What Is Love

What Is Love
kisah cinta



chai menyipitkan matanya menatap adiknya yang berjalan ke tangga sambil menggoyang kan tangan dan kepalanya "du.. ddu.. dududu.. " jeje meluncur di tangga "jeje! " kata chai "oh.. iya kak aku lupa" kata jeje "besok aku akan mengganti tangga nya dengan lift agar kau tidak melakukan kebiasaan buruk mu" kata chai "jangan jangan" kata jeje "kau terlihat bahagia ada apa? " kata chai "kakak kau tau malam kemarin aku.. " jeje tersenyum "aku dan tim ku berhasil mengalahkan tim lawan yang sudah level mendunia" kata jeje "dan kau tau mereka menangis dan berkata oh.. no oh no... huahaha... aku sangat senang" kata jeje "aku sangat senang" kata jeje "wah itu bagus.. kau sangat hebat" kata chai "tentu saja aku tidak sebodoh dirimu" kata jeje "kau bilang apa? " kata chai "tidak ada" kata jeje "kalau begitu kau harus merayakan kemenangan mu" kata chai "bagaimana? " kata jeje "kau rayakan kemenangan game mu kau lakukan apa saja yang menyenangkan berpesta dengan teman satu tim mu" kata chai "aahh.. kau benar aku akan menelpon mereka nanti" kata jeje "baik lah ayo kita sarapan" kata jeje "selamat makan" kata chai sambil tersenyum.


niko meletakan kotak berisi makanan seperti biasa di meja jeje "kak niko? " baim terkejut begitu juga dengan niko "jadi selama ini" kata baim "ssttt jangan kuat kuat" kata niko "kak.. aku aku.. ak.. ku terkejut" ucap baim "tenang.. baim... jangan katakan apa yang kau lihat pada jeje ya" kata niko.


"zrrruutttt" jeje meluncur dengan cepat "jam berapa ini kenapa belum di mulai kelas nya" fikir jeje "tap!" jeje berhenti mengangkat sketboard nya melihat pintu aula terbuka "wuaahh... ada cola sebanyak ini? " kata jeje dia melihat kanan kiri lalu menyelinap masuk ke dalam aula "hum" jeje meneguk sekaleng cola "apa yang mereka lakukan di gudang seperti ini" jeje melihat laptop yang masih menyala "klik" jeje menatap layar laptop itu.


niko mengamati seorang pria yang berdiri di dekat jendela aula "kaya nya aku kenal? " kata niko sambil perlahan berjalan ke arah pria yang dia lihat "Hai kau" kata niko pria itu menatap niko lalu berjalan ke arah niko "oh.. halo big" kata niko "halo niko, bagaimana kabar mu? " tanya big "aku baik baik saja mari kita minum" kata niko.


"jejeeeee.....!!! " rizi berlari dengan cepat "jangan lebay" jeje menjitak kepala rizi "kau terlihat sangat ceria seperti cuaca hari ini" kata mawar "tentu saja" kata jeje "kau akan melihat aku selalu ceria karena aku tidak memiliki rasa sedih seperti kalian huh kalian kan payah" kata jeje "oooh.. baiklah kau yang paling berbeda" kata anggel "dengar.. aku tadi malam mencapai level yang luar biasa.. aku dan tim ku mengalahkan tim lain yang levelnya sudah mendunia" kata jeje "benarkah? " kata dila "hum.. karena itu ayo kita ke kantin kita beli semuanya" kata jeje.


niko mengangguk kan kepalanya sambil mendengar kan cerita big "aku tidak menyangka kalian benar-benar menyiapkan latihan dance nya benar-benar waw banget" kata big "kami belum ada latihan lagi hari ini" kata niko "tapi bolehkan aku meminta untuk bertemu dengan gadis yang sedang dance di aula dia sangat luar biasa aku suka semua gerakan dance nya itu seperti gerakan para ahli" kata big "gadis? " kata niko "hum.. yang memakai topi celana jogger dan hoodie hitam polos" kata big "hum.. aku merasa tidak ada gadis yang seperti itu? " fikir niko "hum.. bisa kan? aku sangat mengagumi gerakan nya" kata niko "aku.. aku... memfoto nya tadi tunggu" big menunjukan kamera nya "seperti nya ini jeje" fikir niko "kau yakin dia mau dance? " kata niko "iya aku melihat nya di aula" kata big "hum.. aku aku akan memanggil nya" kata niko.


leo memperhatikan niko yang terlihat sedang kebingungan melihat kesana kesini sambil berlari kecil "niko apa yang terjadi? " tanya leo "hum.. kau melihat baby? " kata niko "tidak" kata leo "baby!!! baby!!!! " niko pergi berlari mencari jeje "BABYYY... BABYYY!!? BABYYY KAU DIMANA? " seru niko "hei baby.. niko mencari mu kemana mana" kata ale sambil menghampiri jeje "aku akan telpon dia" kata adhie "kau membuat saudara ku kebingungan" kata wahyu jeje langsung berdiri mendekati wahyu "saudara ku sudah tidak ada" jeje menatap wahyu tanpa berkedip "ada apa? " kata wahyu "kenapa ka--aahkkh" wahyu memegang perut nya akibat tendangan dari jeje "duuugg!! " jeje memukul punggung wahyu "aahh kkh" wahyu kesakitan "baby? " niko yang baru datang langsung berlari ke arah jeje "baby.. hentikan kau kenapa kau memukuli saudara ku" kata niko sambil menarik jeje dan membawa nya jauh dari wahyu "tenang lah baby.. hei hei.. tenang lah" kata niko "lepaskan aku biar aku menghajar nya" kata jeje "iya iya tapi jangan ku mohon dia saudara ku" kata niko "saudara macam apa" jeje berbalik menatap niko "hum.. maksudnya" kata niko "gara gara omongan saudara mu itu aku hampir gila " kata jeje "gila? memangnya apa yang dia katakan? " kata niko "dia mengatakan sesuatu yang buruk membuat aku gelisah kar--" jeje berhenti bicara "astaga.. apa yang ku katakan? " fikir jeje niko menundukkan kepalanya "apa yang dia katakan? " kata niko "sial kenapa aku bisa bicara sesuatu yang tidak pernah ku fikir kan? " kata jeje dalam hati "ada apa? " kata niko "ck.. awas" jeje mendorong niko "kau terlihat kesal pada saudara ku? apa yang dia lakukan" kata niko "bukan urusan mu" jeje berbalik "tunggu" niko menarik tangannya "big? " kata niko "kau lama sekali jadi aku mencari mu" kata big "aku sedang mencari nya" kata niko "ini gadis yang ku maksud" kata big "dia ingin bicara pada mu" bisik niko "siapa yang peduli" kata jeje "eh.. jangan begitu.. ini hanya bicara santai kok, jangan menolak ya aku janji aku yang akan mengurus saudara ku nanti" kata niko "kau pukul dia sepuluh kali maka aku setuju bicara dengan orang tinggi ini" kata jeje "hum.. gak bisa diskon pukulan nya" bisik niko "kalau begitu lupakan" kata jeje "eh.. eh iya iya aku akan memukul nya sepuluh kali" kata niko.


ale membantu wahyu duduk "minum " adhie memberikan sebotol minuman ke wahyu "aahh.. ternyata pukulan wanita kuat juga ya" kata wahyu "ngomong ngomong kenapa jeje menyerang mu? " tanya leo "aku juga tidak tau aku tidak merasa melakukan hal yang salah padanya" kata wahyu "hum.. ini aneh" kata yang lain "aduuh... perut ku rasanya sakit sekali" kata wahyu "lain kali aku gak akan berani macam macam dengan seorang wanita" kata ale.


niko melihat jeje sudah memilih meja "hum.. baby.. turunkan kakimu"kata niko " kaki ku sakit"kata jeje niko melihat big berjalan ke arah mereka "baby.. big akan datang" kata niko "lalu aku harus apa" kata jeje "ku mohon baby kali ini aja bersikap lah yang baik ayo turunkan kakimu " kata niko jeje menurunkan kakinya "pesan saja makanan dan minuman yang kalian mau" kata big "pelayan"jeje menjentikkan jarinya " pelayan? "big menatap jeje " kenapa? kau mau jadi pelayan juga di sini? "kata jeje " oh tidak "kata big " mbak.. mbak.. mau pesan! "kata niko seorang wanita dengan rambut kucir kuda menghampiri mereka " jus alpokat satu "kata jeje " lalu? "ucap niko " aku cuma mau itu"kata jeje.


archie memperhatikan dua orang yang sedang latihan untuk perlombaan dance "loh cola nya kok gak diminum? " kata ale "sudah di bilang mereka gak bisa minum cola" kata archie "lalu kenapa cola nya berkurang enam kaleng" kata ale "dari aku datang sudah begitu" kata archie "minuman datang" kata wahyu "awas awas" leo mengangkat sekotak minuman "bagaimana dengan perut mu? " tanya ale "sudah tidak terlalu sakit" kata wahyu "oh ya niko kemana? " kata leo "dia tadi bersama orang yang dari luar negri itu loh tadi kan mereka datang lagi sebagian ada di kantor tuh" kata adhie "eh.. aku harus pergi" kata wahyu sambil pergi keluar dari aula "wah.. dia juga pergi setelah melihat ponsel nya" kata ale "pasti dia di suruh ke kantor" kata leo.


niko memperhatikan gadis di sebelahnya yang sedang mengaduk aduk jus nya "kenapa kau suka bicara sembarangan" kata jeje "hum.. aku melihat semua gerakan mu saat di aula" kata big "uhuk.. uhuk" niko langsung mengambil tisu "kau baik baik saja" kata niko jeje mengambil tisu dari tangan niko "maaf maaf jika kata kata ku salah atau membuat mu terkejut? " kata big jeje teringat saat di aula tadi dia tidak sadar melakukan gerakan sesuai lagu yang dia putar di laptop "dia melihat ku? " fikir jeje "gerakan mu itu sangat luar biasa" kata big "ku fikir dia tidak akan melakukan gerakan seperti itu" kata niko "aku tidak melakukan apapun" kata jeje "maaf apa aku terlambat" kata wahyu "tidak tidak kau datang di saat yang tepat" kata niko jeje menatap wahyu "oh ya berapa orang yang akan ikut lomba dari kampus mu? " tanya big "ada dua orang untuk kategori dance romantis dan beberapa untuk dance lain" kata niko "waw luar biasa" kata big "apa gunanya kalian mengadakan lomba payah seperti itu" kata jeje "baby.. " kata niko "apa kau lihat lihat mau ku pukul" kata jeje "baby.. bagaimana kalau dia tau apa yang kita bicarakan" kata niko "dia tau bahasa kita kok lagian dia payah seperti saudara mu" kata jeje "mari mari kita makan " kata big "iya iya" kata wahyu "apa yadi teman temanku melihat orang latihan dance? " tanya big "iya mereka ada di sana" kata wahyu "loh kenapa kau tidak makan? " kata big sambil menatap jeje "kau tidak suka? " tanya niko "kalian makan saja" kata jeje "tidak tidak kau juga harus makan" kata big "banar itu ayo makan je" ujar wahyu "coba kue yang ini " kata big "ini terbuat dari coklat " kata big "ayo kau pasti suka" kata niko jeje menatap kue kering berwarna coklat di depan nya "ayolah" kata niko jeje perlahan mengambil satu kue coklat itu menatap kue itu perlahan "kue macam apa ini" fikir jeje niko dan yang lain memperhatikan jeje "ayo ini sangat enak" kata big jeje mendekatkan kue itu ke mulut nya "astaga warna kue ini sangat buruk dan kalian memakannya dengan santai" guman jeje "aku tidak ingin memakannya" kata jeje dalam hati ketiga orang itu memperhatikan jeje mendekatkan kue itu ke mulutnya tapi kepala jeje bergeser menjauh "kau tidak suka makan kue? " kata big "hm.. tidak terlalu" kata jeje "ayolah makan" kata niko "aku ak makan" kata jeje tetapi dia tidak kunjung memakan kue yang ada di tangan nya "ku rasa kau tidak suka, tidak papa tidak usah di makan" kata big "aku akan memakannya" kata jeje niko tersenyum melihat tingkah jeje "kalau begitu terus kau tidak akan memakannya" kata wahyu "lakukan begini baby aku akan ajarkan padamu" niko memegang tangan jeje lalu memakan satu gigitan kue di tangan jeje "sekarang lakukan seperti yang aku lakukan" kata niko "hum" jeje mengangguk "kalau begitu pegang kue nya" kata jeje "hum? " niko heran tapi dia memegang sisa kue yang di gigit nya lalu jeje memegang tangan niko dan memakan kue itu big langsung mengalihkan perhatian nya ke arah lain begitu juga dengan wahyu "astaga jeje tidak sadar" fikir wahyu "enak? " kata niko jeje mengunyah kue itu sangat pelan dan perlahan niko terkekeh "mau lagi? " kata niko jeje menggeleng kan kepalanya "astaga kau ini lucu sekali" kata big jeje terlihat tidak menyukai kue nya niko segera menyingkirkan pena di dekat nya lalu mengambil tisu "muntah kan saja jika tidak enak" bisik niko jeje melihat tisu di dekat nya "aku akan menelan nya" kata jeje. "kau terlihat tidak terlalu suka kue kering" kata big "hum. aku tidak memakannya meskipun aku melihat nya rasanya benar benar aneh dan buruk" ujar jeje "hahaha.. aku baru tau ada gadis tidak suka kue coklat" kata big "aku tidak yakin dia cewek sungguhan" kata wahyu dalam hati "coba saja yang lain hum yang ini" kata niko "ini wafel " kata niko "ku rasa tidak" kata jeje "agar kau dapat merasakan makanan ini enak lakukan seperti ini" niko memotong wafel itu lalu menusuk nya dengan garpu "coba lah ini enak jangan lihat wafel nya tapi lihat yang lain" ujar niko sambil menyodorkan sepotong wafel ke jeje dan jeje memakan wafel yang di berikan niko "sekarang lakukan seperti yang ku lakukan" kata niko sambil memberikan garpu ke jeje "apa ini? mereka melakukan nya lagi" kata big dalam hati jeje memotong wafel itu lalu menusuknya dengan garpu "bagus.. ini adalah kesempatan dalam ketidaksadaran" kata niko dalam hati "eh? " jeje melihat wafel yang hendak dia berikan ke niko "sial!! apa yang kulakukan" jeje menatap niko lalu memakan wafel itu "puff" wahyu meremas pahanya karena menahan tawa melihat pemandangan di depan nya begitu juga dengan big "aku akan membunuhmu setelah ini" ucap jeje "tuk" pena di dekat jeje terjatuh "awas kau" kata jeje lalu dia membungkuk mengambil pena yang terjatuh "oih... ku fikir pena ku" kata jeje dalam hati big memperhatikan niko menempel kan telapak tangan nya ke sudut meja "apa dia pacar mu? " bisik big "ya.... masih dalam perjalan kisah cinta tapi besok kami akan saling mencintai kalau sekarang masih calon pacar. kau jangan coba coba merebutnya ya" kata niko "ah" jeje terkejut dia berfikir kalau dia terbentur sudut meja ternyata tangan niko "kau ceroboh seperti biasa lain kali aku akan mengawasi mu" kata niko "dan aku akan menghabisi mu" kata jeje "aw!! " niko meringis karena jeje menekan kakinya dengan kuat.


di kampus...


"jadi kau belum mengungkapkan perasaan mu pada nya? " tanya big "sudah.. tapi dia menolaknya" kata niko "tapi kau tidak menyerah itu luar biasa melihat mu cara memperhatikan dia tadi menggambarkan perasaan mu sangat dalam pada nya. oh ya kalau bisa ajak dia ikut lomba juga " kata big sambil menunjukkan sebuah ponsel ke niko "lihat aku merekam nya tadi tapi hanya dapat dua menit saja karena memori ku yang ini penuh ponsel ku satunya di bawa kawan ku" kata big niko terkejut melihat video jeje benar-benar melakukan gerakan dance dengan baik dan sempurna "ini bagus sekali" kata niko "kirim pada ku ya" kata niko "oke baiklah " kata big "kau juga tidak boleh menyimpan nya dia kan calon pacarku jika kau menyimpan nya fikir ku jadi terganggu" kata niko "astaga kau ini aku simpan cuma untuk menunjukkan pada yang lain beginilah gerakan dance yang sempurna" kata big.


anggel menatap jeje yang meletakan tas nya ke dalam loker "kau yakin tidak mau masuk ke kelas lagi? " kata dila "aku ada janji hari ini" kata jeje "apa yang kau bawa? " tanya mawar "kotak bekal bye.. aku harus pergi" kata jeje "jeje awas" kata rizi "brukkk" saat berbalik jeje menabrak seseorang "ouh.. sial!! dasar brengsek! " kata jeje "aw baby kenapa kau menabrak ku da.. --" niko terdiam "plak" satu tamparan membuat niko berhenti bicara "itu untuk yang di cafe" kata jeje sambil menampar niko lagi "untuk yang sekarang! " kata jeje "ya ya.. aku sudah terbiasa jangan lupa besok tampar aku lagi ya" kata niko "dugg!! " niko membungkuk ketika jeje menendang nya "aduh.. untung perut bukan dada bahaya kalau kau memukul dada ku jantung ku bisa pindah ke otak" kata niko jeje pergi "baby aku sayang kamu besok jangan lupa kuliah" kata niko "baby.. hati hati tunggu aku jadi suami mu aku akan mengantarkan mu kemana pun" kata niko setelah jeje jauh niko kembali membungkuk "aduuuh.. duuuuh.. sakit nya" kata niko sambil tetap tersenyum dia masih mengingat kejadian di cafe tadi.