
pagi hari seperti biasa niko pergi ke kampus namun saat hampir mendekati pintu kelasnya niko mendengar suara yang sangat ramai dari kelasnya membuat dia langsung ingin melihat apa yang sedang terjadi di dalam kelasnya "pagi niko" sapa yang lain "kalian sedang apa? " kata niko "seperti biasa para gadis sedang menonton film India" kata leo "iya kaya gak tau saja" kata aciel niko langsung berjalan ke arah kursinya "aku akan ajarkan pada mu cara mendapatkan seorang gadis dalam waktu tuju hari" niko melirik sedikit ke samping nya para gadis sedang menonton film.
archie yang melihat jeje sedang mengambil sesuatu di loker nya dia segera berjalan menghampiri jeje "Hai pagi? " kata archie jeje melihat pria yang ada di depan nya "mau apa lagi mahluk hidup ini? " fikir jeje "hum.. tunggu" archie mengeluarkan sesuatu dari tas nya "aku memiliki sesuatu untuk --" archie heran jeje sudah menghilang "aku rasa tadi berdiri di depanku" kata archie "kau menyukai jeje ya? " tanya Gilang "eh.. anu.. hehe pagi pak" kata archie "pagi juga" kata Gilang "aku melihat mu dan jeje" kata Gilang "hehehe hum... saya.. hum" archie gugup "jangan gugup siapapun pasti pernah mengalami ini, semangat" Gilang langsung pergi meninggalkan archie yang wajahnya sedang memerah.
"pagi semuanya" sapa Tini "pagi bu!! " seru para mahasiswa "kalian terlihat ceria sekali ya hari ini" kata Tini sambil membuka sebuah buku .
sementara itu..
di sebuah cafe terlihat seorang wanita berambut hitam sedang menggoyang goyang kan sedotan di dalam gelas berisi jus segar "dua puluh juta cash" kata wanita itu "baik" kata tiga pria di depannya "aku mau dia mati" kata wanita itu yang tak lain adalah bunga dia kembali teringat perkataan papa nya "kau hanya bisa berfikir melukai teman temanmu tanpa berfikir gimana cara nya kau harus menjadi lebih baik dari teman teman mu!! seperti wanita yang mematahkan tanganmu. dia itu bukan anak sembarangan kita akan kalah darinya" bunga menatap tiga pria itu "aku tidak mau mendengar kalau dia masih hidup" kata bunga "lihat apa papa masih menyebut namamu atau tidak" kata bunga dalam hati.
setelah selesai kelas para mahasiswa mulai pergi keluar kelas "jeje ke kantin yuk" kata vito "iya je yuk bareng" kata dila jeje menatap mereka "pergi sana! " kata jeje "kau tidak ke kantin? " kata vito jeje tidak menjawab jeje terlihat memakai headset nya "baiklah kami pergi dulu" kata vito . jeje memejamkan matanya sambil bersandar "kau terlihat sedang bersantai" jeje membuka matanya terlihat archie di dekatnya "apa aku mengganggu mu? " tanya archie jeje hanya diam saja archie langsung mengambil kursi dan duduk di depan jeje, wahyu melihat niko terlihat seperti orang yang ingin mencuri sesuatu dia melihat ke sana ke sini tak lama kemudian dia berdiri dekat jendela sambil melihat ke arah jendela "haaah" wahyu menepuk dahinya "dia pasti mau melihat jeje" kata wahyu sambil tertawa kecil melihat tingkah niko. jeje menatap layar ponselnya archie mengeluarkan sebuah peper bag "kau tau tadi di arah jalan arjuna ada toko yang menjual aneka kue " kata archie "aku rasa kau menyukai kue " kata archie jeje tanpa melihat ke arah archie dia mengeluarkan kotak makanan putih dari lacinya lalu membuka nya "oh.. kau bawa bekal ya" kata archie jeje menatap archie "aku baru selesai makan" kata jeje "oh" kata archie lalu dia tersenyum "aku benci basa basi seorang pria" kata jeje dalam hati "tidak papa kalau kau masih kenyang " archie tersenyum "hei hei lihat vidio hasil editan ku--" hima menunjukan ponselnya jeje melihat ke arah ponsel hima "oh.. maaf ku fikir teman ku sudah datang" kata hima lalu dia pergi dengan cepat "niko di jendela? " kata jeje dalam hati setelah dia tadi melihat bayangan yang terpantul dari layar ponsel hima "jeje? kau melamun" kata archie jeje mendadak tersenyum "dia merubah ekpresi nya" kata archie dalam hati "tadi dia sangat dingin dan cuek kenapa tiba tiba tersenyum" fikir archie dan niko "ak-" ucapan jeje terpotong saat rizi dan mawar datang "haiii" kata rizi "wah.. kalian berdua sedang apa? " kata mawar "makan bersama" kata jeje sambil mengambil sendok di mejanya lalu mengambil kue milik archie "ayo makan lagi" jeje menyodorkan sesendok kue ke archie membuat rizi terkejut "dia... dia menyuapi ku? " archie terkejut mawar melirik kearah jendela "kenapa tiba tiba jadi begini? " kata niko dalam hati "ada gunanya juga dulu aku menemani kakak makan dengan kak monnie" fikir jeje archie tersenyum setelah memakan kue yang ada di sendok "jeje aku perlu bicara penting" kata mawar sambil menarik jeje keluar kelas "apa kau tidak waras kau menyuapi kak archie? " kata mawar "memang kenapa? " kata jeje "ini bukan dirimu" kata mawar jeje menarik kerah leher mawar yang membuat mawar menjadi lebih dekat ke jeje "kau benar ini bukan aku, tapi bisakah kau diam saja" jeje melepas leher mawar "kau sedang bercanda? " kata mawar jeje mengangguk "bisa di bilang begitu" ucap jeje "tapi mengapa? " tanya mawar "aku hanya ingin membuat orang yang hobi mengintip itu jera"kata jeje lalu dia pergi " orang yang mengintip? ahhh.. kak niko"kata mawar. jeje kembali datang ke kelasnya terlihat archie dan rizi masih di sana "kalian kemana? " tanya rizi "ke kuburan" jawab jeje mawar berjalan dia melihat niko sudah tidak ada di tempat nya "mawar! " mawar terkejut dan langsung berbalik "kak niko" kata mawar.
archie kembali bingung melihat sikap jeje kembali berubah "kalian makan saja" jeje langsung pergi lagi "tadi dia tersenyum sekarang datar" ucap rizi "aku juga bingung" kata archie. jeje berjalan menuju kolam renang kampus "kalian gak kerja guys" kata jeje "tidak.. hari ini libur lalu kau apa dosen tidak memarahimu kau main game saat ada kelas" kata desi "kelas apanya" kata jeje "kalian lupa guys dunia dia hanya dia yang berkuasa" kata Ariel "betul tuh" kata jojo "kalian kan tau dunia kita berbeda dengan mereka" kata jeje "iya iya" kata desi "awas musuh datang " kata jeje "kanan woi" kata memo "ngomong ngomong pria kemarin itu siapa? " kata desi "aku kan sudah bilang kalau dia hanyalah seorang pecundang" kata jeje "siapa guys aku kok gak lihat" kata memo "ada deh kemarin tuh jeje bawa seorang pria ke markas" kata Ariel "kalian tau itulah orang yang ku ceritakan ke kalian, dia orang yang kurang waras" kata jeje "ku rasa dia benar-benar jatuh cinta padamu" ucap jojo "jatuh cinta apanya? cinta itu tidak ada" kata jeje "ya ya.. cinta itu apa, dunia jeje kan tidak ada cinta" kata desi "nah tuh benar" kata jeje "kalian tau tadi ada pria yang tidak waras juga" kata jeje. niko menghembuskan nafas nya yang terasa sangat berat "ya udah aku pergi dulu" kata mawar niko mengangguk lalu mengambil ponsel dari sakunya karena berbunyi "dengar niko, jeje sedang bermain dengan kami saat nya masuk ke dalam game" suara Ariel terdengar berbisik, "eh guys ada satu orang lagi tuh mau join" kata desi "aduhhh.. jangan deh" kata jeje "kasihan dia gak ada tim" kata desi "gak papa deh Terima aja" kata memo "a ya ya ya " kata jeje "hei anak baru jika kau membuat tim ini kalah aku akan mencarimu dan melemparkan mu ke jurang" ujar jeje "kanan kanan" kata jojo "jeje lanjutkan cerita mu yang tentang pria tidak waras itu" kata Ariel "ya.. ya.. dengar ya bukan hanya pecundang itu yang tidak waras tapi ada satu lagi dia juga teman nya di pecundang" kata jeje "oke" kata memo "dia juga pernah mengajak ku makan bersama waktu itu aku terpaksa setuju karena aku mendengar dari kak akemi di saat orang yang menyukai kita melihat kita dekat dengan orang lain dia akan kecewa dan pergi jadi aku ikut saja dengan nya, dan kalian tau dia datang lagi ke kelas ku sambil membawa kue haha itu konyol dan bodoh" kata jeje "ya ya mungkin dia juga menyukai mu" kata jojo "aku tidak peduli itu aku tau dia datang mau mengajak ku makan kue bersama nya. jadi aku mengeluarkan kotak makanan ku agar dia pergi tapi sialnya dia tidak pergi" kata jeje "lalu apa yang kau lakukan? " tanya desi "aku bilang dia sudah makan tapi.. ada satu hal lagi di saat ada orang masuk dan menunjukkan ponsel nya ke atas aku bisa melihat si pecundang itu mengintip dari jendela **** dia benar-benar brengsek" kata jeje "aih.. dia benar-benar brengsek ya" ucap Ariel "ya dia itu menyebalkan jadi aku pakai trik lagi aku meniru kak chai. aku menyuapi kawannya si pecundang itu aih... itu hal bodoh yang ku lakukan " kata jeje "ahh.. kau ini selalu meniru saja kerja mu" kata Ariel "hei pemain baru musuh di belakang mu bodoh!! " kata jeje "hati hati guys jangan sampai kalah" kata jojo "aduuh" kata jeje "kau kenapa? " kata memo "aku lupa kalau ada orang baru" kata jeje "lalu? " ujar desi "aku tadi sedang bercerita dan dia pasti dengar" kata jeje "maaf aku gak dengar" jeje membaca teks yang muncul di layar ponsel nya "jangan bohong aku bisa melempar mu dengan gelas" kata jeje "iya maaf aku sungguh tidak tau apa yang kau bahas" jeje melihat teks muncul lagi di layar ponsel nya .
archie melihat jeje yang sedang berjalan menuju gerbang saat waktu pulang "jeje.. jeje!! " kata archie saat di luar gerbang "jeje" archie memegang tangan jeje "hum" archie melihat jeje yang sedang menatap nya "hum.. besok kau sibuk tidak" kata archie jeje mengerutkan dahinya "besok ada pasar malam maukah kau pergi dengan ku? " kata archie "ku rasa tidak" ujar jeje "oh.. jadi kau tidak bisa pergi dengan ku? " kata archie "kau yakin mau membawa ku? " kata jeje archie menganggukkan kepalanya "mari lakukan satu hal jika aku pergi dengan mu" kata jeje "apa itu? " kata archie "aku akan katakan saat kita bertemu" kata jeje "malam besok" ujar jeje lalu dia pergi.
jerico menghentikan mobil tepat di depan jeje "hm" jeje tersenyum lalu masuk ke dalam mobil "tepat waktu kan? " kata jerico "yap" kata jeje sambil meletakan tas nya "kau mau kemana? " kata jerico "aku mau ke calista chaije" kata jeje "oke" kata jerico sambil melajukan mobilnya.
mobil berhenti jerico menoleh ke belakang "sudah sampai" kata jerico dua pria datang membuka pintu mobil jeje keluar dan berjalan masuk ke gedung besar itu "selamat datang nona" sapa para karyawan jeje hanya menganggukkan kepalanya "nona" kal melihat jeje datang "gimana apa ada masalah? " tanya jeje "tidak ada semuanya aman bos" kata kal "aih.. mantap kau memang bisa di andalkan" ujar jeje lalu dia berbalik "semuanya tolong dengar!! " kata jeje seketika semuanya menatap ke arah jeje "mari pesan makanan dan minuman bersama, asisten wati tolong catat semuanya dan berikan catatan nya ke kal" ucap jeje "siap nona!! " kata wati "terimakasih nona" kata para karyawan.
wahyu melihat niko yang sedang serius mengutak-atik ponselnya "ponsel siapa yang kau pegang? " kata wahyu "ada deh" kata niko "wah.. sejak kapan kau tertarik dengan game seperti ini" ujar wahyu "ini adalah tips agar aku bisa dekat dengan istri ku maksudnya calon istri ku" kata niko "ku rasa sebentar lagi dia akan menampar mu lagi" kata wahyu "tenang saja pipiku sudah kebal" kata niko "ya ya.. jangan lupa belajar" wahyu berjalan ke arah dapur untuk memasak.
jeje berjalan ke sebuah ruangan seseorang dengan baju putih menyemprotkan sesuatu ke tubuh jeje "baik nona silahkan" kata orang itu jeje mengangguk dan berjalan ke sebuah kamar matanya menatap wanita putih yang terbaring jeje memperhatikan beberapa selang kecil yang berada di tubuh wanita itu "jangan membantah kakakmu itu tidak baik" "kakak mu itu sayang padamu makanya dia cerewet" "kau sangat mirip dengan nya" jeje teringat perkataan wanita itu "salam kakak" kata jeje "rasanya aneh kalau aku datang sendiri tanpa kak chai sekarang aku tidak tau harus mengatakan apa lagi pada kak monnie" kata jeje .
chai berdiri di depan pintu melihat jeje yang duduk di samping kekasihnya "bangunlah monnie kau lihatlah jeje tidak tau caranya bicara" kata chai dalam hati, "ah.. " jeje berdiri "ku rasa akan percuma aku berjam jam di sini aku benci sekali tapi aih.. sudah lah pokoknya kau harus bangun cepat jangan hanya tidur oke.. aku pergi dulu salam" jeje berjalan ke arah pintu lalu pergi keluar chai yang bersembunyi langsung datang ke kamar monnie "maaf kan adikku ya" kata chai "dia suka bicara sembarangan, dan juga maafkan aku aku hanya bisa mengunjungi dua kali bahkan sekali" kata chai sambil mengusap rambut monnie.
keesokannya..
chai turun dari tangga "kemana nona? " kata chai "nona masih berada di kamarnya tuan" kata may "dia tidak ada kelas hari ini? " tanya chai "ada tuan" kata milli "zruutt" jeje melorot turun dari pinggir tangga "haah.. kau bisa jatuh! nanti" ujar chai "tidak akan" ucap jeje "kau memakai baju santai? milli bilang hari ini kau ada kelas" kata chai "iya iya aku tau kakak lupa dunia ini aku yang berkuasa" ucap jeje "terserah mu, makan cepat" kata chai "wah.. apa ini? " jeje melihat salah satu makanan di meja "tom yum"kata chai " wah aku baru lihat kenapa kau sebut dia tom yum lihat lah ada udang nya"kata jeje "bahan nya kan memang dari udang anak bodoh! " ujar chai "oooh aku mau coba sedikit" kata jeje "rasa enak ya" kata jeje milli tersenyum melihat nona nya memakan masakannya.
"oi.. oi" jeje berlari keluar sambil membawa ponsel hitam "kau melupakan ponsel pribadi mu kak" kata jeje chai berbalik "aih.. aku lupa" kata chai "kau memang payah ya" kata jeje "kau bilang apa barusan? " kata chai "aku bilang kau payah" kata jeje "jika aku payah maka kau lebih payah" kata chai "jujur aku rasanya mau menenggelamkan dirimu ke kolam lino, aih.. sudahlah cepat sana pergi nanti kau terlambat" kata jeje chai terkekeh "aku pergi" kata chai lalu dia masuk ke dalam mobil dan pergi.
kal melihat jeje kembali masuk ke dalam rumah dia pun mengikuti nya "kau tidak ke kelas? " tanya chai "tidak hari ini aku mau menemui teman ku" kata jeje "dan juga aku bosan di kampus" kata jeje "oh ya itu artinya kau bolos kuliah" ujar kal jeje mengangguk "tapi kak kal" jeje berbalik menatap kal "bisakah hari ini saja aku pergi tanpa pengawal" kata jeje "hari ini saja" kata jeje lagi "tidak bisa di luar sangat bahaya" kata kal "aih.. hari ini saja aku tidak kemana mana aku hanya pergi ke rumah temanku aku naik taxi tidak pakai motor" kata jeje "tetap saja" kata kal "ayolah.. kak kal sekali saja" kata jeje kal membuang muka nya tidak mau melihat muka jeje yang sedang mencoba membujuknya "aku janji loh.. aku akan jaga diri lagian aku naik taxi siapa yang mau melihat ku, aku akan pulang cepat kok" kata jeje "kasihan para pengawal mereka juga butuh istirahat" kata jeje "baiklah.. baiklah.. cepat kembali" ucap kal "yeay!! " kata jeje "pakai rompi mu! " kata kal "baik".
leo menepuk bahu niko " jangan melamun ayo latihan bentar lagi kita akan bertanding lagi"kata leo "hm" niko mengangguk "semangat guys kita gak boleh kalah lagi" kata aciel "yoo!! kita harus menang ayo latihan" kata wahyu.
jeje berjalan menghampiri beberapa anak muda seusianya "aih.. datang juga dia" ujar jojo "aku bilang kan aku akan datang" kata jeje "kurasa dia kabur dari kampus dan pergi ke sini" ucap memo "tidak kau salah aku berangkat dari rumah" kata jeje "ayolah kita lakukan" kata desi sambil mengeluarkan sketboard nya "ayo" kata yang lain.
archie melempar bola ke adhi "fokus fokus!! " kata Gilang "mawar" mawar mendengar ada suara di belakang nya segera menoleh "mawar.. maafkan kami ya" ucap lusy "kami tidak punya teman lagi, semuanya menjauhi kami" kata dini "kami minta maaf atas kelakuan buruk kami padamu" kata nasya "kalian salah" kata mawar "iya kami tau kami salah" kata lusy "kalian salah meminta maaf pada ku, kalian melukai dan menyakiti teman ku jadi minta maaflah pada nya jangan minta maaf pada ku" kata mawar "maksudnya? " kata dini "minta maaflah pada jeje kalian selalu menyakiti nya jika dia memaafkan kalian maka aku juga memaafkan kalian" ucap mawar "mawar jeje mana" tanya anggel yang baru saja datang "ku rasa dia di kelas ayo kita kesana" kata mawar.
Ariel meluncur dengan sketboard nya tubuhnya berputar di udara di susul dengan desi dengan gaya yang tak kalah keren "woaaahh... kalian hebat!! " kata memo "zruuut..! " jeje kembali meluncur tubuhnya melayang di udara semua mata orang memandang ke arah jeje dan teman temannya "mereka keren keren sekali" "astaga mereka melayang" "woah.. luar biasa" "mereka pasti youtuber" kata orang orang "yooooo" jojo meluncur dengan sepatu roda nya.
hari mulai me jelang sore niko mengambil tas nya keringat membasahi wajahnya "hah.. hah.. aduuh.. lelah banget" ucap niko sambil menghampiri wahyu yang sudah menunggunya di parkiran "yu.. cari sesuatu dulu yuk" kata niko.
"aduh... coy capek banget" kata desi "tapi seru" kata memo "cari minum yuk" kata jojo "nitip ah" kata Ariel "ayo ayo aku ikut jojo" kata jeje "kami berdua cari minuman kalian di sini saja" kata jojo "oke" kata desi jeje langsung berdiri lalu pergi dengan jojo mencari minuman "eh aku cari boba dulu untuk Ariel " kata jojo "oke aku mau cari capocino " kata jeje lalu dia berjalan ke arah penjual capocino "capocino satu" kata jeje "halo kakak.. sekarang kami ada promo beli satu gratis satu cuma delapan belas ribu dapat dua cup besar" kata penjual capocino "tidak aku hanya mau satu" ucap jeje "berikan pada ku yang kau katakan" jeje menoleh melihat niko berdiri di samping nya "baiklah dua capocino cup besar" kata penjual capocino nya "tidak jadi" jeje berbalik tapi niko menarik tangan jeje "kau mau kemana? " tanya niko "aku sudah tidak haus" kata jeje "tidak bisa aku sudah pesan " kata niko "ini capocino nya" kata penjual capocino nya "ini" niko membayar mengambil satu capocino "ambil lah satu" kata niko "kenapa diam kau takut aku meracuni mu? dasar aneh" niko langsung pergi "apa dia tidak waras? " kata jeje setelah niko pergi lalu dia mengambil satu capocino yang tersisa "aahh.. haus banget" jeje langsung meminum capocino nya lalu pergi "yeah!! dia meminumnya" kata niko sambil tersenyum lebar "tunggu aku malam ini" kata niko sambil pergi.
jeje memakai kaos panjang lalu memakai hoodie "kak kal aku bentar lagi pulang" jeje mengirim pesan suara ke kal lalu pergi keluar rumahnya. archie dengan kaos hitam dan rambut rapi dia pergi dengan membawa motornya, niko memakai kemeja dengan rompi berwarna hitam dan memakai topi "aku siap" kata niko.
taxi berhenti jeje langsung keluar dari mobil dan membayar nya dia melihat orang orang berjalan, menaiki wahana, dan lainya tak lama kemudian archie datang "astaga jeje aku mencari mu, aku lupa kita janjian tapi tidak menentukan titik lokasi" kata archie tapi jeje hanya diam saja dan langsung berjalan archie langsung memarkirkan motornya. "jeje kita beli minum dulu yuk" kata archie "ok" kata jeje "ngomong ngomong kau suka minum apa, lihatlah banyak sekali aneka minuman di sini" kata archie "aku mau jus saja" kata jeje "ayo" archie melihat tangan jeje yang di dalam saku "halo aku mau jus " kata archie "kau mau jus apa? " tanya wanita berambut pendek itu "alpokat" kata jeje "sama" kata archie "habis ini kita mencoba bermain wahana ya" kata archie "hm" jeje mengangguk sekali.
archie kembali menghampiri jeje "ayo kita masuk ke rumah hantu" kata archie "ok" kata jeje "boleh aku memegang tangan mu? " kata archie "kau takut? " ujar jeje "hum.. tidak" kata archie "kalau begitu ayo jalan" jeje jalan duluan "tidak papa archie ayo semangat" archie menyemangati diri nya sendiri lalu dia berjalan di samping jeje "kau tau.. katanya hantu di sini unik unik" kata archie "seperti itu" jeje menujuk di samping archie terlihat seorang wanita berambut panjang dengan baju berwarna putih yang memiliki bercak bercak merah "astaga" archie terkejut "dasar penakut" kata jeje sambil terus berjalan "aku cuma terkejut kok" kata archie "hihihihi" ada beberapa anak kecil dengan rambut botak lewat "ini tidak ada rasa horor" kata jeje "wah.. jangan jangan kau pencinta film horor" kata archie "tidak" kata jeje semakin masuk makin banyak hantu yang mereka temui "byur" ada hantu muncul di samping archie "huaaah" archie terkejut "greb" jeje memegang tangan archie "hanya sadako palsu ayo jalan" kata jeje .
archie melihat jeje sedang memakan camilan yang baru dia beli "kenapa kau melihat ku, makan saja makanan mu! " kata jeje dengan ketus "iya" kata archie setelah makan mereka mencoba wahana lain lain "boleh kah aku memfoto mu? " tanya archie "boleh saja tapi setelahnya ponselmu akan ku buang" kata jeje "ya Tuhan" kata archie dalam hati lalu mereka lanjut memesan tiket "kita naik baling baling ya" kata archie jeje mengangguk "ini adalah ke sempatan di mana aku harus mengungkapkan semuanya" fikir archie jeje mengerutkan dahinya ketika melihat sara tak jauh darinya "hei kau" jeje memanggil anak anak penjual topeng "topeng kakak" ucap anak kecil itu "aku yang ini" kata jeje "dia suka topeng? " fikir archie "aku juga" kata archie "ini" jeje memberikan beberapa lembar uang "kak ini berlebihan" kata anak itu "aku yang beli terserah aku mau bayar berapa cepat sana pergi! " kata jeje sambil memakai topengnya mereka berdua masih mengantri untuk naik satu wahana lagi "eh kau tunggu sini aku beli camilan lagi" kata archie jeje mengangguk archie langsung pergi "duuuhhh... ngapain sih sara di sini" fikir jeje "ayo giliran mu nona" kata seorang pria "greb" tangan jeje di tarik pria di samping nya "cepat juga kau beli camilan nya" kata jeje "tentu saja" kata lawan bicara jeje . archie melihat ke sana ke sini "kemana jeje? " fikir nya "anak ini datang dengan baju yang berbeda" kata jeje dalam hati wahana terus bergerak jeje melihat sekitar yang penuh dengan lampu gemerlap "mau? " jeje menoleh "ini cumi panggang" kata orang itu yang tak lain adalah niko jeje mengambil satu tusuk cumi panggang dari tangan niko "apa jeje ke toilet ya? " fikir archie "kita lihat saja apa kah jeje sadar kalau ini aku bukan archie" kata niko dalam hati "lihat lah jika dari atas lampu lampu di bawah terlihat sangat cantik" kata niko "seperti diri mu" ucap niko "aku juga bisa melempar mu dari atas sini" kata jeje "bagaimana jika aku mati? " kata niko "itu jauh lebih baik agar kau tidak mengganggu ku" kata jeje wanaha tiba tiba berhenti tepat di saat jeje dan niko berada di atas "kenapa? " jeje menoleh ke bawah "aku juga tidak tau? " kata niko jeje berdiri "e.. eh kau kau nanti jatuh" kata niko "greet" mesin wahana kembali bergerak tiba tiba membuat tubuh jeje kehilangan keseimbangan kwatir jeje jatuh niko langsung menarik hoodie jeje agar jeje jatuh ke arahnya "uh.. " jeje terjatuh tepat di pelukan niko "mata ini gak asing, seperti mata si pecundang" fikir jeje "aih.. hampir saja kau terjatuh kan" kata niko "ck" jeje menarik dirinya dan kembali duduk "wahana yang membosankan! " kata jeje "kau tau cara menikmati wahana itu salah satunya bicara pada temanmu dan menikmati cemilan nya" kata niko jeje hanya diam saja membiarkan niko bicara terus sampai mereka turun dari wahana itu "halo kakak kakak... boleh kah aku memfoto kalian ini gratis dan kalian akan dapat balon ini" kata seorang badut tapi jeje kelihatannya tidak peduli "hei" niko menariknya di saat jeje berjalan pergi "apa salahnya kita foto sebentar" kata niko sambil terus menatap mata jeje "jeje! " jeje langsung menoleh ke belakang "aih.. kau dari mana saja? aku menunggumu dari tadi ku fikir kau pulang atau marah pada ku" kata archie "ayo sekarang kita ke wahana nya" kata archie "apa? barusan kita naik wahananya" kata jeje "barusan? apa katamu kita belum naik kau menghilang dan aku menunggu mu dari tadi" kata archie "lalu pria yang bersama ku tadi" jeje menoleh namun pria yang menarik tangannya tadi sudah tidak ada "pria? " kata archie "ku fikir kau yang bersamaku lalu " jeje mengerutkan dahinya "ada pria bersama jeje hum.. kelihatannya jeje tidak bohong" kata archie dalam hati "ya sudah lah" kata archie "kita pergi saja wahana nya buruk membuat ku bosan" jeje berjalan duluan archie masih melihat kanan dan kiri "siapa pria yang bersama jeje tadi" fikir archie.
niko tersenyum melihat hasil foto tadi "ini bagus sekali" niko melihat foto nya memegang tangan jeje dan foto dia menarik jeje dan foto jeje saat di wahana "kerja bagus" kata niko "tentu saja" badut itu membuka penutup kepala nya "terimakasih Ariel" kata niko "ya.. tapi ingat jika kau sudah mendapatkan nya jangan berani berani membuat nya menangis" kata Ariel "siaapp" kata niko.
jeje melempar bola ke arah kaleng yang tersusun begitu juga dengan archie "terimakasih ya sudah mau pergi dengan ku" kata archie "aku sudah pergi dengan mu tapi mari lakukan satu hal untuk ku" jeje melempar lempar bola yang di tangan nya ke udara "apa itu" archie bersiap mau melempar bola "jangan dekati aku lagi" jeje melempar bola tepat sasaran sementara archie langsung menatap jeje "maksudnya? " kata archie "secara tidak langsung aku menyuruh mu menjauh dariku sekarang" jeje menatap archie "apa kau mengerti? " kata jeje "tapi.. tap.. tapi mengapa? " kata archie "kau tau jawabannya" jeje menerima hadiah dari pria yang menjaga permainan itu "sekarang kau pergi aku juga pergi" kata jeje "eh.. jeje" archie berlari ke depan jeje "apa kau marah pada ku? " tanya archie "katakan saja aku salah dimana? " kata archie tapi jeje tetap berjalan "jeje aku cinta kamu" kata archie "aku benar-benar cinta kamu" kata archie jeje tidak berhenti "jeje... jeje setidaknya kau menjawab ku" kata archie jeje berhenti ketika archie menarik tangannya "aku benci dirimu" kata jeje "tap... tapi.. tapi kenapa? apa kau tidak bisa memberi ku kesempatan memperbaiki kesalahan, katakan saja jika aku punya kesalahan. aku benar-benar menyukaimu" kata archie "aku mencintai mu dari awal kau datang ke kampus" kata archie "jeje.. aku tau kau mungkin saat ini tidak mencintai ku tapi tidak mengapa kita bisa jalani ini semua perlahan" kata archie "apa kau mencoba memaksa ku terlibat dalam ikatan cinta mu" kata jeje "bukan.. maksud ku bu--" kata archie "kau yang memiliki rasa itu lalu apa peduli nya dengan ku " kata jeje "ya aku tau.. aku tau itu tapi jeje ku mohon mengerti lah" archie mengeluarkan bunga dari peper bag yang di bawa "kita akan membuat kisah cinta mungkin tidak sekarang" kata archie "apa kau sangat menginginkan sebuah ikatan bodoh itu " ucap jeje "ikatan cinta bukan lah ikatan kebodohan jeje" kata archie "aku benar-benar mencintaimu sejak lama" kata archie "cinta hanya lah hal bodoh yang tiada guna, semuanya hanyalah sandiwara yang penuh kebohongan kau mengatakan kau mencintai ku namun ku katakan padamu apa itu cinta" kata jeje archie melihat mata jeje yang dingin dengan muka datar "cinta itu.. cinta" archie kebingungan "apapun itu cinta je, dia adalah hal yang bisa membuat kita bahagia tanpa alasan apapun" kata archie "jika cinta bisa membuat kita bahagia tanpa alasan apapun lalu mengapa banyak orang mati sia sia bahkan menderita karena nya" kata jeje archie kembali kebingungan "kau mengatakan nya dengan mudah namun kau tidak tau apa apa soal cinta" kata jeje lalu perlahan dia pergi meninggalkan archie yang terdiam wahyu yang melihat itu juga hanya terdiam tak jauh dari tempat archie berdiri.