What Is Love

What Is Love
amnesia mendadak



milli masuk ke kamar jeje sambil membawa sekeranjang susu kotak dan cola dia berjalan ke arah kulkas yang ada ruang tengah kamar jeje "hum? " milli menatap kertas yang berserakan di atas sofa terlihat gambar tubuh seorang gadis tapi dengan bagian kepala nya terlihat tidak di gambar dengan benar seperti pada umumnya tapi di ganti dengan coretan pena yang berantakan begitu juga dengan gambar yang lainnya.


suasana yang sejuk dan dingin angin bertiup perlahan menggoyang kan dedaunan dan membuat beberapa bunga kecil terjatuh ke atas rumput yang hijau tidak ada suara keributan atau suara orang bicara angin semakin berhembus sedikit lebih kuat membuat kelopak bunga berterbangan terlihat ada gadis yang duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sebuah pohon besar kelopak bunga berterbangan mengenai nya dia terlihat tenang menatap pemandangan di depan nya "tuk" ada seekor kupu kupu hinggap di ujung sepatu nya gadis itu memperhatikan nya "pluk" ada air yang menetes mengenai wajahnya dari atas pohon gadis itu terdiam dia teringat kejadian sebelumnya di mana saat hujan terjadi ada pria yang menutupi dengan jaket dan satu pria yang datang memayungi nya "sial" dia buru buru menyadarkan diri nya agar tidak terhanyut dalam lamunan nya dia langsung meneguk minuman kaleng di samping nya "aku datang buat bersantai bukan yang lain" ucap gadis itu "tapi" wajahnya tiba tiba terlihat serius "aku yakin aku tidak salah lihat kemarin, jika dia ada di sana dan berkeliaran di sana itu artinya dia bisa muncul kapan saja" fikir jeje "kau sudah sangat terlambat" kal datang "kak kal aku malas ke kampus hari ini" kata gadis itu yang tak lain adalah jeje "tidak bisa kau sudah lama bolos beberapa hari lalu sekarang harus ke kampus sudahi bersantai ayo berdiri" kal menarik jeje "kak kal" kata jeje "ayo cepat masa depan itu penting jika kau malas berjuang sekarang maka masa depan mu akan tetap gelap" kata kal "menyebalkan" kata jeje.


di kampus..


archie keluar dari lapangan sambil mengelap keringat di wajahnya "tangkap niko!! " seru adhi "hup!! " niko melompat sambil menerima bunga dari adhi "vito ambil" kata niko "dukk" vito jatuh terkena bola yang lain tertawa "aduhh kenapa dengan mu? " tanya baim "aduh.. aku gak fokus" kata vito "benjol kepala mu vito" kata dila "hahaha.. fokus dong" kata hima "sudah sudah" ale mengulurkan tangan nya vito "ayo berdiri" kata ale "iya kak" kata vito "lihat itu pak gilang" kata beberapa gadis


"wuah.. iya coba dia ikut main basket"


"benar tuh aduh melihat nya saja aku meleleh"


"dia tampan sekali"


adhi menepuk bahu niko "para gadis sekarang berpaling ke pak gilang" kata adhi "posisi niko berubah seketika" kata leo "hahaha jangan mengganggu nya" kata wahyu "mana arch6 kenapa lama sekali" kata ale "dia bilang mau cuci muka tadi ayo mulai lagi" kata leo.


archie menatap siapa yang sedang berjalan ke arah nya "padahal aku ingin duduk santai sambil bicara dengan pohon" kata jeje dalam hati sambil terus berjalan "Hai jeje" kata archie jeje menatap archie "siang" kata archie "kau baru datang ya bagaimana kalau kau ke lapangan di sana ada latihan basket" kata archie "jika kau mau kau bisa pergi bersama ku" kata archie "tidak ak--" ada sebuah bola melesat menghantam punggung archie membuat tubuh archie terdorong ke arah jeje "tap!! " archie menatap lantai sambil perlahan menoleh kaki yang ada di bahunya ternyata jeje menahan tubuhnya dengan kakinya agar dia tidak jatuh "maaf maaf" ada seorang pria datang jeje mengambil bola kaki itu "apa kau tidak tau ada lapangan di sini? " ucap jeje "iya maaf aku tidak sengaja" kata pria itu "maaf pada nya" jeje menatap archie "kak archie maaf ya maaf" kata pria itu "iya iya tidak papa" kata archie "aku melihat mu lagi aku akan masukan bola ini ke mulut mu" jeje melempar bola itu "jeje marah" fikir archie jeje langsung pergi "hum jeje" kata archie "terimakasih sudah menolong ku" kata archie tapi jeje tidak menjawab archie tersenyum senang "jeje sangat perhatian" kata archie sambil berlari senang ke lapangan.


ruangan kelas terlihat sunyi jeje duduk sambil memakan isi kotak makanan yang ada di atas meja nya "jeje!! " dila datang "Hai" dila duduk di depannya "diam" kata jeje "aku juga ada makanan kau mau" dila mengeluarkan kotak makanan yang dia bawa terlihat banyak mini cake di dalam nya "ini enak loh" kata dila "di sini kalian rupanya" kata vito "loh udah siap latihan nya? " tanya dila "udah" vito mengambil sepotong mini cake milik dila "hum.. manis" kata vito "coba lah" kata dila sambil menatap jeje terlihat jeje menghembuskan nafas berat "tidak ada salah nya juga " fikir jeje dia mengambil sepotong mini cake dan langsung memakannya "Hai" niko datang dengan leo "wah ada mini cake mau dong" kata leo "kau ini" kata niko sambil menatap jeje yang sedang mengunyah makanannya dengan lambat niko tersenyum gemas menatap jeje "Hai baby" niko duduk di samping jeje "baby aku punya minuman bagus buat kesehatan dan juga menambah nutrisi bagus untuk mu" niko meletakkan empat botol minuman ke atas meja jeje "apa kau sedang jualan? " kata jeje sambil menatap niko "tidak aku hanya membelikan mu minuman" kata niko "aku tidak butuh" kata jeje "kenapa dengan tangan mu? " tanya niko jeje menatap tangannya tiba tiba niko memegang tangan nya dan dengan tangan satunya menyentuh pipi jeje dengan lembut dan perlahan mengusap krim sisa mini cake yang dia makan di sudut bibir n ya "aih.. ya ampun" leo menutup matanya "plak!! " jeje menampar nya "berani nya kau" jeje kembali menampar niko lagi "ada nona di pipi mu" kata niko "brengsek" jeje pergi keluar kelas "baby.. baby.. " niko mengejar nya "baby.. baby" kata niko "baby" kata niko "apa lagi!! kau fikir kau siapa? beraninya menyentuh ku!! apa kau tuli? aku pernah mengatakan nya pada mu!! " kata jeje "iya aku salah aku minta maaf" kata niko "tolong jangan marah" kata niko "pria brengsek seperti mu selalu mencari peluang dari segala hal mencari kesempatan dalam kesempitan apa yang kau fikir kan? kau terlihat suka men--" kata jeje "awas" niko menarik jeje ketika ada seorang wanita membawa buku sekeranjang penuh dan tak sengaja di tabrak orang lain membuat buku buku itu bergerak jatuh dan hampir mengenai jeje niko menggenggam erat lengan atas jeje .


jeje menatap mata niko yang sangat dekat dengan nya begitu juga dengan niko dia bahkan dapat merasakan tangan jeje berada di punggung nya "kau baik baik saja? " tanya niko "uhm" jeje berdiri kembali setelah melepas tangannya yang mencekram punggung niko "aahh" niko memegang lengan nya terlihat ada goresan "aku lupa tadi ngomong apa" fikir jeje "kenapa aku tidak jadi marah ya? " fikir jeje dia menatap lengan niko "sial" jeje teringat pisau kecil yang ada di sakunya yang tidak dia tutup karena penutup pisau nya hilang jadi dia menaruhnya di saku hoodie nya jeje memegang tangan niko melihat luka niko "aku tidak tau kenapa kok bisa tergores" kata niko "tapi apa kau mas--" niko menatap jeje menutupi lengan nya dengan sapu tangan kecil berwarna hitam lalu pergi "baby aku sayang kamu jangan marah lagi ya" kata niko "aku cinta kamu" kata niko jeje membuang pisau kecil itu ke tong sampah "kenapa aku bisa lupa dan juga tiba-tiba kebingungan sendiri bahkan aku tidak ingat apa yang aku ingin lampiaskan tadi" kata jeje "aku tadi sangat marah dan kenapa bisa aku jadi tenang? " fikir jeje "ada apa ini? kok bisa aku lupa ingatan setiap ingin melampiaskan amarah ku pada si pecundang itu? " fikir jeje "ini aneh.. tapi.. yasudah lah aku malah jadi bingung lagi" jeje pun melangkah pergi.