
seorang dokter menyambut kedatangan chai dan monnie "dimana adik? " tanya monnie "dia ada di mobil sebentar lagi ke sini" kata chai "ayo nyonya" kata dokter itu "baik" monnie langsung mengikuti dokter nya "mana dia" kata chai sambil berbalik mencari jeje "ohok"jeje di papah oleh kal " jeje"chai langsung menghampiri jeje "apa yang terjadi? " tanya chai "nona tiba-tiba berlari tuan" kata kal "ada apa dengan mu? " tanya chai "aku tidak papa" jeje membuka hoodie nya "ini" jerico memberikan hoodie cadangan yang di simpan di mobil "cerita kan pada ku apa yang terjadi" kata chai "kita bahas nanti kita harus menemani kak monnie dulu dahulu kan dia dulu cepat" jeje berlari ke arah rumah sakit "kalian tidak melihat apapun? " kata chai "tidak tuan" kata Steven "perketat penjagaan aku akan masuk ke dalam" kata chai.
"jeje" monnie tersenyum melihat jeje datang jeje pun langsung tersenyum "lihat bayi nya" kata monnie "hah? " jeje melihat sekeliling nya namun yang dia cari tidak ada "dimana bayi nya? " kata jeje "di sini" dokter menunjuk sebuah layar monitor "oih.. itu bayi? " kata jeje, chai masuk ke dalam "suami ku lihat tingkah adik" kata monnie "kau yakin ini bayi? bahkan bentuk nya tidak seperti bayi" kata jeje "ini bayinya nona " kata dokter "kenapa dia warna hitam, kakak ku dan kakak ipar ku putih cuma aku yang yang tidak terlalu putih di sini tapi bayi ini sangat gelap" kata jeje "nona dengar kan aku" kata dokter "diam dulu oih.. benda ini bergerak" kata jeje monnie dan chai tertawa melihat adik mereka "iya karena itu bayinya, dia sedang dalam proses pembentukan lihat ini tangan nya" kata dokter "kau yakin, jangan sok tau eh bisa kau keluar kan bayinya aku mau melihat nya di layar ini dia terlihat jelek " kata jeje "iya karena dia belum benar benar terbentuk sempurna" kata dokter "jangan sok tau , aku pernah melihat bayi di jalan dia tidak seperti ini" kata jeje "kapan kau melihat bayi" kata chai "pernah waktu aku lewat di jalan" kata jeje "hahahaa kau akan melihat nya nanti saat tuju sampai sembilan bulan bentuk bayi nya sudah sangat sempurna" kata monnie "kau dokter asli? " tanya jeje "ya " kata dokter "coba coba katakan pada ku gender bayinya" kata jeje "dia seorang pria" kata dokter "dari mana kau tau? aku tidak melihat nya" kata jeje "adik " kata monnie "jangan berisik ya" kata jeje "biarkan saja dia" kata chai "ini lihat ini" kata dokter "hei kau ini dokter sungguhan tidak" kata jeje "aku dokter sungguhan" jeje mengerutkan kening nya "kirim nanti foto nya" kata jeje "foto apa? " tanya dokter "" foto apa saja yang membuktikan kau itu seorang dokter, ijazah mu, foto wisuda mu"kata jeje "kau tau kakak ipar ku harus di tangani dokter yang tepat dan terpercaya" bisik jeje "ya aku akan kirim" kata dokter "tapi besok ganti monitor jelek ini agar bayi nya terlihat jelas" kata jeje "jeje kemarilah" kata chai "bentar, hei kau wanita atau pria? " tanya jeje "aku wanita lihat lah baik baik" kata dokter "oke aku tau itu" kata jeje "aku cuma memastikan kakak ku dalam baik baik saja" kata jeje dengan suara rendah "sebaliknya kau itu pria atau wanita" bisik dokter "aku juga tidak tau" jeje berjalan ke arah chai "bagaimana" kata monnie "aku tidak melihat apapun" kata jeje "hahaha kau ini" chai merangkul jeje lalu menatap dokter yang lanjut memeriksa monnie "kau akan punya seorang putra aku bisa mengajak nya merampok bank" kata jeje "apa? " kata chai "kita akan semakin kaya " jeje menaikan satu alis nya "aku akan menjauh kan putra ku dari mu saat dia lahir" kata chai "kalian berdua jangan berisik " kata monnie "ya" kata jeje sementara chai hanya mengangguk pelan.
dengan muka datar jeje menatap chai masuk ke kamar nya "oih.. " jeje meringis kesakitan sementara milli mengompres pelipis jeje "apa yang sebenarnya terjadi" kata chai "aku melihat seseorang yang sangat mencurigakan" kata jeje "aku mengejar nya karena aku melihat dia menyembunyikan senjata di lengan kirinya, dan dia kelihatan nya mengincar sesuatu aku takut dia mengincar mu" kata jeje "berikan pada ku" chai mengambil handuk kecil dari tangan milli "oih.. shhh pelan kak" kata jeje "ka mengenali orang itu" kata chai "tidak sempat dia melukai lengan atas ku di saat aku hendak membuka penutup wajah nya dan aku kembali mengejar nya di situ lah ada mobil menabrak ku" kata jeje "aku akan menyelidiki nya" kata chai sambil membalut luka jeje dengan perban.