What Is Love

What Is Love
sisi kebaikan jeje



Niko berdiri sambil memegang gelas berisi kopi "aaaahhhhh!!"jeje memukul tembok di sisi tini, niko teringat terus dengan kejadian di kampus beberapa waktu lalu. Dia sangat ingat muka jeje yang sangat di penuhi amarah "aku bisa membunuh mu jika aku mau tanpa harus meletakan serpihan kaca di tas mu!!"dia juga ingat kejadian di kolam renang "waktu itu dia bisa memukul bu tini jika mau tetapi kenapa dia tidak melakukannya"fikir niko "hei bodoh kau akan merenung di sana dan tidak ke kampus"kata wahyu sambil mendorong motor keluar dari garansi "kampus kata mu?"kata niko "iya ayo"kata wahyu "kau tidak melihat kalender kalau hari ini hari minggu"kata niko "sungguh ?? Apa nyawa mu belum terkumpul jadi satu?? Ini hari senin bodoh "kata wahyu "ini minggu"kata niko "iya minggu kalau begitu aku mau ke kampus duluan"wahyu pergi dengan motornya "pergi saja sana pasti kau akan malu huh ada apa dengan wahyu apa dia lagi bersemangat"niko mengeluarkan ponsel nya mata nya langsung terbelalak.


Jeje melompat ke pagar tembok dia masih duduk di sana dengan santai membuka snack dan memakannya "haduh aku kelelahan"jeje melihat seseorang dengan tergesa gesa turun dari motor dia membayar ojek lalu memukul kepalanya sendiri orang itu lari lari melihat pagar tembok sambil melihat sekeliling "gawat gawat"orang itu gelisah dan kelihatan frustasi tiba tiba ada kaleng yang mengenai kepalanya di saat dia sibuk melihat keadaan sekitar "aduuhhh apa sihh"kata orang itu dengan kesal "wah ku fikir kau tong sampah"kata jeje "dasar sial hum hei kau bagaimana bisa berada di atas sana?"kata orang itu "gampang cuma butuh sedikit lompatan kecil"kata jeje "awas aku mau lompat"orang itu mencoba tetapi gagal "kau payah"kata jeje lalu dia melompat ke dekat orang itu lalu melompat lagi ke tempat semula "kau terlalu lama nanti satpam akan keliling dan kau di hukum wahh... Para penggemarmu kecewa"jeje membuka ponsel nya "hih"orang itu geram "halo kak bai apa? Wah sungguh kau tunggu saja aku mau ke kampus sebentar untuk mengambil sesuatu di loker ku oke oke kau tunggu di sana"kata jeje lalu dia menunjuk seseorang dengan seragam hitam dan tongkat di tangan "satpam"orang yang di bawah panik dan coba melompat dia berhasil tetapi kaki nya meleset "huaaa sial aa"orang itu mau terjatuh "grebb"jeje menahan orang itu dengan tangan nya "huaaa"orang itu kaget saat jeje menangkap tangan nya "pecundang"lalu jeje turun dan pergi "aku akan segera kembali"kata jeje orang itu memperhatikan nya .


Jeje melangkah ke loker nya mengambil sebuah plastik hitam lalu memasukannya ke hoddie nya lalu pergi "jeje"mawar berdiri di depan jeje "hum?"jeje melihat mawar "aku membuat gelang dengan benang apa kau mau?"kata mawar jeje menatap mata mawar "ada apa dengan mu?"kata jeje "A..a.aku han..hanya ingin.mem..beri mu hadiah... A..aaku tidak a..ada maksud la...in"kata mawar jeje memperhatikan mawar dari bawah ke atas tersenyum sinis "ulangi aku tidak dengar"ucap jeje sambil melipat kedua tangannya mawar semakin berkeringat "aku...aaku"mawar gugup "aku tidak dengar"kata jeje gilang yang membawa buku berhenti melihat jeje dan mawar lalu dia bersembunyi. "aa..aaku ingin"mawar bergetar "kau ingin aku pukul ?? Ayo bicaralah waktu ku tidak banyak"kata jeje "aku..aku AKU INGIN MEMBERIMU HADIAH DAN AKU TIDAK ADA MAKSUD LAIN "kata mawar dengan keras "bagus sekali sekarang lihat ke arah ku"kata jeje lalu dia mengambi kacamata mawar dan menarik sweeter mawar lalu memakaikan topi nya ke mawar lalu mengambil buku buku di tangan mawar dan melemparnya ke udara "kau sudah pintar tidak usah belajar"jeje berjalan dan berhenti di sisi mawar "bawa hadiah itu besok dan pakaikan untuk ku sekarang berlatih lah bicara di depan cermin dan tetap lah begitu kau cantik dan anggun"jeje pun pergi mawar berbalik menatap jeje .


"rizi"jeje melihat rizi di tepi kolam "jeje ku fikir ka--"rizi melihat jeje menyodorkan permen karet "pergilah ke kelas mu "jeje melangkah pergi "kau mau kemana?"kata rizi "aku mau pulang"kata jeje "kau cuma menemuiki sebentar?"kata rizi tapi jeje tidak menjawab dan tetap melangkah pergi rizi menatap permen di tangannya ada tulisan di salah satu permen "semangat ya"rizi tersenyum "kau juga semangat ya!!!"seru rizi.


semua mata memandang wanita cantik dengan topi hitam dengan rantai keci di ujung kanan topi dengan kaos hitam celana panjang dengan rok pendek di luar nya "wahh itu mawar"kata dini heran "itu mawar"aiden heran "pasti aku terlihat aneh.. Kenapa jeje memotong rok ku yang semula di bawah lutut sekarang jadi di atas lutut"kata mawar di dalam hati "cantik sekali"kata leo "mawar"semua terpaku melihat penampilan mawar ada yang sampai minumannya terjatuh, ada yang sampai bukunya terbalik, ada yang mulutnya terbuka saat mawar lewat, mawar beehenti di dekat sebuah jendela dia bahkan terkejut sendiri melihat dirinya "ma..mawar boleh aku..foto dengan mu"kata beberapa orang "hah"mawar heran melihat orang orang jadi memperhatikannya.


Jeje mengeluarkan plastil hitam dari hoodie nya "bagus nanti kita akan mengantarnya"kata kal "tapi..mana jerico?"tanya jeje "dia sedang membawa beberapa pengawal untuk ke bandara menjemput tuan chai"kata kal "aku akan bersiap agar kita lebih cepat"kata jeje.


"yah begitulah cerita nya menurut anda bagaimana?"tanya tini "begini dia sepertinya memiliki alasan tertentu karena itu dia melakukan beberapa hal kepada anda,memarahi anda,memukul anda,apa anak itu memiliki teman dekat nya"tanya seorang pria dengan kacamata "tidak ada dia tidak memiliki teman dia selalu memberontak apalagi dengan ku apa menurutmu dia membenci ku?"tanya tini "menurutku tidak dia tidak membenci anda jika dia membenci anda kemungkinan dia akan menghindar jika bertemu anda di jalan, atau di mana pun itu dan saat itu kemungkinan juga dia memukul anda bukan dinding. Dia marah dengan penyampaian anda mungkin anda ada sedikit menyampaikan sesuatu dengan nya sehingga menyulut api amarah di dalam dirinya "kata pria itu "saya hanya ingin menyampaikan pemahaman tentang cinta"kata tini "apa dia pernah mengalami trauma dalam percintaan atau trauma di masa lalu lain kali coba kirim kepada saya vidio tentang anak itu saya ingin melihat nya oh ya orang tua nya ada tidak"kata pria itu "hum ..orang tua nya...".


"hai teman..tem ahh...tidak bisa huff....hai eh halo"mawar bicara sendiri di depan cermin "hai tem...hai temaa..n tidak tidak hai ...tem.. Oh tidak huffff...... Hai teman"orang tua mawar melihat tingkah anak nya dari balik pintu "pa.pagi fuhh...pagiiii..."ucap mawar "dia berbicara sendiri"kata ibu nya "aku suka itu dia jadi berbeda sejak pulang dari kampus dia bahkan menyapa tukang kebun tadi"kata ayah nya.


Malam harinya...


Kal dan jeje naik motor "kenapa berhenti?"tanya jeje "aku harus mengambil sesuatu yang di minta tuan chai kau ikut atau tunggu di sini?"kata kal "aku tunggu di sini "kata jeje lalu kal pergi jeje mengamati lingkungan sekitarnya sepi seperti tidak ada orang di sekitar situ jeje mendekati tanaman yang di bentuk menyerupai guci "dia datang"kata seseorang di langit langit rumah kal masuk "akkhk"kal melihat darah mengalir dari perut nya sebuah peluru mengenainya tanpa menimbulkan suara "jeje"kal ambruk jeje melihat sesuatu di dekat tanaman itu seperti ada gelang "apa ini"jeje memungut gelang itu lalu memasukan nya ke saku "sepertinya aku--"belum siap jeje berbicara "prang!!!"botol kaca menghantam kepalanya dengan keras membuat nya terjatuh.


"kenapa mereka lama sekali"guman jerico "mungkin perjalanan macet"kata han "tidak mungkin mereka naik motor"kata lim "tuan chai mau semuanya menghadap ke ruangan nya"kata bai semuanya pun pergi "aku tidak bisa menunggu"kata chai "maaf tuan jeje dan kal tidak bisa di hubungi"kata wut "maaf tuan anda harus pergi ke acara makan malam itu undangan dari pemilik perusahan xia fu"kata bai "baik, jerico terus hubungi mereka aku akan pergi"kata chai "paket"ada seorang kurir di depan pintu "tuan jeje sudah mengirim benda nya melalui kurir"kata lim "buka"kata chai hary membuka plastik hitam isinya sebuah kalung berlian dan tiga pistol "bai bawa kalung itu sebagai hadiah untuk pemilik perusahaan xia fu lalu simpan pistol nya di mobil ku"kata chai.


"hh.hum"jeje membuka mata nya banyak kotak kayu di sekitarnya tangannya terikat tali "sial"jeje memperhatikan sekitar nya cuma ada kal yang di ikat di sebuah tiang "aku harus membebaskan diri"fikir jeje lalu dia menarik kuat tangannya yang di ikat di belakang kursi "susah sekali"akhirnya jeje menggunakan senjata tersembunyi nya untuk membuka tali dan itu berhasil "akhirnya"jeje menghampiri kal "woi kal kal ayo bangun"kata jeje "lebih baik aku buka dulu tali nya"jeje berjalan ke belakang kal untuk membuka tali "sial"kata jeje saat ada pria di sisi nya menodongkan pistol di belakangnya juga dari arah depan juga jeje tidak bergerak semua senjata mengarah kepada nya.


Meja makan penuh dengan berbagai hidangan chai duduk dengan santai dengan empat orang berpakaian rapi "kami sangat bersyukur bertemu dengan anda tuan chai"kata chan "itu benar perusahaan ini sudah di ujung tanduk"kata tan si pemilik perusahaan "jangan terlalu membesar besar kan sesuatu"kata chai "anda rupa nya sangat rendah hati tuan chai"kata ahkhong "itu lah hebat nya tuan chai maka nya dia di segena orang"kata tiger "aku ada sedikit hadiah kecil untuk anda nyonya tan"kata chai lalu bai maju sambil menyerahkan hadiah ke meja "lihat istriku kau dapat hadiah"kata chan "ah terimakasih banyak waaw lihat ini kalung yang indah"kata tan "dan hadiah kecil untuk mu ada di bawa tuan chan"kata chai "kau sangat baik sekali"kata chan "sudah sudah ayo semuanya kita bersulang"kata ahkhong "bersulang!!...".


jeje di ikat di sebuah tiang tak jauh dari kal "jeje jeje seharusnya kau bergabung dengan kami"kata aldo "lihat lah apakah tuan mu menyelamat kan mu"kata afdal darah keluar dan mengalir ke wajah jeje "jika tuan mu mau menyerahkan saham maka kau dan teman mu itu aman"kata afdal "cih huahaha hahahaha huahah"jeje tertawa "aku tidak bercanda aku akan melenyapkan kalian jika aku tidak dapat saham itu"kata aldo "kak chai tidak akan menyerahkan itu dengan mudah"kata jeje sebuah pukulan mengenai perut jeje lalu tamparan keras di wajah nya "kalian takut dengan kak chai sampai harus menahan anak buah nya"kata jeje "tapi dari mana mereka tau lokasi gedung markas ke lima yang tau lokasi itu hanya anak buah kak chai"fikir jeje "jika kalian tidak mendapatkan saham itu maka kalian akan mendapatkan konsekuensi nya"afdal teringat bos nya yang marah besar pada nya "lepas kan aku ayo kita bertarung"kata jeje "oh ya kebetulan di mana bos mu meletakan senjatanya jika kau memberi kami informasi kami tidak akan membunuh mu"kata afdal "aku lupa"kata jeje sebuah kayu menghantam tubuh jeje.


"tuan"bai mendekati chai "ada apa"bisik chai "jeje di culik dengan kal mereka berdua belum di temukan cuma ada surat yang di tinggalkan penculik agar anda menyerah kan saham xia fu"bisik bai "hum hm semua nya aku tidak bisa berlama lama karena ada urusan mendadak"kata chai "oh... Kami mengerti tuan"kata tiger "mari kami antar"kata tiger,tan,chan dan ahkhong bersamaan .


"kenapa berhenti ayo pukul lagi pukul "kata jeje "kau"aldo menodong kan pistol "dor dor dor!!!!!"suara tembakan bertubi tubi semua bersembunyi "mereka datang"kata afdal "dor dor dor!!! "adu tembak terjadi antara hary dan aldo banyak orang berjatuhan "sial sial "jeje menjatuhkan pisau kecil saat ingin memotong tali "hati hati nanti kena kal!!"seru jeje anggota langit hanya tersisa lima orang hary bersembunyi di balik kardus sambil mengisi peluru pistol nya "kal kal bangun woi!!"seru jeje "muncul kau kalau berani!!"seru hary dengan dua pistol "wwuuuttttt"akia meluncur dengan tali sambil menyambar afdal "dorr dor dorr buuagg "debu berterbangan han melihat semuanya dari balik dinding sambil menggenggam dua pistol akemi berjalan ke arah kal sambil membuka tali "dorrr"akemi terjatuh "akkkhh"akemi kesakitan "sial kau"akia memukul afdal "hei!! "seru aldo dia sudah di depan jeje "aku tembak dia jika kalian tidak menyerah!!!"seru aldo "ayo teman teman kita menyerah saja"kata han "tapp tapi"kata akia "ayo"kata aldo lalu dia melirik pesan di ponsel nya "aku sudah memanggil bantuan akara akan datang dengan membawa bantuan"aldo tersenyum "dorrr"aldo meringis ada peluru menembus bahunya "dorr dorrr"chai datang dengan pasukan nya semua di aman kan bai membuka tali jeje "uhuk uhuk"jeje langsung memukul aldo dengan keras "tahan je"chai menarik jeje "kak dia membunuh kal"kata jeje "kal kal"akia menepuk nepuk wajah kal "ikat mereka "kata chai "duarrrr"ada ledakan keras "tiarap"kata lim "sembunyi"chai menarik jeje "dorrr dorrrr"akara datang pria bertubuh tinggi "pegang ini"chai memberi pistol ke jeje "aaaku"kata jeje "serang"kata chai suara tembakan memenuhi ruangan jeje berdiri melihat keadaan sekitar sudah kacau "bom akan meledak dalam waktu dua puluh menit"kata jerico "ayo jalan"chai menarik jeje sambil terus melepaskan tembakan tak lama kemudian "hah hah hah sepertinya kita akan kalah"kata afdal "siall kalian bilang cuma beberapa pasukan"kata akara "hei"chai menodong kan pistol ke akara "hm"saat mau menembak ternyata pistol akara kehabisan peluru "hiaaa"akara maju semua juga pada keluar dengan lawan masing masing jeje menghampiri kal "kal ayo"jeje menyeret kal ke tempat yang sedikit aman chai mundur karena tendangan akara "hiaa"saat chai maju dia di hadang empat orang anggota akara "akhhhh"tubuh jeje terangkat tinggi "akan ku buat bos mu menyesal"ujar akara "tidak ak.akan"jeje melilit tangan akara dengan kaki nya sampai akhirnya akara melepaskan leher jeje dia berdiri memegang lengannya "haaaaaa"jeje maju "grebb"akara menangkap tangan jeje lalu membating tubuh jeje dengan keras "jeje"kata hary "buaggg"tubuh jeje di banting ke tiga kali nya "hiaaaa"hary menyerang akara "mundur!!"kata chai "sial pasukan ku tinggal empat"kata akara sambil berdiri melihat perut nya terluka "kenapa chai kabur biasanya dia akan bertempur sampai akhir"kata aldo sambil memapah afdal "jangan jangan"akara melihat sekeliling "duaaaaarrrrr"suara ledakan dari satu gedung ke gedung lainya "sialll lariiii"kata akara "duaaarrrrr "serpihan serpihan berterbangan di udara "aaahh"akara berbaring di balik reruntuhan "siall"ucap afdal sambil menyingkirkan potongan tangan di badan nya .


Jeje terlihat kesakitan "bai hubungi dokter"kata chai "baik tuan"kata bai "jeje"lim mendekati jeje "ahh... Tidak bisakan tembak aku"guman jeje "wut bawa jeje ke kamar nya"kata chai "baik"kata wut "kal masih bernafas"kata zio "syukurlah"kata han "milli bantu semua nya mengobati luka sampai dokter datang"kata chai sambil pergi dengan tenang.


Keesokanya..


Rizi berjalan dengan semangat dengan membawa dua kaleng cola "kenapa aku tidak melihat dia"kata rizi "rizi apa kau melihat jeje?"tanya seseorang rizi menoleh dia terkejut "mawar "rizi tertegun "mawar bicara pada ku "fikir rizi "aku juga mencari jeje"kata rizi dia juga terkejut melihat perubahan mawar "humm baik lah"mawar pergi tapi dia berhenti dia berbalik "pagi rizi"kata mawar "pagi juga"kata rizi "aku berhasil bicara jeje"kata mawar dalam hati "apa aku bermimpi"fikir rizi.


"pagi mawar"kata aiden "ha hum hum pagi juga"kata mawar "kau sangat cantik"kata aiden "mawar"dini melihat mawar lewat "dia berubah drastis"kata nasya "kalian melihat apa sih"bunga kesal "rizi kenapa kau di sini bentar lagi kelas di mulai"kata gilang "hum pak gilang aku di sini menunggu seseorang"kata rizi "siapa pacar mu?"kata gilang "tidak pak hanya seorang teman"kata rizi gilang melihat cola di tangan rizi "aku hanya ingin memberikan minuman kesukaannya"kata rizi "kenapa tidak memberikan nya saat di kelas?"tanya gilang "biasanya dia duduk di sini waktu itu dia datang kok dia memberiku permen"kata rizi "siapa teman mu itu?"kata gilang "hum jeje pak"kata rizi "jeje tapi itu mustahil"kata gilang "dia bilang kalau aku adalah temannya"kata rizi "kelas akan di mulai kau akan menunggu dia?"kata gilang "aku akan masuk kelas dulu jika tidak aku takut dia marah"kata rizi gilang menatap rizi dengan heran "dia bilang aku harus ke kelas ku jangan bolos"kata rizi lalu dia pamit dan pergi .


chai melihat jeje terbaring di ranjang "saya akan terus memeriksa nya tuan dia mengalami keretakan di tulang rusuk nya dan tangan nya patah"kata dokter "kapan dia sembuh?"kata chai "butuh beberapa waktu tuan dia juga harus cukup beristirahat dan makan makanan yang bergizi"kata dokter tak lama kemudian dokter pergi chai menatap gadis yang terbaring dan dengan tangan di perban lalu pergi "semua aman tuan"kata bai "pergi ke dapur panggil milli untuk ku"kata chai "baik tuan"kata bai "tunggu bai"kata chai "iya tuan"kata bai "suruh yang lain beristirahat dan urus semua pengobatan nya dan kau juga istirahat lah"kata chai.


Milli datang "siap tuan apakah anda memanggil saya"kata milli "apakah stock buah dan sayur masih ada?"tanya chai milli terkejut tidak pernah tuan nya menanyakan hal seperti itu "masih ada tuan apakah anda ingin makan sesuatu?"tanya milli "masak lah sup untuk semuanya dengan daging segar dan siapkan jus untuk si cilik ketika dia bangun jangan kasih minum apapun kecuali jus buah"kata chai "baik baik tuan sesuai dengan permintaan anda"kata milli lalu chai memberi isyarat agar milli pergi.


Mawar menatap gelang buatan nya "bawa hadiah itu besok dan pakaikan untuk ku"dia teringat perkataan jeje "kenapa kau tidak datang ke kampus"kata mawar sambil menatap langit "kenapa kau menolongku bukan kah kau membenciku"kata niko sambil memandang langit juga "mungkin bu tini benar kalau kau sebenarnya tidak nakal"guman niko "dia merubah mawar dan mengubah rizi"gilang melihat langit biru cerah "kau sangat penuh dengan kejutan"kata gilang.


Jeje membuka mata bersamaan dengan milli yang masuk ke kamar nya "nona jus untuk anda"kata milli "ini juga sup buat anda semoga lekas sembuh"kata milli "humm kak--" milli langsung menyela "milli saja nona"kata milli "milli gimana dengan yang lain?"tanya jeje "semua aman hanya kal dan anda yang terluka parah"kata milli sambil pamit pergi "kau bisa makan sendiri"jerico datang "kau tidak makan"kata jeje "sudah selesai tuan chai meminta ku untuk melihat mu memastikan dirimu makan sampai habis"kata jerico "tangan ku kenapa begini"kata jeje "huam kau lupa ya tangan mu patah"kata jerico "ayo buka mulut mu dari pada aku di marahi tuan chai"kata jerico sambil tersenyum.