What Is Love

What Is Love
rapat di sirkuit



di bandara..


di dalam mobil jeje duduk dengan santai "kak lima detik lagi aku pergi" kata jeje"kemana? "chai mengetuk pintu mobil jeje membuka nya " jeje"kata monnie "uh!! " jeje mundur seperti biasa ketika ada yang hendak memeluk nya "oh.. apa ini kemarilah aku ingin memeluk mu" kata monnie sambil menarik tangan jeje "oih.. lepas jangan peluk aku aahh.. kak chai" kata jeje "sebentar saja" kata monnie "aku benci kamu" kata jeje monnie memeluk jeje "awas jangan lama lama" kata jeje "astaga aku ini kakak mu" kata monnie "kakak apaan" jeje masuk ke dalam mobil "dia benci pelukan" kata chai.


sesampainya di rumah..


"kau kelihatan baik baik saja ya" kata monnie "huh! tentu saja" kata jeje "berikan cola itu pada ku" kata chai jeje memberikan cola yang baru saja dia minum "bagaimana dengan kuliah mu? " tanya chai dan Monnie bersamaan "berantakan ayolah kalian benar-benar menyebalkan kalian baru datang dan langsung membahas soal perkuliahan yang benar saja" kata jeje "kalau begitu bagaimana apa kau sudah dapat pacar ? " kata monnie "**** aku gak mau dekat dengan kalian " jeje pergi "mili apa dokter yang memeriksa lino sudah datang? " tanya jeje "masih dalam perjalanan" kata milli "dia selalu menjadi kasar saat mendengar pertanyaan itu" kata chai "tidak papa besok akan ku lakukan lagi" kata monnie sambil tersenyum.


seorang dokter datang dan langsung masuk ke kadang Lina dan lino "Lina begitu agresif sekarang dia bahkan melukai pengasuh nya dan juga melukai lino" kata jeje dokter tersenyum "nona Lina sedang bertelur jadi dia akan menjadi agresif karena takut telur nya di ganggu" kata dokter "oih.. Lina kenapa kau diam saja tidak memberitahu ku" kata jeje dokter tersenyum sambil mengobati luka di tubuh lino "itu arti nya akan ada banyak buaya mini waw"kata jeje " dan itu butuh tempat lagi"kata kal "haah aku akan bicara pada kakak nanti" kata jeje.


malam harinya..


di sebuah tempat chai duduk dengan beberapa pria di depan nya


"keputusan mu tidak salah tuan chai"


"aku juga"


"Karena balapan ini bukan hal untuk memancing permusuhan atau pertikaian ini hanya permainan hiburan untuk bersenang-senang"


"aku kurang setuju tuan chai"


semua mata langsung tertuju ke arah seorang pria berjas kuning


"setidaknya beri kesempatan sekali lagi pada crist" kata feat "tidak bisa" kata guff "tuan guff aku tidak bicara pada mu" kata feat "jawaban ku akan tetap sama tuan feat bukti CCTV pertama crist melakukan kecurangan yang mengakibatkan beberapa pembalap lainnya terluka parah, rekaman selanjutnya menunjukkan crist melakukan kecurangan lagi yang menyebabkan yuna pembalap wanita kita terluka sangat parah, rekaman lain masih menunjukkan beberapa bukti kalau crist memang kedapatan curang, yang kedua dia menyuruh orang untuk melukai rekan balapan nya sendiri termasuk jeje tapi di sini aku tidak membela siapapun sebenarnya aku ingin memberikan peringatan saja tapi ini yang terakhir sungguh keterlaluan" kata chai "benar sampai sampai kakak sara meninggal" kata guff "menurut ku juga ini tidak bisa di ampuni" kata Wisnu "karena ini sudah di namakan pembunuhan berencana" kata tikno "jadi apa selanjutnya tuan chai? " kata aan "aku tidak ingin crist ada di sini " kata chai "kau mengeluarkan dia? " kata feat "tepat sekali" kata chai sambil menatap feat yang terlihat kesal "crist di diskualifikasi " kata chai dengan muka datar nya.


"tap" jeje merasakan ada seseorang yang sedang mendekati nya dari belakang dia segera berbalik dan langsung menepis tangan seseorang yang hendak menyentuh nya "uh? Hai" kata sara ketika jeje sudah mencekik nya "Hai je mau cola dingin? " kata sara jeje langsung menatap cola yang di tangan sara dan segera menarik tangan nya yang ada di leher sara "kau cekatan ya" kata sara jeje mengambil gelas yang ada di atas meja "cssss" cola yang di pegang sara di buka oleh jeje dan di tuang setengah ke dalam gelas dan setengah lagi di berikan pada sara "jadi apa kita bertanding malam ini? " tanya bad "aku juga tidak tau" kata sam "ku rasa tidak" kata jeje "iya kaya enggak deh soalnya dari tadi rapat nya gak selesai selesai lebih lama dari rapat di gedung besar" kata al "minuman datang" seorang wanita dengan pakaian minim datang membawa senampan gelas berisi minuman yang terlihat segar "terimakasih" kata al "menurut kalian bagaimana dengan Crist" kata Bimo "hum.. gimana ya? " kata sam "menyebalkan" kata jeje "nah itu benar" kata al "tau gini aku gak akan datang" kata jeje dalam hati "hei guys bagaimana besok kalau ada waktu kita nonton di bioskop? " kata sara "boleh tuh" kata Bimo "aku sih ikut saja" kata sam "buat seru seruan guys sebagai rekan balap" kata sara "merepotkan" kata jeje "ayolah je jangan menolak" kata al pintu terbuka chai dan beberapa pria keluar "semua nya hari ini pertandingan tidak terjadi karena beberapa masalah namun satu malam ke depan nya pertandingan akan di langsung seperti biasanya" kata mc "ayo pulang" kata chai sambil menatap jeje "ok" jeje berjalan mengikuti chai "kenapa gak bilang sih kalau mau rapat aja malam ini kan aku gak perlu repot repot datang aku bisa bersantai sejenak" kata jeje "jangan mengeluh" chai menarik jeje agar masuk ke dalam mobil "kak chai Lina akan punya anak aku ingin membuat kandang baru di depan vila ku" kata jeje "tidak perlu belakang rumah masih luas bisa buat di sana" kata chai .


feat mengepal tangan nya menatap mobil chai pergi "dasar angkuh bilang saja kau lebih memilih adik mu dari pada orang lain, akan ku buat kau kehilangan adik mu selama nya"kata feat dengan marah.