What Is Love

What Is Love
monnie sakit



di rumah sakit...


pintu mobil terbuka niko masuk ke dalam "kenapa kau tidak turun? " tanya niko jeje diam tidak bicara "kaki mu sudah di obati? " tanya jeje "belum aku melihat mu tidak ada di sana jadi aku kembali ke sini" kata niko "obati luka mu" kata jeje "lalu bagaimana dengan mu? " kata niko "nona jeje dokter sudah datang" kata salah satu bodyguard jeje langsung membuka pintu mobil "bantu dia jalan" jeje pergi bodyguard membuka pintu mobil "ayo" dia membantu niko jalan "jeje" anggel melihat jeje lewat "itu jeje" kata anggel "sebelah sini nona" kata perawat jeje masuk ke salah satu ruangan .


niko juga masuk ke ruangan di sebelah jeje dokter dan perawat langsung datang mencoba mengeluarkan peluru dan mengobati luka .


"nona ini belum selesai" kata dokter jeje membuka pintu, "tidak papa " kata jeje "jeje kau" kata vito "dokter dokter wanita itu mau pergi dia dia juga terluka" kata niko "nona" dokter membuka pintu jeje melihat niko ada di dalam ruangan itu "nona anda belum mendapatkan perawatan? " tanya dokter jeje masuk ke ruangan itu "berikan ini pada ku" jeje mengambil tisu "baby kau mau kemana? " kata niko jeje menatap niko "tetap di sini" jeje memberikan tisu ke niko lalu pergi dengan membawa tisu yang lain nya jeje pergi ke kamar mandi membersihkan wajahnya dan langsung pergi.


di rumah...


dengan wajah cemas monnie berdiri di depan pintu "dia sama sekali tidak menjawab telpon" kata monnie "tenang lah nyonya dia akan kembali" kata milli mobil hitam datang jeje langsung buru buru keluar dari mobil "kakak" jeje menghampiri monnie "jeje" monnie langsung memeluk monnie dengan erat "ahh sial" kata jeje dalam hati "ada apa dengan mu" kata jeje "ak--" jeje terkejut monnie tiba tiba pingsan "oh.. kakak ipar" kata jeje.


monnie di baring kan di tempat tidur nya "nyonya monnie dari tadi tidak enak badan nona" kata may "pergi masak sesuatu untuk nya" kata jeje sambil merapikan selimut monnie "kau pasti kelelahan" kata jeje sambil sesekali meringis tubuh nya benar benar terasa sakit.


monnie membuka mata nya perlahan "kau sudah sadar? ini minum dulu" kata jeje "sudah jam berapa? " kata monnie "jam delapan malam" kata jeje "apa kata dokter" kata jeje "aku tidak ingat tadi dia bilang apa" kata monnie "ya sudah ini makan sup nya aku baru memanas kan nya tadi" kata jeje "terimakasih" kata monnie "maaf tidak angkat telpon dari mu aku meninggal ponsel ku di tas saat bermain basket" kata jeje "tidak papa aku cuma kawatir saja"kata monnie " lain kali jangan kawatir kan aku karena aku baik baik saja dan akan pulang jika setelah selesai urusan ku"kata jeje "iya" kata monnie "makan lah"kata jeje.


niko menatap layar ponsel nya "telpon gak ya" kata niko "telpon aja deh" kata niko.


ponsel jeje berbunyi "aku akan kembali" kata jeje "iya" kata monnie "baby bagaimana dengan luka mu? "kata niko " bagaimana dengan anak anak? "kata jeje niko diam sesaat " mereka baik baik saja"kata niko "mereka mencemaskan mu dan menunggu mu" kata niko "kakak ku sakit jadi aku meninggalkan kalian" kata jeje "kakak mu sakit apa? " tanya niko "tidak tau seperti nya dia kelelahan" kata jeje "him.. baik lah kenapa kau belum istirahat, dan luka mu juga belum di obati tadi kan? "kata niko " luka ku akan pulih"kata jeje sambil mengusap darah yang keluar dari hidung nya "hum.. istirahat lah good night " kata niko "hm" jeje mematikan ponselnya "ahh sakit semua" niko mengambil tisu yang ada di sebelah nya "darah nya belum berhenti? " kata wahyu "belum" kata niko "biar aku bersihkan" wahyu mengelap darah yang keluar dari hidung niko "sial dia keluar lagi" kata jeje sambil memasukkan tisu ke dalam hidung nya "huek!! " jeje langsung lari mendengar suara monnie "huek" monnie mual "oke oke tidak papa muntah kan saja" jeje mengambil ember kecil "aku sampai lemas" kata monnie "tidak papa" kata jeje "minum air istirahat lah " kata jeje "obat dari dokter mu mana? "tanya jeje " di meja"kata monnie "oke ini minum obat dulu baru pergi tidur" kata jeje "iya" kata monnie.


malam semakin larut terlihat jeje duduk di sofa sambil melihat monnie yang sudah tidur "akhhh" jeje memegangi lengan nya "uhh! " jeje menatap monnie yang kembali bangun "ada apa? " tanya jeje "rasa nya tidak enak, aku ingin muntah lagi" kata monnie "tidak papa muntah kan saja bentar" jeje pergi mengambil air hangat untuk monnie "minum dulu" kata jeje "kau belum tidur" kata monnie "aku juga baru bangun " kata jeje "rasa nya tidak nyaman" kata monnie "hirup minyak kayu putih ini" kata jeje "hum aku mau ke dapur" kata monnie "mau apa? " kata jeje "makan" kata monnie "biar aku ambilkan saja kau mau makan apa " kata jeje "salad" kata monnie "oke" jeje pergi "ini aneh " kata jeje "tapi tidak papa hum.. gawat aku gak tau cara bikin salad bagaimana ini" fikir jeje "mau apa? " kata kal "hum.. bikin salad" kata jeje "buat siapa? " kata kal "kak monnie" kata jeje "oh ada YouTube" kata jeje.


"kak monnie ini sa--" jeje melihat monnie tidur di sofa "aku melihat tutorial untuk bikin salad dan dia malah tidur" kata jeje "ya sudah deh" jeje mengambil selimut untuk menutupi tubuh monnie dia menatap jam "sudah jam tiga sakit apa dia sebenarnya, tubuh nya tidak panas ini aneh kan? " kata jeje dalam hati sambil duduk di lantai membuka hoodie nya dan kembali berdiri membereskan kamar monnie yang sedikit berantakan "ahh" jeje memegang perut nya "uhuk" darah mengalir lagi dari hidung nya "ku rasa aku harus mandi dulu " kata jeje sambil bersiap ingin membuka pintu "eh tidak bagaimana kalau kak monnie memerlukan ku" jeje meletakkan barang barang ke keranjang lalu kembali duduk di lantai sampai pagi.