
"nona" milli dan dokter terkejut melihat wajah jeje terkena darah terlihat perban di dahi jeje sudah basah dan merah "nona apa ya g terjadi" kata dokter "nona hei" kata milli "hum? " jeje menatap mereka "kenapa bisa terjadi ayo" dokter membantu jeje untuk duduk "nona kau melukai dirimu sendiri? " milli menarik jeje untuk berdiri "tidak kak" kata jeje "tapi kenapa bisa terjadi coba lihat aku! lihat aku!! " seru milli dia tau jeje terbiasa melukai dirinya sendiri "nona jeje soikham!!! " kata milli mau datang membersihkan ranjang jeje "apa yang kau fikirkan? " tanya milli "kak milli aku ke kamar mandi lalu terjatuh saat di pintu kepala ku terbentur aku mau menelpon mu tapi aku takut kau sudah tidur" kata jeje "takut? jeje soikham tidak pernah takut" kata milli "aku hanya tidak ingin mengganggu mu" kata jeje "nanti kita bahas kita hentikan pendarahan nya dulu" kata dokter darah keluar dari hidung jeje "kal.. ambil tempat buat membersihkan darah" kata milli "iya iya" kata kal.
chai memperhatikan laptop nya di ruang kerja nya "ada apa? "
"nona mengalami pendarahan lagi"
"ambil air dingin"
"astaga kenapa bisa? "
"cepat cepat darahnya banyak"
"kapas nya kurang"
"ambil minum untuk nya"
chai menatap ke arah pintu "kenapa berisik sekali? " fikir chai dia menutup laptop nya lalu meneguk wine nya "bai simpan wine nya nanti dia marah aku minum wine" kata chai "iya tuan" kata baik chai berdiri membuka pintu "ada apa? " kata chai "ya ampun tuan maaaf saya kaget" kata lim "ada apa! " kata chai "nona mimisan tuan" kata lim "apa" chai langsung melangkah dengan cepat ke arah kamar adiknya.
"aahhh" jeje meringis saat perban di dahinya di lepas dokter memperhatikan dahinya lalu pelipis nya "pelipis nya nona kau benar-benar jatuh? ini sangat parah luka nya kembali terbuka" kata dokter sambil mengambil kapas "ahh... shitt" jeje meringis "tahan sedikit" kata dokter "apa yang terjadi" chai datang dan langsung duduk di samping jeje memegang tangan jeje "ahhh.. " jeje menatap chai "tenang lah sedikit" chai memasukan permen karet ke mulut jeje "kakak kenapa kau di sini? kau tidak tidur" kata jeje "oooihh"jeje menatap dokter " tidak papa"kata chai "kakak.. kalau kau minum wine aku.. akan" chai menatap dokter "bius udah berkerja " tidak ada .. tidak ada.. hum.. "kata jeje " tidurlah"chai mengusap rambut jeje "kakak.. jangan pergi ya" kata jeje dengan mata terpejam "ingat saja game mu" kata chai.
beberapa jam kemudian..
dokter keluar dari kamar jeje tinggal chai yang masih mengusap usap rambut jeje chai menatap wajah jeje yang terlihat kelelahan chai membenarkan posisi bantal jeje lalu menutupi tubuh jeje dengan selimut "good night" chai melihat sekitar nya lalu mencium dahi jeje kemudian berjalan dan pergi setelah menutup pintu.
jeje terlihat sudah mulai berjalan sedikit lebih baik dari sebelum nya "kakak!!! " seru jeje chai menatap ke atas "kakak!!! cola ku habis bagaimana bisa tidak beli" jeje berjalan menuruni tangga "kakak ak-- umm" chai memasukan sepotong alpokat ke mulut jeje "kakak aku--" kata jeje lagi lagi chai memasukkan sepotong alpokat ke mulut jeje "sarapan dulu jangan ngomel" kata chai "hum" jeje masih mengunyah alpokat nya "kakak kau sangat menyebalkan hari ini" kata jeje "kau juga" kata chai "oh ya" kata jeje "cepat makan jangan bicara" kata chai "hum.. baik lah" kata jeje.
niko menatap kelas jeje dalam waktu yang cukup lama wahyu juga menatap niko dari kejauhan "sampai kapan dia begini terus" fikir wahyu "halo" kata niko "jeje login ayo kita ikutan" kata jojo "oke oke" niko langsung pergi.
jeje duduk sambil bermain game sementara dokter memeriksa luka nya "hei.. si bodoh datang" kata jeje "iya" kata memo "jeje bagaimana kondisi mu? " tanya jojo "mulai membaik aku bisa berjalan normal cuma aku harus menunggu beberapa hari lagi untuk pergi jauh agar luka yang di jahit tidak terbuka lagi" kata jeje "hei. bidoh awas itu musuh di belakang mu" kata jeje "apa yang di lakukan dia kenapa dia malah dekat dekat dengan ku" kata jeje "Hai nona" kata niko "nona gigi mu itu awas ayo mau ke sana" kata jeje "nona aku dengar kau pergi di culik ku fikir kau pergi karena aku" kata niko "jika kau dekat dekat begini aku akan pergi juga cepat jaga jarak anggap aja ada virus di dekat ku" kata jeje.
chai duduk di kursi melihat siapa yang datang "selamat pagi tuan " kata rohan "hum" kata chai "saya ingin berkerja sama dengan pabrik anda" kata rohan "apa yang kau bisa" kata chai "aku memiliki kebun bunga dan anda memiliki pabrik kain dan juga toko pakaian mewah bagaimana kalau kita berkerjasama" kata rohan "aku akan fikirkan" kata chai "terimakasih tuan saya pamit dulu" kata rohan.
dua minggu berlalu...
"aku akan segera ke kampus siapkan cola dan makanan ringan" kata jeje "tentu saja aku merindukan mu" kata mawar "aku muak dengan mu" kata jeje sambil mematikan telpon mobil berhenti "kalian tunggu sini biar kak Steven bersama ku" kata jeje sambil menatap rumah besar di depan nya yang sering dia sebut markas "bawa barang barang nya ini akan jadi kejutan" kata jeje sambil berjalan.
"kau yakin sudah pamit saudara mu" kata jojo "sudah kok lagian dia sibuk" kata niko "ayo makan siang guys aku sudah masak" kata desi.
jeje menatap pintu di depan nya segera membuka nya "kej--" jeje diam melihat pemandangan di depan nya "jeje" kata jojo tapi jeje melihat siapa yang berbaring di sofa lalu dia menatap jojo "jeje Hai" kata memo "diam di tempat! " kata jeje saat desi ingin berjalan ke arahnya "kalian saling kenal rupanya" kata jeje "jeje aku bisa jelaskan" kata jojo "baby" kata niko "jadi ini alasannya kenapa kau datang waktu itu " kata jeje "tidak jeje tidak seperti itu" kata jojo "datang? " kata memo "pantas saja kau membela nya mati matian! karena kau dan dia" kata jeje "jeje.. aku" jeje mengangkat tangan nya "aku berencana membuat kejutan tapi aku yang mendapatkan kejutan jadi.. sudah berapa lama" kata jeje "jeje.. ini niko dia pernah membant--" kata Ariel "DIAM!! aku sedang bicara dengan nya" jeje menatap jojo "iya aku mengenal nya" kata jojo "aku salah aku tidak cerita pada mu" kata jojo "tapi aku akan jelas kan sem--" kata jojo "kau tidak akan menjelaskan ka hanya bicara tentang nya!! seharusnya aku tidak datang" kata jeje "tapi sungguh jeje dia tidak salah aku yang salah niko banyak membantu kita" kata jojo "dan--" kata jojo "banyak? itu artinya kalian sudah berteman cukup lama sampai sampai kau membelanya! " kata jeje "baby aku yang--" kata niko "diam kau brengsek!! pria seperti mu tidak layak bicara dengan ku!! " kata jeje "jeje tenang lah" kata Ariel "apa lagi yang kalian sembunyikan? apa ada hal lain lagi selama aku tidak di sini" kata jeje "je--" kata jojo "aku tidak mau dengar yang ku tau kau juga seorang pembohong yang membela pembohong lainnya" kata jeje "jeje masuk dulu " kata desi jeje mengambil ponsel nya yang berbunyi "ya.. aku ke sana" kata jeje lalu dia membuang pandangan nya "kak tinggal saja semuanya" jee mundur tiga langkah lalu berbalik dan pergi "dia sangat marah" kata Ariel "baby" jojo menahan niko yang mencoba mengejar jeje "jangan sekarang" kata jojo.
jeje berjalan melewati beberapa kamar sampai akhir nya dia masuk ke salah satu kamar "salam kakak" kata jeje chai menatap jeje yang baru datang "dia datang ingat kan" kata chai "kak monnie aku jeje" kata jeje "kejutan" kata monnie "aku punya kejutan tadi aku memetik nya sendiri" jeje mengeluarkan lima tangkai bunga mawar "tapi dia hancur karena lari" kata jeje monnie tersenyum sambil mengulurkan tangan nya "jika kau mau ambil saja" kata jeje "peluk" kata monnie "kau gila aku tidak mau kenapa kau lama sekali tidur dan baru bangun sekarang! kau lihat ini pelipis ku masih di tutup kapas " kata jeje "tangan ku juga mungkin ku fikir luka ku akan sembuh sebelum mau bangun ternyata kau sudah bagun sekarang kau terlihat jelek seperti biasa nya ya terlihat tua seperti mak Lampir" kata jeje "jeje" kata chai "pacar mu langsung marah aku mengatai mu" kata jeje "kenapa kau bisa terluka anak nakal" kata monnie "anak nakal? kau yang anak nakal aku terluka karena pacar mu terlalu lama menjemput ku" kata jeje "kau ini bagaimana jemput adik kok lama dia terluka seperti ini loh" kata monnie "kau harus minta maaf" kata monnie "hahaha rasain" fikir jeje "ayo kenapa diam? " tanya monnie "aku minta maaf" kata chai sambil menunduk "maafkan aku ya" kata chai "jadi ka monnie kapan kau tidur lagi eh.. maksudnya kapan kau boleh pulang" kata jeje "sekarang sudah boleh cuma harus ada dokter yang mengawasi nya" kata chai "siapa yang izinkan kau bicara pada ku? " kata jeje "benar kami sedang bicara berdua" kata monnie "aku salah lagi" fikir chai "kalau begitu" jeje berjalan ke arah pintu "DOOOKKTEEEERRRR CEPAT SIAPAKAN YANG SATU INI AKU MAU PULANG!! " seru jeje cha menepuk dahinya sementara monnie terlihat tertawa senang "kita akan pulang" kata jeje.
"kita pulang!!! " kata jeje "jeje jadi kau tidak ke kampus? " tanya monnie "tidak tapi aku sering ke kampus kok" kata jeje "tidak bolos seperti dulu? " kata monnie "tidak dong hanya orang minus yang suka bolos" kata jeje "kaya aku" kata jeje dalam hati "kak monnie kau mau makan apa katakan saja pada ku" kata jeje "kau bisa masak? " kata monnie "bukan aku tapi dia" jeje melirik ke arah chai "ya ampun ku fikir kau bisa masak" kata monnie "aku juga bisa tapi nanti" kata jeje "haha kau ini masih sama lucu sekali" kata monnie "kau juga masih sama kaya dulu bikin aku mual saat melihat mu" kata jeje "kenapa aku jadi di abaikan? " fikir chai sambil menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal.