What Is Love

What Is Love
calon pacar



di pagi hari yang cerah ..


terlihat jeje sedang berjalan santai "haaarrrrwww!!! " jeje tersentak kaget "HOOII!! WOII!! SIAL! " seru jeje beberapa pengawal langsung datang dengan senjata di tangan "ada apa nona? " tanya para pengawal "aku hanya terkejut " kata jeje "kalian pergi lah aku gak papa" kata jeje kal tertawa kecil melihat ulah jeje "jangan terlalu dekat dengan kandang" kata kal "oii.. nikoko dasar sialan!! kau membuat ku terkejut dasar pecun--" jeje terdiam "tuan memanggil mu" kata jerico "apa kau masih ingin mengatai nikoko? " tanya kal "ck.. gak jadi" jeje berbalik dan pergi "oiii.. kakak ada apa? " seru jeje sambil masuk ke dalam rumah "apa kau lupa sarapan pagi ini? " ujar chai "oh.. iya iya aku gak lupa" jeje duduk di kursi nya "kenapa kau berteriak tadi? " tanya chai "nikoko membuat ku terkejut singa besar mu itu selalu membuat ku kesal" kata jeje "tuk!! " sumpit jeje terjatuh "oih" jeje menunduk untuk mengambil sumpit nya "biar aku nona" kata may "tidak papa" kata jeje "dug! " kepala jeje terbentur "aw" kata jeje "aw apa? " kata chai jeje melihat tangan chai memegangi sudut meja "kebiasaan buruk mu" kata chai "gak juga" kata jeje "bai!! aku menyuruh mu untuk menempel pelindung sudut meja kemarin" kata chai "maaf tuan nanti saya pasang" kata bai "kau juga harus berhati hati luka di kepalamu belum pulih " kata chai "iya iya bawel" ujar jeje "kau tidak usah ke kampus " kata chai "iya" kata jeje .


niko berjalan bersama wahyu "aah.. coba cium yu aku sudah wangi belum" kata niko "aku sudah flu karena mencium aroma parfum mu yang menyengat" kata wahyu "hah.. perasaan gak nyengat kok" kata niko lalu dia mengeluarkan mawar biru dari sakunya "kalau mawarnya harum gak? " tanya niko "harum banget" kata wahyu sambil lanjut berjalan "eh.yu tunggu" kata niko.


chai menatap jeje "hum.. pergilah" kata jeje "hum.. kalian awasin dia ya" kata chai "SIAP TUAN!! " kata para pengawal chai menatap jeje "jangan kemana mana sampai aku pulang" kata chai sambil mengusap kepala jeje "kau ini kakak ku atau pengasuh ku? dari tadi banyak bicara saja" kata jeje chai tersenyum lalu pergi masuk ke dalam mobil. jeje langsung berbalik "bagaimana kita melakukan sesuatu yang menyenangkan? " tanya jeje "jangan macam macam ya" kata jerico "tidak kok kita main golf saja yang kalah masuk ke kandang nikoko pukul nikoko pakai bambu" kata jeje "tidak tidak" kata kal "sebelum aku memukulnya aku sudah habis di cabik pakai kukunya" ujar lim "kita bersantai saja di tepi kolam sambil membuat BBQ " kata kal "aku akan membuat nya untuk kalian" kata jerico "tidak aku saja" kata kal "kalian berdua saja" kata hary "ayo ayo kita bersantai" kata lim jeje mengangguk lalu pergi.


milli membawa nampan berisi jus ke tepi kolam "jus datang" kata milli "aku mau satu" ucap jeje "aku juga aku juga" kata jerico "creess" kal membalik daging yang dia panggang "humm.. harum sekali aroma BBQ nya" kata hary "itu karena aku yang masak" kata jerico "kata siapa? " kata kal "kata ku lah" ucap jerico "kita sedang bersantai jangan berdebat" kata lim "iya.. kita tuh sedang bersantai tau" kata jeje "dia duluan" kata jerico "kok aku? " kata kal "sudah sudah minum dulu jangan banyak bicara" kata hary "Jangan lihat aku " kata kal "siapa yang melihat mu, mata ku akan ternoda melihat mu" kata jerico "ini sudah matang ayo di coba" kata kal sambil meletakan BBQ yang dia panggang.


archie menatap dua orang yang sedang menari di depan nya "andai jeje yang ada di depan ku" kata archie "hei kau kenapa? " wahyu menepuk bahu archie "kau baik baik saja? " tanya wahyu "eh.. kalian" kata archie "kau melamun mikirin siapa? " tanya ale "jangan berisik mereka lagi berlatih" kata niko "siap pak bos" kata leo "kalian gantian awasin mereka kan? " kata archie "iya kalau kau mau pergi, pergi saja tidak papa" kata wahyu "aku pergi dulu ya" ucap archie sambil beranjak pergi "kau yakin dia baik baik saja? " tanya ale "ku rasa iya" kata leo.


jeje berbaring di atas pelampung sambil memakan beberapa snack "jeje kau tidak mau sosis panggang? " tanya jerico "nanti saja aku sedang ingin makan snack" kata jeje "ayolah coba sedikit" kata jerico jeje menatap jerico "iya aku akan memakannya nanti" kata jeje "hei kenapa kau memaksa nya? " kata kal "aku cuma menawari nya saja" kata jerico "oh ya kalian ada melihat ponsel ku yang warna hitam" kata jeje "ponsel mu rata-rata hitam je" kata lim "yang.. ada stiker motor balap kecil di belakang nya" kata jeje "aku tidak melihat" kata kal "mungkin kau lupa meletakkan nya di mana" kata jerico "mungkin iya" jeje kembali mengingat ngingat kembali di mana dia melihat ponselnya dan di mana dia meletakkan nya ponsel nya sendiri.


malam harinya...


jeje berjalan di atas tangga "kak milli kau melihat ponsel yang biasa ku bawa? " tanya jeje "ponsel lagi? " kata hary "ada tadi pagi aku menemukan nya di belakang sofa kamar mu" kata milli "lihat kau begitu ceroboh" kata kal "bukan aku yang meletakkan nya di sana" kata jeje "lalu apa ponsel mu berjalan sendiri? " milli meletakkan beberapa kue ke atas meja "hum.. ku rasa ponselku berjalan saat aku tidur" kata jeje "yaya.. ku rasa lebih tepat nya kau yang melempar ponsel mu makanya dia bisa sampai ke belakang sofa" kata kal "hum.. kurasa itu benar" kata milli "ya.. aku melempar nya tapi pelan kok" kata jeje "ambillah ponsel mu ada di ruang belajar aku meletakkan nya di sana" kata milli "oke aku akan mengambilnya dulu" kata jeje sambil berjalan pergi.


"hei kenapa kau murung? " tanya jojo "iss.. kau ini tidak mengerti " kata niko "tentu saja aku gak mengerti,memang nya kau kenapa? " tanya jojo "dia tidak menjawab telpon ku tidak membalas pesan ku bahkan tidak membaca pesan ku! ini sudah beberapa hari dia tidak datang ke kampus.. mawar ku layu.. " kata niko "beli mawar baru" kata desi "kalian tidak mengerti ini bukan masalah mawar tapi masalah ingin bertemu" ucap niko "heleh.. nanti kalau dia udah mood ke kampus dia akan pergi ke kampus kok" kata desi "nunggu mood nya lama banget keburu aku sud---" kata niko "diaamm!! jeje menelpon ku" kata Ariel "ang.. ang. angkat" kata niko "ssttt" kata jojo "halo jeje.. kawan ku" kata Ariel "oih.. kenapa kau menelpon ku berkali kali.. ada masalah? " kata jeje "humm...aku cuma ingin mendengar suara mu oh ya bagaimana kondisi mu kawan" kata Ariel "aku baik baik saja " kata jeje "kenapa sulit sekali menghubungi mu? " kata Ariel "oih.. aku baru saja memegang ponsel ku " kata jeje "kenapa? kau lupa meletakkan di mana ponsel mu? atau kau melempar ponsel mu dan lupa memungutnya kembali? " tanya Ariel "yang ke dua" kata jeje "sudah ku duga" kata Ariel "hei kenapa cuma kau yang bicara" kata jeje "jojo sedang beres beres" kata Ariel "sok rajin" kata jeje "aku mendengar mu je! " kata jojo "bagaimana dengan luka mu? " tanya memo "sudah lumayan" kata jeje "coba aku ingin lihat" kata Ariel "telpon ulang aku akan menghubungkan nya ke laptop biar lebih lebar" kata jeje "oke" kata Ariel.


niko menatap Ariel yang mengambil laptop nya "mana tunjukkan luka di kepala mu" kata Ariel "bentar" kata jeje Ariel melihat jeje membuka hoodie nya "ini luka di lengan atas ku" kata jeje "waw.. itu lumayan dalam" kata Ariel "ini luka karena besi di mobil" ucap jeje "ini yang di kepala" kata jeje "masih sakit tidak? " tanya jojo "stttt aku mau lihat" kata niko "oi.. oi kenapa kamera mu mati? " tanya jeje "bentar laptop nya bermasalah" kata Ariel "lihat lah" bisik jojo niko pun menatap layar laptop menatap jeje dengan kaos hitam polos "kakak memanggilku aku tinggal dulu" kata jeje sambil berdiri dan meletakkan laptop nya di atas ranjang lalu pergi keluar pintu "gimana? " tanya jojo "masih sama aku tetap ingin bertemu dengan nya" kata niko "dasar" kata Ariel.


jeje berjalan mendekati chai "ada apa kak? " tanya jeje "luka mu sudah di obati? " tanya chai "sudah kok kak, tumben sekali kau pulang cepat" ucap jeje sambil duduk dekat chai "aku tidak tenang di kantor" kata chai "kenapa? " tanya jeje "aku tidak tau.. aku merasa gelisah " kata chai "oi.. kau seperti nya kelelahan.. pergilah buka bajumu dan berendam air panas mungkin kau gelisah karena pekerjaan mu" kata jeje "hum" chai mengusap rambut jeje "kau selalu saja sok mengerti" kata chai "lebih baik kau mandi sekarang bau mu seperti ular sawah" kata jeje "puff.. " jerico menutup mulutnya "jangan tertawa" bisik Steven "kau bilang apa barusan? " tanya chai "aku mengatakan kau bau" kata jeje "dasar nakal" chai mengetuk hidung jeje "aku akan mandi mau kembali lah istirahat" kata chai "baik".


niko menatap layar laptop namun yang di tunggu tidak kunjung muncul " griit"suara pintu terbuka "kau lama sekali" kata jojo "hum.. biasa" kata jeje sambil meletakan sesuatu di meja lalu kembali duduk di ranjang nya "kapan kau kembali ke kampus? " tanya memo "ku rasa sebentar lagi karena aku bosan berada di rumah mendengar auman koko yang sangat mengganggu" kata jeje "koko? " kata Ariel "koko singa besar yang di beli kakak ku" kata jeje "gluk" niko menelan liur nya "tap"jojo menarik niko ketika jeje menatap ke arah mereka " kakak ku sangat sangat kaya ya.. sampai hewan buas pun di beli "kata memo " buas apa nya itu hanya seekor singa yang cerewet "kata jeje " ya... kau tidak bertanding malam ini? "tanya jojo " tidak malam ini libur"kata jeje "aku sudah lama tidak melihat mu bertanding" kata Ariel "ya.. bagaimana lagi untuk masuk ke sana itu susah aku harus bilang ke kakak dulu jika ingin membawa mu dan--" jeje menatap ke arah pintu "siapa? " kata jeje "kau belum tidur? " jeje berdiri membuka pintu "kenapa? bukannya kakak bilang mau pergi mandi" kata jeje "aku tadi membeli dimsum kau bisa memakannya di bawah" chai menatap laptop di ranjang jeje "aku sedang bicara dengan teman ku" kata jeje "oke... aku akan pergi" kata chai "halo kakak.. jeje aku mendengar suara seorang pria apa itu kakak mu? " tanya Ariel jeje mengangkat laptop nya "iya dia datang cuma mau menawari ku dimsum yang dia beli" kata jeje "halo.. salam kakak" kata jojo "kenapa kau diam? " tanya jeje "aku harus apa? " kata chai "halo katakan begitu" kata jeje "halo.. aku kakak nya jeje" kata chai "aku akan pergi" chai langsung berbalik dan pergi "kakak sama adik sama saja sama sama kaku" kata jojo "aku mendengar mu anak bodoh" kata jeje "ya aku kan tidak salah hei.. aku tadi mengirim pesan pada mu kenapa kau tidak membaca nya? " tanya jojo "aku tidak membuka pesan siapa pun hari ini.. huf.. terlalu banyak membuat ku malas" kata jeje "banyak? " kata jojo "hum.. kau tau si pecundang itu mengirim ku pesan juga " kata jeje "kenapa kau tidak membalas nya" kata memo "apa gunanya? " kata jeje "setidaknya nya ka baca oh ya memang nya dia kirim pesan apa? " tanya Ariel "aku belum membaca nya bagaimana aku tau" kata jeje "coba baca dulu aku ingin mendengar nya" kata jojo "kalian ini kenapa jadi ingin tau? itu privasi pesan untuk ku" kata jeje "cuma ingin tau dia kirim apa pada mu kalau dia kirim kata kata buruk aku akan menghajar nya" kata memo "hum.. tidak perlu barusan aku memblokir nya" kata jeje Ariel langsung menatap niko "kenapa? apa dia selalu membuat masalah? " kata jojo "gimana ya.. dia itu pokoknya menyebalkan" kata jeje niko menatap ponsel nya menatap pesan nya yang belum di baca jeje dan malah dia mendengar jeje baru memblokir nya "ya.. tuhaaan... " kata niko dalam hati.


beberapa hari kemudian...


rizi tersenyum lebar "JEJEEEEEE...... AKU MERINDUKAN MU!!! " seru rizi sambil berlari ke arah jeje "sstt" jeje meletakkan jari telunjuk nya ke bibir nya sambil melihat kanan kiri "astaga mau lama sekali" jeje mundur "tenang aku tau kau tidak suka di peluk" kata rizi sambil menyodorkan sekaleng cola dingin ke jeje "jaga suara mu" kata jeje "maaf maaf aku terlalu senang.. kau tidak membaca pesan dari ku dan dari yang lainnya" kata rizi "pesan? " kata jeje sambil perlahan berjalan "iya pesan" kata rizi "hei.. hei" rizi menoleh melihat niko berjalan ke arah mereka "oh ya aku akan kembali aku memanggil yang lain dulu ya" kata rizi sambil pergi "baby... bab... " niko berlari ke arah jeje "Hai.. " kata niko yang sudah ada di samping jeje "hei tunggu dulu" kata niko "kenapa kau selalu muncul? " ujar jeje "karena kita satu kampus" kata niko jeje membuka cola nya 'aku minta tolong "niko berjalan ke depan jeje membuat jeje berhenti berjalan " kau pegang hoodie ku, sama tas ku bentar aku akan kembali oh ya pinjam topi mu"niko mengambil topi yang di pakai jeje "oih"kata jeje " aku akan kembali tunggu ya!! "niko berlari pergi jeje menatap hoodie hitam yang di ikat niko ke leher jeje " DASAR MENYEBALKAN!! "kata jeje.


niko berlari ke aula dengan membawa sekotak minuman " minuman datang "kata niko " astaga kenapa kau lama sekali? "tanya leo " mereka sudah ke hausan"kata archie "perjalanan macet oh ya.. ini aku taruh di sini aku pergi dulu" niko langsung beranjak pergi dari aula "hum.. biar mu tebak" kata adhie "tidak usah bicara aku sudah tau" kata leo.


mawar menatap jeje "tapi luka mu sudah benar-benar pulih kan? " tanya anggel "sudah kok" kata jeje "memangnya kau sakit apa? " tanya dila "cuma jatuh dari motor" kata jeje "Hai baby!!!! " niko datang "bisa kah kau berhenti memanggil ku dengan kata itu! " kata jeje "kata apa? " kata niko "kata yang biasa kau pakai" kata jeje "aku tidak paham memang nya aku pakai kata apa" kata niko "kata yang biasa kau gunakan untuk memanggil ku" kata jeje "memang nya aku memanggil mu dengan kata apa? " kata niko "jangan pura-pura bodoh!! " ucap jeje "iya coba katakan dengan jelas agar aku mengerti" kata niko "apa kau benar-benar bodoh? " tanya jeje "aku benar-benar tidak paham memang nya aku memanggil mu dengan kata apa" kata niko "kau barusan saja menyebutkan nya tadi" kata jeje "iya apa? " kata niko jeje terlihat kesal "kau selalu memanggil ku dengan sebutan baby" kata jeje "apa baba" kata niko "baby!!! " kata jeje dengan penuh tekanan "iya baby.. " kata niko "aahh.. aku jadi malu" bisik mawar "kau!! " kata jeje "iya baby ada apa memanggil ku" kata niko dengan lembut "dia mempermainkan ku" kata jeje dalam hati "ada apa baby" kata niko "kau membuat ku kesal!! " kata jeje dalam hati "kau ingin sesuatu? " tanya niko jeje hanya menatap nya "kau tau aku benar-benar seperti orang gila saat tidak melihat mu seharian.. tanya saja pada teman teman mu" kata niko "kau memang gila" kata jeje "kau bilang aku gila.. tega sekali kamu baby" kata niko "dasar tidak waras" fikir jeje "aku mencintaimu" kata niko "mawar nya sudah layu tapi aku bisa mencari lagi yang baru.. " kata niko "aku akan cari besok sambil membuat kartu untuk baby sayang ku.. pacar ku" kata niko "aku bukan pacar mu!! 'kata jeje " oh.. baik baik kita ralat.. untuk baby dari calon pacar mu"kata niko "kita memang belum pacaran tapi aku akan jadi pacar mu" kata niko "hanya orang gila yang mau dengan mu" kata jeje "kalau begitu kau jadilah seperti orang gila agar mau dengan ku.. oh ya gimana kalau kita makan bersama? " kata niko "makan saja sendiri" jeje berdiri lalu pergi "HAI.. BABY.. AKU MASIH INGIN BERSAMA MU" niko berdiri mengejar jeje "kok aku yang canggung ya" kata mawar "aku juga" kata vito "baby... " suara niko masih terdengar walaupun niko sudah jauh "astaga kak niko" "kak niko kok jadi gini" "lihat kak niko kumat" kata orang orang "Hai" niko masuk ke kelas jeje melihat jeje sedang duduk santai "huh" jeje menatap niko "aku tau kau tidak mau makan dengan ku karena bekal itu ya" kata niko "kenapa kau ke sini!! " kata jeje "melihat calon pacar ku apa ada yang salah dengan mu" kata niko "aku menyesal satu kampus dengan mu" kata jeje "boleh bagi upsss!! " niko di lempar tas dan sebuah hoodie "bawa barang mu dan pergi lah" kata jeje suara bel terdengar niko tersenyum "aku akan kembali" kata niko "mati saja kau dasar brengsek!! " kata jeje "Hai" niko kembali lagi dia tersenyum lebar "aku sayang kamu calon pacar bye.. bye.. semangat belajar nya" niko pergi jeje terlihat terheran heran dengan tingkah niko.