What Is Love

What Is Love
hadiah untuk niko



Chai menatap makanan di mejanya "nona belum bangun juga?"tanya chai "belum tuan"kata milli chai menganggukan kepalanya sekali, "bai katakan sesuatu"ucap chai "semuanya sudah terkondisikan tuan cuma beberapa pengawal yang terluka parah seperti kal"kata bai "tapi tuan jika dokumen itu di serahkan pada mereka..hum"kata wut "itu milik mereka"kata chai sambil memperhatikan jus di gelasnya.


Kal meletakan sebuah peluru ke dalam gelas kaca "pluk"peluru itu masuk ke dalam gelas darah yang menempel di peluru itu terlihat bercampur jadi satu dengan air di dalam gelas "huff...untung bisa di ambil"kata kal "tap tap!!"suara langkah kaki terdengar "astaga tuan!!"kal terkejut melihat tuannya sudah berdiri di depannya segera dia memakai kaos hitam nya "tu..tuan..hum..apa ada sesuatu"kal memasukan senjatanya ke saku celana "santai saja"kata chai "silahkan tuan"bai meletakan sebuah kursi agar chai duduk "ada yang ingin ku tanyakan pada mu"kata chai sambil menyuruh yang lain pergi tinggal kal dan chai yang tersisa di situ "ada apa?"kal datang dan melihat bai menutup pintu sebuah ruangan "tuan ingin bicara empat mata dengan kal"kata lim "duh...apa tuan akan menghajar kal? Apa kal melakukan kesalahan?"tanya akemi "jangan bicara sembarangan!"kata akia. Kal menunduk menatap lantai "apa kau mengenali pria yang memanggilmu polisi? Kenapa bisa dia menyebutmu polisi?"tanya kal dengan tatapan dingin seperti biasa "hum..tuan aku pernah bertemu dengan nya saat nona mendapat serangan di kampus anak itu mencoba menelpon polisi jadi..jadi aku datang mencegahnya dan mengatakan padanya kalau aku seorang polisi, dan..dia pernah membantu nona berkali kali saat nona mengalami sedikit masalah"kata kal "terus?"kata chai "tuan pria itu pernah terlihat bicara dengan nona saat di lorong kampus tetapi nona hanya diam saja tidak memperdulikan pria itu lalu nona juga pernah di hukum bersama pria itu saat di kampus"kata kal "kenapa kau bercerita pada ku?"kata chai "maaf tuan..maaf saya salah ketika saya ingin bercerita tentang itu tetapi anda terlihat sibuk"kata kal chai teringat perkataan jeje "kakak pernah gak saat kau kuliah ada orang yang ingin berteman dengan mu, bahkan dia memaksakan dirinya mendekatimu"chai menarik nafasnya "mungkin pria itu yang dia maksud karena pria itu menyebut jeje sebagai temannya "fikir chai "segera temui dia dan selidiki dia aku tidak mau ada orang tidak jelas yang mendekati jeje "kata chai "baik tuan"kata kal "hum..maaf tuan lain kali jika ada perlu biarlah saya yang menemui anda"kata kal "tidak enak rasanya melihat anda berada di tempat kami"kata kal "bai bilang kau terluka parah jadi aku datang ke sini dan ini untuk pria itu"chai segera pergi.


Gilang berhenti berjalan "eh, niko kenapa dengan wajah mu ?"tanya gilang "heheehe di cakar monyet pak jadi luka deh"kata niko wahyu yang di samping niko menepuk dahinya sendiri "kenapa harus monyet? Bilang aja kucing dasar bodoh"fikir wahyu "loh kok bisa apa kamu punya monyet?"kata tini yang kebetulan lewat "hum..anu bu, monyet orang di jalan lepas"kata niko "oh..ya sudah lain kali hati hati"kata tini sambil pergi gilang memperhatikan luka di wajah niko "saya fikir kamu jatuh dari motor haha ya sudah saya pergi dulu jangan lupa di obati"kata gilang sambil menepuk nepuk bahu niko lalu pergi "alasan mu sangat membuatku terkejut"kata wahyu "gimana lagi cuma monyet yang terbayang di kepalaku"kata niko sambil jalan "hah"wahyu terlihat kebingungan akhirnya dia jalan mengikuti niko.


Rizi melihat ke arah pagar tempat jeje biasanya melompat tetapi yang di tunggu tidak juga muncul dari sana "kau sedang apa?"archie melihat rizi "aku menunggu teman ku"kata rizi sambil menatap orang yang berdiri di sebelah nya "jeje?"kata archie rizi mengangguk "kau kelihatannya dekat dengan nya ya"ucap archie "hum"rizi tersenyum "begitulah, oh ya kakak ngapain di sini?"tanya rizi "melihat lihat"kata archie sambil pergi "kenapa jeje tak datang datang"guman archie.


"hai semuanya"vito masuk ke dalam kelas "hai juga tumben senyum senyum kesambet setan di mana?"tanya dila "ya elah..temennya senyum malah di kira kesambet"kata vito "kalau jeje tersenyum itu baru kesambet karena wajahnya selalu datar matanya juga dingin"kata baim "hei..kau bicara apa?"kata vito "bicara hal yang benar"kata baim "itu karena kau belum kenal jeje"kata dila "memang nya kau kenal, wajahnya seperti psikopat aku jarang bertemu orang yang datar tanpa ekpresi"kata baim "hei..bicara lagi aku akan menjadi psikopat dan memotong lidah mu"kata vito "kenapa kalian tidak senang?"kata shela "karena jeje pernah menolongku dan aku merasa dia anak yang tidak terlalu buruk"kata dila "yap!! Aku setuju"kata vito "jika tidak terlalu buruk dia pasti sering hadir lah masa hadir sebentar langsung cabut lagi dan juga dia melawan guru"kata baim "ku rasa karena dia anak broken home gak sih"kata hima "eh kak niko"dila melihat niko berdiri di pintu "menurut kalian membicarakan orang itu buruk atau tidak?"kata niko "hum..maaf kak"kata hima niko langsung pergi begitu saja "kak niko dingin banget"fikir hima "tuh dengerin"kata brox "kalian tidak takut tangan kalian patah?"kata dila sambil menatap ke arah pintu tempat niko tadi berdiri "aku tidak takut apapum kecuali hantu"kata baim, "tunggu!! Aku tadi melihat wajah kak niko kok ada luka ya?"ujar shela "mungkin dia jatuh"kata vito.


Di dalam kamar jeje terbangun dan langsung meringis ketika rasa sakit di bagian perut terasa oleh nya "akhh"jeje melihat perutnya sudah di balut perban "oh ya"jeje langsung berdiri memakai baju lalu keluar "kau mau kemana?"chai menoleh dan terlihat chai sudah di depan pintu kamar milik chai sendiri "kak"kata jeje sambil memperhatikan chai dari atas sampai bawah "kau belum menjawab pertanyaan ku!"ujar chai "aku .."jeje langsung berfikir "nanti kalau aku bilang kalau aku mau cek kondisi nya huh kak chai pasti tertawa dan aku jadi terlihat perhatian jadi aku jawab apa ya? Tapi kayanya kak chai baik baik saja deh..nyesel aku kwatir dengan mu kak"kata jeje di dalam hati "hum..aku lapar"kata jeje "ku fikir dia tadi mau melihat ku dan untung saja aku belum jalan ke kamar nya untuk mengecek kondisinya jika dia tau mati aku"fikir chai "ayo aku juga lapar"chai berjalan duluan sungguh keadaan yang sedikit lucu mereka saling mengkhwatirkan tapi gengsi mengakuinya. "siapkan makanan!"kata bai para pelayan segera pergi ke dapur membuat makanan jeje duduk di kursinya "duh..sakit juga ya ternyata"fikir jeje tetapi dia tetap menunjukan wajah tenang agar chai tidak tau kalau dia sedang kesakitan, chai memperhatikan gadis di depannya "apa kau merasakan sakit?"tanya chai "tidak"kata jeje tak lama kemudian makanan datang "duh..kak chai pasti kesakitan makanya dia bertanya, gak mungkin dia baik baik saja kan sehabis kejadian semalam"fikir jeje "makan ini"chai meletakan sepotong daging ikan yang di panggang ke piring jeje "agar luka mu cepat pulih makanlah ikan"kata chai jeje menatap wajah chai yang terlihat sedikit kikuk "dia menatap ku lagi pasti dia langsung berfikir kak chai ngapain"fikir chai "kak makan ini juga"jeje meletakan sepotong hati angsa ke piring chai "haa...mereka membuat ku geram adik sama kakak sama saja keduanya sama sama saling menyayangi tapi malu mengungkapkan"bisik akia "aku juga"bisik lim.


"auggg..pelan yu"kata niko sambil menoleh ke wahyu yang sedang mengobati lengan atasnya yang terluka "kita ke dokter saja nanti infeksi gimana?"kata wahyu "tidak kok obati saja pakai obat yang ada"kata niko "kenapa kau bisa dapat luka goresan sedalam ini dan yang ini juga seperti terseret aspal"kata wahyu "gluk"niko terlihat cemas "ah... Itu luka karena aku lari dan terjatuh"kata niko "ginilah akibat nya kalau ada bahaya tapi gak kasih tau aku! Jika aku melihat orang nya akan ku pukul dia pakai kunci inggris"kata wahyu niko terkekeh "apa kau bercanda?"kata niko "kau saja tidak tau kunci inggris itu senjata yang paling kuat kalau ada penjahat, makanya di lihat dong"kata wahyu "haha di mana aku bisa melihat ada orang jahat di pukul pakai kunci inggris dasar payah"kata niko "hei..makanya nonton film laga sama film zombie" kata wahyu "hahahaha gila banget kamu yu, kau tau sekarang aku tau satu hal lagi tentang dia"kata niko "apa tuh?"kata wahyu "mungkin ini alasannya mengapa dia tidak mau dekat dengan siapapun atau berteman dengan siapapun, karena ada orang orang jahat yang mengincar nyawa nya"kata niko "bisa juga sih"kata wahyu "karena dia takut orang yang dekat dengannya juga ikut terluka huf..akhirnya aku mengerti satu ucapanya waktu itu"niko mengenang kejadian beberapa bulan lalu "siapapun akan mengalami rasa sakit dan luka jika berada di dekatku karena aku benci banyak hal salah satu nya orang orang sepertimu"kara jeje "memangnya orang jahat yang mengincar jeje seperti apa hum..mirip orang jahat seperti di televisi kah, berewokan, badannya besar"kata wahyu "iya yu..badan mereka besar dan mereka banyak sekali dan jeje sendirian waktu itu dia gadis yang luar biasa dia tidak takut pada mereka yu, padahal ya..mereka bawa senjata besar besar ku rasa kalau waktu itu aku tidak bertemu pak polisi itu kau akan tidur sendirian makan sendirian dan menangisi karena kau kehilangan pria baik sepertiku"kata niko wahyu tertawa.."aku tidak akan menangis ko hahaaha jadi, mereka membawa senjata tapi..yang ku tau bukannya orang orang biasa tidak boleh memiliki senjata"kata wahyu "iya kan itu lah kenapa mereka memiliki senjata dan aku rasanya tidak bisa bergerak di saat mereka menembak jeje "kata niko "hah!! Jeje di tembak?"wahyu terkejut "iya dua kali saat yang kedua kalinya jeje ambruk dan masih berusaha berdiri lalu membawa jeje pergi saat ku dekati aku melihat benda seperti suntik eh jarum atau apa ya pokoknya runcing sepertinya mereka pakai itu buat melumpuhkan jeje"kata niko "ya ampun..gimana ya jeje sekarang"kata wahyu "tidak tau, tapi polisi sudah membawa nya "kata niko "ngeri banget"fikir wahyu sambil menelan liur nya sendiri.


Keesokannya setelah dua hari berlalu chai melihat jeje keluar dari pintu rumah "tunggu!"kata chai sambil berjalan perlahan mendekati jeje "aku tidak pulang kak, aku hany--"jeje terdiam di saat menyentuh dahinya lalu chai tersenyum dan menepuk pipi jeje tiga kali "telpon aku kalau ada masalah,pergilah hati hati"kata chai dengan suara pelan "hum"jeje mengangguk lalu masuk ke dalam mobil chai masih di luar menatap mobil hitam itu keluar dari gerbang "kau sudah dewasa sekarang".


Bunga terlihat makin kesal saat dia mengetaui dia akan ke kampus dengan taxi "mana mobil ku pa!!"kata bunga "mobilmu di jual"kata papa bunga "apa!! Terus mana bodyguard ku kok cuma satu mana dekil lagi"gerutu bunga "kau seharusnya bersyukur! Masih mau mengawalmu!! Papa tidak bisa membayar para bodyguard jadi mengertilah sedikit perusahaan sedang turun drastis!"kata papa bunga "kok papa malah ngegas sih!!"ujar bunga "sudah nak..sudah"kata mama bunga "kartu ku juga di sita semua fasilitas habis!! "bunga menangis "kau tau kenapa papa sita! Karena kau tidak tau cara memakainya kau malah membayar orang untuk menghabisi teman mu terus!! Dan itu percuma"kata papa bunga "papa jahat!! Nyebelin papa gak tau kan dila di buly gara gara anak itu da!!"dila terdiam sebuah tamparan keras mendarat ke wajahnya "kau juga harus mengerti, papa membelamu terus sudah habis dana banyak!!"kata papa nya bunga "jika kau ingin menghajar teman mu itu hajar saja pakai tangan mu!!"papa bunga langsung masuk ke dalam rumah.


Jeje memakai topinya "hum jeje"kata kal "hum?"jeje menatap kal "bisa aku minta tolong pada mu?"tanya kal "katakan!"ucap jeje "hum.katakan pada pria yang bernama niko untuk menemui ku aku menunggu di luar gerbang"ujar kal "hah!! Niko?"jeje terlihat heran "iya niko yang kuliah di sini kau pasti kenal kan?"kata kal "aku harus katakan apa?"kata jeje "bilang pada nya ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu di luar gerbang"kata kal "niko yang mana ? Niko kan banyak?"kata jeje "yang..tinggi da--"kal terdiam melihat niko dan seorang pria masuk ke dalam gerbang lalu satpam menutup gerbang nya "dari mana niko?"tanya satpam "ini beli spidol di suruh bu tini"kata niko "jeje itu orangnya"kata kal "apa!! Si pecundang itu"fikir jeje "tolong ya"kata kal "memangnya ada urusan apa kau dengannya?"tanya jeje "urusan penting dan ini perintah dari tuan".


Jeje berjalan di lorong kampus terlihat kampus sudah sepi karena kelas sudah di mulai "eh..itu"niko langsung menyerahkan barang barang yang di bawa ke wahyu "to..tolong ya yu ok..ok kan bye"niko pergi dengan cepat "kau bicara apa? Ngomong pun tidak jelas"kata wahyu."eh..hei..hum..jeje!!"niko lari dengan cepat dan berhenti di depan jeje "hah hah hah huf..capek juga lari"fikir niko "kenapa kau menghalangi ku"kata jeje "hum..aku ingin bicara pada mu bisa kita bicara ?"kata niko jeje langsung menatap mata niko "aku tidak punya waktu"kata jeje "waduh..gimana nih"fikir niko hum..sebentar saja ku mohon ..sebentar saja tidak papa"kata niko "kenapa kau memaksa?"kata jeje "karena aku sungguh sungguh ingin bicara pada mu, aku menunggu mu dari semalam"kata niko "dia tidak bohong"fikir jeje sambil terus menatap mata niko "tidak lama kok serius ayolah ku mohon"kata niko "hm"jeje mengangguk "aku jalan sendiri"ucap jeje sambil menarik tangannya di saat niko mau memegang tangannya "oh"kata niko "cepat jalan!"ucap jeje lalu dia mengikuti niko dari belakang .


"sial..rasa sakitnya"jeje segera belok ke dalam ruangan terlihat ada kolam renang di sana "sudah ku bilang kan dia sedang kesakitan"kata niko lalu dia segera pergi "hei...badoh kau kenapa lama sekali kelas sudah selesai"kata wahyu saat melihat niko "hum..niko obat agar orang tidak merasa sakit apa?"kata niko "humm...apa ya oh..bius lah!"ujar wahyu "ya gak bius juga yu"kata niko "aku ada"kata archie "aku kemarin baru beli obat pereda rasa sakit karena sepupuku jatuh dari sepeda"kata archie "nah..hum..berikan pada hum minta dong"kata niko "tunggu"archie membuka tas nya lalu memberikan satu tablet obat ke niko "terimakasih"niko langsung pergi menghilang.


niko masuk dan melihat jeje sedang duduk di kursi panjang jeje menarik nafas nya "fuhh...ayolah..jangan membuat ku susah"guman jeje "suara pintu terbuka, pasti rizi"jeje menoleh "minumlah ini"niko berdiri di depan jeje "kau sungguhan tidak waras"kata jeje "kenapa kau datang!! Apa kau tidak dengar aku sudah mengusir mu tadi"kata jeje tapi niko malah duduk di lantai "apa yang kau lakukan?"tanya jeje melihat ada pria duduk di lantai di hadapannya "aku akan membuka obat nya"niko meletakan air mineral yang dia bawa lalu membuka bungkusan obatnya. "hah kak chai ngapain?"jeje melihat chai duduk di lantai di hadapan gadis "kau tidak perlu melakukan ini"kata gadis itu "aku akan membukakan obatnya untuk mu"kata chai jeje teringat kejadian tiga tahun lalu "berikan tangan mu"niko mengambil tangan jeje lalu meletakan dua butir pil ke telapak tangan jeje "kau bisa menelan obat kan?"kata niko tetapi jeje hanya diam saja "haah!!"rizi yang baru masuk segera kembali keluar "ada apa? Ada kan jeje nya"kata mawar "sstttttt kak niko ada dengannya"bisik rizi "haha kenapa kau diam saja minum obatnya seperti ini"niko membuka bungkus obat lagi lalu memasukan pil ke mulutnya lalu dia meneguk air di dalam botol "ayo sekarang giliranmu"kata niko "kau meminum obatnya?"kata jeje niko mengangguk "sudah ku telan ayo giliranmu atau kau malu menelan pil"kata niko jeje memperhatikan pil di tangan nya "ayo lah itu bukan pil sembarangan itu pil pereda rasa sakit"kata niko "kenapa dia melakukan hal bodoh bahkan dia menelan pil itu?"fikir jeje "baik baik gini saja jika kau meminum obat itu aku akan langsung pergi dari sini"ucap niko jeje mengangguk dia langsung memasukan pil itu ke mulutnya "ini airnya"kata niko setelah dia membuka sebotol air mineral "gluk gluk"jeje langsung meletakan botol itu. "baik lah semoga lekas sembuh"niko memegang kepala jeje lalu pergi "kak niko datang ayo sembunyi"kata rizi.


Jeje masih diam mematung "hai je apa kau baik baik saja? Kau terlihat pucat"kata mawar "aku baik baik saja"kata jeje "apa kita tanya tentang kak niko"bisik mawar rizi menggeleng kan kepala nya "kalian bicara apa?"tanya jeje "hum..anu..hm..tidak ada"rizi duduk di sebelah mawar "kau baru minum obat?"rizi melihat sisa potongan dari bungkus obat "hm"jeje mengangguk "kau sakit apa?"tanya rizi "aku lupa"kata jeje.


Niko mendatangi pos satpam "halo pak"kata niko "eh....ada apa?"tanya satpam "pak saya ada keperluan di luar gerbang jadi..bisa gak gerbang nya di buka?"kata niko "oh..bisa bisa ayo"satpam segera berdiri dan berjalan membuka gerbang "makasih pak"niko segera keluar melihat ke kanan ke kiri "mana katanya ada orang"kata niko "hei!!"kal menepuk bahu niko "YA TUHAN AMPUN!!"niko terkejut "oh..maaf maaf aku membuat mu kaget"kata kal "loh pak polisi ngapain di sini?"tanya niko "aku menunggu mu"kata kal "oohhh..jadi pak polisi yang mau bertemu dengan ku"kata niko "iya bisa ikut aku ?"kata kal "bisa pak"niko mengangguk lalu mengikuti kal menghampiri sebuah mobil hitam .


Mobil berjalan "apa luka mu sudah pulih?"tanya kal "sudah mendingan pak, cuma yang di lengan atas ini belum kering lukanya terkadang masih berdarah"kata niko "aku sedikit terkejut melihat keinginan mu untuk menolong gadis itu"kata kal "haha kenapa terkejut pak, kita itu seorang teman dan yang ku ketahui dari saudaraku kita adalah seorang teman dan sebagai teman kita tidak boleh membiarkan teman kita sendirian kita harus menolong nya apapun yang terjadi"kata niko "kau berapa bersaudara?"tanya kal "cuma dua orang pak satu kakak saya namanya wahyu lalu saya deh yang terakhir"kata niko "ngomong ngomong kita mau kemana pak?"tanya niko "melihat lihat"kata kal "saudara mu tidak bertanya saat kau datang dengan terluka"kata kal "dia mengomeli pak, dia juga menjewer ku hehe saudara ku itu baik sebenarnya pak tapi dia akan marah ketika aku melakukan hal yang berbahaya tanpa mengajak nya"kata niko "jujur banget dia"fikir kal "pak polisi ngomong ngomong apa kau tau si jeje gadis semalam yang di culik itu nah..kenapa dia selalu di incar orang jahat"kata niko "kenapa kau bertanya langsung?"tanya kal "ya tuhan pak kau tidak tau gimana dinginnya gadis itu bahkan terkadang aku baru saja mengatakan satu kata dia langsung lewat saja di samping ku, bahkan jila ada yang ingin bicara dengannya dia hanya diam saja dan menatap orang itu dengan dingin sekali"kata niko "wah ...jadi dia gadis yang sangat dingin ya"kata kal "iya pak, ketika ada yang mau mendekatinya dia langsung mengeluarkan kata kata yang sangat menyakitkan dia akan bilang berani dekati aku lagi maka aku akan menghajarmu atau kadang dia bilang aku akan membuatmu tidak bisa melihat matahari besok haha itulah yang di katakan di saat ada yang mendekatinya.tapi dia anak yang baik pak"kata niko "ayo turun"kata kal "loh"niko terkejut melihat kal sudah turun "astaga kok bisa aku jadi banyak bicara"kata niko dalam hati. "wuah...banyak banget"kata niko "anggap saja ini hadiah dari keberanian mu, pilih lah ku yakin saudara mu itu akan marah jika tau motornya hancur"kata kal "ya ampun...jangan gini lah pak, masa di kasih hadiah"kata niko "ayo masuk"kal berjalan duluan "halo selamat datang"kata dua orang yang menyambut kal dan niko "aku mau cari kendaran untuk nya"kata kal "oh..mari kak "kata seorang wanita "di sini ada mobil keluaran terbaru loh"kata wanita yang memakai baju merah itu niko menatao kal "ambil apa yang kau suka"kata kal "gluk"niko menelan liurnya sendiri "aku juga mau kau ganti kendaraan pria itu yang sudah hancur sebagai hadiah karena menolong jeje"kal teringat perkataan chai "tuan chai sangat baik"guman kal "apa kau tidak tertarik dengan mobil ini"kata kal "hum..anu pak jangan mobil lah saya ingin motor biasa saja"kata niko "yang ini bagus kak"kata wanita itu "berapa itu?"tanya niko "delapan ratus tiga puluh lima juta"kata wanita itu "ya allah mati lah aku"fikir niko "kau mau yang itu?"tanya kal "tidak pak cuma lihat lihat dulu"kata niko "pak kita cari tempat lain saja yuk"ajak niko kal pun mengangguk lalu mereka pun pergi ke tempat lain niko sangat merasa kagum melihat motor yang sangat indah "halo kak ini motor ducati kualitasnya sangat bagus"kata seorang pria "yang ini keren apa kau tidak mau ?"kata kal "tunggu pak"niko menghampiri seorang pria "yang warna merah itu berapa?"kata niko "dua koma empat miliar"kata pria itu "kaki ku lemas"fikir niko "kau belum memilih?"kata kal "hum..tempat lain saja pak ini tidak bisa di pakai berdua nanti saudara ku mau duduk dimana"kata niko "oke"kata kal.


niko berjalan sambil sesekali melirik ke arah kal "ini bagus banget"kata niko "ini yamaha YZF-R1M kak "lalu pria itu menjelaskan ke niko tentang motor itu "ini bisa di pakai dua orang "kata kal "bisa pak bisa sekali"kata pria itu lalu kal menatap niko "kau suka yang mana?"kata kal "suka semua pak tapi yang ini kaya nya bagus banget"kata niko "kau kelihatan nya menyukainya kita ambil saja"kata kal "tapi pak kita belum tanya harga nya"kata niko "kau kemarilah urus yang ini untuk nya"kata kal "baik pak"pria itu segera pergi mengurus beberapa surat motor nya kal berjalan untuk membayar niko mengikutinya "mau tunai atau--"kata pria itu "scan aja"kata kal "baik pak sudah selesai motornya bisa di bawa"kata pria itu kal mengangguk lalu pergi "hum ..ini cek bukti pembayarannya"kata pria itu "berikan saja pada ku"kata niko pria itu pun menurut lalu niko menyusul kal "hah!!"niko terkejut melihat cek bukti pembayarannya "astaga mahal banget"kata niko "ayo cepat "kata kal "pak hum tunggu apa ini enggak berlebihan harga motornya delapan ratus juta lebih loh"kata niko "lupakan ayo kita cari makanan"kata kal.


kal memperhatikan niko yang sedang memotong daging di piringnya "kenapa kau diam?apa kau salah memilih kendaraannya?"tanya kal "oh..hum..ti..tidak pak..tapi itu hadiah terbesar yang baru aku terima dari mu"kata niko "itu bukan dari ku , tapi dari atasanku"kata kal "aku tidak tau gimana wajah saudara ku melihat motor ini nanti"kata niko "apa kerjaan orang tuamu?"tanya kal "mereka kerja sebagai pegawai di kantor tapi itu ayah kalau ibu kerja di toko nya sendiri pak"kata niko "oh ya pak nanti saat kau bertemu atasan mu katakan padanya aku sangat sangat berterimakasih, seharusnya dia tidak perlu memberikan hadiah yang semahal itu"kata niko "nanti ku sampaikan"kata kal "oh ya pak hum..di saat kalian menolong gadis itu apa kau melihat dia terluka?"tanya niko "kenapa kau bertanya pada ku?"kata kal "gak mungkin aku tanya gadis itu langsung pak ,nanti dia akan mengancam akan menghajar ku"kata niko "dia hanya mengalami beberapa luka akibat serpihan kaca dan juga pukulan orang orang itu"kata kal "huh aku paling kesal kalau ada pria memukul wanita rasanya aku ingin marah.."kata niko "apa kau sudah ada bicara dengan gadis itu?"tanya kal "aku tadi ingin bicara padanya pak, tapi yah..gitu deh dia pergi gitu aja tadi aku melihat dia seperti menahan sakit"kata niko "oh.."kal meminum jus nya "aku tau dia sedang sakit tapi dia menyembunyikan itu dari semuanya tapi tidak dariku makanya aku memberinya obat pereda sakit tapi dia malah diam saja haha dia gadis yang dingin"kata niko kal hanya mendengarkan niko bicara.


Jeje masuk ke dalam mobil "ahhh..bosan banget"kata jeje "kenapa?"tanya kal "tidak tau, ayolah kita langsung pulang aku ingin istirahat"kata jeje "baik"kata kal "oh ya..apa niko menemui mu?"tanya jeje "iya"kata kal "sebenarnya kenapa kakak menyuruhmu untuk bertemu dengan niko?"kata jeje "tanya saja pada tuan chai langsung jika aku yang mengatakannya aku takut kau tidak paham"kata kal "iya deh"kata jeje.


Di dalam rumah..


Wahyu tidak dapat bicara apa apa "yu.."kata niko "aku tidak tau lagi harus bilang apa? Tapi kenapa kau menerimanya?"tanya wahyu "dengar yu, dia menyuruhku kendaraan yang aku inginkan dan aku harus memilih bahkan dia hampir membeli mobil untuk ku untung nya aku langsung bilang aku ingin motor biasa"kata niko "wah..luar biasa banget"kata wahyu "semua tempat yang kami datangi harga motornya bikin lutut ku lemas banget"kata niko "lalu kapan kita jemput motor lama kita?"tanya wahyu niko langsung mematung "jangan marah ya yu..sebenarnya...hum.."niko gugup "apa? Ada lagi yang belum kau katakan pada ku?"tanya wahyu "motornya hancur yu..aku jatuh lalu penjahatnya menghancurkan motornya..aku takut kau marah jadi aku bohong pada mu"kata niko "hancur...astaga separah itu penjahatnya"kata wahyu "kau marah tidak yu?"kata niko "asal kau sudah kembali ke rumah aku tidak akan marah, yang penting nyawa mu untung nya kau cepat lari jika tidak mereka akan menghancurkan saudara ku yang jelek ini"kata wahyu "ya ampun.."kata niko wahyu tersenyum "sekarang kita ganti perban di lengan mu itu"kata wahyu sambil tersenyum.