
Jeje masuk ke dalam rumah suasana sedikit sunyi "kau ingin sesuatu?"tanya jerico "loh..kok sepi"ujar jeje "anda ingin minum sesuatu nona?"tanya seorang pelayan "hum..bikin jus aja"kata jeje "hum..kak chai kemana?"tanya jeje "tuan tadi di jemput orang suruhan orangtuanya nona. Jadi kemungkinan tuan sedang berada di rumah tuan besar"kata salah satu pelayan sambil meletakan beberapa buah buahan di meja "kau istirahat saja dulu"kata jerico "ya, kau juga"kata jeje, "ha-ah"jeje duduk di sofa sambil menyalakan televisi "ponsel ku mana ya, bagaimana aku mau main game"kata jeje "minum anda nona"kata raylai "hum..kak chai bawa pengawal tidak?"tanya jeje "bawa nona"ujar plot non "kalian semua ada melihat ponsel biru ku?"tanya jeje "maaf nona saya tidak melihat"kata may "hm..apa di loker ya"fikir jeje.
Chai duduk di kursi yang berlapis emas "kau belum jawab pertanyaanku"kata seorang pria yang duduk tak jauh dari chai "kau sudah tau papa, jadi buat apa bertanya lagi ketika kau sudah tau jawabannya"kata chai pria itu menghisap rokoknya perlahan "jangan pernah berfikir buruk soalnya, dia saudariku dari langit"kata chai "lalu mengapa kau menyembunyikannya? Tidak pernah memberitahuku apapun tentang nya? Sampai mam mu sendiri yang harus melihat nya"kata pria itu "dia yang melarang ku"kata chai "ku harap dia tidak mengganggu bisnis mu"kata pria itu "bisnisku akan lebih besar dan lancar aku akan melampauimu papa"kata chai dengan santai.
Jojo menatap ke arah luar jendela, "kau kenapa?"ariel menyalakan sebuah rokok "aku masih memikirkan pria itu"kata jojo "mengapa?"tanya ariel "bukankah kita mendengar semua percakapan pria itu dengan jeje saat kita bermain game bersama"kata desi "aku tau"jojo menghela nafas "aku cuma takut jeje terluka kembali"kata jojo ingatannya kembali kemasa lalu "jeje..jeje...you ok"jojo melihat jeje berdiri dengan tangan penuh darah "jeje"yang lain segera berdiri "kau kenapa ? Sini sini duduk"kata jojo "dia berbohong lagi pada ku"kata jeje sambil menangis. "kau ingat kan jeje berulang kali patah hati"kata jojo dia juga teringat saat hujan deras "lalu..lalu aku ini apa?"kata jeje "aku minta maaf"kata seorang pria "maaf..haha..maaf kau bilang..KAU BILANG KAU MENCINTAIKU, MERINDUKANKU, SELALU MENYAYANGIKU HAHAHAH HUAHAHAHAHAHA apa itu bohong"kata jeje sambil menggelengkan kepalanya "lalu siapa wanita itu!! siapa dia?"kata jeje "dia..kau jangan marah..aku tidak bisa memilih"kata pria itu "kau sangat sangat kejam pada ku!! Semuanya penuh kebohongan!! Semuanya hanya drama!"jeje mendorong pria itu "aku takut dia kembali terluka"jojo meneguk minuman di depannya "dia sudah lebih dari tiga kali mengalami itu"kata jojo dia juga teringat "jadi kau menyalahkan ku"kata seorang pria "ya..karena kau menipuku!! Kau tau aku melakukan apapun"jeje melempar botol ke sisi pria itu "ku fikir kau berbeda dari pria lain"jeje tersenyum "ku kira kau obat"jeje mulai menangis "tapi kau melakukan hal yang sama!! Seperti pria lain!! SEMUA PRIA SAMA SAJA!! "kata jeje tak lama kemudian jeje mulai berubah bahkan dia mengurung diri meminum banyak akohol kabur dari rumah melakukan tawuran dan banyak lagi lainnya bahkan dia menjadi membenci seorang pria. Jojo menepuk nepuk wajahnya sendiri "kau tau..gara gara pria brengsek itu jeje tidak mau bertemu dengan pria mana pun termasuk temannya, termasuk gue"kata jojo "lu juga tau kan, bagaimana susahnya kita menolong nyawa jeje saat dia berulang kali ingin mati"kata jojo "aku kwatir itu terjadi lagi meskipun aku tau pria itu terlihat tergila gila padanya"kata jojo "bagaimana kita awasi pergerakan pria itu untuk memastikan nya pria itu baik atau tidak"kata yang lain "aku setuju"kata memo "kita harus nyamar"kata ariel.
Chai turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah dia berhenti berjalan ketika melihat jeje tertidur di sofa "anda sudah kembali tuan"kata kal dengan membawa sebuah selimut "kenapa dia tidur di sofa"kata chai "nona bilang mau berbaring di sofa sebentar, dan menolak untuk di pindah kan ke dalam kamar"kata kal sambil menyelimuti tubuh jeje "kau boleh pergi"kata chai kal mengangguk lalu pergi keluar. Chai berjalan ke arah jeje yang tertidur pulas "hei..jeje..hei..jeje..hei"kata chai sambil menepuk pipi jeje "nong.."bisik chai tapi jeje tidak juga bangun lalu chai menganggkat tubuh jeje dan membawanya ke kamar jeje "hmm..kak chai"jeje membuka mata saat chai meletakan tubuhnya ke tempat tidur "anak bodoh"chai menepuk dahi jeje "mengapa kau tidur di sofa?"kata chai "tidak ada"jeje duduk "kau kapan pulangnya?"kata jeje "barusan..good night"chai mengusap rambut jeje dengan lembut lalu pergi menutup pintu.
Keesokannya..
Wahyu melihat niko memakai jas "kau mau kemana?"tanya wahyu "hari ini aku mau ke kampus"kata niko "hah? siapa yang menyuruh?"wahyu meletakan makanan di meja "tidak ada"niko duduk di kursi "kau memangnya sudah sembuh"kata wahyu "sudah"niko tersenyum lebar ke wahyu "obatnya kan sudah datang semalam"kata niko "bisa gitu ya?"wahyu tersenyum miring "bisalah..aku juga tak lupa mendoakan mu kepada tuhan, agar kau cepat merasakan apa yang ku rasakan"kata niko "ya ya ya terserahmu, cepatlah sarapan"kata wahyu "bagaimana tentang wanita wanita di kampus kaya mawar, hm..mahasiswi terpintar kita, atau wanita di kelas kita"kata niko wahyu langsung menatap niko dengan mulut sedikit terbuka "jeje mengubah segalanya ya"kata wahyu "iya"kata niko "untuk pertama kalinya aku mendengar kau membahas wanita wanita di kampus biasanya kau cuma bersikap dingin pada mereka"kata wahyu "waw..jeje luar biasa bisa mengubah pria dingin sepertimu"kata wahyu "itulah cinta"kata niko.
di kampus rizi sudah memegang dia cola dan satu susu kotak "pagi rizi"kata vito "yaya..ya.pagi juga"kata rizi "mana dia ya"kata niko sambil melepas helm nya "kak niko pagi!!!"kata seorang gadis dari lantai dua "kak niko...pagi"sapa beberapa gadis saat niko mulai berjalan di lorong "kak niko ini sarapan untuk mu" "kak niko ini buah untuk mu" "kak niko ini ada cake untuk mu" "kak niko ini keripik gurita untuk mu" niko tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya dia hanya sesekali mengangguk wahyu membantu niko menerima pemberian orang orang "hati hati..hum..niko masih belum pulih "kata wahyu "kak niko"dila juga datang memberi buket isinya coklat "hum..hm.."niko bingung mau bilang apa para gadis gadis itu secara brutal berdesakan untuk memberikan hadiah untuk niko.
Jeje datang dengan sepeda motornya "tumben"satpam menghampiri jeje "hari ini aku lewat gerbang asli kan"kata jeje satpam tersenyum senang "jangan lupa ngopi "jeje pergi dia melihat kerumunan orang "bisa gak kasih aku jarak"ucap niko "tolong tolong..geser biarkan niko bebas"kata wahyu "hei hei awas"archie dan leo datang membantu wahyu membubarkan para wanita wanita yang ingin dekat dengan niko "MINGGIR SEMUAAAANYA!! DENGAR TIDAK!!!!"seru archie para wanita itupun pergi satu persatu "terimakasih ya"kata niko "santai "kata leo sambil menepuk bahu niko.
Jeje membuka lokernya tapi dia tidak menemukan apa yang dia inginkan "kok gak ada ya"kata jeje dalam hati lalu dia menutup lokernya "aku merasa ada orang yang mengawasi terlalu dekat"jeje segera berbalik "aku yakin sekali, ada yang mengawasiku"fikir jeje lalu dia lanjut berjalan lagi "jeje!"ada suara "mau apa dia?"jeje tetap jalan "JEJE tunggu!"akhirnya jeje berhenti berjalan dan orang yang memanggilnya pun berjalan ke arahnya "menurutku aku tidak punya urusan denganmu"jeje langsung menatap orang di depannya "bisakah kau datang ke kantorku?"kata orang itu tetapi jeje masih diam "ada yang harus kita bahas soal perkuliahan"kata orang itu jeje pun mengangguk lalu berjalan mengikuti orang itu.
Chan masuk ke sebuah ruangan "tuan chai apa kabar"kata chan "baik"chai menutup sebuah map lalu menyuruh seorang wanita membawa map itu pergi "ada apa?"tanya chai "ada seorang pengusaha ingin mengajak kita berkerja sama"kata chan "lalu?"kata chai "karena anda sangat berperan penting dan juga anda secara tidak langsung juga bisa di sebut sebagai pemilik perusahaan xia fu ini jadi aku meminta pendapat persetujuan anda"chan mengeluarkan sebuah dokumen "silahkan"kata chan dan chai pun membaca dokumen itu dia pun tersenyum "baik biarkan mereka datang untuk menemuiku"kata chai "baik tuan saya permisi dulu"kata chan lalu dia pergi keluar.
"oi kapan kau menangkap anal itu?"kata azam "sebentar lagi tunggu saat beberapa pengawal sewaanku datang dari china"kata han "kau membayar orang lagi?"tanya afdal "empat orang tapi dengan kemampuan yang tinggi, mereka juga bergerak sangat cepat"kata han sambil tersenyum sinis "ku yakin anak itu pasti kita dapatkan"kata han dengan yakin.
Jeje menatap wanita yang berada di depannya yang sedang berbicara "nah, karena itu ku minta padamu untuk lebih rajin karena kehadiran mu itu sangat penting dan juga terkadang bisa buat menambah nilai"kata wanita itu tak lain adalah tini jeje masih diam dengan santai mengunyah permen karet nya "udah?"kata jeje "ya cuma itu yang ingin ku sampaikan karena semua dosen juga mengeluhkan hal yang sama. Tapi mengapa kau jarang hadir sampai selama itu?"tanya tini "bukan urusanmu"kata jeje sambil berdiri "oh ya, ku dengar kemarin kau berkelahi, apa kau terluka?"tanya tini "kau bisa melihat nya"jeje berjalan ke arah pintu "jeje..jika kau ingin berkata sesuatu datang lah kemari"kata tini tapi jeje tidak menyahut dia membuka pintu dan pergi keluar.
kelas di mulai gilang menjelaskan materi di depan "baik, ada yang ingin di tanyakan?"tanya gilang sambil menatap para mahasiswa di hadapannya "apa kau terluka"bisik vito "menurutmu"kata jeje "kau beli buket seperti itu di mana?"bisik shela "di toko online apa kau tidak tau mahasiswa terpintar lah yang membuat buket itu lalu menjualnya di toko online"bisik dila "wah..dia kreatif juga ya"bisik shela "pada ngantuk ya?"kata gilang "iya pak"jawab beberapa orang "ah...pasti tadi malam kalian begadang ya"gilang duduk di kursinya "vito tuh pak kayanya sering bergadang"kata hima "loh kok aku"kata vito "ya..sudah sudah..eh, jeje apa kabar?"kata gilang "kau sudah tau jawabannya"kata jeje "jeje jangan begitu"kata vito "maaf ya pak"kata dila "oh je saya dengar kamu berkelahi, apa kamu terluka?"tanya gilang jeje hanya menggelengkan kepalanya "baiklah..anak anak semuanya..semangat terus belajarnya dan kurangi bergadang malam, karena itu tidak baik untuk kesehatan"kata gilang "baik pak"kata beberapa orang "baiklah pelajaran selanjutnya dengan siapa?"tanya gilang "bu nilam"kata baim "oke baik, sekian dari saya "setelah berpamitan gilang pun pergi lalu seorang wanita masuk untuk memberikan materi selanjutnya "saya waktu itu ada memberi kalian tugas kan?"tanya nilam "ada bu!"kata hima "kau sudah buat tugas?"tanya vito "aku tidak ak-"jeje berhenti bicara saat vito meletakan sebuah buku di mejanya "di buku itu semua tugas sudah di kerjakan kau tinggal mengumpulnya"kata vito "coba baim kumpulkan dulu semua tugas teman temanya"kata nilam "tok tok"ada yang mengetuk pintu di saat nilam baru ingin menjelaskan materi selanjutnya "ya masuk"kata nilam "kak niko"kata shela "ada apa niko?"tanya nilam "hum..maaf sebelumnya karena mengganggu waktu kalian, hum..bu mohon izin saya ingin membawa salah satu mahasiswa untuk keperluan"kata niko "siapa?"tanya nilam "jeje bu"kata niko "apa yang dia fikirkan"fikir jeje "oke jeje silahkan ikut niko dulu"kata nilam "jeje"kata baim akhirnya jeje pun berdiri dan berjalan keluar "heh!"kata jeje niko pun langsung menatap nya "apa sedang kau rencanakan?"ujar jeje niko tersenyum "kau terlalu curiga pada ku"niko pun lanjut berjalan "katakan saja kenapa kau membawaku dari kelasku?"kata jeje "karena sebuah urusan"kata niko sambil berbalik ternyata jeje tidak bergerak "apa kau takut aku membawa mu ke KUA?"tanya niko jeje tidak berbicara "haah..kau tidak bisa di ajak bercanda ayo"niko menarik tangan jeje ke sebuah ruangan khusus yang biasanya niko dan wahyu duduk untuk mengurus data mahasiswa lainnya "lepaaas!!"jeje menarik tangannya "kau galak sekali ya"ucap niko sambil menarik sebuah kursi untuk jeje "ayo duduk dulu"kata niko "anak ini pasti merencanakan sesuatu"fikir jeje "kenapa diam?"kata niko "berhenti basa basi katakan saja apa rencana mu? Apa kau masih mau menjelaskan fikiran bodohmu itu atau mau drama lagi"kata jeje "aduh..ucapanmu indah banget di dengar"niko tersenyum lalu dia mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya "apa kau lupa sesuatu?"kata niko jeje langsung mengenali benda yang di pegang oleh niko "sini"niko segera memasukan kembali ponsel biru itu ke sakunya saat jeje ingin mengambilnya, "jadi kau yang mencurinya?"ucap jeje "wah wah dengar ya nona, kau seharusnya bersyukur aku menemukan ponsel ini di lab"kata niko "kau pasti meninggalkannya di sana iya kan? Lalu kau lupa untuk mengambilnya atau sengaja menjatuhkannya agar aku melakukan sesuatu seperti drama drama korea"kata niko dengan tersenyum dia melihat mata jeje yang memandang nya dengan sangat tajam "heh pecundang apa kau lupa"jeje menarik dasi niko "ini semua karena mu, jika kau tidak menyeretku ke lab mungkin ponsel itu tidak akan jatuh! Cepat bawa sini ! Dan berhentilah melakukan drama lain karena kau sangat payah!"kata jeje "hei hei..santai nona"niko menarik dasi nya "kau menginginkan ponselmu kembali tapi kau terus menerus mengataiku?"kata niko "cepat sini!!"jeje menarik kerah niko "jangan sampai aku menghajar mu"kata jeje "wajah nya dekat sekali, bisa bisa aku khilaf mencium nya"fikir niko "astaga!!!"wahyu kembali menutup pintu "apa yang ku lihat tadi?'"kata wahyu "aw..kau fikir aku takut dengan gertakanmu itu"kata niko "setidaknya kau bilang terimakasih padaku, kau tau jika aku tidak memiliki hati yang baik bisa saja ponsel mu itu ku larutkan di lab"kata niko jeje melepas dasinya niko "jadi kau tidak ingin memberikannya pada ku?"kata jeje "mau mau tapi kau harus mengatakan begini kak niko terimakasih ya"kata niko "tidak akan, kau ambil saja ponselnya"kata jeje "aduh...kenapa kau gampang marah, hum..berapa tensi mu ?"kata niko "anak ini sengaja mempermainkan ku! Ponsel itu ada game ku bersama yang lain, fikirkan cara lain"kata jeje dalam hati "baik baik ini ponsel akan ku berikan padamu tapi setidaknya kau menguncapkan terimakasih atau yang lain"kata niko "baik, berikan dulu itu pada ku"kata jeje "apa aku bisa percaya padamu?"kata niko "apa aku terlihat seperti pembohong?"kata jeje "oh..tidak tapi kau terlihat sangat cantik dan menawan tapi juga menakutkan"niko mengeluarkan ponselnya dan meletakannya di atas meja "makasih"jeje mengambil ponsel itu lalu pergi keluar niko tertawa renyah "tidak papa..aku pasti bisa mendapatkan mu suatu saat nanti"kata niko.
Seorang pria berjas hitam terlihat murung "aku tidak akan berfikir ulang"kata chai "tidak bisakah anda memikirkannya lagi, perusahaan kami sangat bagus dan terjamin"kata pria itu "aku mendengar rumor kalau perusahaan kalian sudah berkali kali melakukan kecurangan"chai berdiri "tapi..tapi tuan itu hanya rumor"kata pria itu sambil melihat chai pergi menjauh "sia.l..bagaimana ini perusahanku bisa bangkrut"guman pria itu sambil melihat ponsel nya yang mengeluarkan suara "tuan segera kembali ke perusahaan, perusahaan kita mengalami masalah besar".
Plot non meletakan roti bakar di meja "nona minuman anda sudah siap, apakah ada lagi yang anda inginkan?"tanya milli "tidak tidak"kata jeje sambil memperhatikan telur putih di sebuah kandang "HHHAAAAAAAAAAAAA!!!!!"semua pengawal datang dengan senjata lengkap "ada apa itu?"chai yang baru datang juga mendengar suara teriakan keras "hah!!"akia juga datang sambil menodongkan senjata "ada apa je!!?"jerico juga datang dengan dua pistol "heh..sini lihat lihat"jeje menunjuk ke arah kandang "aku melihat ada jari manusia , itu tuh lihat"kata jeje "astaga...kau berteriak cuma karena itu?"kata akia "heh!! Kenapa kau santai sekali itu jari manusia bodoh! Haah jangan jangan kalian membunuh orang lalu membuangnya ke kandang lina dan lino?"kata jeje "aduh..."semua pengawal saling beradu pandang "heh..tidak begitu"kata jerico "ada apa?"chai datang "kak chai..aku melihat jari manusia di kandang buaya"kata jeje "tadi ada penyusup yang tertangkap, tapi dia melepaskan diri dan kabur ke arah sini lalu menghilang"kata chai "haaah..lalu itu jari siapa?"kata jeje "kau juga sedang apa di sini, ke kandang tanpa pengawasan"kata chai "hum..aku cuma ingin duduk di sini tadi sama kal tapi dia ke kamar mandi"kata jeje "segera naik"chai pun membubarkan para pengawal yang datang "jerico..yang kak chai katakan itu sungguhan?"ujar jeje "iya penyusup itu menghilang di sini"kata jerico "haah..jangan jangan dia masuk ke kandang buaya"kata jeje "ya sudah lah jangan di fikirkan"kata jerico "hei...hei..kau mau apa?"tanya akia "mengambil jari itu dan membuang nya"kata jeje "heh..aku saja"kata jerico "kau mau masuk?"kata jeje "jika aku masuk para buaya itu akan memakan ku"jerico mengambil sebuah alat "kalian ngapain?"kal datang "itu itu"kata jeje jerico sedang berusaha mengambil jari itu tiba tiba "byurrr!!!"air bergejolak lino datang mengambil jari itu lalu mengunyah nya "jangan lihat"akia menutup mata jeje "aku sudah melihat nya bodoh!! Eh..eh.dia..dia memakannya"kata jeje "biar saja dia mencoba nya"kata kal "kau santai sekali itu sama saja lino memakan orang"kata jeje "jeje dengarkan aku"kata kal "dengar ya..lino akan memuntahkan kembali jari itu, karena pasti rasanya berbeda dengan makanan biasanya .dia pasti langsung memuntahkan kembali karena rasanya tidak seenak daging sapi kobe jepang dan rasa jarinya pasti berbeda dengan daging wagyu. Jadi kau jangan kwatir "kata kal "lalu penyusup yang katanya hilang itu..jangan jangan lino menggigitnya "kata jeje "biar saja anggap saja itu karma nya dari tuhan"kata kal sambil tersenyum "tapi bagaimana lino memakannya?"kata jeje "nanti ketika dia memakan manusia dia bisa bisa ketagihan kal? Gila kali ya"kata jeje "tidak tidak kau harus percaya padaku lino lebih memilih daging sapi kobe jepang dari pada manusia jika kau tidak percaya lempar saja jerico sama daging wagyu lihat saja lino memilih yang mana"kata kal "**** you kal"kata jerico di dalam hati akia tertawa pelan melihat wajah jerico "ooh..baik lah..lino..jangan makan apapun kecuali daging yang di beri oleh milli ya.."kata jeje di dekat kandang "hei..kenapa kau menyuruh jeje melemparku ke kandang"bisik jerico "aku cuma ingin menyakinkan dia"bisik kal "kau barusan menguji kecepatan jantung ku"bisik jerico sambil pergi "jangan terlalu dekat je"kata kal "iya.."kata jeje sambil melihat lina mengerami telur putih itu, "kau kenapa?"lim melihat jerico masuk ke rumah "hahahahah huahahahahaha"akia masih tertawa "ada apa?"tanya hary "kalian tau..huahahahah..kal barusan menyuruh nona cilik melempar jerico ke kandang buaya kesayangan nona cilik huahaha jerico langsung pucat"kata akia "kau ini teman kena musibah malah ketawa"kata jerico "pasti kal sedang bercanda"kata steven "jantung aman"kata lim "hampir lepas"kata jerico yang lain langsung tertawa keras.