What Is Love

What Is Love
bunga mencuri dokumen xia fu



jeje membuka matanya melihat di kakinya ada rantai dia memperhatikan sekeliling nya dia sudah ada di ruangan semula "yo nona soikham kenapa kau mengamuk semalam? " alder datang "bukan kah kau bilang di sini sangat nyaman" alder menatap layar yang berada di sekeliling ruangan itu "****!! " jeje duduk "tenang je aku masih ada kartu untuk kabur" kata jeje dalam hati , jeje memperhatikan layar di depan nya "ka tidak menyediakan tempat untuk aku bermain itu membosankan kemana saja kau kau bilang mau menemaniku menonton ****** itu" kata jeje alder memperhatikan layar itu "jika pun dia tidak mati di tangan ku tapi dia akan mati karena lingkungan ku" kata jeje. "bu tugas nya sudah selesai" kata bunga "bagus sekali jeje kumpulkan tugas nya" kata Tini "cih" kata jeje "jeje aku antar kamu pulang" kata archie "tidak! aku mau niko yang antar aku bukan kamu" kata bunga sambil mendorong archie "hei.. orang bodoh di mana niko" bunga menatap wahyu "niko pergi dengan pak Gilang" kata leo "ck.. ihhh!! " bunga langsung pergi jeje tersenyum sinis "anak bodoh" kata jeje sambil mengambil makanan yang sudah di sediakan .


bunga turun dari mobil melihat sekitar rumah sangat sunyi "pembantu di mana kakak? " tanya bunga "tuan sedang pergi dengan bai nona" kata milli "katakan pada ku di mana ruangan bai? " kata bunga "ada di lantai tiga nona" kata milli "ya sudah jangan lihat lihat sana" bunga pergi ke lantai tiga kal menatap lim yang ada di samping nya "kita kembali ke rumah pengawal saja" kata kal sambil berbalik pergi, bunga memeriksa semua ruangan di lantai tiga namun tidak ada ruangan dengan nama bai di depan sampai akhirnya dia tersenyum melihat sebuah ruangan yang penuh dengan dokumen di dalam lemari besar jeje terdiam "bagus bunga ambil semuanya kosong kan lemarinya" kata alder "dimana kakak? " fikir jeje alder melirik ke jeje "bagaimana? " tanya alder "denger ya di rumah gak mungkin gak ada orang" kata jeje "tuan.. tuan lihat xia Fu ini dokumen xia Fu" kata bunga sambil melambai ke kamera alder tersenyum puas "kakak.. kakak.. kakak kau dimana!!! kakak!!! dia masuk ke ruang dokumen" kata jeje dalam hati.


chai meletakan ponselnya "kalian ada informasi lain? " kata chai "belum tuan" kata wutt "tuan nona pasti ada pihak lain" kata bai "aku tau cari terus informasi lain dan siapkan mobil untuk ku aku mau pulang" kata chai.


"nona kamu mau kemana? " tanya lim ketika melihat bunga hendak pergi dengan membawa tas "aku ada kerja kelompok hari ini" kata bunga "kami antar" kata kal "tidak perlu hari ini biarkan aku pergi dengan teman ku nanti dan kalian jemput aku saat aku telpon" kata bunga "baik lah nona" kata kal.


jojo menatap ke arah luar jendela "kalian bisa hitung kan beberapa minggu ini" kata Ariel "dia tidak datang, tidak bicara, tidak menelpon tidak memberi sumbangan lagi. kita bagaimana mau membagi makanan uang kita tidak cukup" kata Ariel "apa dia ada masalah? " kata desi "tapi niko selalu bilang jeje berubah menjadi baik" kata memo "dia juga mengerjakan tugas dari dosen" kata Ariel "Hai guys" niko datang "kau membawa siapa ke sini" kata memo "kenalkan aku leo" kata leo "halo aku ale" kata ale "mereka teman ku memaksa ingin ikut oh ya kalian sudah makan? " tanya niko "Ariel tidak ada makan dari semalam" kata jojo "kenapa? uhm.. kau mau makan apa? aku akan cari makanan dulu" kata niko sambil pergi "aku ikut" kata wahyu "tidak usah aku cari makan terdekat saja" kata niko "Ariel kenapa kau tidak makan? " tanya wahyu "dia memikirkan jeje" kata desi "jeje " kata leo "jeje berubah dan semakin menjauh" kata jojo berbisik ke wahyu "aku juga berfikir demikian" kata wahyu "dengar semuanya apa kalian sedang membahas jeje" tanya leo "dia tau" kata desi "iya dia tau jeje" kata wahyu "aku sahabat niko aku juga berteman dengan baby maksudnya jeje tapi aku sering memanggilnya baby nya niko" kata leo sambil melihat ke arah pintu "aku memiliki beberapa teori meskipun semua gak setuju pada teori ku " kata leo "teori apa? " Ariel mendekati leo "apa pendapat kalian tentang orang berwajah mirip" kata leo "maksudnya? " kata jojo. leo mengeluarkan buku yang dia bawa "aku mengalami hal aneh namun ku yakin ini bukan kebetulan" kata leo jojo melihat gambar dua gadis yang ada di buku leo "ini jeje" kata Ariel "iya aku waktu itu" kata leo.


alder tersenyum puas "huahahahha.. hahahah hahahhahahah. hahahahahha" dia tertawa keras lalu menatap jeje "sekarang kakak mu tidak memiliki apa apa lagi" kata alder "kakak.. kau dimana" kata jeje dalam hati "sekarang " alder menatap bunga "kau bisa membunuhnya sekarang dengan racun atau apapun itu" kata alder "baik tuan" kata bunga "hoii" jeje menatap bunga "kenapa kau takut? " kata bunga "aku akan menarik tenggorokan mu" jeje berjalan ke arah bunga tapi beberapa pengawal langsung menariknya "dengar jeje kau tidak akan bisa apa apa sampai ajal mu tiba" kata bunga lalu dia pergi "aku harus tenang dan pergi" fikir jeje.


malam harinya...


bunga manatap chai yang ada di samping nya "kak kita mau kemana? " tanya bunga "kemana? hari ini ada pertandingan? " kata chai "pertandingan? " bunga melihat pemandangan di depan nya ramai dengan orang orang "brumm.. brum" suara motor terdengar di mana mana bunga menelan liur nya "jeje cepat" jerico menarik nya "pakai bajumu ini cepat aku sudah panaskan motor mu" kata jerico "ayo kenapa melamun" kata kal "iy.. iya" kata bunga. jeje tersenyum sinis "mati lah kau" kata jeje . sara menatap bunga "Hai je" kata sara tiba-tiba mata nya melihat ke Arah kaki dan tangan bunga yang gemeteran "ini aneh" fikir sara "satu.. dua.. tiga.. gooo!!! " para pembalap mulai melajukan kendaraan masing-masing "jeje!!! ayoo" kata jerico semua penonton tercengang melihat bunga


"ada apa dengan jeje? "


"iya kenapa dia? "


"kenapa dengan nya? "


"JEJE AYO.. KENAPA KAU LAMA!! "


JEJE!!! ADA APA DENGAN MU"


sorak para penonton bunga menarik gas seketika motor nya semakin melaju jeje tersenyum sinis "astaga" kata kal motor yang di pakai bunga hilang kendali menabrak beberapa pembalap lainnya tubuh bunga terpental di udara lalu terbanting menabrak pembatas


"dia jatuh"


"ya ampun"


"apa dia jeje? "


"aauuhh.. jeje ya ampun"


kata para penonton tim medis langsung bergerak bai menatap chai yang berdiri tidak bergerak sedikit pun bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah bunga yang sedang di bawa anggota medis "tuan" kata bai tapi chai tetap diam tak merespon bai sedikitpun.