
jeje memperhatikan beberapa orang yang sedang berkerja di lapangan "pagi je"jeje menoleh ada beberapa gadis menghampiri nya "jeje..kami ingin minta maaf karena kami salah paham padamu dan bahkan kami juga sempat membuly mu"kata mereka jeje hanya diam dan memperhatikan para gadis di depannya "jadi..hum..apa kau memaafkan kami?"tanya mereka "aih...kalian manis sekali"niko datang sambil tepuk tangan "kau tidak memaafkan mereka?"tanya niko sambil mendekati jeje kufikir kau tau jawabannya"jeje langsung pergi "kak niko apa dia masih marah?"tanya beberapa gadis "ya.dia masih marah tapi bukan dengan kalian"kata niko "jadi?"kata mereka "dengan ku"ujar niko lalu dia pergi.
Chai berjalan perlahan ke arah sebuah ruangan terlihat ada seorang pria yang duduk di sofa "tuan chai"pria itu langsung berdiri "duduk saja"kata chai lalu dia duduk di kursi "kenapa kau sampai datang ke sini?"tanya chai "aku mencari mu di perusahaanmu yang lain tapi aku tidak menemukanmu sampai aku dengar kau ada di sini tuan"kata pria itu chai hanya mengangguk anggukan kepalanya "lalu?"kata chai "aku ingin menjual citra jaya pada mu"kata pria itu.
Jeje melihat kotak makanan di meja nya dan juga ada stiker beruang lucu di sudut mejanya "pasti anggel "guman jeje sambil membuka kotak makanan itu terlihat burger dan sosis panggang jeje menutup kembali makanan itu "halo semuanya"tini masuk ke dalam kelas "halo juga"kata para mahasiswa "apa kabar semuanya? Semoga kalian sehat selalu ya"kata tini sambil melirik jeje yang sedang duduk santai sambil mengunyah permen karet jeje menatap ke arahnya "baik langsung saja ya"tini mulai membuka bukunya.
"kalian merasa gak sih kalau bunga malah jadi kasar ke kita"bisik nasya "aku juga merasa gitu"bisik dini "mungkin itu efek dari keluarga nya yang bangkrut"kata lusy "hai kalian"bunga datang terlihat matanya sembab, lehernya ada luka "kami kau tidak datang"kata lusy "mending gue ke kampus dari pada di rumah. Rumah gue jual lagi"kata bunga "apa!!"kata dini "tinggal rumah kecil"kata bunga "astaga"kata nasya "dan ini karena jeje"kata bunga.
Jeje keluar dari kelas dan berjalan tiba tiba bunga datang jeje memperhatikan kondisi bunga yang berantakan. "puas ?"kata bunga jeje hanya diam "ini ulah mu?"jeje mengeluarkan beberapa foto yang di buat bunga seakan akan jeje memukuli bunga "iya? Kenapa kau pukul aku?"kata bunga sambil maju selangkah jeje tersenyum sinis "ayo pukul aku tunjukan keberanian mu, seperti kau mematahkan tangan ku!!"kata bunga "kau fikir aku bodoh, kau yang memulai permaianan kau juga yang melanjutkan, maka aku akan mengakhirinya"kata jeje "yah..akhiri saja! Apa senang? Semua orang membelamu! archie!! Niko dan semuanya!! Kau memang penggoda seperti wanita ****** di klub malam"kata bunga "lalu"kata jeje bunga terkejut melihat reaksi dingin jeje "bukannya dia ingin mengakhiri permainan ini lalu kenapa dia hanya diam"fikir bunga "kau merebut segalanya dari ku, bahkan papaku juga membelamu!! Apa yang kau lakukan? Apa yang kau berikan pada papa ku? Apa jangan jangan kau wanita simpanan papa ku"kata bunga dia terus bicara jeje hanya diam lalu perlahan melihat kondisi sekitar "sudah selesai?"kata jeje di saat bunga masih bicara terus "kenapa kau ma--"bunga terkejut jeje menarik tangannya ke tubuh jeje "mari akhiri permainan ini "jeje menjatuh kan dirinya dari ketinggian bunga menjadi sangat sangat terkejut "ASTAGA!!"kata orang orang "kak niko!! KAK NIKOOO JEJE JATUH!!"seru beberapa orang, rizi mendengar keributan segera keluar "ambil alat"kata wahyu "apa jeje jatuh?"niko langsung berdiri dan berlari keluar ruangan jeje tersenyum melihat bunga yang menatapnya "seseorang lakukan sesuatu!!" "cepat tolong dia" "ya ampun" "tolong lah dia" "ya tuhan"kata orang orang tubuh jeje semakin cepat turun "GREEEBBB!!!"archie berlari dan menangkap tubuh jeje suasana semakin hening "hah...hah..hah.."niko langsung berhenti berlari dia melihat archie menangkap tubuh jeje tepat di depannya. Ada rasa sakit yang di rasakan niko dan juga rasa sesak melihat pemandangan di depannya "kau baik baik saja"archie menatap mata jeje dengan kedua tangan masih memegang pinggang jeje "turunkan tangan mu!"kata jeje dengan ketus tetapi archie masih memandangi mata jeje "turunkan sekarang atau kau akan kehilangan tangan mu selamanya"kata jeje "oh..maaf"archie menurunkan jeje "kau melakukan hal yang salah, jika kau melakukan hal ini lagi aku tak akan segan memotong anggota tubuhmu"kata jeje lalu dia berjalan dan terlihat niko yang mematung "cha.."jeje melewatinya archie menatap niko yang menatap ke arahnya lalu pergi. Orang orang ramai mendatangi bunga "kau memang harus di keluarkan!" "usir dia dari kampus!!" "dasar tukang bulyyyy!!!" "usirr dia usiiir dia!!" kata mereka "bukan..bukan aku..jeje melompat sendiri"kata bunga "dasar pembohong!!" "tukang fitnah!!" "tukang adu domba!!" "keluarkan bunga dari kampuuus!!"kata orang orang sambil menyiram bunga dengan air kotor ada juga yang melempar bunga dengan kertas, ada yang menjambaknya, ada yang memukulinya dini dan nasya serta lusy saling tatap "apa yang harus kita lakukan?"tanya lusy "aku rasa aku tidak akan membantunya karena bunga benar benar ingin membunuh jeje"kata dini "Ini teman temannya!!"kata mereka "aahh..tidak tidak"kata dini "aku juga tidak ikut campur sungguh"kata nasya "aku pun"kata lusy "buktikan ayo pukuli bunga"kata orang orang itu mereka bertiga pun mengangguk.
Chai berdiri "deal!!"kata chai "deal!!"kata pria di depan chai lalu dia menjabat tangan chai "uang mu ada di dalam kartu ini"chai memberikan sebuah kartu pada pria itu "baik tuan chai terimakasih anda sangat membantu saya"kata pria itu "sekarang citra jaya ini milik anda"kata pria itu "semoga beruntung"kata chai. pria itu mengangguk lalu pergi, chai langsung memanggil beberapa orang untuk membereskan citra jaya dan mengganti namanya perusahaan itu calista chaije chai tersenyum puas "permaianan ini sudah di menangkan"guman chai.
Ridho menatap beberapa orang di hadapannya "baik"kata ridho "karena saksinya sangat banyak membuat saya mengambil keputusan hari ini"kata ridho "kenapa archie di sini sih"fikir niko "niko kaya nya marah padaku"fikir archie "bunga kau di keluarkan dari kanpus!! Silahkan kemasi barang barang mu dan ini surat untuk kedua orang tua mu"kata ridho "tap..tapi pak"kata bunga "tidak ada tapi tapi, perbuatanmu barusan adalah perbuatan kriminal jeje bisa mati karena perbuatanmu"kata ridho tak lama semuanya bubar jeje berjalan menuju kelasnya tapi beeoas pasan dengan bunga "KAU SENANG!!"kata bunga "ku ras begitu, permainan mu sudah ku menangkan. Gimana rasa nya di buly ramai ramai dan juga di khinati kawan sendiri"kata jeje dengan santai "kauu!!"bunga hendak memukul jeje "heh!"wahyu datang "bunga apa kau belum cukup membuly ku?"kata jeje yang lain langsung menoleh "huuuui.....dasar ******!!" "pergi sana!!" "dasar bikin malu kampus saja"kata orang orang sambil melempari bunga dengan kertas "jeje kau tidak papa?"kata wahyu "jeje kau baik baik saja?"kata mawar jeje mengangguk bunga pun pergi.
Jeje membuka pintu "kak milli di mana kak chai?"tanya jeje "ah..nona selamat datang. Tuan belum pulang"kata milli "apa anda ingin sesuatu nona?"tanya may "buat saja jus alvokad aku akan ganti baju antar nanti di belakang ya aku mau menemui buaya ku"kata jeje "baik nona"kata para pelayan jeje segera pergi .
Niko menatap foto jeje "kelihataannya aku memiliki saingan untuk mendapatkanmu"kata niko lalu dia mengusap rambutnya "niko ada tamu!!"kata wahyu "tamu?"niko segera berjalan untuk membuka pintu terlihat ariel dan jojo "oh..kalian ayo masuk"kata niko .
"gluk..gluk..gluk"archie meneguk minumannya dia teringat kejadian di kampus di saat dia menangkap jeje dengan tepat, "aku menolongnya, lalu kenapa dia malah terlihat marah?"guman archie dia kembali teringat kata kata jeje di saat dia menolong jeje di kampus "dia malah ingin memotong tangan ku, aku tau itu bercanda tapi..kenapa begitu, jangan jangan jeje juga menyukai niko"fikir archie "ah...gak mungkin"kata archie lagi "maaf niko aku juga menyukai jeje"kata archie.
jeje duduk dengan santai sambil melihat lina dan lino mengunyah daging, apa yang kau makan?"tanya kal "sosis, kau mau?"kata jeje "tidak"kata kal sambil lanjut memberikan lina dan lino daging segar.
Niko menatap kedua tamunya "aku katakan padamu satu hal"kata jojo "jeje akan menilai seseorang dengan tatapannya, jika kau semakin takut kau akan di intimidasi olehnya dan ku yakin dia akan menolakmu. Karena jeje sudah membunuh habis rasa cinta di dalam dirinya"ujar jojo "iya aku tau itu"kata niko "karena kau tidak menyerah aku akan memberi mu saran untuk melakukan sesuatu yang nekat"kata jojo.
malam harinya kal melihat jeje sedang bermain game "sial kok kak chai gak pulang pulang sih, nginap apa ya di kantor sampai jam segini belum pulang"fikir jeje tiba tiba suara mobil terdengar "griitt"pintu terbuka chai masuk dia langsung tersenyum melihat jeje di sofa "kau sedang bermain?"tanya chai dia langsung duduk dekat jeje "tentu saja, ini lebih berguna dari pada aku harus menunggu mu"kata jeje "huh"chai terkekeh "besok kau ada kelas?"tanya chai jeje langsung mematikan ponselnya "tumben sekali kau bertanya pada ku "kata jeje "emang nya gak pernah ya?"kata chai "lupakan, sekarang katakan padaku apa rencana mu"kata jeje "aku ingin menunjukan pada mu sesuatu"kata chai "apa?"kata jeje "besok baru boleh di katakan"kata chai "oke baiklah, aku besok tidak ada kelas"kata jeje "bagus sekali"kata chai sambil berdiri dan pergi "segera tidur ini udah larut malam"kata chai "kau akan melihat calista chaije besok"kata chai dalam hati.