What Is Love

What Is Love
akibat memukul nona cilik



Chai duduk dengan santai sambil melihat lihat menu yang ada di atas meja "kemana nona cilik?"tanya chai "sepertinya sedang bersiap siap tuan"jawab bai "huaam"jeje turun lalu pergi ke meja makan "kau akan ke kampus?"tanya chai "ya"jeje meneguk susu di gelas nya "kau tidak ke kantor?"jeje menatap chai "tidak"kata chai "kenapa?"kata jeje "ada rapat keluarga"kata chai "ooh..baik lah aku pergi dulu"kata jeje "sarapan mu!"ujar chai "aku sudah makan semuanya"kata jeje sambil masuk ke dalam mobil.


Kal menyetir mobil "kal kau ada lihat ponsel biru ku?"tanya jeje "tidak ada seharian kemarin aku tidak ada melihatmu memegang nya"jawab kal "hum..dimana ya?"fikir kal "apa ponsel mu hilang?"kata kal "hum..tidak ku rasa aku lupa meletakannya"kata jeje "di loker mu sudah kau cek?"tanya kal "ohh iya ya kau benar sekali"sahut jeje "ngomong ngomong kemarin itu siapa yang mengajak mu makan?"kata kal "salah satu mahasiswa bodoh "kata jeje "dan kau mau pergi dengan mereka"ucap kal "karena mereka pernah membantu ku"kata jeje.


Orang orang sedang berkumpul untuk melihat mading sebuah foto jeje sedang berjalan terpajang di sana dengan sebuah tulisan "brokenhome cuma alasan aslinya cuma ingin mengemis perhatian agar tidak terlihat murah"semua orang ingin melihat foto itu ada yang memfotonya kembali dan menyebarnya ke grup yang ada di ponsel masing masing, wahyu yang melihat ada kerumunan segera mendekat "hei hei ada apa ini awas awas geser!!"kata wahyu perlahan orang orang mulai pada bubar "astaga"wahyu melihat tiga foto jeje dengan pesan singkat yang berbeda beda "ini keterlaluan"kata wahyu sambil menggelengkan kepala "eh!"wahyu terkejut melihat ada yang berdiri di belakang nya "jeje"kata wahyu lalu dia mencoba menutupi mading "aku sudah lihat"kata jeje "maaf..ini seharusnya tidak terjadi"kata wahyu "ohh.ya ampun..foto siapa tuh"kata bunga "tukang caper tuh bacaannya"kata dini "hei kal--"wahyu berhenti bicara ketika ada permen karet yang di masukan ke dalam mulutnya "wah..yang ini bacaanya selalu memakai baju yang indah padahal harga nya murah oh...seperti harga yang membuat tulisan ini yah..sangat murah betulkan bunga?"kata jeje "maksudmu!!"ujar lusy "ups...kok ada anjing melolong ya kan belum magrib"kata jeje "kau"kata lusy "tahan lusy"kata bunga "diam diam mulutmu itu tajam ya"kata bunga "bukan kah kau yang mengajariku"kata jeje "apa?"kata nasya "dia berbohong kapan aku mengajarimu"kata bunga jeje mendekati mading mengambil tiga foto itu "kok di cabut malu ya statusnya brokenhome"kata bunga "tidak"jeje memasukan tiga foto itu ke mulutnya "sudah san--"wahyu berhenti berbicara "kak bu tini memanggilmu"kata hima "dengar bunga jangan buat masalah"kata wahyu sambil pergi "oh..dia pergi"kata bunga sambil melipat keduatangannya "fort, zeul"kata bunga dua pria pun datang "aku ngantuk jadi minggirlah"ucap jeje "enak saja"kata zeul "hahaha pasti panik"kata dini "kau tau siapa fort ini dan juga zeul dia mahasiswa yang di takuti"kata bunga sambil mendorong jeje "hahaha anak kecil"fort menarik topi jeje "dia imut ya hahaha"kata zeul "hahahahahaha tentu saja"kata jeje "dia tertawa"kata lusy "siapa yang menyuruhmu tertawa"fort menarik kerah jeje "kau tau jawaban nya"kata jeje "bugg"jeje di pukul "jerico jeje di pukul"kata kal "aku sudah membidik anak itu"kata jerico "tahan peluru"jeje memberikan kode "bug"jeje di pukul ke dua kalinya "ahh..rasanya"jeje berdiri "hahah dia tidak berani melawan"kata bunga "kak niko jeje di pukuli dan di buly"ucap dila "tolong kak"kata dila "tapp"tangan zeul di tahan oleh jeje "ddugggg"zeul jatuh dan kelihatan sangat kesakitan "buaggh"jeje langsung memukul wajah fort lalu membanting bunga di depan orang banyak "foto itu"jeje berdiri sambil menahan tangan bunga "ini gantinya"kata jeje "krakk"sebuah suara terdengar "AAAAHHHHHHHHGHHH!!"bunga kesakitan "lagi"jeje segera menarik lusy lalu melemparnya ke lantai "kau juga mau"kata jeje "tangannya di patahkan"kata dini sambil menatap bunga "AHHHHH"lusy meringkuk kesakitan "heh"fort maju menyerang "hyyaaaa!!"fort menahan tangan jeje "kau bukan mahasiswa dari kampus sini"ucap jeje "buggh"jeje di dorong ke tembok "hyaaa"fort maju jeje terlihat santai dan masih diam setelah jatuh ke lantai "aku memang bukan mahasiswa di sini"fort siap hendak menendang jeje tapi "aaagggg"fort memegang wajahnya "makan tuh tanah"kata jeje "awas!!"niko merangkul jeje "bruggggh!!"zeul melihat bukan lawannya yang terkena lemparannya "ahhg"niko kesakitan sebuah kursi besi mengenainya "heh"kata jeje setelah mendorong niko "kau salah sasaran"kata jeje "hiyaa"zeul maju jeje menghindar zeul jadi menabrak fort kal datang menahan dua pria itu "pak polisi"kata niko "terimakasih sudah melindunginya"kata kal .


papa bunga datang ke kantor akibat ulah anaknya "ini namanya kejahatan"kata ridho "tapi anak itu juga salah"kata ayah bunga "anak anda terpaksa kami keluarkan"kata ridho "hah..pak jangan dong"kata bunga "maaf"kata ridho "saya akan bayar semuanya pak"kata papa bunga "pak"kal datang "kami harus mengamankan tersangka yang terlibat"kata kal "pa...gimana ini"kata bunga dengan tangan di balut perban dan menggunakan penyangga "permisi"jerico datang dengan masker hitam "korban mengatakan tidak akan menuntut pelaku"kata jerico "apa?"kata ridho "dia memaafkan semuanya pak jadi kami pamit dulu"kata jerico "baik permisi pak"kal pamit "ini aneh"fikir gilang "pak...jangan keluarkan saya ya"kata bunga "baik satu kesempatan lagi"kata ridho .


Kal membawa niko ke rumah sakit jerico mendampingi jeje untuk melakukan pemeriksaan "ahhk...pelan"kata jeje saat tangan nya di balut perban "pak polisi bagaimana anda bisa tau kalau ada kekacauan di kampus?"kata niko "seseorang menelponku"kata kal "oh, ya aku juga pernah melihatmu di..hum..di mana ya..aku pernah melihatmu bersamaan dengan jeje tapi..kapan ya"kata niko "kau mungkin salah lihat"kata kal "oh..iya mungkin ya"kata niko.


Chai menatap dua pria di depannya "mereka yang bertugas untuk menghabisi nona cilik"kata kal "dia juga sudah berani menyentuh nona cilik"kata jerico "di mana nona cilik sekarang?"tanya chai "dia sedang bersama dengan akia di rumah sebelah"kata kal "jadi apa yang harus kita lakukan pada mereka tuan?"tanya steven "apakah harus kita siksa mereka?"tanya hary "aku mau mereka harus benar benar sadar dan kau tau kan jerico"kata chai "siap tuan!!"kata jerico .


wahyu sedang memotong beberapa buah "yu keadaan dia gimana ya?"tanya niko "baik baik saja kau tidak dengar kata orang bagaimana dia dengan santai mematahkan tangan bunga"kata wahyu "permisi!!!"kata rizi "ada tamu sepertinya"wahyu berdiri dan membuka pintu "hai..kalian ada perlu apa"kata wahyu "kami ingin menjenguk kak niko"kata rizi "oh ayo masuk"kata wahyu "jeje mana?"kata mawar rizi baru menyadari jeje belum keluar dari mobil "aku harus datang kembali ke rumah ini"fikir jeje "jeje!!! Ayo"kata rizi "kalian yakin?"ucap jeje "iya ayolah"kata rizi jeje pun keluar "aku tidak punya minuman mahal hanya ada sirup"kata wahyu "aih..jangan repot repot"kata mawar "kal mengawasiku tidak ya"kata jeje dalam hati "kak hum..kak niko bagaimana keadaanya?"tanya rizi "yah begitulah..kata dokter dia harus di rumah dulu selama dua hari oh ya je, bagaimana keadaanmu?"tanya wahyu "menurutmu"ucap jeje "kami boleh melihat nya?"tanya mawar "oh ya ya tentu saja boleh"kata wahyu "dia ada di ruangan itu ayo hum..ruangannya agak sempit jadi tiga orang gak akan muat deh"kata wahyu "oh..kalau begitu aku sama mawar duluan ya"kata rizi "yaya...cepatlah"kata jeje "niko pasti senang"kata wahyu di dalam hati "kau ada luka je"kata wahyu jeje menatap wahyu "banyak tanya sekali mahluk ini"fikir jeje.


"byurrr!!!"dua orang langsung sadar setelah di siram air "hah...hah..ampun..."kata fort "ampun"kata zeul "bangun ganti baju"kata kal setelah itu mereka berdua di bawa ke halaman belakang untuk makan siang "mari duduk tamu tamu ku"ujar chai "tuan mereka tamu mu?"kata akemi "kau bertanya saja!"ujar chai "maafkan sepupuku tuan chai"kata akia "hah tuan..tuan chai"kata fort "kemarilah..nikmati makan siang nya"kata chai "d..dia..tu..tua.n..chai..yang..ter..kenal itu?"bisik zeul "tuan chai..am.ampuni kami"kata fort "aih..duduk lah makan ayo..aku tidak suka saat sedang makan ada yang bicara"ucap chai merekapun di hidangkan makanan yang enak dan mewah.


Mawar datang dengan rizi "selesai kan ayo pulang"kata jeje "tidak jeje, ini belum selesai sekarang bawa ini dan jenguk lah kak niko"kata mawar "what!"kata jeje "ya kau kesini kan untuk menjenguk nya juga"kata rizi "ayo je aku temani"kata wahyu sambil menarik tangan jeje ke sebuah ruangan niko terbaring di atas ranjang "ayo masuk"kata wahyu "aku jadi curiga pada rizi dan mawar dan juga mahluk ini"kata jeje dalam hati "aku akan ambil minum untuk mu"kata wahyu jeje berdiri dan diam melihat sekitarnya "apa aku harus melakukan sesuatu seperti ke yuna?"fikir jeje "kenapa dia diam saja?"fikir niko "astaga memang gadis berdarah es"kata niko di dalam hati "loh kok diam saja ayo duduk"kata wahyu sambil membawa jus "dia tidak bergerak"kata jeje "huff..dia jadi susah bergerak karena terkena benturan keras di punggung nya, dia juga baru minum obat mungkin karena itu dia jadi tidur"kata wahyu "pintar sekali yu"fikir niko "jadi dia tidur?"ucap jeje "iya dia tidur"kata wahyu "ku fikir dia koma dan sedang sekarat"guman jeje "hah!"wahyu sedikit terkejut "untung lah tulang nya tidak ada yang patah"kata wahyu jeje menghampiri wahyu "nih"jeje memberikan sesuatu "loh apa ini"kata wahyu "rizi tadi membelinya di jalan katanya harus membawa ini untuk si pecundang"kata jeje "ohh..terimakasih ya sebentar aku letakan ini dulu"wahyu keluar "hum uhuk uhuk..yu..wahyu"jeje melihat niko bangun "dia bangun"fikir jeje "yu..aku haus"kata niko sambil meraba raba sebelahnya "beneran gak peka ya"fikir niko "haus yu"kata niko jeje perlahan mendekatinya "hei bodoh wahyumu sedang pergi"kata jeje "humm..siapa kau"niko membuka matanya "oh..tolong ambilin aku minum di meja itu"ucap niko "ambil saja sendiri "kata jeje "aduh..kaki ku keram"kata niko "dasar gak peka"fikir niko "hah"jeje berjalan ke meja "ambil ini"jeje menyodorkan segelas air "terimakasih"kata niko .


chai meletakan sendoknya "milli nona belum pulang?"tanya chai "belum tuan"kata milli "kalian masih makan?"tanya chai "hum..kami sudah selesai tuan"kata fort dan zeul "kebetulan sekali..aku ingin memperkenalkan kalian berdua ke dua saudara ku"kata chai "wah..sangat penuh dengan kebahagian tuan"kata zeul "silahkan jerico, kal"kata chai "ayo"kata kal "ayo zeul "kata fort "masuk "kata kal "loh..di dalah jeruji ini?"kata zeul sambil masuk fort pun juga masuk "grettt"pintu di kunci "hei..apa yang kau lakukan?"tanya fort "di situ saudaranya"kata kal "aku merasa buruk di sini"kata zeul chai mengeluarkan siulan dengan nada indah "lino lina ...makanan datang"kata chai "makanan?"fort menatap zeul air bergejolak "oh ya..ku beri tau satu hal, lino itu buaya jantan dan lina itu buaya betina"kata jerico "ap...apa!!"belum sempat bicara fort tidak berani bergerak di saat tiba tiba zeul di tarik oleh seekor buaya besar "AAAAHHHHHHHHHGGGG!!!"zeul menjerit kesakitan "aku tidak suka mendengar ada orang yang memukul adiku"kata chai "tolong tuan tolong...ampuni aku!!"kata fort "tuan...tuan...ku mohon"kata fort tapi chai malah berbalik dan pergi tak lama kemudian jeritan keras terdengar "ahhhh...tolong"fort kehilangan kakinya "waw"kata jerico "aahhrrgg..tuan tolong lah aku"kata fort sambil menangis terisak isak .


Jeje membuka pintu "loh mau kemana?'"tanya wahyu "pulang"ucap jeje "pulang? Kau cuma sebentar menjenguknya?"kata wahyu "dia masih hidup buat apa di jenguk"jeje pergi niko tersenyum senang.