
"ayo teman teman!"ada suara di luar tenda "hei jangan bermain dekat api" "baik kak wahyu" jeje membuka tenda nya "jeje ayo bergabung"kata dila jeje berdiri menatap sekilas ke arah orang orang yang sedang ngumpul bersama jeje merapikan rambutnya lalu berjalan pergi "jeje!"rizi menghampirinya "tunggu tunggu dulu"rizi berdiri di depan jeje "humm..kau mau kemana aku ikut dengan mu ya"kata rizi jeje menaikan alisnya lalu pergi "kak wahyu aku pergi dulu"kata rizi "jangan terlalu jauh"kata wahyu "mereka mau kemana?"tanya niko "tidak tau"kata wahyu.
Jeje berhenti berjalan "hum kenapa berhenti?"tanya rizi "tidak papa"kata jeje "ngomong ngomong tadi malam kau tidur tidak"kata rizi jeje menoleh ke arah pria di sisinya "aku cuma bertanya. Kau tau hujan tadi malam sangat deras sekali, aku tidur dengan tidak tenang. Karena aku memikirkan mu yang sendirian di dalam tenda"kata rizi "mengapa?"rambut jeje di tiup angin perlahan "ya..karena kau teman ku otomatis aku peduli pada mu, seperti kau peduli pada ku"kata rizi "aku?"jeje tidak mengerti "ya..hum..bolehkan aku bertanya pada mu?"ucap rizi jeje duduk di tanah lalu mengangguk sekali "apa kau sudah menganggap ku sebagai teman mu?"kata rizi jeje terdiam mata nya melihat langit biru "kenapa kau bertanya?"ujar jeje "aku ingin mendengar langsung dari mulut mu"kata rizi "kau sudah tau jawabannya"jeje menatap rizi "aku sedikit ragu walaupun tau jawabannya..hum..terkadang aku merasa kau sangat peduli pada ku terkadang aku merasa kau seakan akan menjauh dari ku seakan akan kau bukan teman ku, kau tau aku sebenarnya tidak peduli mereka berkata apa tentang ku yang aku pedulikan adalah seorang teman sungguhan"kata rizi "apa kau sungguhan menganggap ku teman?"kata jeje "tentu saja oleh karena itu aku tidak akan membiarkanmu merasa sendiri jika ada sesuatu kau bercerita pada ku"kata rizi jeje menatap rizi "kau tau seandainya kau tidak di sana sewaktu mereka berkata buruk tentang mu"kata jeje sambil memainkan ranting kecil di depannya "aku sudah menghabisi mereka sampai mereka bersujud di depan mu"niko yang di sebalik pohon terkejut mendengar ucapan jeje "kau mau menghabisi mereka?"kata rizi "tapi kenapa?aku juga tidak keberatan kan"ucap rizi "karena aku tau"jeje mengayunkan ranting kecil ke udara "bagaimana rasanya di kucilkan, di katain,di anggap sampah atau sebagainya. Kau pasti tau rasanya setelah dekat dengan ku"kata jeje "itu tandanya kau peduli pada ku"rizi tersenyum senang "dan kau bicara seperti itu karena kau pasti sudah menganggap ku teman"kata rizi "sok tau"ujar jeje "tentu saja aku tau karena aku teman mu dan seorang teman tidak akan rela jika temannya tersakiti atau di sakiti orang lain"kata rizi "ahh..tuhan senangnya aku"kata rizi "oh je, apa kemarin yang waktu di sungai eh di tepi sungai kau dan kak niko berkencan?"kata rizi "heu bodoh"jeje memukul rizi dengan ranting yang dia pegang "kenapa kau bisa berfikir begitu?"tanya jeje "hehe hum..aku melihat bunga yang di ikat dengan rumput tak jauh dari kalian jadi ku fikir kalian berkencan makanya aku langsung pergi setelah meletakan pancing nya"kata rizi "dasar bodoh"jeje tersenyum tipis "kau tau jika kau senang senyum lah dengan lebar seperti ini jangan di tahan "ujar rizi "aku selalu begini"kata jeje "ngomong ngomong apa kau pernah pergi berkencan?"tanya rizi jeje menatap langit yang di hiasi awan putih yang tebal jeje mengangguk "wah..pernah..aku terkejut"kata rizi "tapi seharusnya waktu itu aku tidak melakukan hal bodoh seperti itu"kata jeje "hal bodoh? Maksudmu berkencan ya?"tanya rizi jeje mengangguk "kenapa hal bodoh?"kata rizi "itu bagi hal yang sangat bodoh yang aku lakukan seumur hidupku"kata jeje "apa yang pria itu lakukan pada mu? Apa dia melakukan hal yang buruk padamu?"rizi menatap wanita berambut pendek di dekat nya "tidak tau"kata jeje "sial sekali aku sudah menunggu jawabannya jika pria itu melakukan hal yang menyakitimu aku akan maju dan berkata"rizi berdiri mengambil ranting terdekat "hai pria bodoh apa yang kau lakukan pada sahabat ku ini, kau tau dia wanita yang bergati baik jika kau melukainya maka kau harus berhadapan dengan ku dan aku akan nenghajar mu sampai mampus .tidak ada yang boleh melukai wanita seperti nya"kata rizi jeje tersenyum melihat pria di dekat nya mengomel sendiri rizi duduk . "pria yang kecan dengan mu wajahnya seperti apa?"kata rizi "aku lupa itu sudah lama sekali sejak saat itu aku tidak pernah melakukan nya lagi dan tidak akan pernah mau aku lakukan sampai kapan pun anggap saja itu kebodohan ku dulu haha"jeje terkekeh "dari cara bicaramu kau seperti nya membencinya"kata rizi "yakan ayo katakan sesuatu"kata rizi jeje mengangguk "aku membenci semua pria sejak kejadian itu, semua pria ku benci dan ingin ku habisi semua"kata jeje "kira kira apa yang pria itu lakukan pada jeje"fikir niko "kau membenci pria itu tandanya kau mem--"raut wajah rizi terlihat murung "sampai aku bertemu dengan satu orang yang menyadarkan ku bahwa aku harus bangkit, ini lucu sekali..aku membenci pria tapi malah ada seorang pria yang menolongku dan aku belajar banyak hal darinya"kata jeje "waw..jadi apa pria yang menolongmu itu masih ada?"kata rizi jeje mengangguk "dia merawat yang merawat mu, mengawasiku seperti saudaranya sendiri sampai sekarang dia mengubahku menjadi wanita yang berguna"kata jeje "wah..rasanya aku mau bertemu dengannya"kata rizi jeje terkekeh sambil memukul kepala rizi "dia sibuk, dia kerja terus dan aku kerja pada nya agar aku bisa ke kampus"kata jeje "pria itu pasti baik sekali"kata rizi jeje mengangguk "kau benar, dia pria yang baik yang pertama kali dalam hiduo ku"jeje menatap langit "di saat aku merasa dunia ku gelap gulita dia datang sebagai cahaya, di saat semua membuang ku dan mengatakan aku tidak berguna dan tidak pantas hidup. Dia datang menerimaku memberiku semangat hidup, agar aku bangkit karena aku berhak hidup"kata jeje "dan aku malah bertemu dengan orang yang takdirnya sama sepertiku aku menyuruh nya menjauh, dan sebenarnya aku juga menyuruhmu menjauh tapi kau malah maju terus sekarang kau tau cerita ku kan"kata jeje "aku selalu mengusir orang yang mencoba dekat dengan ku karena bagiku mereka adalah musuh tapi sepertinya kau bukan musuh kau pria baik aku senang bisa berteman dengan mu"kata jeje "aku juga, kau tau saat aku melihat mu masuk pertama kali kau membuatku kagum kau melakukan apa pun dengan berani. Aku mau dekat dengan mu tapi teman ku melarang sampai aku menyadari teman ku hanya menyukai uangku bukan aku.ibuku bilang cari teman di mana kekurangan mu di terima oleh nya. Aku sedikit takut mencoba melangkah tidak sepertimu aku terus mengawasimu, sampai aku berani membelamu di depan pak ridho pada waktu pak ridho memintamu menelpon orang tua mu"kata rizi "kau membelaku?"jeje terkejut "bukan hanya aku ada mawar juga ada, kak niko juga ada.kak wahyu, bu tini dan pak gilang mereka juga membelamu."kata rizi jeje terdiam matanya menatap ke arah rizi seakan akan terkejut dan tidak percaya "aku tau kau pasti tidak percaya iya kan, tapi itu sungguhan.boleh aku mengatakan satu hal tapi sebelum nya jangan pukul aku ya"kata rizi "kenapa aku harus memukul mu?"kata jeje "ini mengenai bu tini ku rasa dia tidak ada maksud lain, dia cuma ingin berteman dengan mu jadi bisakah kau jangan terlalu kasar pada nya"kata rizi dengan suara pelan "terkadang..aku merasa tidak sadar..tapi aku melakukannya pada orang tertentu. Aku katakan pada mu aku tidak menyukai wanita itu"kata jeje sambil menatap rizi "tapi bolehkah aku mengetaui alasannya?"kata rizi "kau jawabannya jadi jangam bertanya lagi"kata jeje rizi terdiam "aku bahkan tidak tau"guman rizi "satu hal lagi aku akan katakan pada mu tentang diriku aku membenci banyak hal dan banyak orang"kata jeje "oh.. Baiklah hum sepertinya sudah waktunya kita kembali"rizi berdiri lalu mengulurkan tangannya ke jeje "ayo kembali kak wahyu pasti sudah menunggu"kata rizi jeje berdiri "oh ya satu lagi yang membuat aku penasaran"kata rizi sambil berjalan jeje menatap rizi sambil memberi isyarat katakan saja "bagaimana cara mu mendapatkan ikan dalam jumblah banyak"ucap rizi jeje berhenti "kau ingin tau"kata jeje rizi mengangguk jeje mundur "akan ku tunjukan"kata jeje sambil kembali ke dekat sungai "kita kan tidak bawa alat pancing"kata rizi jeje mengeluarkan sesuatu dari hoodienya sebuah benda kecil jeje menekan tombol lalu menarik benda itu hingga memanjang lalu membuka tongkat itu dan keluar lah benda berwarna hijau "lihat"jeje memperhatikan air lalu "tappp"jeje menekan tongkat itu sebuah jaring terbentang lebar masuk ke dalam air "biar sebentar lalu tarik kembali"kata jeje tak lama kemudian jeje menarik benar saja banyak ikan di dalam jaring itu rizi tersenyum lebar "pantes saja"fikir niko "kau mau aku melepas ikan nya atau membawa nya"kata jeje "boleh di bawakan hum..buat teman teman yang lain"kata rizi jeje mengangguk lalu mengambil ranting kecil dan daun lebar buat tempat ikan.
"kalian mencari ikan?"wahyu melihat rizi membawa ikan "jeje yang menangkap nya kak"kata rizi "tapi kalian tidak membawa pancing"kata archie "bagaimana caranya?"kata dila "aku menyuruh rizi berenang dan masuk ke air mengejar ikan"kata jeje sambil meminum air di meja rizi tersenyum "kau masuk air?"kata baim "kalian percaya ? Dia hanya bercanda"kata rizi "entah mengapa aku merasa ada cahaya yang begitu hangat di dada ku dan aku merasa senang saat melihat kawan ku tersenyum"kata rizi dalam hati "cola untuk mu"rizi memberi satu cola ke jeje "segera urus ikan nya aku lapar kawan"kata jeje denga suara yang sangat pelan "baik baik"rizi dengan semangat mengambil pisau "pelan pelan tangan mu bisa terluka?"kata baim "teman ku lapar aku harus segera memasak ikannya"kata rizi "aku akan bantu menyiapkan bumbunya"kata niko "terimakasih kak niko"kata rizi jeje duduk di dalam tenda dia teringat bagaimana rizi memperlakukannya . Lalu dia menatap cola di tangan nya "kenapa aku bisa bertemu dengan orang sepertinya, dan kenapa aku malah bercerita dengan nya. Kak chai ..apa dia pernah mengalami seperti ini ya.memiliki seorang teman yang sangat peduli dan bodoh"fikir jeje sambil menatap cola di tangan nya.