
Saat di jalan.
mama refan menatap refan yang sedari tadi fokus ke jalanan sambil tersenyum.
mama refan pun ikut tersenyum melihat perubahan anak nya itu.
" kamu suka sama putri ya ran? " ucap mama nya menggoda
" gk tau mah, refan rasa cewek tadi beda aja "
" hahah.. kamu jatuh dalam pesona nya kan? cantik, ramah, humoris, jago lagi.. ugh.. mama ingin sekali punya mantu kaya dia " ucap mama refan antusias
" mahh.. gk usah bahas itu deh, gk mama gk papa sama aja, bahas nya menantu mulu "
" seharus nya nih ya? kamu itu udah nikah tau gk fan? umur kamu aja udah mau menginjak 27 bentar lagi "
" ya kan fano milih mah.. gk mungkin fano asal asalan cari menantu untuk mama " ucap refan sambil berdecak heran.
" yaya mama tau, tapi kalo putri yang jadi menantu mama bakal mau banget mama itu van? " ucap mama nya semangat.
" apa sih mah.. cewek modelan kek dia itu ya mah.. susah dapet hati nya, vano mana bisa? " ucap refan mengelak.
" berusaha dong? gimana kalo di jadi asisten pribadi mu aja, jadi dia bisa ada waktu senggang setiap hari " ucap mama nya antusias.
" gk usah aneh aneh deh mah, lulus aja belum putri dari kuliah nya, mana bisa jadi asisten pribadi vano? "
" di bisa bisa in lah van.. "
" gk bisa mama.. "
itu lah perdebatan mereka selama di jalan, membicarakan putri hingga lupa dengan barang belanjaan nya yang di tinggal begitu saja di supermarket.
Di sisi lain
🍁
🍁
🍁
hingga jam pukul 00.00 putri tersentak dari kegiatan nya, ia pun memilih untuk menyudahi kegiatan nya, merapihkan barang barang nya dan pergi dari depan supermarket yang sudah tertutup.
Putri berjalan di kegelapan malam, melihat bintang bintang di atas langit berkelap kelip menghiasi langit malam yang dingin.
Senyum nya terukir memandang keindahan ciptaan alam yang begutu indah, lalu melanjutkan jalan nya untuk pulang.
sesampainya di rumah, putri membuka kunci rumah nya, masuk dan kembali menguncinya balik.
berjalan menuju kamar, mengganti baju nya, membasuh wajah, tangan dan kaki nya kemudian tidur.
Di lain sisi
🍁
🍁
🍁
Refan merebahkan tubuh nya di kasur setelah ia menyelesaikan pekerjaannya, mata nya menatap langit langit kamar nya sambil tersenyum.
" putri, baru kali ini gue punya perasaan yang sedikit buat gue agak gila, senyum senyum sendiri, mikirin lo terus, ck! bakal sulit bisa deket sama lo "
" lo satu satu nya cewek yang buat gue senyum, baru pertama kali gue liat lo, lo berbeda lo bukan cewek yang cp cp yang pernah gue kenal, cause kau sangat menarik putri "
Refan kembali tersenyum, ia mengingat aksi putri saat di supermarket tadi, dengan penuh percaya diri dan santai ia melumpuhkan dua perampok itu hanya satu kali tendangan dua kali pukulan.
pasti tinjuan nya itu tidak main main rasanya, dan pada saat ia mengulurkan tangan nya ingin berjabat tangan dengan revan, revan tak kedip menatap putri, hingga pada saat mama menyikut baru lah ia tersadar dan membalas uluran tangan putri.
Tapi sayang hanya sebentar saja, revan menatap putri yang sudah kebingungan dengan sifat mama nya yang terus menanyai nya beruntun pertanyaan, hingga saat dia melupakan laptop nya. .
Sungguh ekspresi nya saat itu sangat di luar logika, sangat lucu dan imut sekali, ia menangis namun air mata nya tidak jatuh, hal itu sukses membuat refan hampir tertawa.
Hingga ia merubah kembali ekspresi nya menjadi waspada menyebut kata no dengan gayanya, sungguh saat ini putri telah sukses membuat hati refan jatuh kepada nya.
" right now you are my goal, You are the perfect woman I have never met before "