
"sttt.. sstt.. jeje. jeje bunga" bisik Ariel "astaga" jeje tersadar dia langsung mengambil bunga itu dan memberikan nya ke monnie lalu berdiri di tempat nya yang sudah di sediakan "apa apaan ini aku gak salah lihat kan? " fikir jeje.
monnie tersenyum karena ini dia yang merencanakan semuanya diam diam datang ke kampus mengundang teman teman jeje dan juga para dosen. "kau menyebutkan nama jeje dengan baby? jangan jangan" kata monnie "hum..hm..bu..bukan apa apa" kata niko "kau menyukai adik ku" kata monnie setelah ngobrol agak lama dan jalan keliling kampus bersama niko, di hari selanjutnya monnie
mencari niko di kediaman nya langsung "aku.. aku malu mengatakan nya kak" kata niko "tidak papa aku malah senang" kata monnie sambil menyuruh pengawal nya meletakkan pakaian yang baru dia beli untuk niko dan wahyu "lanjutkan cerita mu yang waktu itu" kata monnie "aku.. aku.. aku mencoba berbagai cara dan juga trik namun gagal percobaan menghilang tujuan hari juga gagal, apapun itu selalu gagal" niko menceritakan semuanya ke monnie "aku ada ide" kata monnie "aku akan bantu kau dekat dengan adik ku" kata monnie dengan yakin.
tepuk tangan terdengar meriah "kau baik baik saja? " bisik kal dari alat komunikasi "ya.. aku baik baik saja" kata jeje tiba tiba mata nya tertuju ke arah sebuah meja "anggel? mawar? apaaan ini? kenapa mereka? " fikir jeje "huuu... " para tamu undangan bersorak senang ketika monnie akan melempar bunga yang ada di tangan nya "ka leo kau mau ikutan menangkap bunga? " kata vito "ada deh" kata leo "dasar gak waras" kata aciel "hupp"bunga di lempar leo melompat memukul bunga itu " tapp!! "bunga itu mengenai seseorang " yeah"kata leo , "kerja bagus" kata jojo orang itu memungut bunga yang jatuh menabrak tubuh nya para tamu undangan bertepuk tangan.
"BERSULANG!! " seru para tamu undangan "jeje kemari" kata chai "ya" jeje mendekat mengambil tidur mengelap wajah monnie dan chai "apa? " kata jeje "OIIIHHH" jeje terkejut dua kakak nya itu mencium wajah nya tiba tiba "****" kata jeje "bagus sekali" kata seorang pria yang memegang kamera "aku benci kalian" kata jeje "ayo lihat sini" monnie menyuapi jeje dengan kue sementara chai mengusap mulut jeje dengan tisu "aku ingin menghilang" kata jeje dalam hati.
di kamar mandi..
jeje masuk ke kamar mandi menutup pintu "oihh"dia bersandar di dinding " oihh.. aku merasa tidak enak badan tiba-tiba.. dan juga aku merasa aliran darah ku melaju dengan cepat.. apa aku benar benar sakit? "tanya jeje sambil melepas dasi nya " kenapa aku teringat pada pria itu.. aduhh.. seperti nya aku sakit tubuh ku terasa dingin namun juga panas "kata jeje.
" tuan chai ayo kemari"kata beberapa pria muda chai tersenyum lalu menatap monnie "pergilah" kata monnie "aku akan kembali" chai pergi "selamat ya" kata tamu undangan "terimakasih" kata chai. "selamat ya sayang" kata mama chai "iya ma" kata monnie "di mana adik mu? " tanya mama chai "dia" monnie melihat sekitar nya "halo nyonya cai di mana tuan dhika? " tanya seseorang "dia ada di sana bertemu teman nya" kata cai .
musik mengalun sangat lembut chai dan monnie mulai berdansa "siapa yang menyuruh kalian datang? " kata jeje "astaga jeje aku kaget" kata rizi "jawab! " kata jeje "papa ku dapat undangan di sini jadi aku ikut" kata rizi "kami kami juga" kata mawar "untuk mu" jeje menoleh terlihat pria berjas navi tadi mengulurkan seikat bunga "aku yakin seseorang menyuruh kalian datang" kata jeje "kau keberatan aku datang? " pria berjas navi itu duduk di dekat jeje "kenapa kau bisa menjadi penggiring pengantin! " jeje menatap pria itu "sial aku merasakan hal itu lagi.. seperti nya besok aku harus ke dokter" fikir jeje "itu pekerjaan baru ku" kata pria itu yang tidak lain adalah niko "oh" jeje segera berdiri "kak kal tetap perhatikan sekitar" kata jeje "iya" kata kal. jeje menatap kakak nya yang sedang berdansa "sayang" jeje menoleh ke arah cai "kenapa kau terkejut? " tanya cai "kau membuat ku terkejut" kata jeje "lihat kakak mu sedang menari apa kau ingin menari juga? mama bisa carikan mu seorang pria " kata cai "mari nona " chai menghampiri jeje sambil membungkuk monnie terkekeh melihat tingkah chai "ayo" kata cai jeje menggenggam tangan chai kedua nya langsung menari para tamu undangan juga langsung bergabung menari "ayo" monnie menghampiri niko "oke" kata niko sambil mulai menari dengan monnie.
dhika duduk dengan santai sambil melihat orang orang yang sedang menari leo naik ke lantai dua "awas biar aku atur musik nya" kata leo sambil tersenyum musik terdengar semakin cepat chai mengangkat tubuh jeje lalu berputar sekali dan menurun kan nya menarik tangan jeje "bagaimana dengan kak monnie? " kata jeje "dia akan bersama ku nanti" kata chai sambil bergerak mengikuti alunan musik yang semakin cepat dia menarik lalu memutar tubuh jeje "tap" chai menangkap tangan monnie sambil tersenyum dan lanjut menari begitu juga dengan jeje. alunan musik menjadi lembut seperti semula "eh.?? " jeje memperhatikan pria di depan nya yang menarik tangan nya "loh.. kak chai kok berubah? " fikir jeje "loh kok pasangan ku berubah? " kata pria itu "bilang saja kau sengaja" kata jeje pada niko "jujur aku tidak tau tapi.. keliatan tarian mu buruk tidak seperti ku" kata niko "kau bilang apa? kau fikir dansa begitu gerakan nya lihat aku begini cara nya" kata jeje "tidak kau sangat buruk " kata niko "ayo buktikan siapa yang lebih bagus" kata jeje "oke lihat ya siapa yang salah duluan" niko menarik tangan jeje .
jeje melingkar kan tangan nya ke bahu niko "aku gak mungkin kalah" fikir jeje "zrutt" niko memutar tubuh jeje lalu maju menarik tangan jeje mereka berdua sangat lincah dan sama cepat nya semua yang menari menjadi gagal fokus mereka perlahan berhenti dan hanya menatap niko dan jeje berdansa "woah" kata dila "apa itu dansa? " tanya vito "asli cepat banget" kata rizi, niko dan jeje semakin cepat terus bergerak dan bergerak niko menarik tangan jeje lalu mengangkat tubuh jeje ke udara memegang erat pinggang jeje musik berhenti jeje menatap mata niko yang hitam pekat niko menurunkan tubuh jeje perlahan keduanya saling tatap tanpa bicara sepatah kata pun sampai akhirnya suara tepuk tangan membuat keduanya sadar "luar biasanya" kata beberapa orang "pluk" kelopak bunga berjatuhan dari atas jeje melihat ke atas sementara niko hanya menatap wajah jeje "aku mencintaimu" kata niko "hah? " jeje langsung menatap wajah niko "aku mencintai mu.. " kata niko jeje terdiam kelopak bunga mengenai wajah nya "kau terlihat imut" kata niko "dugg" tubuh jeje tabrak seseorang dari belakang "ups! " niko reflek memeluk jeje yang jatuh ke arah nya "tubuh ku rasa nya beku" kata jeje dalam hati "kau tidak papa? " tanya niko "hum? " jeje menarik dirinya dan langsung berbalik pergi.
keesokan harinya..
dokter terlihat kebingungan mendengar ucapan jeje "tapi hasil pemeriksaan anda normal tidak ada penyakit apapun" kata dokter "dengar aku benar-benar sakit" kata jeje "oke coba katakan apa yang kau rasa kan biar aku bisa sedikit memahami sakit mu" kata dokter "tubuh ku terkadang membeku terasa dingin dari kaki sampai atas namun nanti berubah jadi panas lagi. jantung ku terus bergerak semakin cepat dan bahkan aku dapat merasakan darah ku mengalir dengan sangat cepat dan juga tiba-tiba merasa canggung um.. sedikit kaya gugup, terkadang seperti normal aku ingin teriak senang tapi gugup, sedikit merasa cemas tapi ah aku tidak tau lagi intinya aku merasa sakit" kata jeje dokter tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya "nona anda memang sakit" kata dokter "nah ka benar apa yang ku katakan" kata jeje "sakit ini semua orang bisa merasakan nya" kata dokter "apa ini seperti virus? " kata jeje "ya mungkin bisa di kata kan begitu" kata dokter "obat nya? " kata jeje "ya menjalin hubungan dengan nya" kata dokter "apa? kau bahas apa? " kata jeje "ada sedang jatuh cinta " kata dokter "apa!! " kata jeje "aku bisa membunuh mu sekarang! bicara dengan benar apa sakit ku" kata jeje "anda benar benar terkena penyakit yang setiap orang merasakan nya yaitu jatuh cinta sakit yang ada di setiap tubuh seseorang " kata dokter.
chai memeluk monnie di teras lantai tiga "kau sedang apa? " tanya chai "melihat adik" kata monnie. terlihat jeje sedang duduk sambil mengusap usap punggung nikoko "gak mungkin.. gak mungkin dokter itu pasti salah.. aku gak mungkin bisa jatuh cinta.. gak mungkin... " kata jeje dalam hati "nikoko bisakah kau mengigit ku bangun kan aku dari mimpi.. aku pasti salah dengar.. aku mungkin kelelahan maka nya mengalami gejala gejala seperti itu google aja bilang aku kelelahan" kata jeje.
"ku yakin sekarang kau merasakan apa yang ku rasakan" niko teringat saat dia berdansa dengan jeje semalam "tidak ada kata, tidak ada isyarat namun jelas. cinta benar-benar dapat di rasakan..tanpa harus terlihat, aku bahkan masih merasakan kehangatan cinta dari malam itu bahkan sampai sekarang... masih terasa juga" kata niko sambil menggantung foto jeje di kamar nya.