What Is Love

What Is Love
terjebak di dalam box truk



chai berjalan sambil membawa barang belanjaan milik monnie "kau lihat Hoodie hoodie ini, jeje suka gak ya? " tanya monnie "kakak!! " chai menoleh "ada apa kenapa berteriak? " kata chai "chai ada apa? " tanya monnie chai terdiam melihat sekeliling nya "tidak papa aku salah dengar" kata chai "kenapa aku Merasa adik ku membutuhkan ku" fikir chai "monnie" kata chai "iya" kata monnie "tetap di sini aku mau ke sana sebentar" kata chai "baiklah jangan lama lama" kata monnie.


di sebuah tempat lain "kami masih memperbaiki nya pak" kata seorang pria "iya segera perbaiki Karena anak anak sudah selesai dan bersiap untuk pulang" kata Gilang.


"kenapa dia tidak mengangkat telpon ku" fikir chai sambil terus menerus menghubungi jeje "angkat anak bodoh angkat" kata chai.


air mata mengalir tak terbendung "jeje ku mohon maafkan aku.. bangunlah.. jeje ini semua gara gara aku" kata anggel "jeje ayo banguun" kata mawar niko terlihat mulai lemas "baby.. ku mohon bangun lah" niko masih memompa detak jantung jeje "jika kau pergi ajak aku juga jangan pergi sendirian!! " seru niko "baby ku mohon... ku mohooonn" kata niko "niko tenang lah dan minum dulu" kata wahyu "ini udah satu jam di mana ambulan nya? " tanya rizi "jeje benar-benar butuh pertolongan" kata vito niko menangis dia mengangkat setengah tubuh jeje "ku mohon jangan pergi... hidup lah kembali... ku mohon.. baby... aku jangan kau tinggal kan begini saja " kata niko


"kak niko gak pernah seperti ini"


"kelihatan nya memang begitu mencintai jeje"


"bahkan dia sampai menangis"


"aku terharu"


"jujur setelah Ini aku gak akan coba coba deketin kak niko tapi aku mau bantu kak niko buat dapatkan cinta jeje"


"tapi jeje sudah tidak ada"


"kau benar jeje telah pergi"


"baby.. kau mencintai ku kan ayolah bangun.... bagguunlah" kata niko "baby... ku mohon dengar kan aku... sebentar saja... " kata niko "niko lebih baik kita mencoba lagi mungkin jeje akan bangun" kata ale niko membaringkan tubuh jeje lagi membungkuk memberi nafas untuk jeje "kembali lah.. kembali ku mohon" kata niko "biar aku--" kata ale "jangan.. biar aku saja! jangan sentuh dia" kata niko "dia keras kepala tidak akan mau mendengar kan mu"niko lanjut menekan nekan dada jeje " ayolah.. ayo "kata niko " kak niko kau butuh istirahat "kata hima " kembali lah pada ku baby"kata niko tubuh jeje benar benar lemas tak berdaya "hei!! " niko menoleh ke mahasiswa lain yang ada di belakang nya "kak niko ku rasa jari jeje bergerak tadi" kata mereka


"iya aku juga lihat kak"


"ayo kak teruskan"


"jeje masih hidup"


"dia akan hidup kembali"


"semangat kak"


niko mengusap air mata nya "kembali lah kembali lah!! kembali lah!!! " kata niko "apa kali.. ka.. kalian benar-benar melihat jari nya bergerak" kata anggel "iya benar tadi bergerak kok " anggel menatap jeje "tapi kenapa dia masih diam" kata anggel "kenapa" kata anggel "anggel tetap tenang" kata vito "baby kembali lah.. nona soikham kembali lah... ayo kembali pada ku!!! kau tidak boleh pergi sendirian!!! kau jangan pergi.. baby... dengar kan tidak boleh pergi" kata niko.


"seperti itu suara ambulan" kata archie "kau benar akhirnya ambulan datang" kata leo "kenapa lama sekali " kata archie "jalan ke sini itu butuh waktu" kata leo "tapi jeje benar-benar butuh bantuan" kata archie.


"dengar baby siapa yang akan menampar ku siapa yang akan menendang ku maka dari itu kau harus banguun!!! banguuun!!! banguun ku mohhoooonnnn pada mu bangun bangun banguun buka mata mu baby" kata niko dia tetap tidak menyerah dia kembali memberi jeje nafas buatan lalu kembali memompa detak jantung jeje "selagi ada aku kau tidak akan ku biarkan untuk pergi!! banguun baby... aku mencintaimu benar-benar mencintaimu mu.. ku mohon bangun lah" kata niko beberapa orang mulai menangis tidak kuat melihat adegan di depan mata mereka "jeje ku mohon bangguuuunnn" kata anggel "ayolah jeje" kata rizi "bukan hanya aku teman teman mu juga memanggil mu!! ayo banguun buka mata mu" kata niko "banguun baby... sadar lah da--" ucapan niko berhenti "haaaahhh" jeje menarik nafas panjang "uhuk uhuk uhuk.. uhuk" jeje memuntahkan banyak air "uhuk uhukkk.. huak"niko tersenyum senang dia langsung memeluk jeje " terimakasih terimakasih sudah kembali"kata niko "hah hah" nafas jeje terdengar seperti orang habis lari jauh "awas" jeje mendorong niko "jeje" kata mawar "berani nya kau" kata jeje


"jeje apa yang kau lakukan? "


"kak niko menyelamatkan mu dari air"


"dan juga tiap saat menangis sambil berteriak memanggil mu"


"dia juga memberikan nafas nya untuk mu"


"dasar tidak tau diri"


"baby" kata niko "aku benci kamu" jeje mendorong niko lalu berbalik "baby.. " kata niko sambil mengejar jeje "aku tidak keberatan dengan perkataan mu tapi setidaknya katakan kau mau kemana? " kata niko "bukan urusan mu!! kau dengar... " kata jeje "aku membenci mu aku gak mau melihat mu, apapun tentang mu jadi ku minta jauhi aku!! " jeje pergi dengan jalan sempoyongan "AKU AKAN KALAH KAN KEBENCIAN MU!! ".


leo melihat jeje datang " jeje kau sudah sadar? "kata leo " jeje bagaimana keadaan mu"kata archie jeje naik ke ambulan yang baru datang "bawa aku pergi" kata jeje .


malam harinya...


di atas kandang wolfy jeje berbaring di sana menatap langit "haah.. kenapa kenapa " kata jeje "sekarang aku semakin ragu pada keyakinan ku!! dasar pecundang sialan apa yang ka lakukan pada diriku" kata jeje "baby aku mencintaimu ku mohon bangun lah!!!! " jeje terngiang suara niko yang dia dengar entah dari mana "kenapa suara mu... ada di mana maa siapa kau" kata jeje


"itu nama nya cemburu"jeje kembali teringat dengan niko " karena aku cemburu!!! "jeje memegang telinga nya


" cinta itu ada dan aku akan buktikan itu"


"sekarang kau tau kan apa itu kasih sayang"


"aku mencintai mu sampai kapan pun"


"baby.. sadar lah buka mata mu"


"baby aku mencintai mu"


aku akan kalahkan kebencian mu"


"dia bukan pacar ku tapi calon istri ku"


"cukup!!! " jeje duduk dia langsung melompat turun dan berjalan ke ruang latihan memakai sarung tangan lalu memulai memukul "dasar brebgsek!!!! brengsek!!! kau fikir kau siapa mau mengalahkan kebencian ku!! aku dan kebencian sudah hidup bersama sejak lama kau tau apa tentang ku!! ".


" aku tau segala nya tentang mu "kata niko sambil menatap bulan " karena itu aku sangat yakin bisa membawa mu dari lingkaran gelap itu aku sangat yakin kau bisa mengalahkan kebencian mu, dendam mu"kata niko.


keesokannya hari nya...


di atas atap kampus jeje duduk dengan tenang "aku harus yakin pada diriku" kata jeje "kita hidup berkat bantuan dari kebencian dan dendam membuat kita kuat cinta tidak ada dia tidak di perlukan" kata jeje "turun" kata jerico "ya sebentar lagi" kata jeje "kau bisa jatuh ayo turun" kata kal.


"jeje" anggel berlari ke arah nya "tap! " jeje mendorong anggel dengan kakinya "ayolah tolong biarkan aku memelukmu" kata anggel "tidak akan" kata jeje "jeje kami sangat senang" kata mawar "eh? " jeje melihat ke arah mading di mana ada beberapa foto dia dan niko terlihat niko memeluk nya, sedang memberi nafas buatan, menekan dada nya "cinta sejati" tulisan di foto itu "baby" niko datang "hei jeje niko mawar anggel tolong ke gerbang sebentar ada tamu yang akan datang kalian bisa menyambut nya kan? " kata Gilang "apaan? sambut saja sen--" jeje melihat kal di belakang Gilang "ya ya baik" kata jeje.


"dia yang punya tamu kenapa merepotkan orang" kata jeje "jangan mengeluh nama nya juga tugas" kata anggel "jeje jangan buka gerbang nya kan tamu nya belum datang" kata mawar "itu bukan sih" jeje menunjuk sebuah truk box tak jauh dari gerbang "mungkin biar aku lihat" kata niko "permisi pak" kata niko "iya permisi juga aku datang untuk--" pria itu menatap jeje dan jeje memperhatikan ada pria lain yang sedang bersembunyi di bawah truk "pecundang!! " jeje berlari menarik niko "zruutt" kaki jeje di tarik "akhh" leher jeje di ikat "hei kau" niko mencoba menyerang "lari!! lari" kata jeje "tidak mau" anggel melihat sekeliling "ada kayu di sana" kata mawar "baby" niko menendang pria yang mengikat leher jeje "ahh" jeje menoleh ke arah anggel "nona soikham" kata pria yang lain "jangan curang kalian" kata niko "oke" jeje mengangkat tangan nya "tolong jangan libatkan siapapun jika kau ingin membawa ku bawa saja" kata jeje "enak saja tidak bisa " kata niko "ahh" kata anggel "masuk ke dalam " kata pria itu "lain kali teliti jangan asal jalan" kata jeje sambil melompat masuk ke dalam box truk.


Crist tersenyum senang sambil "kau juga tidak akan bertanding" kata Crist. "halo kak wahyu kak wahyu tolong kami kak" kata anggel "anggel ada apa? " kata wahyu "dengar aku sedang rapat katakan ada apa? " kata wahyu "kak kami tadi habis culik dan jeje menolong kami kami sedang ada di jalan kami tidak tau harus ke mana dan penculik itu membawa jeje dan niko" kata anggel "asataga baik baik anggel.. dengar ya.. jangan panik pergilah bersembunyi dulu agar penculik nya tidak melihat mu aku aku akan ke sana tunggu ya" kata wahyu.


di dalam box truck niko membuka matanya melihat gadis di sebelah nya "baby.. baby.. " kata niko "astaga kok banyak darah" kata niko "baby.. baby... " jeje membuka mata nya perlahan "pecundang.. oh.. sial" jeje melihat dua pria itu tewas karena tertusuk kayu yang menembus box truck "mereka tewas" kata jeje sambil duduk "oh.. ya ampun" kata niko "ku fikir darah ini dari kepala mu baby" kata niko dalam hati "haah.. " jeje menarik nafas "tangan mu masih sakit? " tanya jeje "tidak terlalu" kata niko "mendekat lah" kata jeje niko mendekati jeje "sraakk" jeje merobek kaos nya lalu mengikat kepala niko "kening mu luka jika tidak di tutup nanti kena ranting " kata jeje lalu dia berdiri mengambil senjata orang orang tadi dan membuka pintu box "wah.. kita dimana? " kata jeje "hum? " niko keluar sekeliling mereka penuh dengan pepohonan "kaya kita jatuh dari atas sana" kata jeje "demi Tuhan.. aku masih hidup" kata niko "kaya sudah mati dan kita adalah arwah" jeje melompat dari box truck "baby kau mau kemana? " tanya niko jeje menunduk melihat supir truck yang sudah tewas "sudah ku duga ada yang menembak mereka" fikir jeje "aku mau cari air memangnya kau tidak haus? " kata jeje "hum.. aku juga haus" niko mendekati jeje "tapi dimana kau cari air? " kata niko "di alfamart" jeje pergi "pakai nanya lagi! memangnya dimana ada air di hutan begini kalau tidak di sungai" gerutu jeje "baby tunggu" kata niko "wah? " jeje mendekati sebuah pohon dan memetik beberapa buah "apa itu? " kata niko "buah lerak nih buat cuci hoodie ku nanti " kata jeje "baby ini bisa di makan? " tanya niko tapi jeje langsung pergi begitu saja "aku baru tau ada buah yang namanya lerak" kata jeje berjam jam mereka jalan namun tidak menemukan sungai "yo.. kalau ada kau pasti aku sial" kata jeje sambil duduk bersandar di pohon besar "ya maaf deh" kata niko "kenapa dia terlihat santai? apa dia tidak lihat mayat yang di truk tadi? dan aku memaki nya sepanjang perjalanan" kata jeje dalam hati "sebenarnya apa kau kenal dengan mereka? " tanya niko "tidak" kata jeje "aku tidak kenal dengan banyak orang tapi banyak orang yang menginginkan aku untuk di bunuh" kata jeje "ini belum seberapa jika dua puluh empat jam kau ada bersama ku , percaya lah kau akan berfikir kenapa hari ini banyak yang mati? karena di saat bersama ku kau akan lebih sering melihat orang mati dari pada Hidup" kata jeje "ku rasa aku sudah terbiasa" kata niko "apa!! " kata jeje dalam hati "bahkan waktu itu mayat nya lebih banyak dari ini, ingat tidak pas kau di tangkap banyak orang dan di bawa ke gedung terbengkalai" kata niko "ahh" jeje kembali berdiri dan pergi "baby.. tunggu" kata niko sambil berjalan mengikuti jeje "kau kelihatan sudah biasa di hutan ya? " kata niko "ya" kata jeje "sama dong waktu pramuka aku juga di hutan " kata niko "beda aku di bawa ke hutan Karena mau di buang " kata jeje "sama siapa? " kata niko jeje tidak menjawab "enak nya sambil nya--" mulut niko di tutup oleh tangan jeje "diam" kata jeje "ya itu suara air" kata jeje "apa?? suara air tapi dimana aku tidak dengar" kata niko jeje menatap niko "karena kau tidak cinta dengan alam" jeje pergi "aku juga cinta alam dan juga cinta kamu" mata niko sambil terus berjalan.


mobil berhenti "ini kita udah sampai ke titik lokasi anggel" kata rizi wahyu langsung keluar "anggel!! anggel!!! anggel!!! " seru wahyu "kak wahyu" anggel keluar dari persembunyian dan langsung berlari ke arah wahyu "kak wahyu... kami takut" kata anggel sambil memeluk wahyu.


"ahhhkk" niko meringis jeje mendengar suara niko langsung berbalik "pecundang! " jeje berjalan mencari niko yang tertinggal "auh"kata niko " anak bodoh kenapa kau memegang rotan! "kata jeje " kaki ku benar-benar sakit jadi aku mencoba cari pegangan "kata niko " ayo"jeje mengalungkan tangan niko ke leher nya "ayo jalan" kata jeje "anak pramuka apaan rotan kok di pegang" kata jeje "aku dengar aliran air" kata niko "dari tadi" kata jeje "ayo turun pelan pelan" kata jeje terlihat ada sungai bersih mengalir jeje meletakkan niko di akar pohon yang besar "ayo minum" kata jeje niko menatap air di tangan jeje perlahan membungkuk dan meminum air itu jeje pergi dan mengambil air kembali "sudah cukup aku sudah tidak haus" kata niko "bagus lah" jeje pergi mendekati sungai membuka topinya lalu hoodie nya niko melihat kaos jeje robek terlihat lah di dalam kaos itu ada rompi berwarna hitam jeje mengambil air meminum nya lalu membasahi rambut pendek nya "ahh" jeje mengacak-acak rambut nya dengan tangan nya "seketika fresh" kata jeje sambil memakai hoodie nya kembali dan juga topi nya "berikan tangan mu" kata jeje "ini" kata niko "tunggu" jeje mengambil sebuah Ranting kayu setelah di bersihkan jeje kembali duduk di dekat niko "buka mulut" kata jeje "ah" Ranting itu di letaknya di mulut niko "gigit jangan di lepas aku akan mencabut duri rotan nya" kata jeje "ahh" niko meringis ketika jeje mulai mencabut duri di tangan kanan nya.


kal menatap wahyu "sama sekali tidak bisa di lacak kemungkinan ponsel mereka mati" kata kal "ya ampun" kata mawar .


matahari mulai meredup "mati lah kita gak bisa pulang" kata niko "kau saja yang mati" kata jeje sambil mengumpulkan kayu "baby ini apa? " kata niko "jam tangan ku tapi kelihatan rusak mungkin karena tadi terbentur" kata jeje "kelihatan bagus" kata niko "klik" jam tangan itu mengeluarkan berapa teks "hei ini masih hidup" kata niko "apa? " jeje berjalan ke arah niko "wah ku fikir mati bentar" jeje menekan jam itu "monitor akses" tulisan nya "jeje soikham test test monitor" kata jeje "monitor hubungan kan ke kak akemi" kata jeje "akemi di sini" ada suara seorang pria "kak akemi dengar baik baik aku sedang di hutan truck yang membawaku masuk ke dalam hutan aku akan kirim sinyal lokasi da--" kata jeje "error" jam langsung mati "sial" kata jeje "canggih" kata niko "ini buatan kak akia" kata jeje "ayo jalan setidaknya cari tempat buat istirahat" kata jeje "lalu kayu ini? " kata niko "itu kode ayo" kata jeje.


malam harinya..


"nona ada di hutan truk yang membawa masuk ke dalam hutan, lokasi nya tidak bisa sepenuhnya di lacak kemungkinan jam itu rusak tapi kau bisa pergi ke hutan tak jauh dari posisi mu sekarang" kata akemi "oke " kata kal "kau antar para wanita ini untuk pulang" kata kal "apa? " kata anggel "tidak bisa saudara ku ada di hutan masa aku pulang" kata wahyu "rizi bawa mereka pulang" kata wahyu.


"css" jeje membuat api unggun dengan benda kecil di tangan nya "kau jangan kemana mana oke" kata jeje "kau mau kemana? " tanya niko "tangkap puyuh" jeje berdiri "jika kau jalan satu langkah saja dari sini aku akan meninggalkan mu" kata jeje "oh baik" kata niko "memangnya di sini ada puyuh? bagaimana cara dia menangkap puyuh kan puyuh punya sayap" kata niko beberapa jam kemudian jeje kembali dengan tuju burung puyuh di tangan nya "wah" kata niko "nih cabut bulu nya dan bersihkan tuh ada sungai kecil di situ" kata jeje "oke" kata niko.


dengan di sinari cahaya bulan niko dan jeje duduk memanggang burung puyuh itu sebagai makan malam "kau sangat luar biasa" kata niko "apaan? jika burung puyuh ini bisa terbang cepat aku juga gak akan bisa menangkap nya" kata jeje "angkat ini sudah matang ayo makan" kata jeje "pelan pelan panas" kata niko.


keesokan harinya...


"nona jeje!!! nona jeje!!! "


"nikooo!!! nikooo"


beberapa bodyguard dan juga wahyu serta leo masuk ke dalam hutan mencari jeje dan niko "hei hei lihat" kata leo "itu truk box" kata leo "ayo periksa" kata kal.


jeje menyipitkan matanya "pecundang kesini" kata jeje "apa? " kata niko "lihat apa itu mobil" kata jeje "iya itu mobil ayo ke sana" kata niko "yuk mungkin itu orang sedang berkemah" kata jeje mereka mendekati mobil tanpa atap itu "sial!! " jeje melihat potong pakai dan juga barang barang yang terlihat sudah usang "mobil ini terlihat sudah lama" kata niko "kelihatan iya tunggu" jeje memeriksa semua barang barang yang ada di mobil "ada benda yang bisa kita pakai" jeje menarik niko lalu menyelipkan pisau di pinggang niko "ada pistol juga hum.. aku akan bawa ini akan berguna" kata jeje "apa ini? " niko memungut benda putih yang di injak "kelihatan seperti tulang hewan" kata niko "buang itu tulang jari ayo" kata jeje "tulang jari? " kata niko.


"nah.. lihat itu ayo kita kesana" kata jeje "apa itu? " kata niko "ini bambu hutan bisa kita pakai buat simpan air" kata jeje "cerdas" kata niko "besok aku akan menemui dosen payah" kata jeje "kenapa? " kata niko "murid yang mereka anggap teladan sama sekali tidak berguna di alam liar" kata jeje.


"jeje!!! jeje!!! " seru leo "eh ini ponsel jeje" kata jerico "iya benar" kata kal "ayo cari kemungkinan mereka masih ada di hutan ini" kata lim.


air mengalir dengan deras dengan pepohonan di sekeliling nya "wah ada air terjun mini" kata niko "cuci bambu nya bodoh" kata jeje "oh iya ini juga mau ku cuci" kata niko "setelah bersih isi dengan air aku akan buat tutup nya" kata jeje "siap nona" kata niko setelah itu mereka berdua duduk di bawah pohon "aku suka dengan keindahan alam tapi dulu waktu kecil tidak ada yang membawa ku melihat lihat pemandangan seperti ini saat remaja baru aku melihat pemandangan seperti ini" kata niko "kau pernah mengatakan kalau kau pernah di buang di hutan" kata niko jeje menatap niko "ya.. kau benar" kata jeje "waktu itu usia ku tuju tahun masih bertubuh mungil aku tidak tau alasan nya mereka meninggal kan di hutan tapi mereka terlihat seperti sengaja membuang ku di hutan" kata jeje "mereka? mereka itu keluarga mu? " kata niko "kau tau jawabannya" kata jeje "aku tidak tau harus kemana jadi aku melihat tempat yang membuat ku merasa terlindungi sementara waktu aku tidur di bawah sarang beruang yang aku tidak tau kalau itu adalah sarang beruang aku tidur di situ sampai pagi menahan haus dan juga lapar siang nya aku lanjut berjalan sampai bertemu seorang pemburu dan mereka mengantar ku pulang" kata jeje perlahan dia menatap langit terkekeh perlahan "apa keluarga mu mencari mu? " kata niko "cih.. ku rasa tidak, kau tidak akan tau bagaimana kau tinggal satu rumah tapi kehadiran mu sama sekali tidak di anggap wanita itu mengatakan pada ku kalau aku anak yang sangat berat atau beban dan sering mengatakan kenapa saat kau lahir beban di sini makin bertambah berat tidak seperti yang lain nya proses mereka sangat lancar dari situ aku baru tau uang adalah segalanya di dunia " jeje tersenyum mata niko terlihat berkaca kaca "dan juga kepintaran.. aku sangat benci pada orang yang pintar" kata jeje "wanita dan pria itu mengatakan kau lah yang paling bodoh kau lihat semuanya pintar kenapa kau tidak sama seperti mereka, lihat orang orang lain mereka juga sangat pintar, cerdas dan bisa lain lainnya kau hanya manusia yang tidak ada gunanya" kata jeje "wanita itu ibu mu? " kata niko "bukan.. jika aku bisa memilih aku tidak ingin dia melahirkan ku, dia bukan ibu dia tidak pantas di sebut itu " jeje terlihat marah "dan aku bukan anak nya jadi jangan sebut dia dengan panggilan itu panggil dia wanita" kata jeje "maaf" kata niko "tapi kau adalah wanita yang sangat kuat kau benar-benar berlian yang tidak boleh di sia sia kan" kata niko jeje berdiri "ku rasa cuma kau yang berfikir begitu ayo lekas berdiri" kata jeje "baik" kata niko.


"baby.. aku juga pernah di buang secara langsung" kata niko "ku rasa kita benar-benar di takdir kan sebagai anak buangan ya" kata niko jeje tertawa kecil "aku setuju pada mu kali ini" kata jeje "apa ada yang mengatakan pada mu kalau di saat kau tertawa kau terlihat begitu cantik" kata niko "tidak ada yang berkata seperti itu kecuali kak monnie" kata jeje "oh ya bagaimana dengan tangan mu" kata jeje "sudah membaik" kata niko "seandainya aku bisa bertemu dengan mu lebih awal" kata niko sambil berjalan di sisi jeje "ku yakin aku gak akan membiarkan mu mengalami semua sendiri " kata niko.


kal berhenti mengamati sekitar nya "ini kode dari jeje mereka ada di sini kemarin" kata kal "ada darah" kata leo "duri rotan kemungkinan salah satu dari mereka ada terluka " kata kal "ini jam milik jeje" kata jerico.


"ptak"niko menjatuhkan setangkai buah buahan dari atas pohon " kau yakin ini bisa di makan? "tanya niko " ambil saja ini durian hutan enak ambil lagi "kata jeje " oke"kata niko "awas tangan mu hati hati" kata jeje "iya sayang eh iya baby" kata niko "pecundang!! turun lah.. " seru jeje "kenapa? " kata niko "aku rasa sudah cukup nanti kita gak bisa bawa" kata jeje "oke" kata niko "biar aku yang bawa" kata niko sambil tersenyum.


matahari mulai menghilang berganti dengan bulan "creek" niko membelah buah durian hutan itu "bentuk nya mirip dengan durian ya" kata niko "iya isi nya juga sama tapi ini nama nya apa ya.. lupa aku.. tapi aku dan jojo sering menyebutnya dengan durian hutan" kata jeje "hum.. manis ya" kata niko "enak kan? " kata jeje "enak, ini makan lah" kata niko jeje mengambil isi buah itu dari tangan niko dan mulai memakan nya "rasa nya aku berharap hutan ini terus saja luas agar kita tidak bisa menemukan jalan keluar" kata niko "sial!!!! kau tidak mau keluar dari sini? " kata jeje "jika bisa berdua dengan mu apa gunanya dunia luar bagi ku" kata niko "gak waras" jeje lanjut makan "siapapun bisa kehilangan akal karena cinta" kata niko.


"pecundang" kata jeje "hm? " niko menatap jeje yang sedang berbaring sambil memejam kan mata "ada apa? " tanya niko "jadi paman shiba itu ayah mu? " kata jeje "iya dia ayah nya wahyu orang yang merawat ku waktu aku di buang ke panti asuhan" kata niko "wahyu membawa ku ke rumah nya keluarga nya merawat ku seperti anak nya sendiri" kata niko "aku perlahan mulai menganggap wahyu adalah kakak ku " kata niko "dan wahyu benar benar menganggap ku saudara seperti kakak mu" kata niko "aku cuma percaya pada nya tidak dengan yang lain" kata jeje "apapun yang dia katakan aku akan percaya" kata jeje "kenapa? " kata niko "aku juga tidak tau dulu aku tidak percaya pada nya sampai pada saat aku bangun di rumah sakit dokter mengatakan kalau ka chai yang menjaga ku di saat aku sekarat " kata jeje "kau sekarat? " kata niko "aku meminum sesuatu dan itu membuat ku sekarat setelah bangun aku mencari kak chai entah kenapa aku mulai meyakinkan diriku untuk percaya pada nya" kata jeje "lalu dengan teman teman di kampus? kau tidak percayalah pada mereka? " kata niko "tidak" kata jeje "aku tidak percaya pada siapa pun termasuk pada mu" kata jeje.


"bangun semua nya ini sudah jam tiga" kata kal "jangan tidur lagi" kata lim


"sshh" jeje membuka matanya terlihat langit masih gelap masih gelap "sshhh" niko terlihat begitu kedinginan jeje duduk menambahkan kayu ke api unggun "baby.. bangun.. sadar lah" kata niko jeje melihat air mata niko menetes "dia mimpi? " fikir jeje.


cahaya matahari mulai bersinar niko membuka mata nya "hum?? " jeje tidak ada di tempat niko melihat ada hoodie dan dedaunan menutupi tubuhnya niko tersenyum "sekarang aku juga jadi tidak percaya pada mu kau itu membenci ku atau menyayangi ku" kata niko sambil berdiri "baby baby!!! baby!! " seru niko dia melihat ke kanan ke kiri tapi tidak ada keliatan batang hidung jeje "baby!! " seru niko di sebuah sungai ..


jeje memakai kaos nya dalam nya "babyyy!!! " jeje mendengar suara niko "oooiiihhh!!! kemari lah" kata jeje sambil memakai kaos nya "kau di mana? " kata niko "maju saja!!! terus!! " kata jeje tak lama kemudian niko melihat jeje "kau sedang apa? " tanya niko "apa kau tidak lihat kemari lempar hoodie ku" kata jeje "dari mana kau dapat celana pendek? " kata niko "memang nya kau tidak memakai celana pendek? " kata jeje "oh.. pakai sih" kata niko "konyol " kata jeje "kau dapat sabun dari mana? " tanya niko "buah lerak " kata jeje "wah bisa buat mencuci pakaian? " kata niko "kau tidak mandi? " kata jeje "hah? mandi? " kata niko "dasar jorok" kata jeje "aku akan mandi tapi kau pergi dulu" kata niko jeje memeras hoodie nya lalu memakai rompi anti peluru nya "kau masih memakai nya ngomong ngomong kau pakai baju berapa lapis? " kata niko "baju dalam, kaos, rompi anti peluru, kaos lagi, hoodie hitung saja" jeje pergi meninggal kan niko "eh bagaimana cara pakai buah lerak ini? " kata niko "kau gosok saja ke wajah mu" seru jeje "oke" kata niko.


jeje menjemur hoodie dan kaos nya dan juga celana panjang nya "aahhhkk" niko memegang wajah nya yang merah dengan sedikit berbusa "sial aku di kerjain" kata niko.


sementara itu di tempat lain


"jeje!!! "


"nikooo!!! "


"jeje!!!!! jeje!!!! "


kal tersenyum melihat tanda di tanah "ayo mereka berjalan ke sana" kata kal "astaga.. lama banget sih menemukan mereka" kata leo.


jeje memakai celana nya dan juga kaos nya untuk menutupi rompi nya "baby.. " niko datang "kau mengerjai ku ya" kata niko "hahha" jeje tertawa melihat pipi niko merah "huahahaha" niko tersenyum melihat jeje tertawa "ini momen langka di mana melihat dia yang dingin tertawa seperti ini" kata niko dalam hati "ayo kita jalan aku yakin bodyguard ku sudah ada di hutan ini kita segera cari jalan keluar dan ya kalau bertemu dengan mereka lebih baik" kata jeje "baik lah ayo" kata niko.


"gluk gluk gluk gluk gluk gluk gluk gluk" para bodyguard meminum air sungai "kita pencar agar lebih cepat" kata kal "aku dengan mu paman" kata wahyu "ayo" kata kal.


sambil bersiul niko berjalan dengan santai "kaya pernah dengar nada itu deh" fikir jeje "kau tau radha Krisna? " kata niko jeje menggelengkan kepala nya "radha itu gadis yang baik yang selalu menemani Krisna di mana ada radha di situ ada Krisna sama seperti kita sekarang di mana ada jeje di situ ada niko dan niko jalan ke sana jeje juga ikut jalan ke sana ku rasa kita di takdir kan seperti mereka" kata niko "apaan? " kata jeje "lain kali aku akan tunjukkan pada mu kisah cinta versi radha Krisna" kata niko "akan ku tunjukkkan pada mu satu hal terlebih dahulu" kata jeje "apa? " kata niko "berhenti berjalan" kata jeje "oke" niko menatap jeje "tap" niko melihat jeje mengeluarkan pistol nya "gluk" niko menelan liur nya "ingat ya jangan tinggal kan apapun" kata jeje "kau mau apa? " kata niko "menunjukkan pada mu kalau kita ada di dunia nyata bukan mimpi" jeje mengacungkan pistol ke atas membidik sesuatu niko juga melihat ke atas "oh sial baby jangan" kata niko "selamat datang di dunia nyata" kata jeje


"DORR DORR DORR DORR" lebah mendengung marah ketika sarang nya hancur jeje sudah mengambil langkah seribu begitu juga dengan niko jeje tersenyum senang sambil terus berlari.


kal dan wahyu saling tatap "suara senjata" kata wahyu "itu pasti jeje" kata kal "semua halo.. datangi asal suara senjata itu" kata kal "siap" kata Steven.


"aahhahahahaha" niko berlari semampu nya "**** **** ****" jeje berlari dengan senyuman usil nya lebah lebah itu mengejar mereka "sial tidak ada ponsel di sini" kata niko "aku suka melihat senyuman nya" kata niko "BYUURRR!!! " niko masuk ke dalam air dia melihat jeje sudah diam di dalam air dengan mata terpejam "astaga.. dia seperti.. apa dia sungguhan manusia dia sangat manis sekali" kata niko dalam hati jeje membuka matanya perlahan pandangan pertama yang dia lihat adalah niko "aaahh.. ada lebah"Steven lari secepatnya ketika ada lebah menyerangnya " aahhhh"para bodyguard lain panik "ccccsss" lim melemparkan bom asap "byur"jeje muncul kepermukaan melihat sekeliling nya " kau benar-benar gila"kata niko "akhirnya kau sudah sadar kalau kau ada di dunia nyata bukan khayalan" jeje naik ke darat "mana minum nya" kata jeje "itu" niko mengambil bambu yang tak jauh dari sungai "ooiihh segar banget" kata jeje "gak ku sangka ada sungai lagi di sini" kata jeje "ku sangka kau bener bener berani" kata niko "ayo cepat" jeje pergi "ayolah istirahat sebentar" kata niko "aku sudah ingin menemui buaya ku cepat jalan" kata jeje "buaya? " niko melihat ke air sungai "hii" niko segera berdiri mengejar jeje.


"aku yakin suara nya dari sini tadi" kata kal "ini jejak sepatu " kata wahyu "sarang lebah" kal menunjuk sarang lebah yang jatuh ke lantai "jeje baru lewat sini " kata kal "ayo cepat ayo cepat" kata kal.


"kenapa? " Niko melihat jeje berhenti berjalan "ada seseorang yang mendekat sini" jeje menarik tangan niko untuk bersembunyi "tapi aku tidak dengar apapun" kata niko "diam!! " kata jeje "diam mereka sudah dekat" bisik jeje sambil menyiapkan senjatanya "pegang pisau mu dengan baik" kata jeje "hitungan mundur 3-2-1" jeje keluar sambil mengacungkan senjatanya "creek" jeje sudah siap menarik pelatuk nya "tahan!! " seru kal "kak kal" kata jeje "niko" kata wahyu "brengsek!! kalian lama sekali" kata jeje "kami mencari mu kemana mana " kata kal "yeah.. pecundang ternyata bantuan yang datang bukan musuh" kata jeje sambil menatap niko yang terdiam "masih berkhayal" fikir jeje "kak kal ayo pulang " kata jeje "semua lekas berkumpul jeje sudah dan niko sudah ketemu" kata kal.