannya menunggu lawannya mobil berjejer di depan mereka jeje membuka kaca helm "BAIK BAIK..SEKARANG MULAI!!"kata si rambut hijau "bruum bruuum"jeje melompat dan berjalan di atas mobil yang berjejer "telpon polisi"kata seseorang "yeeeaaahhhh!!"kata jojo "ayoooooo"kata memo "brruuuuakkkkkh!!!"lawan jeje jatuh terjungkal dengan motornya sementara jeje sudah jauh di ujung lalu berputar arah "GUUEEE MENAAAAAANG!!!"seru jeje "yeeaahhh"kata ariel "cepat cepat terserah kalian mau apakan mereka sekarang cepat pergi paman itu pasti datang"kata jeje.


Jeje duduk di sebuah cafe "aduhhh..lelah"ariel duduk "rambut mu semakin oren saja"kata jeje "aku menambah warnanya agar kepala ku tidak sakit..aku saja belum ada pulang ke rumah"kata ariel "yooo"jojo duduk "lu apain mereka"kata jeje "masih gue ikat di markas"kata jojo "ahhhh..jeje!!"seru memo jeje segera berdiri dan melihat seseorang menahan temannya "memo"jeje menuruni tangga "ah..paman.."kata jeje ketika melihat dua polisi menahan temannya "kauu"mereka mengayunkan tongkat "hei hei paman feng..sabar dong aku kan tidak sedang tawuran apa lagi buat kerusuhan"kata jeje "tidak kata mu?"kata fengki "sungguh paman aku sedang makan di atas tuh"kata jeje "oh jadi kau sedang makan di atas, sedang bersantai"kata fengki "iya, menurutmu apa lagi?"kata jeje dengan santai "gret"fengki menarik telinga jeje "lalu diapa yang barusan balapan di jalan raya, dan merusak puluhan mobil di sana"kata fengki "aaah..ah..paman..kau akan menyesal menarik telingaku"jeje memberi isyarat ke teman temannya untuk lari duluan "kenapa menyesal? Sekarang kau harus mengganti itu semua"kata fengki "sungguh itu bukan aku"kata jeje "itu bukanya jeje"kata rizi saat arah pulang setelah mengantar mawar "pak stop"kata rizi " loh itu mobil rizi"kata niko saat keluar dari toko yang berada di sebrang "paman lepas dulu nah..dengar paman pelakunya bukan aku, aku tidak ber"jeje melihat rizi "itu..itu jeje niko"kata wahyu "sepertinya iya"kata niko "ayo cepat"kata wahyu "hei"rizi melangkah mendekat "jadi dengar ya--"fengki tidak lagi melihat jeje di samping nya "tunggu!!"kata rizi tapi jeje sudah terlanjur jauh "kau kenal dia?"tanya fengki "tidak pak, tapi dia agak mirip dengan teman baik ku yang di kampus"kata rizi "pasti kau salah orang nak dia itu anak nakal"kata samu "rizi..rizi apa tadi itu jeje?"kata niko "tidak tau kak aku baru mau mendekatinya"kata rizi "tapi dia kabur"kata rizi "pak siapa orang yang kau tahan tadi?"tanya wahyu "ooh..dia anak nakal kalian tidak boleh nakal sepertinya kami memanggilnya macan jalanan".


Kal melihat jeje bersantai di tepi kolam "mereka itu temanmu yang pernah kau ceritakan pada ku?"tanya kal "ya, mereka adalah sisa dari banyak teman ku yang masih hidup dan bertahan sampai sekarang"kata jeje "bertahan?"jerico tidak mengerti "mereka itu anak anak buangan tidak punya siapapun kecuali teman dan mereka berjalan ke sana ke mari untuk makan terkadang pulang juga sih tapi terkadang tidak"kata jeje "kami biasanya menghabiskan waktu untuk berlatih di kuil shen"kata jeje "mereka juga terkadang tidur di sana"kat jeje lagi, "tapi aku merasa mereka akrab dengan mu?"kata jerico "mereka adalah orang orang yang pernah menolongku"kata jeje sambil menatap langit.