
Alder meneguk minuman nya di dalam gelas sambil melihat azam membawa map merah ke arahnya "tuan kami berhasil"kata han "benar tuan setelah tertipu sekali sekarang tidak akan tertipu"ucap lion alder memberi isyarat ke athan untuk memeriksa map yang ada di meja "luar biasa"guman jugo "sungguh! Apa kalian sedang bercanda?"kata athan setelah membaca isi mam merah "prank" "aku mau lihat"kata afdal dengan tongkat penyangga "kalian main main dengan ku!"kata alder sambil melempar gelasnya ke meja "tu...tuan..iiini tidak mungkin"kata han "akhh"han jatuh setelah alder menembak lututnya "tuan mohon ampun"kata lion "kami sungguh tidak tau kalau ini tipuan kami hanya ikut menjalani rencana sesuai informasi"kata azam "HAAH SEMUANYA TIDAK BECUS"kata alder "ampun tuan ampun beri saya kesempatan"kata han "grebbbb"kerah han di tarik kuat oleh alder saat han merangkak memohon ampun "DASAR BODOH!! Kau telah di tipu gadis kecil itu!! Dan kau sangat mudah di tipu begitu saja apa apaan ini !!"kata alder "sa..saya akan kembali ke sana tuan"kata han "tentu gadis itu sudah memberitau bos nya"kata alder "ta...tapi saya akan berusaha tuan"kata han "HAAAH!!!!"han di jatuhkan "aku tidak mau tau kau harus ke sana ambil dokumen itu dengan cara apapun aku beri waktu tuju hari jika gagal maka nyawa mu akan jadi penggantinya"kata alder "baik baik tuan"kata han dengan ketakutan.
"menurutmu dia akan kembali?"kata lim "dia akan datang tapi tidak sekarang aku yakin sekarang dia pasti di hajar bos nya lalu menyusun rencana"kata jeje "tuan chai"semuanya berdiri "tuan chai semuanya sudah terbongkar"kata kal "besok kita bahas jeje ikut aku milli bantu jeje naik"chai pergi "good night nona"kata mereka "ya ya "jeje menaiki tangga "milli aku bisa naik sendiri kau bawakan aku vodka juga buat kak chai"kata jeje "baik"milli pergi, "ada apa kak?"jeje duduk di sofa "jadi kau sudah tau kalau han adalah penyusup nya?"kata chai "sebenarnya aku cuma menduga duga aku mencurigai dia di saat aku menemukan gelang milik han di lokasi aku dan kal di serang dan aku melihat han menelpon di belakang rumah secara sembunyi sembunyi "kata jeje "permisi tuan"milli datang dengan membawa apa yang jeje minta "tuan"may datang dengan membawa sesuatu lalu mereka pergi "kau terluka"chai menggenggam tangan jeje "tergores sedikit"kata jeje "diam lah aku akan membalut luka mu"kata chai "baik"kata jeje "di kampus apa kau memiliki teman?"kata chai "tidak, kau jangan bercanda siapa yang mau berteman dengan ku kak"kata jeje "aku tidak bercanda setidak nya satu orang teman kau harus punya"ujar chai "aku tidak tertarik"kata jeje "apa kau takut kalau kau akan melukai teman mu?"kata chai "ah tidak suatu saat nanti jika aku mau aku akan mencari teman"kata jeje "lalu bagaimana dengan orang yang bernama bunga bukan kah dia selalu mengganggu mu?"chai membalut luka jeje dengan perban "dia masih bisa ku tangani lagian jerico juga membantuku"kata jeje "sudah selesai "chai menatap jeje "jika kau tau sesuatu sebaiknya beri tau aku jangan bertindak seenakmu"kata chai sambil mengusap rambut jeje "kau kwatir pada ya"kata jeje "aku benci mengatakannya "kata chai sambil meneguk minuman di meja. "kak chai waktu kau kuliah adakah orang yang kelihatannya tidak menyukaimu tapi dia sendiri mengaku kalau dia peduli pada mu"kata jeje chai menghela nafas "apa kau ingin tau"kata chai jeje mengangguk "ada awalnya dia sangat dingin dan sepertinya dia membenciku karena aku sering terlibat perkelahian dan kekacauan di kampus sampai waktu itu aku di kejar orang dia menarik ku, huff..dia bertanya dan mengomeliku layaknya ibu tiri saat aku bertanya pada nya dia berteriak sambil menampar ku dia bilang karena aku peduli pada mu "kata chai jeje tertawa "jadi kau pernah di tampar seorang wanita?"kata jeje "iya itu untuk pertama kalinya aku di tampar orang"kata chai tiba tiba dia menatap jeje "apa ada orang yang berkata seperti itu pada mu"kata chai dengan tatapan tajam "tidak"kata jeje tapi chai menatap penuh curiga pada jeje .
Cahaya mentari mulai semakin naik jeje melompati pagar lalu melangkah pergi ke kelas nya tini masuk "selamat pagi semuanya "kata tini "pagi bu"kata mereka. rizi membuka bukunya dan mencatat apa yang gilang tulis di papan tulis "apa hari ini dia tidak masuk lagi"fikir rizi sambil menatap pintu keluar. Tak lama kemudia kelas pertama selesai semua pada keluar dari kelas tini menatap jeje "kau tidak keluar?"tanya tini jeje berdiri dan berjalan melewati tini "aku harus cari jeje"fikir mawar sambil membereskan bukunya "aku cari minuman dulu deh"kata jeje dalam hati "anak itu"kata bunga ketika melihat jeje memesan minuman "kau lihat aku akan kerjai dia"kata dini sambil membawa minumanya dan berjalan ke arah jeje "byurrr" semua mata memandang ke arah jeje "sial"kata bunga "kak niko... Maaf "kata dini "jangan fikir aku tidak melihat mu kau ingin menyiram jeje kan"kata niko "ti...tidak"kata dini gugup "kalau iya kenapa"kata bunga "lagian dia pantas mendapatkannya"kata lusy "betul tuh"kata naysa "kalian"kata niko "jangan sok membelaku"kata jeje ketika niko ingin memarahi bunga jeje menarik niko mundur lalu dia maju memandang bunga dengan santai "makanan ku"kata aciel saat dia lewat makanan nya di ambil jeje lalu jeje menuangkan makanan itu ke bunga "waaahh..."kata mereka "dengar"jeje menarik rambut bunga dan dini "jangan berfikir untuk mempermainkan ku, karena aku yang akan mempermainkanmu"kata jeje sambil mendorong mereka "sudah je"niko menarik jeje pergi dari situ "kenapa kau menarikku?"kata jeje "karena aku ingin menolongmu"kata niko sambil melepas baju nya "kau sok sekali membelaku kau--"kata jeje "aku tau soal bunga dan orang suruhannya"kata niko jeje langsung berbalik menatap niko "seharusnya kau cerita pada ku"kata niko "dan jangan berfikir kalau aku bersandiwara, yah mungkin aku tau kau bisa membela diri tapi aku teman mu kau bisa bercerita apa saja pada ku"kata niko. "apa aku peduli"jeje pergi "walaupun kau tidak peduli tapi aku peduli"kata niko sambil mengelap ngelap kaos dalam nya "hum!"niko melihat ada orang menyodorkan kaos lengan pendek dan jaket coklat "kau dapat dari mana?"kata niko "dari tuhan"kata jeje sambil menjatuhkan apa yang dia bawa ke lantai lalu pergi.
"jeje"rizi duduk di sisi jeje "aku dengar kau berkelahi dengan bunga"kata rizi "apa kau terluka?"tanya mawar "tidak, tidak ada luka tapi aku memang berkelahi"kata jeje "aku membawa gelang yang kau minta"kata mawar "pakai lah satu dan berikan ke rizi satu "kata jeje "hum..jeje siapa orang yang mengejarmu waktu itu?"tanya mawar "musuh ku "kata jeje "mereka memiliki pistol"kata rizi "itu kenapa aku tidak mau kalian berada di dekatku"kata jeje "tapi aku bisa membawa bodyguard ku untul melindungimu"kata rizi "aku tidak butuh"jeje menatap ke duanya "dengar jika kalian melihatku seperti waktu itu kalian harus lari bersembunyi dan jangan coba coba menolongku atau menelpon bantuan apa pun"kata jeje "dan itu sudah jelas menggambarkan dunia kita yang berbeda"kata jeje suasana jadi hening.
Di rumah utama terdengar keributan"kak sekarang aku tidak punya rumah kau lihat saja sendiri rumah ku sudah hancur berkeping keping dan sepeda ku kendaraan ku ikut hangus"kata jeje "motor mu masih ada di sini "kata chai "itu motor buat pertandingan aku kesal pada mu jadinya"kata jeje "bai perlihatkan pada nya gambar rumah dan vila"kata chai bai pun menurut "lihat dan pilih yang kau suka biar aku bayar sesuai janji ku"kata chai "sungguh"kata jeje "ya"kata chai "aku mau vila yang ini deh sama sepeda yang ini dan motor yang ini yang ini juga eh yang ini"kata jeje "urus semua bai"kata chai "baik tuan"kata bai "sekarang aku mau makan malam di luar ayo"kata jeje sambil menarik chai "apa kau gila aku belum bersiap"kata chai "sudah ayo "kata jeje "jericoooo!!"kata jeje "siap" kata jerico dua mobil berhenti di hadapan jeje dan chai "ini bukan mobil untuk kita"kata chai "aku tau tapi apa salah nya jika kita gabung dengan yang lain ayo kau sudah berjanji"kata jeje "nona ini mobil khusus pengawal"kata lim "tidak papa "kata jeje chai pun dengan pasrah ikut naik lalu mereka berhenti di sebuah resto dan memesan makanan "tuan apa anda ingin di jemput dengan mobil lain"bisik wut "tidak perlu aku sudah berjanji pada si cilik"kata chai mereka pun mulai makan "kak ini enak kau harus coba yang lain juga coba"jeje meletakan sepotong daging ke piring chai "kau ingin apa lagi habis ini"kata chai "tentu saja belanja aku membutuhkan hoodie baru topi baru, jam tangan baru "kata jeje "baiklah makan lah makanan mu"kata chai.
akhirnya mereka sampai di rumah setelah menghabiskan waktu berkeliling berbelanja sesuai keinginan jeje "bersihkan tubuhmu dan pergi tidur dan siang besok pergi untuk melihat vila baru mu dan juga rumah barumu"kata chai "rumah?aku kan cuma minta vila"kata jeje "rumah dan vila mu bersebelahan sekarang istirahat "kata chai "oke oke "jeje pun pergi ke atas "tolong bereskan semua nya untuk di bawa ke rumah nya"kata chai "siap tuan"kata hary.