What Is Love

What Is Love
Crist menghilang



"bagaimana semalam? "


"dia tidur kak dengan baik"


"bagus lah aku sudah khwatir dia membuat kenakalan"


"tidak kak "


"tapi biasanya dia bangun pagi"


"dia tidur di jam lima"


jeje membuka mata nya memperhatikan beberapa orang yang sudah ada di dekat nya "pagi sayang" monnie merapikan rambut jeje "oih.. kau mau apa? " tanya jeje "merapikan rambut mu" kata monnie "Ariel bagaimana tidur mu? " tanya jeje "baik kok" kata Ariel jeje menatap yang lain "kami juga baik" kata jojo "jeje kami akan kembali nanti kami harus berangkat kerja" kata desi "oh oke hati hati" kata jeje "bye jeje" kata memo "ayo aku antar" kata chai "tidak perlu kak" kata Ariel "tidak papa aku juga sekalian mau ke kantor" kata chai "****" chai menoleh ke arah jeje "kau memaki ku? " tanya chai "kau bilang apa? ke kantor" jeje turun dari ranjang "akh" chai memegang perut nya "Steven antar mereka aku perlu bicara pada pria ini" kata jeje "waduh kakak kau baik baik saja? " tanya jojo "sudah biasa" kata chai "adik kenapa kau memukul nya " kata monnie "kenapa? tanya saja pada nya" kata jeje "aku sudah bicara pada nya jeje tapi dia menolak" kata chai "kenapa? " jeje menatap monnie "hum.. ak.. aku.. " monnie gugup "wah kayanya dia benar-benar marah" fikir monnie "aku .. aku tidak mau meninggal kan mu" kata monnie "kembali lah duduk nanti perut mu sakit" kata chai "jangan sok peduli terserah mu sekarang da--" jeje terdiam menatap petugas medis di dekat jendela, chai melihat ke mana jeje memandang "jangan katakan apapun aku lelah pergilah" jeje naik ke atas ranjang "adik" kata monnie namun jeje tidak menjawab terlihat jeje menekan tombol di dekat ranjang dokter dan perawat datang "ada apa nona? " tanya perawat "perawat yang di luar mengganggu ku" kata jeje "dan aku lapar bawakan aku makanan" kata jeje "baik" perawat sambil pergi menghampiri petugas medis yang ada di dekat jendela.


perawat kembali datang dengan membawa makanan "jangan lupa minum obat nya" kata perawat "bawakan saja aku racun nanti" jeje melihat makanan nya "ada apa adik aku tidak mengerti" kata monnie "kalian harus pergi " jeje mengambil satu alpokat yang ada di keranjang "kakak ipar kau harus pergi melindungi calon rampok nya" kata jeje "pergi kemana? ayolah semua akan baik baik saja" kata monnie dengan yakin ,namun berbeda dengan jeje "untuk ku iya, aku akan membaik. bagaimana dengan mu? " kata jeje "aku tau kau mengkhawatirkan ba--" kata monnie "diam dan pergi aku mau makan" kata jeje "aku pergi sebentar" kata chai "dari mana buah alpokat sebanyak ini? " tanya monnie "aku juga tidak tau" kata jeje "aku mau pergi ke ruangan dokter kandungan mau mengambil hasil pemeriksaan" kata monnie "duduk nanti dokter akan datang" kata jeje.


chai menatap dokter yang ada di dekat nya "dia sudah sangat membaik tuan bisa di bawa pergi" chai mengangguk "aku akan membawa nya dua jam lagi anak buah ku akan menemui mu aku harus menemui salah satu dokter dulu" kata chai "baik tuan" kata dokter sambil menatap chai pergi "uhk" dokter itu tiba tiba di cekik dari belakang dan di bawa oleh dua orang yang berpakaian hitam "ummph" dokter itu memberontak "diam!! diam, atau ku tembak kau!! ".


segelas jus alpokat di letakan ke atas meja oleh seorang perawat " kakak ipar kau mau tidak, maaf ya aku berkata kasar"kata jeje "tidak papa" monnie tersenyum "aku mengerti" kata monnie "jangan dengar kan perkataan kasar ku ya dan jangan di fikir kan" kata jeje "biarkan aku menyuapi mu" kata monnie "baik" kata jeje monnie tersenyum dan langsung mengambil garpu untuk menyuapi jeje dengan buah alpokat yang sudah di potong, jeje melahap buah alpokat yang di berikan monnie "kau melakukan hal itu karena aku tau khawatir pada ku" kata monnie "bukan khawatir" kata jeje "ayolah kau masih tidak ngaku" kata monnie "sayang" chai datang membawa sesuatu "apa itu? " tanya jeje "hasil laporan bayi nya" kata chai "bagaimana apa ada sesuatu? " tanya monnie "ini masuk ke bulan ketiga" kata chai "jadi akan segera lahir" kata jeje "masih lama adik" kata monnie "oh? " jeje menatap kakak nya "dia akan lahir di bulan ke sembilan" kata monnie "sial lama sekali" kata jeje monnie dan chai tertawa "anak bodoh, aku akan kembali aku mau mengurus sesuatu dulu" kata chai "jangan lama lama" kata monnie "aku akan segera kembali" chai mencium monnie "OIH.. SIAL" jeje memejamkan mata nya "iri ya.. maka nya bawa pacar mu ke rumah" chai pergi .


empat pria tergeletak tak bernyawa termasuk dokter yang menangani Crist "tuan Crist sudah tidak ada" kata kal "cek cctv" kata chai dengan dingin "ini masalah " batin chai "tuan ada dua pria berpakaian serba hitam dan juga memakai penutup wajah" kata Steven "aku harus menemui mereka" chai berjalan dengan cepat "kakak? " jeje melihat chai menatap ke arah diri nya dan monnie "kalian sedang apa? " chai tersenyum dengan tenang "menyuapi adik" kata monnie "aih manja sekali" kata chai "bilang saja kau iri pada ku" kata jeje "iya dia iri pada mu" kata chai "bagus lah mereka baik baik saja" kata chai dalam hati.