
"haaah..!! bangsat!!! " jeje di tahan enam orang pria "permainan selanjutnya" kata alder sambil menjentikkan jarinya empat wanita dengan gaya seperti cowok datang "penampilan sama dengan mu kan? " kata alder "bagaimana? " alder menatap ke empat wanita itu "boleh lah dia lumayan juga " salah satu dari mereka maju menyentuh wajah jeje "heeeih.. bangsaatt!!? " jeje memberontak "dengar.. hari ini dia milik kalian" kata alder "hei.. apa ini? " kata jeje "sebelum mendengar kabar kematian kakak mu lebih baik kau bersenang-senang" kata alder "kakak ku tidak akan mati!! " ujar jeje "plakk! " jeje di tampar dengan keras "pegang dia" kata alder empat wanita itu memegang jeje "nikmati dia" alder pergi di ikuti beberapa bodyguard nya "zrraakk" jeje di tarik dan di letakan ke atas ranjang "haaah!! akan ku bunuh kalian" kata jeje "jangan terlalu galak" kata mereka "sraakk" baju jeje di tarik dengan kasar alder tertawa "tuan dia kan seorang wanita kenapa harus di serahkan pada seorang wanita juga? " kata lion "aku ingin melihat nya menderita luar dan dalam" kata alder.
bunga melihat sekitar nya "pembantu kemana kakak? " tanya bunga "tidak tahu nona tuan belum ada keluar kamar dari semalam" kata milli "hahha.. ku yakin sekarang dia sudah tewas" fikir bunga "ayo cepat pengawal aku mau ke kampus" kata bunga.
leo menatap niko yang sedang berdiri menatap langit "Hai" leo mendekati nya "kenapa? " tanya leo "aku tadi malam mimpi buruk " kata niko "mimpi apa? "tanya leo " aku mimpi melihat kakak nya jeje membawa bunga putih sambil menangis dan aku tidak melihat jeje ada di sana apa di--"niko terkejut di peluk dari belakang "niko.. jarang melihat mu lagi" kata bunga "iya" niko melepaskan tangan bunga yang melingkar di pinggang nya "bagaimana kalau kita ke kantin" kata bunga "aku ada tugas mau menemui pak Gilang" niko pergi "dingin sekali" kata bunga.
tangan dan kaki jeje di tahan sekuat nya "aaahhh!!.. banjingan" kata jeje "tahan lagi" kata sala satu dari mereka yang menahan jeje
"dia kuat sekali! "
"benar tahan ambil borgol itu"
"cepat tahan dia"
"jeje tenang lah" fikir jeje dia mulai mengatur nafas nya dan mulai sedikit tenang
"dia mulai kelelahan seperti nya"
"aku mulai dulu"
"boleh setelahnya aku"
dia galak namun manis sekali "
"uhh!! " satu dari mereka naik ke atas tubuh jeje mengusap wajah jeje dengan perlahan "jika kau tenang begini akan lebih baik" kata nya sambil terus mengusap wajah jeje dia mulai membuka bajunya perlahan membungkuk jeje tersenyum "patuh lah sayang aku akan membuat mu senang" wanita itu mendekat kan wajah nya ke wajah jeje dan mulai memiringkan kepalanya untuk mencium leher jeje "AAAHHHHHHHHH!!!! " wanita di atas jeje berteriak dengan sangat keras sambil memegangi leher nya darah terus mengalir dari lehernya
"astaga"
"leher mu"
"sini biar aku cek"
"aaahh... dia seperti zombie"
"ini sangat parah"
"bagaimana bisa terjadi"
mereka menatap jeje bersamaan "cuih" jeje meludah terlihat sepotong daging jatuh ke lantai jeje tersenyum "huahahahaha.. HAHAHAHAHAHAHAHA HUAHAHAHAHHA berani mengganggu ku maka tamat lah riwayat mu" jeje menatap tangan nya
"itu kaling mu kan? "
"benar itu milik ku aduhh.. sakit nya"
"dia berubah"
jeje menatap mereka "alder.. alder buka pintu nya" seru mereka "zruurtt" jeje menarik wanita yang baru dia gigit memukulnya berkali kali "heh! kalian mendekat aku bunuh dia" kata jeje
"tolong aku... tolong" wanita di bawah jeje mulai menangis "alder!! jika kamu tidak buka pintu aku akan lakukan ini! " jeje mengayun kan tangan nya "jleb" mereka bertiga menatap temannya yang meregang nyawa jeje dengan tenang menarik besi kecil dari leher wanita itu "uhuk.. huff.. ahook" wanita kejang "haaaaahh!! " jeje mengambil pisau kecil dari saku wanita itu lalu menancapkan di dada wanita itu .
"kita lawan saja"
"iya kita kan bertiga dia sendiri"
"ayo.. ayo.. demi Tuhan"
jeje tersenyum lalu mengusap darah yang ada di wajahnya "maju" kata jeje mereka bertiga maju menyerang jeje "jrazzz" satu ambruk membuat dua orang yang tersisa terdiam
"aku tertusuk" kata teman mereka jeje menginjak nya dengan kuat "suruh alder membuka pintu jika tidak ini yang akan terjadi" jeje membungkuk "krakk" suara yang sangat renyah di iringi jeritan keras menggema di ruangan itu "AHHHH.. AHH.. AHH.. TANGAN KU.. " jeje menatap dua orang yang ada di dekat pintu "alder!! alder buka pintu"
"alder.. alder tolong kami!! "
ALDERRR.. BUKA PINTU "
"ALDEEERR... TOLONG!! "
mereka mengetuk pintu dengan keras.
alder meletakkan gelas nya "tuan mereka menjerit terus dari tadi" kata azam "apa yang terjadi? " tanya alder "tidak tau tuan mereka terus berteriak ketakutan" kata afdal "lihat monitor nya" kata alder.
"kak niko lihat kak leo gak" kata dila "tadi dia ada di --" niko terkejut "plak" dilakukan memegang wajahnya "baby" kata niko "baby apa nya? kamu panggil dia baby? berani nya deketin niko" kata bunga "kamu itu apa apaan" kata anggel "apa kenapa kau ikut campur" bunga mendorong anggel "heh!! " niko terlihat marah "eh! " wahyu menangkap anggel yang hampir terjatuh "kau tidak papa apa ada yang terluka? " tanya wahyu "hum.. aku tidak papa kak" kata anggel "ayo berdiri hati hati" kata wahyu "kamu bela dia! aku itu sayang kamu" kata bunga "kamu tuh ngerti aku gak sih" kata bunga "aku juga ngerti! aku juga sayang " kata niko "lalu kenapa kau bela dia" kata bunga "sayang dengan orang yang nama kau pakai" niko menarik dila pergi "apa maksud mu! " kata bunga "niko.. " bunga mengikuti niko.
"ALDEEERR!!! " pintu terbuka alder menatap tiga wanita yang sudah tewas di lantai jeje berdiri tubuhnya sudah berlumuran darah "alder.. aku aku.. tidak mau dengan wanita itu" kata wanita yang tersisa "siapkan suntik nya" kata alder "uhh" jeje melempar pisau di tangan nya "tuan" kata azam alder menyentuh pipi nya yang terkena goresan pisau itu "kau terlihat menjadi lebih ganas" kata alder sambil mengeluarkan ponsel "tuan, musuh mu itu sudah mati, para pengawal nya dan juga pembantu nya tidak ada melihat nya dan menunggu nya keluar kamar pulang dari kampus aku akan coba periksa kamar nya untuk mengambil mayat nya" alder memutar pesan suara dari bunga jeje mengepal tangan nya melempar apa yang ada "ku bunuh kau hari ini!! " jeje melompat dan langsung mencekram bahu alder "tap"jeje menangkap jarum yang di pegang afdal " haaah"jeje melempar jarum itu ke afdal para bodyguard alder langsung mengacungkan senjata nya ke arah jeje "kau tidak Terima ya kakak mu sudah tewas" kata alder "TUTUP MULUT MU!! " seru jeje "kenapa ini lah tujuan dari permainan ini" ujar alder "kau--" jeje terdiam satu tembakan dari alder mengenai lengan atas nya jeje memungut pisau yang ada di lantai "kau tetap keras kepala ya kali ini kau yang akan mati dan permainan berakhir" kata alder "mari buktikan" jeje berlari ke arah alder "dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr" suara tembakan terdengar keras "tuan!! " azam menarik alder "uhh" jeje menatap orang yang memeluk nya dan menariknya untuk berlindung dari peluru "kau baik baik saja? " jeje menatap orang yang masih merangkul nya.
niko menatap bunga "kamu dengerin aku gak? " kata bunga "berani sekali kau memarahi saudara ku" kata wahyu "diam! saudara apanya? kalian cuma teman! sekarang katakan kamu cinta aku atau tidak" kata bunga "aku cinta baby " kata niko "baby siapa? katakan pada ku? kamu khianati aku! " kata bunga.
adu tembak masih terjadi alder berlindung di balik meja "siapa mereka" kata alder "belum tau tuan" kata lion "kau baik baik saja adikku? " jeje menatap pria yang masih merangkul nya "kakak" kata jeje "maaf aku terlambat ya" kata chai "bagaimana? kau" kata jeje "kau fikir aku bodoh tidak bisa membedakan yang mana adikku yang mana bukan adikku" chai mengelap darah di wajah adiknya "aku akan akhiri permainan ini" kata chai "aku ikut" kata jeje chai mengeluarkan rompi anti peluru ke jeje "ingat anggap ini ada di dalam game mu" kata chai "aku paham" kata jeje "ayo" chai berdiri "dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr" barang barang mulai hancur "ahhhk" afdal terjatuh "berani sentuh nona ku" kal menembak kepala afdal "tidakk" seru aldo korban semakin banyak berjatuhan "itu chai" kata alder "keluar kau alder.. orang tua mu sudah banyak merugikan banyak orang dengan penipuan termasuk perusahaan xia fu fai juga berniat menghancurkan nya itu sebabnya dia mati dengan cepat dan sekarang kau akan menyusul nya" kata chai.
"ada apa ini" papa angkat alder datang membuka pintu melihat sekeliling "dorr" alder melihat pria di pintu kepala nya hancur separuh "aku suka melakukan nya" kata akia "brengsekk!! " alder terlihat marah dia menghampiri mayat ayah angkat nya "papa.. papa... papa.. oh tidak.. papa.. " kata alder "tuan awas" athan merangkul alder "akhhh" athan langsung tewas seketika "ayo tuan" jugo menarik alder pergi "jleb" lim menarik pisau yang dia pegang "Ohohhk" azam tewas di tangan lim "apa? " lion melihat sekitar nya "berakhir lah hidup mu" kata akemi sambil menembak lion berkali kali. "jugo.. jugo" kata alder "uhuk.. tu.. tuan.. pergi selamat kan dirimu.. aku.. aku.. tidak sanggup" jugo terlihat sekarat "lari.. tuan-- mereka ak--an men- angkap-- mu" jugo tewas seketika alder menatap ke arah rumahnya "DUUARRRR!! " suara ledakan keras terdengar alder langsung lari secepatnya.
niko berbalik "katakan siapa baby itu atau" kata bunga sambil menunjuk niko "aku " kata bunga "apa? " kata niko "sekarang tidak penting" kata niko "lalu apa yang penting bagi mu? " kata bunga "di mana jeje asli? di mana baby ku berada!! " seru niko "aku jeje" kata bunga "KAU BUKAN JEJE!! " seru niko "jeje akan mengerti saat aku panggil , baby adalah nama panggilan nya dari ku, jeje tidak akan memanggilku dengan nama!! dia juga akan memakan bekal dari ku!! dia akan meminum cola dari rizi!! jeje tidak mengerjakan tugas. dia juga gak kasar pada teman nya!! jeje memanggil wahyu dengan sebutan orang payah, jeje tidak mengusir teman teman nya" kata niko "jeje tidak suka di peluk dan juga memeluk dia akan menampar ku setiap hari dan satu lagi jeje punya luka yang belum kering di leher nya KAU SIAPA!! DIMANA BABYKU!! DI MANA DIA!! " seru niko "benar di mana jeje ku" kata Ariel "apa yang kalian maksud? " kata bunga "jeje membagi bagi makanan ke orang yang tidak mampu di pagi hari itu sebabnya dia selalu berangkat ke kampus siang hari, jeje sering memakai sketboard kau bahkan tidak bisa menaiki nya" kata niko "jeje tidak menyakiti ku" kata rizi "DIMANA JEJE KU!! " seru dila "kau ini bicara apa" kata bunga "jeje akan menemui ku di kolam renang" kata mawar "diam kau!! " bunga menarik leher mawar "ku patah kan tangan mu jika kau menyentuh nya" semua nya menoleh ke asal suara "baby" kata niko "jeje" kata anggel terlihat jeje datang dengan baju lengan pendek yang sudah basah akibat darah "jeje" kata jojo jeje berhenti selangkah di dekat bunga "mawar katakan sesuatu? " kata jeje "aku senang melihat mu" mata mawar "sraaakkk bruaaagg"jeje menarik leher bunga lalu mendorong nya ke loker " berani nya kau menyentuh teman teman ku"jeje menendang bunga lalu memukul nya "baby" kata niko "DIAM!! " kata jeje sambil menatap niko dengan tajam "apa yang kau tau tentang aku! bahkan kau tidak bisa membedakan mana diri ku mana yang bukan diriku!! " jeje menarik bunga lalu melempar nya kembali "bangsaatt berani nya kau meracuni kakak ku!! akan ku buat kau ke neraka ****** sialan!! " jeje membanting bunga ke lantai lalu menindih nya dan kembali memukuli nya "ayo!! aku lawan mu bukan dia!! ayo!! " kata jeje "ak.akk" bunga kesulitan bicara jeje menggigit tutup pena nya terlihat pisau kecil dan tajam "hiaaa!! " jeje teringat semua yang dia lihat di layar "kau juga berani mendekati nya" kata jee dengan suara berbisik dia mengayunkan tangan nya "jeje.. jangan bunuh dia" kata leo "jeje" kata Ariel "niko" leo menatap niko "jeje jangan" kata ale "baby.. " niko berlari ke samping jeje "biarkan dia mendapatkan hukuman nya " kata niko sambil perlahan menjatuhkan lututnya "ku mohon.. jangan bunuh dia" kata niko "polisi akan menghukum nya" kata niko jeje melempar pisau nya lalu berdiri mengambil kabel yang ada di kursi "bunga!! kau ingin jadi aku kan? " kata jeje sambil melilitkan kabel itu ke leher bunga "akan ku buat kau mirip dengan ku" kata bunga "jeje " kata Tini "diam!! ikut campur aku ledakan kampus ini" jeje menatap niko "ucap kan selamat tinggal pada pacar mu" jeje menarik bunga "jeje" jojo mengejar jeje niko menatap jeje yang sudah sampai di dekat gerbang sambil menyeret bunga "niko" kata wahyu sambil menepuk baju niko "kau baik baik saja" kata leo terlihat niko mengeluarkan air mata "kenapa? " kata wahyu "jeje pasti mengira aku berpacaran dengan jeje palsu" kata niko.
chai duduk sambil memegang gelas berisi jus jeje melempar bunga kembali "bagaimana? " bunga melihat chai duduk dengan tenang "aku tau dari awal kalau kau bukan adikku" kata chai "dan aku adikku juga memberitahu ku lewat kertas kecil itu" kata chai dalam hati "kenapa? " kata bunga chai menatap bai "semua rencana mu sudah terbaca aku mengganti serbuk di saku mu dengan gula halus" kata bai "sekarang apa lagi? " jeje memukul jeje "ayo balas pukulan ku!! " kata jeje "cukup" kata chai "kemari adikku" kata chai jeje berdiri berjalan ke arah chai "masukkan dia ke dalam penjara" kata chai "kakak tapi aku be--" kata jeje "sstttt.... luka mu harus di obati" kata chai beberapa pengawal memborgol bunga "uhh" bunga memberontak tiba tiba dan langsung lari "kejar dia" kata kal "aahh" jeje meringis "tenang nona peluru di lengan mu harus di keluar kan" kata dokter "heii.. ah jang--" mulut jeje di tutup tangan chai "kenapa kau tidak pernah diam di saat sedang di obati" kata chai "dia akan melukai ku kak bunga kabur" kata jeje "kal akan menangkap nya" kata chai.
bunga terlihat sudah kehabisan banyak tenaga "pagar ini rendah" bunga membuka gerbang lalu menutup nya "dia lari kemana? " kata akia "sekitar sini tadi" kata jerico "mama.. tolong.. " kata bunga "ggrrrr" bunga terdiam mendengar suara dari belakang "se.. serigala.. " kata bunga "aku salah jalan" kata bunga "AAHHHHHHHHHH!! " kal menoleh ke arah kandang wolfy "dia ada di kandang" kata jerico "hei.. kenapa aku dengar ada suara jeritan" milli datang sambil membawa seember daging "jangan dekat dekat kandang nya sudah ku buka loh" kata milli "milli" kata kal "tol.. tol.. long" pandangan mata bunga mulai kabur dan gelap "apa? " kata milli "iya dia sudah tewas di dalam jangan beri wolfy daging lagi" kata jerico.
chai merangkul jeje sambil tersenyum tipis "aahh.. " jeje meringis "pluk" sebuah peluru di masukan ke dalam gelas "lihat juga luka di leher nya" kata chai "iya tuan" kata dokter "tuan chai" kal datang "ada apa? " tanya chai "anak itu tewas dia masuk ke dalam kandang serigala" kata kal "bagus lah" kata chai "apa? bagus apanya.. wolf dan wolfy makan manusia" kata jeje "kakak kenapa kau diam" kata jeje "baik baik.. kau mau aku bagaimana? gadis itu sudah di makan" kata chai "jadi bagaimana? " kata jeje "kal bereskan potongan daging nya dan panggil dokter untuk periksa wolfy dan wolf pemilik nya kawatir" kata chai "baik tuan" kata kal.
chai menatap jeje "permainan sudah tamat " kata chai "kau yakin? akemi bilang alder berhasil lari" kata jeje "kau tenang saja aku akan mengurus nya" kata chai sambil mengusap rambut adiknya dengan lembut.