What Is Love

What Is Love
jus apel beracun



chai membuka pintu "kakak kamu kemana aja! " kata bunga chai menarik tangan bunga "aduh.. kakak" bunga terkejut "kita pulang" kata chai "apa? tapi aku belum sembuh kakak? kau aku aku hampir mati karena dua pria asing? " kata bunga chai menatap matanya "bukan nya sudah terbiasa? kau bahkan bisa mengalahkan sepuluh pria kenapa menghadapi dua pria kau hampir mati? " kata chai "kan aku sedang terluka? " kata bunga "kau pilih kau pulang bersama ku atau kau mau ada orang lain lagi yang akan datang membunuh mu?" kata chai bunga terdiam chai langsung menariknya dengan kasar "kakak sakit" kata bunga tapi chai tetap memandang lurus sambil terus berjalan menyeret nya.


jeje membuka matanya perlahan "OOIHH!! " jeje menepis tangan seseorang yang mencoba menyentuh nya "aahh.. " jeje terjatuh ke sisi lain ranjang terlihat alder duduk santai di depan layar jeje melihat wanita dewasa dengan handuk kecil di tangan nya "tuan" kata wanita itu "pergi sana" kata alder wanita itu mengangguk lalu pergi alder menatap jeje "sial... kenapa aku bisa tertangkap lagi" kata jeje "yo nona soikham" kata alder sambil tersenyum "uhh" jeje berdiri terlihat di kedua kakinya yang sudah Terikat dengan rantai "brengsek!! " jeje melihat ke arah layar "kenapa kau buru buru melarikan diri? kau harus melihat pertunjukan selanjutnya" kata alder "kau terlalu percaya diri" kata jeje "seharusnya aku yang berkata demikian" alder meneguk minuman nya "kau terlalu percaya diri bisa lari dari ku? " kata alder "kau boleh pergi ketika permaian selesai" kata alder "dan saat itu kakak kesayangan mu sudah tiada dan kau meregang nyawa" kata alder "ku yakin permainan mu tidak akan terselesaikan oleh mu" kata jeje "kakak ku tidak selemah yang kau fikirkan cara licikmu ini akan membunuhmu sendiri" jeje terjatuh akibat tamparan dari alder "masih berani bicara? " kata alder "kamu fikir aku takut" jeje berdiri dan mencoba membalas tamparan alder beberapa pengawal alder langsung menahannya "uhh!! " jeje menatap alder "kau akan menyesalinya bangsat!! " kata jeje "dug! " alder menginjak leher jeje "pindahkan dia keruangan lain jangan beri dia makan dan jangan beri dia minum" kata alder.


"tuan.. seluruh dokumen yang hilang masih belum bisa di temukan" kata Steven "terus cari jika tidak juga ketemu aku akan memenggal mu" kata chai "kakak Jangan marah marah terus aku pusing" kata bunga "kalau begitu pergi saja sana dari rumah biar ka tidak mendengar suara ku marah" kata chai bunga pergi ke dapur "buatkan aku jus apel dua" kata bunga "baik nona" kata milli.


"biar aku saja" bunga mengambil nampan dengan dua gelas jus di atasnya "tapi nona" kata milli "tidak papa" kata bunga sambil menatap milli sampai milli pergi bunga menatap gelas di tangan nya . jeje melotot melihat dua gelas apel dan bunga perlahan mengeluarkan sebungkus kecil serbuk putih dari sakunya "ohh.. sial.. " kata jeje "alder!!! bangsat!!! " jeje melihat sekitar nya dan berusaha untuk keluar "HAAAAAAAHHHH... HAHAA AAAAA.. " alder tertawa puas mendengar teriakan dari speaker di depan nya jeje memukul dan melemparkan semua benda yang dia lihat "kakak!! " jeje berlutut di depan pintu sambil memegang kepala nya "akhirnya aku tau kelemahan mu" kata alder.


bunga berjalan ke arah chai "kakak tenangkan dirimu ayo minum dulu" kata bunga sambil meletakan dua gelas jus ke atas meja "kakak aku minta maaf ya" kata bunga chai masih menatap layar komputer nya "kakak" kata bunga "minumlah sedikit agar rileks lalu pergi mandi" kata bunga chai menatap gelas yang ada di meja "kau terlalu kelelahan" kata bunga "kau benar" chai mengambil segelas jus yang ada di meja jeje memalingkan wajahnya dari layar "kakak jangan!! KAKAK!! JANGAN!! " seru jeje chai menatap ke arah kuar jendela "kau harus percaya pada ku" kata chai dalam hati dan tanpa ragu dia langsung meminum jus itu bunga tersenyum melihat itu "bodoh nya aku!! aku tidak bisa melindungi kakak ku sendiri" kata jeje dalam hati "yeah... bagus sekali" kata alder "matilah kamu chai" kata alder "enak tidak ? " kata bunga "lumayan" kata chai tak lama kemudian chai terlihat tidak konsentrasi pada layar komputer nya "ada apa kak? " tanya bunga "aku merasa.. kepala sedikit sakit aku akan ke kamar untuk mandi" kata chai "iya baiklah aku juga akan ke kamar" kata bunga sambil tersenyum menatap chai pergi keluar dari ruangan itu "selamat jalan".