What Is Love

What Is Love
dance



kal menghentikan mobil jeje langsung meletakkan ponsel yang dia pegang lalu melihat ke depan "ada apa? " kata jeje "ada orang yang menyebrang" kata kal jeje memperhatikan orang yang sedang menyebrang di depan mobil nya seorang wanita tua dan bungkuk berjalan dengan sangat pelan dengan membawa tas di lengan kanan nya tiba tiba ada seorang pria muda dengan motor berjalan ke arah wanita tua itu "kak kal pria itu ada niat buruk dia pasti mau merampas tas wanita jelek itu" kata jeje "keliatan iya" kata jerico "biar aku bantu" kata kal "aku saja"kata jeje.


di kampus..


rizi duduk di kursi sambil memegang kantong plastik yang berisi minuman " kenapa jeje lama sekali "kata mawar " dia bilang hari ini dia akan ke kampus kok"kata anggel "tapi gerbang sudah di tutup" kata vito "lagian hari ini tidak ada kelas karena semuanya mempersiapkan buat acara perlombaan dance" kata dila. kal menatap jeje "kau yakin tidak papa? " kata kal "aku baik baik saja kau jangan sering keliatan di kampus jika ada yang menyadari kau bukan seorang mahasiswa bakal kacau" kata jeje lalu dia segera melompati pagar tembok, jeje berjalan sambil mengusap usap pipinya "aahh.. dia sudah mau mati tapi pukulan nya sekeras ronda " kata jeje "bahkan mulut ku terasa sakit sekali" jeje menekan nekan kedua pipinya "jeje ka kenapa? " jeje menoleh menatap teman temannya sudah duduk santai "jeje kau kenapa? " kata mawar "ah... jangan banyak tanya"kata jeje sambil duduk di antara teman temannya " kau habis berkelahi? "tanya rizi " aw.. wajah ku sakit semua "kata jeje " apa yang terjadi? "tanya rizi " iya kau kenapa? "kata vito " diam!! sana cari es batu pipi ku sangat sakit"kata jeje "ok.. oke" kata mawar sambil berdiri dan pergi jeje bersandar di kursi sambil mengusap usap pipinya "ini pakai ini" anggel dan mawar datang dengan semangkuk air es dan handuk kecil "berikan pada ku" kata jeje sambil mengambil handuk kecil yang di pegang mawar "cresss" handuk di peras lalu di tempel kan di pipinya "ooooihh... " kata jeje sambil meringis. "loh handuk ku mana? " kata niko "oh tadi itu handuk mu? " kata leo "iya aku meletakkan nya di sini karena aku sedang cuci muka" kata niko "aku memberikan nya pada mawar karena dia butuh handuk" kata leo "lalu aku pakai apa" kata niko "pakai ini" ale melempar sebungkus tisu "aku melihat mawar juga membawa mangkuk" kata wahyu, "aku tidak akan menolong orang yang sudah tua" kata jeje "kenapa? " kata rizi "kalian tau aku baru saja di tampar dengan tongkat kayu berkali-kali" kata jeje "astaga" kata dila "memang apa yang kau lakukan? " kata vito "aku hanya ingin menolong dia dari begal dan aku menendang begal itu sampai jatuh tapi wanita tua yang mau mati itu malah menghajar ku dia mengomeli ku aku hampir membunuhnya tadi" kata jeje "kau mau membunuh nya? " kata dila "iya aku mau membalasnya untung saja kak kal menarik ku" kata jeje "jeje" archie menatap jeje "kau kenapa? " kata archie "hum jeje.. ada darah keluar dari sudut bibir mu" kata anggel "ouh.. ku rasa aku akan mencari nya dan menghajar nya" kata jeje "biar aku bantu" kata archie "aku akan cari obat" kata rizi archie hendak mengambil handuk yang di pegang jeje "baby" niko mengambil handuk itu lebih dulu "ada apa dengan wajah mu? " kata niko "bukan apa apa! kena kau datang" kata jeje "aku melihat rizi mencari obat untuk mu jadi aku langsung mencari mu" kata niko sambil menatap archie yang ada di samping nya "berikan handuk itu pada ku" kata archie dengan suara yang pelan "kenapa aku harus memberikan nya pada mu" kata niko "karena aku lebih dulu" kata archie "tapi dia miliku" kata niko "dia bukan milik mu" kata archie. "gawat" fikir dila "haah berikan handuk nya" jeje mengambil handuk itu lalu mencelupkan nya ke mangkuk yang di pegang dila "awas awas.. kalian mengganggu ku" jeje pergi "kau lihat kan" kata archie "ini gara gara kau jadi jangan banyak bicara" kata niko "baby.. tunggu" kata niko "niko" kata wahyu "jangan panggil aku dulu" niko berlari cepat mengejar jeje "baby!! " kata niko jeje berbalik "kenapa kau mengejar ku" kata jeje "aku akan membantu mu" kata niko "tidak perlu aku sudah pulih" kata jeje "oh ya" niko menyentuh pipi jeje "oh sial" kata jeje "haha.. kau kesakitan kau tau, ini akibat nya kalau kau durhaka pada suami mu. kau menampar ku dengan tangan lalu Tuhan menyuruh orang untuk menampar mu dengan kayu" kata niko "kenapa kau tertawa" kata jeje "hahha.. tidak ada ayolah jangan marah ayo" niko menarik tangan jeje "aku tidak mau lepas " kata jeje "ayo lah aku obati jangan sungkan kita akan tinggal serumah" kata niko.


mawar menatap rizi "mana jeje? " kata mawar "aku tidak tau dia pergi ke arah sana dan kak niko mengejar nya" kata rizi "makanya kami diam karena aku yakin kak niko akan mengejar nya dan mengobati nya " kata vito, "aahh" jeje meringis "shhh.. tahan" kata niko "kau ini niat tidak menolong ku" kata jeje "aku niat kok " kata niko "apa kau kesakitan? " kata niko "tidak" kata jeje "besok jangan menjauh dari ku ya" kata niko "kau tau besok lomba dance di mulai akan banyak gadis yang mendekati ku jadi kau harus ada di samping ku agar mereka tidak mendekati ku" kata niko "apa urusan nya dengan ku " kata jeje "kau mau kehilangan calon suami yang tampan seperti aku? " kata niko "bahkan semesta tidak ingin kita berpisah bahkan bukti nya sudah di depan mata" kata niko jeje mengerutkan dahinya "handuk ini milik ku belum ada wanita yang memakai kecuali dirimu" kata niko "sial " kata jeje "ada apa? ini haduk bersih tau" kata niko "apapun yang ka pegang akan kotor aku harus cuci muka" jeje pergi "kotor? kotor dari mana baby hei!! " kata niko tapi jeje sudah pergi jauh.


keesokannya...


"kau mau membawa ku kemana" kata jeje "ayo acara akan di mulai dan kita masih di kampus" kata rizi "tapi itu acara tidak penting" kata jeje "penting" kata rizi dan mawar "ya ya kalian bisa melepaskan tangan ku dari tubuhku" kata jeje.


big menghampiri sakura "ada apa big? " tanya beberapa gadis "tidak ada apa apa aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada sakura" kata big "ada apa? " kata sakura "aku harap kali ini kau menjaga sikap mu kita ada di tempat orang. patuhi peraturan yang ada dan bersikaplah dengan baik dan sopan" kata big lalu dia pergi "kenapa cuma aku yang di cerami? " kata sakura "sakura bersikap lah dewasa sedikit" kata teman temannya yang lain "ah.. kalian ini tidak asyik eh" sakura tersenyum lebar "itu pria dingin waktu itu aku akan pergi" kata sakura "sakura!! kau akan tampil nanti jangan kemana mana" kata temannya "bentar" sakura tetap pergi. "awas.. beri aku ruang" kata niko beberapa gadis terus berdesakan "boleh aku berfoto dengan mu? " "Hai aku Mei" "halo tampan" "Hai mau minum bersama? " kata beberapa gadis. "jeje" jeje yang baru turun dari mobil menoleh ke arah suara yang memanggilnya "aku leo" kata leo "kak leo" kata vito "hum.. ini dari niko" kata leo sambil memberikan setangkai mawar biru "ayo ambil je" kata rizi "iya acaranya udah mau di mulai " kata mawar "ambil saja kalau kalian mau" kata jeje "ehh" leo menarik tangan jeje lalu meletakkan mawar nya di tangan jeje lalu pergi "hoiih.. dasar brengsek" kata jeje "ayo je" kata anggel "ya ya" kata jeje "aku akan menari dengan sangat baik" kata sakura sambil melingkar kan tangan nya ke lengan niko "niko kau jangan menjauh dari ku ya" kata sakura "awas sakura lepas kan aku" kata niko "sakura pacar ku datang kau akan di pukul olehnya" kata niko "siapa" sakura melihat ke arah yang di tunjuk niko terlihat jeje dengan hoodie hitam dan celana panjang dengan tali di samping nya dan terlihat ada bunga mawar berwarna biru di tangan kiri jeje "baby!! baby lihat aku aku sedang di goda" seru niko "baby!!! tolong aku" kata niko "baby aku di sini" kata niko "kau yakin dia pacar mu? bahkan dia tidak terlihat peduli sama sekali" kata sakura "dia akan ke sini dan menampar mu" kata niko "au kau kasar sekali" kata sakura "Hai kak niko" kata dila "Hai juga eh.. baby lihat bantu aku" kata niko jeje menatap sakura "tentu saja" jeje berjalan ke arah sakura "pria ini memberikan ini untuk mu" kata jeje sambil memberikan mawar yang dia pegang ke sakura "wah benarkah" kata sakura "baby?? apa yang kau lakukan? " kata niko "Hai je" archie dengan kemeja hitam datang "mau duduk dekat aku? " kata archie "tentu saja" kata jeje "apa? baby!! baby!! " niko melihat jeje sudah pergi "kau ini suka pakai hoodie ya" kata archie "ya" kata jeje "ayo kita ambil minimal dulu ku yakin kau haus" kata archie jeje menganggukkan kepala nya "minuman apa ini" jeje menatap gelas yang berjejer di meja "ku rasa lemon" kata archie jeje memperhatikan sekitar nya teman teman nya menghilang "kau tidak suka lemon aku bisa cari minuman lain untuk mu" kata archie "kurasa tidak perlu" kata jeje "kau yakin" kata archie "aku melihat ada cola di sana" kata archie "kau pasti lebih memilih cola kan? kau tunggu sini" archie pergi "baby" niko menarik tangan jeje "oih.. " jeje menatap niko "kenapa kau malah pergi dan bicara dengan archie? " kata niko "apa masalah nya? " kata jeje "tentu saja masalah kau memil--" kata niko "jika kau bisa bicara dengan orang lain kenapa aku tidak bisa? " kata jeje "maksud mu sakura? " kata niko "fikir saja sendiri" jeje Melihat archie datang dengan dua kaleng cola "oh.. maaf apa kalian sedang ingin bicara berdua? " kata archie jeje menarik tangan nya lalu berbalik mengambil cola dari tangan archie "ayo acara akan di mulai" kata jeje "oke" kata archie niko terlihat frustasi "ada apa? kenapa kau di sini? " kata ale "baby marah pada ku" kata niko "kenapa bisa? " kata ale "aku juga tidak tau" kata niko "kenapa tidak kau kejar? bujuk lah dia" kata ale "dia pergi dengan archie" kata niko.


jeje melihat mawar pergi dengan wajah cemas bersama dengan rizi "kau mau kemana? " kata archie "aku akan kembali" kata jeje lalu dia berjalan pergi "mawar" kata jeje "jeje matilah kita mahasiswa utusan kampus kita mengalami kecelakaan di jalan tol manggis" kata mawar "lalu? " kata jeje "tidak ada yang bisa menggantikan mereka" kata rizi "kita nomor urut sembilan dan ini sudah nomor urut tuju" kata baim "kalian sama sekali tidak ada yang bisa dance? " kata gilang niko menatap jeje "tunggu baby" niko melihat jeje ingin pergi "baby.. big mengatakan kau melakukan gerakan dance yang luar biasa" kata niko "siapapun bisa mengatakan itu aku juga bisa mengatakan kalau kau bisa dance" kata jeje "tolong.. jangan marah dulu kita bahas soal tadi nanti tapi i--" kata niko "apa urusan nya dengan ku kau kan murid teladan ini tugas mu bukan tugas ku" jeje pergi. sakura melakukan gerakan dance dengan sangat lincah dan cepat semua penonton bersorak "nomor urut sembilan kita sambut" kata big niko mengusap rambutnya "mati aku" kata niko "biar aku maju aku akan jelas kan" kata wahyu "yok.. urutan nomor sembilan" kata sakura sambil tersenyum "mana mereka" kata para penonton "sakura pergilah urutan ke delapan sudah selesai" kata big "apa salahnya aku membantu mu" kata sakura "apakah urutan nomor sembilan ada? " kata big "ada" wahyu naik ke atas panggung bersama niko dan beberapa orang lainnya bahkan archie juga "waw seramai ini" big tersenyum senang "hum.. halo semuanya" kata wahyu "kami mohon maaf sebelumnya karena utusan dari kampus kami mengalami sedikit masalah sehingga tidak bisa tampil" kata ale "dan juga" ucap wahyu "juga mereka takut kalah" kata sakura "sakura" kata big "mana mungkin mereka tiba tiba tidak datang? pasti mereka takut" kata sakura "hei kalian para penonton kalau kita ada persiapan dan juga keberanian apapun kita lakukan agar bisa tampil" kata sakura "awas kau" big menarik sakura "niko apa tidak ada cadangan? " kata big niko menggelengkan kepala nya "kau yakin tidak ada? kampus macam apa ini" kata sakura sambil turun dari panggung karena teman temannya menarik nya "kampus buruk tapi banyak gaya awas lepaskan para dosen juga gak ada gunanya seperti nya penuh dengan orang orang yang tidak berguna " kata sakura "masa gak ada cadangan nya" "iya masa gak ada" "kampus apa ini" kata para penonton "jaga bicara mu sakura" kata teman teman nya "ku rasa kampus mereka cocok untuk memelihara anjing liar" kata sakura "mereka takut kalah lalu cari alasan" kata sakura "tap.. tap.. " seseorang naik ke atas panggung "oi.. oi. kau" kata orang itu semuanya menatap ke arah panggung "cara bicara mu seolah olah kau ini hewan liar yang perlu di jinakkan" kata orang itu "kau lagi kau bisa apa" kata sakura "naik lah kemari " kata orang yang tak lain adalah jeje sakura naik ke atas panggung "kau bilang apa soal kampus ku? " kata jeje "kampus mu buruk hanya dance saja tidak bisa" kata sakura "satu hal yang harus kau tau" jeje membuka topinya "cuma aku yang boleh berkata buruk soal kampus ku" kata jeje sambil berjalan mendekati sakura "kau bicara lagi aku tak akan segan mencekoki mu dengan air keras" bisik jeje "baby" kata niko "apa cuma kata kata mu yang keras? " kata sakura "kal begitu bisa kah kau melebihi kemampuan ku? " kata sakura "dance mu sangat buruk dan banyak gerakan yang salah" kata jeje "kau bilang apa" sakura mendorong jeje "akia"kal menutup mulut akia yang hendak mengeluarkan peluru dari mulut nya " aku menantang mu"kata sakura "pertama satu hal yang harus ku beritau kau akan malu" kata jeje musik di nyalakan sakura memulai dance nya jeje hanya tersenyum "giliran mu" kata sakura "kalian lihat siapa yang lebih berbakat kampus ku atau kampus mu musik" kata jeje sambil memakai kembali topinya "ini dance mu" jeje melakukan gerakan yang sama dengan sakura "ini yang benar" kata jeje ketika selesai "ini dance ku" jeje melakukan gerakan yang membuat siapa pun tidak berkedip "waw" kata para penonton "cuma dance? lihat tari tradisional" kata jeje "woah.. " semua takjub melihat gerakan jeje "tari sejarah" kata jeje lalu dia menatap sakura yang terdiam "keahlian sedikit tidak perlu di umbar sungguh memalukan" kata jeje "semua ini dari kampus kami dance senorita" jeje mundur menatap wahyu "aku butuh satu pria" kata jeje "hum.. " wahyu menatap yang lain "aku tidak bisa je" kata archie "hum.jeje bawalah niko dia tau sedikit tentang dance senorita " kata wahyu "aku" niko terkejut jeje berjalan ke arah niko yang diam mematung "harus kah aku memanggil mu dulu" kata jeje "hum.. " niko gugup sakura terlihat kesal "aku hanya tau sedikit" bisik niko "anak bodoh" jeje mundur tiga langkah dan memulai gerakan nya "bunda.... aku menggigil" kata niko dalam hati jeje menunjuknya niko langsung melakukan gerakan yang dia ingat jeje menunduk niko langsung bergerak ke samping jeje sambil menggerakkan tangan nya "woaahhh... aku geram" kata salah satu penonton ketika jeje meletakan topinya ke niko. jeje dan niko berpegang para penonton bertepuk tangan ketika niko menarik jeje ke arah diri nya dan memegang pinggang jeje sementara jeje menatap niko sambil memegang bahu niko "kau cantik aku melihat kau dalam sisi yang berbeda hati ini" bisik niko "musik sudah mati kenapa mereka masih diam begitu" kata baim "lepaskan aku bodoh" kata jeje niko tersenyum jeje dan niko menatap ke arah para penonton lalu melambaikan tangan para penonton menyambut mereka dengan tepuk tangan yang meriah "big!! big!! " kata than "oh.. ya ya" big kembali sadar "jangan melamun" kata than "ya ya.. Terima kasih atas penampilan kalian" kata big "jeje terimakasih" kata Gilang "jangan berterima kasih dosen payah pergi ambil kan cola" kata jeje "baby kau" kata niko "kau lihat cewek yang aku suka menghina kampus mu" jeje pergi "niko" sakura menghampiri niko sambil membawa segelas minuman niko langsung berdiri dan ingin pergi "niko.. kau mau kemana? kau marah padaku? aku sengaja mengatakan itu agar ka maju" kata sakura lalu dia berjalan dan memegang tangan niko "tolong jangan menambah masalah pacar ku marah gara gara kau" kata niko "lagian aku tau kalian pasti pura pura" kata sakura "aku akan pindah ke sini agar bisa--" kata sakura "bisa ku habisi kau sekarang? " jeje datang dengan archie dan mawar "kau tidak tau malu sudah menghina kampus kami" kata mawar "apa masalahnya dengan kalian" kata sakura "ku harap ini hari terakhir mu berkunjung kesini jika kau kembali" jeje menarik kerah baju sakura "ku pastikan aku sendiri yang akan memindahkan bagian tubuh mu ke beberapa tempat" jeje menunjukan pisau kecil di tangan nya "huh" sakura pergi "aku heran kenapa ada mahasiswa seperti itu? " kata archie "bicara juga seenaknya" kata mawar "ayo je" kata mawar "baby" niko menahan tangan jeje "lepaskan tangan mu" kata jeje "aku perlu bicara" niko membawa jeje pergi.


jeje terus berjalan "kau mau membawa ku kemana? " kata jeje "di sini" niko manatap jeje "kenapa kau terlihat kesal pada ku? " kata niko "kapan aku terlihat baik pada mu? " kata jeje "aku tau kau biasanya menatap tidak seperti ini? kau marah padaku? " kata niko "apa gunanya aku mau pergi" kata jeje "tidak" niko menyudutkan jeje ke dinding "aku sudah berusaha menjauh dari gadis gadis itu dan juga sakura " kata niko "lalu? " kata jeje "lalu kenapa kau tidak menjauh dari archie" kata niko "apa maksud mu? " kata jeje "apa kau mencoba mengatur ku? kau bukan siapa-siapa ku? aku dede dengan siapa melakukan apapun dengan siapa bukan urusan mu " kata jeje "apa kau berfikir aku ada di dekat archie karena mu? kau salah! aku akan ada di dekat nya atau di dekat siapa pun dan kau tidak berhak mengatakan apapun? bukan kah kau suka di berada di dekat mereka? " kata jeje "kau bisa dekat dan jalan dengan siapapun lalu kenapa aku tidak? " kata jeje.


"JUARA DANCE TERBAIK NOMOR SATU DI RAIH OLEH PESERTA BERNAMA JEJE DAN NIKO!! DI PERSILAHKAN MAJU KE ATAS PANGGUNG" kata than "kemana niko" kata wahyu "jeje kau dimana" kata rizi "aku akan cari" kata mawar.


"oke oke.. baik begini saja " kata niko "aku salah aku minta maaf, aku salah minta maaf pada mu" kata niko "apa kau tidak waras? " kata jeje "ya.. bagaimana aku bisa waras kau sudah membuat ku tidak waras je da--" niko terdiam "jeje" kata archie "dasar pengganggu" guman niko "jeje kau di sini" kata baim "host memanggil kalian" kata mawar.


"kemana mereka? apakah habis dance mereka langsung kencan? " kata big para penonton langsung tertawa "KURASA MEREKA MEMANG SEPASANG KEKASIH!! " seru salah satu penonton "ya ya aku juga rasa begitu" kata big "itu dia.. " kata big "kemari lah jeje dan siapa tadi? oh.. niko ya niko" kata than jeje menatap beberapa peserta dance sudah ada di atas panggung dengan piala masing-masing "maju sini nah.. pegang piala kalian dan juga sertifikat nya dan juga hadiah nya selamat" kata than "senyum" hilang datang membawa kamera jeje langsung memakai topi hoodie nya dan menunduk "ayo jeje kenapa kau menunduk" kata Gilang "****" kata jeje "BAIK JUARA UMUM PASANGAN DANCE TERBAIK DI RAIH OLEH" kata than "JEJE DAN NIKO!! WAH.. MEREKA LAGI" kata big "sini aku bantu" wahyu datang membawa piala yang pertama dan hadiah nya dila datang membawa yang lain yang di pegang jeje "ada kata kata yang mau di sampai kan? " big menyodorkan microphone ke niko "haha.. aku tidak tau harus bilang apa, tapi aku sangat bahagia" kata niko "kala kau jeje" kata big "tidak ada" kata jeje "baik lah aku mau berfoto dengan kalian" kata than sambil berdiri di dekat niko "aku juga" big berlari ke samping jeje "ahh!! " jeje terdorong ke arah niko. niko langsung menunduk karena takut jeje jatuh"tep! " kalung jeje tersangkut di kerah baju niko "um" baru saja jeje mau menatap niko "klik" cahaya kamera menyilaukan mata "wah.. mereka berciuman" kata para penonton jeje langsung menunduk "kalung nya tersangkut" kata niko "oh.. biar aku bantu" kata than "sudah beres ayo foto lagi" kata big "ayo foto dengan peserta lain" kata than "jeje tersenyum lah sedikit" kata Tini sambil menyiapkan kamera di tangan nya "maaf aku tadi tidak sengaja" bisik niko tapi jeje tidak menjawab ucapan nya cahaya flash kamera semakin menyilaukan mata jeje hanya menundukkan wajahnya "pakai ini" niko menarik tubuh jeje agar dia bisa memakai kaca mata hitam yang baru di berikan wahyu "agar mata mu tidak sakit" kata niko sambil tersenyum.