
Gilang membereskan barang barang nya lalu keluar dari kantor "ada apa?"gilang melihat seorang pria menghadang jalan nya "pak maaf aku hanya ingin bertanya pada mu apakah anda mempunyai nomor ponsel jeje, hum..dia tidak masuk ke kelas sudah hampir dua minggu aku sudah bertanya pada dosen lain tapi mereka menjawab tidak ada bagaimana dengan mu?"tanya rizi dengan wajah cemas "aku akan mencoba mencari nya dulu "gilang mengeluarkan ponsel nya "ada apa ini?"niko datang "apa ada pengumuman pak?"tanya shela "hum bukan apa apa hanya rizi bertanya soal pelajaran rizi nanti saya akan memberi tau mu tentang penjelasan materi nya saya harus pulang"kata gilang "ponsel mu berbunyi"kata hima "kau tidak ikut ke kafe niko?"tanya aciel "tidak aku ada tugas "kata niko "hei aciel jangan ganggu anak teladan"kata adhi semua pun tertawa.
"hahahaha kau payah sekali"kata steven "dia memang payah"sahut zio "tadi cuma pemanasan"kata akemi "hei kalian"jeje sudah berdiri di tangga "jeje gimana kondisi mu?"tanya hary "sudah membaik ngomong ngomong kalian lihat minuman ku di kulkas?"tanya jeje "ada di kilkas pribadi tuan chai dia sendiri yang memin--- aduh kenapa kalian mencubit ku"kata akemi "jaga rahasia bodoh"bisik akia "kami tidak tau je, mungkin sudah habis tapi kau lupa"kata hary "iya betul itu"sahut steven "tadi kak akemi bilang apa?"tanya jeje "hei panggil kami dengan nama saja"kata steven "dia tidak bilang apa apa "kata akia "kau mau minum sesuatu?"tanya raylai "katakan nona kau ingin makan apa ?"tanya ploy non "ini camilan kalian"kata may "wah sudah datang"kata zio "aku ingin minuman dingin dan roti selai nanas"kata jeje "makan siang sudah siap"kata milli "ayo guys"kata steven "kenapa kau disini?"jeje menoleh ke belakang "kak chai minuman ku di kulkas hilang "kata jeje "kau tinggal minta jus ke milli kan lebih mudah"kata chai "pergi sana makan"kata chai sambil jalan melewati chai. "ini makanan mu nona silahkan"kata ploy non "apa ini?"jeje melihat makanan asing di depan nya "sup sarang burung bagus untuk kesehatan mu dan agar tangan mu cepat pulih"kata raylai "aku kan minta roti"kata jeje "maaf nona persedian roti habis "kata may"ada yang tidak beres"fikir jeje "coba saja je, itu sangat enak kal saja makan itu barusan "kata steven "huff baik lah"kata jeje "apa apaan sih biasanya persediaan roti tidak pernah sampai kosong dan minuman ku utuh "kata jeje dalam hati.
Jeje masuk ke sebuah kamar dia melihat kal sedang terbaring sambil membaca buku "kal"jeje masuk "hei je, gimana kondisi mu?"tanya kal "aku sudah sehat"kata jeje "aku tidak pernah melihat mu membaca buku"ujar jeje sambil melihat kal "hany sekedar menghilangkan rasa bosan"kata kal "nona jeje dokter mencari mu"kata raylai "astaga merepotkan sekali"jeje terlihat kesal "pergilah "kata kal jeje pun pergi terlihat dokter sudah siap dengan peralatan nya "saya ingin memeriksa keadaan anda"kata dokter "dokter boleh aku bilang sesuatu"kata jeje sambil duduk di sofa "katakan saja nona"kata dokter "aku membencimu dan juga peralatanmu apa lagi yang kau periksa aku sudah sehat aw aw dan lagi kau tidak perlu kesini lagi"omel jeje "anda di periksa agar benar benar dapat di pastikan kalau anda sembuh total"kata dokter sambil mencabut jarum suntik dari lengan atas jeje "kapan penyangga ini di lepas ini sangat mengganggu"kata jeje "beberapa hari lagi nona"kata dokter dengan ramah.
Gilang menatap layar ponsel nya "apa aku langsung menghubungi nya ya?"fikir gilang "jeje ada apa dengan mu"kata mawar,rizi,niko,dan gilang secara bersamaan tetapi di tempat yang berbeda "kenapa anak itu tidak masuk"fikir tini .
"huaaaaaaaaahhhh"aldo marah melihat kaki kanan nya sudah di amputasi "ku bunuh kau jeje!!!"seru aldo "tidak ada yang perlu di tangisi"akara datang dengan mata kiri di perban "kaki kuuuuu"kata aldo marah "bos sudah datang"kata afdal dengan santai "kau bilang apa pada nya?"tanya aldo "kita hampir berhasil mendapat kan nya tetapi kita menjadi kacau karena ternyata pihak lawan melempar bom"kata afdal "setelah stabil kita akan menyerang balik"kata akara sambil mengepal tangan nya.
Jeje melihat sebuah pesan dari nomer tanpa nama "kau kemana saja kenapa tidak ke kelas"jeje diam lalu melempar ponsel nya ke sofa dan pergi tidur.
Dua minggu berlalu...
"pak dia juga tidak muncul apa kita harus membuat laporan kehilangan?"tanya rizi "jangan dulu kita membuat laporan harus ada bukti"kata gilang "wuuuizzzz"seseorang meluncur dengan sketboard nya "ku rasa dia baru lewat"kata gilang dengan senyuman lebar "baik baik saya permisi dulu pak"rizi segera berlari "jeje!!"rizi berlari kencang dengan tangan yang siap memeluk "hup"jeje menghindar "kebiasan buruk"fikir jeje "hum hum hm kak niko maaf"kata rizi "lain kali lihat lihat"kata niko "zruttt"jeje mulai bergerak "tunggu"kata niko "jeje"kata wahyu jeje berhenti dia menoleh ke belakang "ini titipan pak ridho untuk mu"kata niko sambil menyodorkan plastik berisi empat jus segar jeje tersenyum sinis dan tidak mengerti "tidak lucu"kata jeje "aku sungguhan kau bisa tanya wahyu"kata niko "pak ridho benar benar menitipkan nya ke kami"kata wahyu "ayo je ambil"kata rizi jeje menatap tajam ke arah plastik merah "buruan ambil lama banget"kata niko "ini sungguhan "kata wahyu jeje pun mendekat perlahan mengulurkan tangannya ke dalam plastik "isinya minuman"fikir jeje sambil menarik satu cup jus lalu pergi "hei ini semua milik mu"kata niko "aku ingin satu ambil sisa nya"jeje pergi niko menatap aneh ke wanita berhoodie coklat dengan sketboard "jeje"mawar melihat jeje "kau ..ing ingat kan"kata mawar "sungguh? Kau terlihat aneh jika bicara begitu"kata jeje "aaaku ingin...memakaikan...ge.."jeje membuka headset nya "aku tidak dengar "kata jeje "aaaku"jeje mengangkat satu tangan nya "waktu ku bisa habis"jeje langsung pergi melewati mawar "hahaha lihat lah"bunga mengejek mawar "bicara nya gugup sok berpenampilan keren"tawa lusy "hahaha hah!!!"mereka berhenti tertawa ketika mawar pergi .
Mawar mencari jeje dengan air mata "jeje tunggu"mawar menghadang jeje yang baru keluar dari kantin mawar manarik jeje "kau kenapa membuat ku--"mawar di tarik jeje ke lab "apa kau bercanda wak ..wa..waktu itu hisk hisk aku sung ...sungguh hanya ingin mem..memberi mu hadiah"mawar manangis terisak "hm"jeje mengulurkan tangan kirinya sambil memberi isyarat ke mawar untuk memakaikan gelang nya "kau ingin apa dari ku?"tanya jeje "jadi. Hm jadikan aku teman mu"kata mawar "heh!!!"mawar terkejut di tarik jeje "kau bicara apa!!! Bicara dengan jelas!!! Kenapa kau hanya menangis !!! Bicara lah dengan jelas!!"seru jeje mawar ketakutan "LAWAN RASA TAKUT MU!!! APA KAU HANYA MAU DIAM SAJA!!! SAMPAI KAPAN HAH SAMPAI KAPAN BUKAN KAH KAU SEHARUSNYA BERLATIH BICARA DI DEPAN CERMIN!!"seru jeje lalu dia melepas kerah mawar "aku belum menyuruh mu pergi"kata jeje saat mawar mau pergi "jeje kau membuat ku takut"kata mawar "kau harus lakukan ini untuk jadi teman ku yaitu kau harus jadi seorang pemberani"kata jeje lalu dia menatap mawar "kenapa tadi kau ingin bicara dengan ku di tempat umum kau tau kau membahayakan dirimu"kata jeje lalu dia duduk di meja "kau tau kan aku dan dirimu berbeda orang mengenal mu sebagai anak baik apa jadinya jika mereka melihat mu dengan orang seperti ku"kata jeje "aku tidak peduli"kata mawar "kau bilang apa?"jeje melihat mawar "aku tidak peduli"kata mawar "kau sekarang lancar jadi ku minta pada mu"jeje berbisik ke mawar.
"itu dia sok keren"kata bunga "betul tuh ayo kerjain"kata dini "hei ******"kata nasya "kok diam aja"kata lusy "karena aku tidak bisa bicara dengan binatang "kata mawar "waw"orang orang langsung melihat mawar "kau bilang apa"bunga mau menampar mawar "wah kok marah ups aku lupa kalau aku tidak bisa bicara dengan binatang"kata mawar sambil menahan tangan mawar "mawar jadi baddas woi"kata orang orang "aku selama ini mengalah tetapi sekarang tidak sesekali aku ingin mengajari mu cara nya sopan santun"kata mawar lalu pergi dengan santai "kok bisa sih!!"bunga heran dan malu "huuuuuuu"orang orang bersorak sambil melempar bunga dkk "aku berhasil"kata bunga dalam hati "kau kemana saja?"rizi menghampiri jeje saat jeje sedang membuka loker nya "bicara nanti saja di sini ramai"kata jeje sambil menutup pintu loker nya .
Kelas di mulai jeje menyeruput jus nya "pagi semuanya"sapa nilam "pagi bu..."kata mereka pelajaran pun di mulai "kau kemana saja"bisik vito "liburan"kata jeje "kemana?kok lama sekali"bisik vito "ke alam baka"kata jeje "apa maksudmu aku tidak bercanda"kata vito "vito kenapa kamu ayo maju jelaskan"kata nilam "haha vito vito"kata zin "zin juga nanti menjelaskan yang b"kata nilam "bu kok aku juga"kata zin keberatan "ya udah"kata nilam "ini karena kau protes"kata vito dengan buku di kepalanya dan di leher nya tertulis 'saya anak nakal dan suka membantah tiru lah saya' "maaf aku tidak tau"kata zin "jeje coba apa yang di jelaskan baim"kata nilam jeje menguap "dia menjelaskan materi yang kau tulis "kata jeje "berdiri kamu di luar yang lain tolong fokus"kata nilam jeje keluar dengan santai "je kau mau kemana?"kata vito "ke kantin lah ngapain berdiri di situ"kata jeje lalu dia pergi "ayo ikut dia"bisik zin "kau gila nanti gimana kala--"zin melihat jeje membawa dua manekin "ayo ke kantin sesekali kerjain dia"kata jeje "hmm tapi"kata vito.
"humm enak juga ya"kata vito "iya ke kantin tidak berdesakan"kata zin "jeje kau cerdas juga"kata zin "makan saja kalian berisik sekali"kata jeje tak lama kemudian mereka melangkah keluar "kalian!!! Di hukum"kata niko "kak niko ini bukan ideku"kata zin "bukan aku"vito menoleh ke belakang tapi jeje sudah tidak ada "habislah kita"kata vito dan zin.
"hahahahaha kau usil sekali"kata lim "aku tidak menyangka mereka nurut pada ku"ucap jeje "ku yakin dosen itu saat keluar loh kok mahasiswa ku kaku huahaha"tawa hary "eh ngomong ngomong mana jerico?"tanya steven.
Ruangan dingin dan lembab suara orang mengaduh kesakitan dua orang di ikat "masih tidak bicara!!"jerico mengeluarkan tikus dan sebuah panci yang terbuat dari besi "ampunnn...aku menyerah"kata pria bertubuh besar "aku di suruh tuan richard untuk menghabisi jeje sesuai permintaan putri nya nona bunga tolong bebaskan kami"pria itu menangis tak berdaya "katakan di mana rumah richard mu "kata jerico "ada di jalan arjuna rumah tingkat tiga nomer enam"kata pria itu "hei kau"jerico memangil satu pengawal "bawa pria yang satu ini dia tewas lempar saja ke lino"kata jerico "baik"pengawal itu membawa pria kurus pergi ke sebuah kandang besar beisi dua ekor buaya besar "tuan...kasihani aku"kata pria bertubuh besar "tergantung nona jeje jika dia mau kau bebas kau akan bebas jika tidak yah kau akan menemui tuhan mu"jerico pergi dengan berkeringat.Dua orang berjas mengangkat dua orang yang terlihat sekarat "buka pintu nya"ucap pria itu lalu penjaga pintu membuka pintu dua orang sekarat itu di lempar begitu saja tak lama kemudian terdengar air bergejolak akibat ulah lino dan lina .
"kau mau kemana?"jeje menoleh "aku mau pulang aku sudah lama di sini kak"kata jeje "tetap di sini"kata chai "tapi kak aku--"belum siap jeje bicara "tidak ya tidak"kata chai "dasar egois"jeje pergi ke belakang dengan kesal "suruh steven mengikuti jeje ketika dia pergi "kata chai "baik tuan"kata wut "masa pulang ke rumah sendiri tidak boleh"kata jeje sambil terus berjalan "tidak ya tidak sok sekali dia"kata jeje "aku kan kesal aku akan diam di sini tidak usah ke sana"kata jeje "nona jeje !!"seru milli "rrrrawww harrrrr"suara auman singa "nona"jeje yang menunduk melihat bai melindungi nya "hati hati nona kohsoom baru saja melahirkan jadi dia masih ganas dan dia akan menyerang siapapun"kata bai "ayo nona"kata may jeje masih terkejut jadi dia mengikuti may yang menarik nya "untung selamat jika tidak kepala ku bakal hilang"kata bai .
lampu warna warni mewarnai sekitar musik juga begitu keras steven duduk agak jauh mengawasi jeje meskipun jeje berada di klub milik chai "lumayan di sini"kata jeje pada empat pengawal di depannya "anda jangan banyak minum nona nanti tuam marah"kata salah satu pengawal itu "ayo minum saja "jeje meneguk minumanya "aug.. Tidak enak tapi tidak papa minum saja"kata jeje. Di tempat yang berbeda "aku menemukan lokasinya dia ada di klub kalian habisi dia aku akan mencoba cari cara untuk mengambil dokumen itu"kata seseorang di telpon "baik"kata aksara "nona ayo pulang"kata para pengawal "anda sudah mabuk"kata mereka "baik baik ayo"kata jeje dia sudah sedikit mabuk dua pengawal membantunya "dorrr dorrrrr"saat di parkiran suara tembakan memecahkan kesunyian di luar klub "lindungi nona"kata para pengawal "huaaammm siapa mereka?"tanya jeje "pip...pip.."ada suara dari bawah mobil "sial lari"mereka menarik jeje "duaaaaaarr bommm!!!"mobil hancur di susu dengan suara tembakan "jeje"steven menarik jeje ke sebuah mobil dan membawanya lari "jeje kau masih sadar?"tanya steven "hmm ya ya tentu saja"kata jeje "dorrrr dorrr"kaca mobil pecah "wuuizz ckittttt"ban mobil tertembak mobil terbalik dua kali "ayo"steven menarik jeje "kejar"kata aksara dan afdal "lawan aja yuk"jeje mengeluarkan benda kecil dari sakunya lalu menekan tombol benda itu jadi tongkat besi "hiaaaaa"jeje maju "tuhaaann"kata steven sambil maju "stop stop aku sedang pusing"kata jeje tapi orang orang itu tetap menyerang"hihhh"jeje memukuli mereka "kau menyebalkan"kata jeje "jeje"steven menarik jeje ketika afdal melepas tembakan "kau masih bisa bertarung?"tanya steven "bisa bisa bisa aku akan pancing udang"jeje berdiri lalu lari menjauh "udang dari mana?"fikir steven sambil menyerang afdal .
"hei hei"orang orang berteriak aksara melepas tembakan jeje masuk ke resto "aaaahhh"orang orang lari "hiaa "jeje membalik meja lalu melemparkan serangan "dorrr dorrr dorr"tembakan terus meleset jeje menabrak jendela lalu pergi "hiaaa"jeje maju "mati kau"aksara maju dengan tongkat kayu "aduh aduh sakit"jeje terjatuh "matilah"aksara menodong pistol "bugg"aksara melotot "rasakan"jeje lanjut memukuli aksara lalu mengambil pistol nya "aduh" jeje malah jatuh menabrak tiang listrik "hiaaa"aksara maju "dorrr dorrrr"aksara menunduk saat jeje melepas tembakan ke segala arah terakhir mengenai telinga aksara "kauuu"aksara memukul jeje "aduh pusing"tongkat jeje di rebut "buaag bug"jeje di pukuli "heh"satu polisi menodongkan pistol ke aksara dan aksara langsung membunuh polisi itu "seka---"jeje dan tongkat nya hilang aksara mengejar terus "jeje!!"seru aksara sambil melepas tembakan dengan pistol polisi tadi "heii awas"orang orang berteriak "astaga"tubuh jeje terlempar akibat di tabrak mobil "awas"aksara merebut mobil orang buat mengejar jeje "dor"jeje jatuh perutnya kena peluru saat mau menembak lagi peluru habis aksara mengeluarkan pisau "akkkhh"jeje melawan menahan pisau aksara "akkkkhh aduh bodoh sakit"pisau mengenai pinggang jeje lala saat mau menusuk lagi aksara justru mundur karena perutnya tertusuk kayu jeje berdiri lalu melempari aksara dengan botol lalu pergi lari aksara kesakitan jalan tidak tentu arah dan "bruaaagg"mobil pembawa gas menabrak nya sampai oleng dan menabrak toko dan"boom duaar!!!"ledakan terjadi .
"akhirnya selesai"kata wahyu "betul eh..awasss"seketika wahyu menekan rem ada orang jatuh di depan mobil lalu pergi memasuki taman "eh kayanya aku kenal"kata niko "aku juga "kata wahyu "kau singkirkan mobil aku coba kejar orang tadi"kata niko "akkhhkk "orang itu menabrak niko lalu terjatuh ke tanah "hei bung kau terluka"kata niko dia melihat orang di depannya penuh darah "jeje"kata niko setelah mengamati orang di depan nya "gimana astaga kita harus bawa dia"kata wahyu "gendong niko aku ambil mobil nya"kata wahyu "aku hah"niko bingung "cepat"kata wahyu mereka menuju rumah sakit kecil tetapi rumah sakit itu terlalu sempit membuat wahyu langsung ke rumah "kok kau gendong dia begitu dia bukan anak balita"kata wahyu "tidak apa "kata niko jeje di letakan di sofa sampai dokter yang di panggil wahyu datang "ini kenapa dia begitu"kata niko dalam hatinya cemas,bingung,emosional bercampur aduk "ganti baju mu dulu"kata wahyu.
dokter masih mengobati sampai pagi "dia mengalami cedera parah harus di bawa ke rumah sakit ada luka beberapa minggu lalu di bagian perut yang belum sembuh kembali berdarah dan luka tikaman nya untung tidak dalam tapi tetap saja dia mengeluarkan darah yang cukup banyak aku sudah berusaha sejauh ini lebih baik bawa dia ke rumah sakit aku permisi dulu"dokter pergi niko menatap wahyu "ayo bersiap kita harus menolong nya"kata wahyu "kau banar tapi kita mau bawa dia kemana kita punya uang pas pasaan "kata niko "kita harus yakin ayo".
"hummmm hm"jeje membuka mata "aakhh"dia kesakitan "di mana ini"jeje bangun melihat tubuh nya penuh perban dan memeriksa ponselnya sudah hilang "pasti gara gara aku jatuh"fikir jeje sambil meraba saku celana nya. "hufff aku belum pernah deg deg kan seperti ini"kata niko "aku sudah sia ayo"kata wahyu "ayo"saat di ruang tamu hanya ada spering bad tidak ada siapa siapa tali infus tergeletak di sofa dan ada uang banyak di meja dan jendela terbuka "dia kabur"kata wahyu "ayo cari dia karena dia masih terluka yu dia bisa mati"kata niko panik.jerico melihat sekitar "halo hum tolong jemput aku lim aku di jembatan putih"kata steven "hei lihat lihat"lalu lintas berantakan ketika jeje lewat tidak melihat lihat "ahhh"jeje melihat sekitar ada mobil hitam datang "ayo"bai menggendong jeje ke mobil di dalam sudah ada steven "aaakkhh"jeje meringis kesakitan "tahan nona"kata jerico mereka ke rumah sakit besar .
Jeje di geletakan di meja oprasi "cepat ambil kantung darah dan cepat kita harus keluarkan ada dua peluru di pinggang nya"kata dokter "pip pip pip"suara layar monitor di sisi jeje .chai terdiam menatap ikan di aquarium di depannya "sudah ku duga"kata chai dengan wajah datar. "siapkan benang buat jahit luka nya" "ambil itu" "tambah infus nya" "kantung darah nya lagi" jeje tidak bergerak tubuhnya lemas "dokter ada pendarahan di kepala"kata suster "gawat".
"kita tidak menemukannya"kata wahyu "astaga!! Gimana ini dia terluka parah"kata niko "mungkin dia pergi ke rumah sakit untuk pengobatan"kata wahyu "kau jangan sok tau"kata niko wahyu memperhatikan wajah teman nya dia tidak pernah melihat niko sepanik ini biasanya dia dingin ke para wanita "niko "kata wahyu "niko!!! NIKO TENANGLAH!!"seru wahyu "bagaimana ? Kau lihat kondisinya kan"kata niko "kau jatuh cinta dengan nya?"kata wahyu niko langsung terdiam "kau bicara apa"kata niko "karena kau sangat cemas"kata wahyu niko juga baru menyadari "iya juga ya"kata niko lalu dia duduk tenang di kursi dekat wahyu "ada apa dengan ku"fikir niko.