
kal melihat sekitar nya "tetap awasi sekitar " kata kal "siap" kata bodyguard yang lain terlihat suasana begitu ramai ada beberapa orang yang sedang mengobrol ada juga yang sedang minum dan makan jerico berjalan keliling mengawasi sekitarnya jangan sampai acara tuan nya berantakan, "tap tap tap tap" semua mata memandang ke arah seseorang yang sedang berjalan di atas karpet merah yang di taburi bunga dari atas
"apa dia seorang ceo? "
"wah siapa dia? "
"dia seorang wanita ya? "
"kelihatan begitu"
"selamat datang nona soikham" ada beberapa orang menyambung orang yang sedang berjalan di karpet merah itu
"dia nona muda soikham"
"oh.. dia adiknya tuan soikham"
"ya ampun dia lebih cool dari pada putra ku"
"dia gagah sekali"
"manis nya"
monnie langsung berbalik ketika dia melihat dari cermin "kenapa masih di sini acara akan di mulai" kata jeje sambil menghampiri monnie "apa yang kau lakukan? sini duduk mereka akan memakai kan make up ke wajah mu kau sangat polos" kata monnie "tidak tidak aku tidak butuh" kata jeje "ayolah sesekali saja" kata monnie "tidak " kata jeje "tidak papa aku akan mereka untuk tidak terlalu tebal memakai kan riasan pada mu" kata monnie "ayolah berhenti bicara atau aku akan pergi" kata jeje "AYOLAH NONA DAN TUAN MARI KITA SAMBUT YANG TERHORMAT TUAN CHALERMCHAI SOIKHAM" jeje mendengar suara mc "kakak sudah datang" kata jeje sambil menarik tangan monnie "DAN JUGA WANITA YANG SANGAT DIA CINTAI AYNESKA MONNIEKA" semua langsung bertepuk tangan menatap ke arah wanita dengan gaun biru yang sangat indah dan di belakang nya ada gadis berjas hitam yang membantu monnie mengangkat bagian belakang gaun agar tidak terinjak kakinya.
archie duduk di kamarnya sambil menatap foto jeje yang dia ambil diam diam saat di kampus "entah mengapa aku merasa banyak hal yang datang membuat kita semakin jauh" kata archie "melihat dia yang selalu mendapatkan keberanian di depan mu sementara aku hanya bisa melihat mu dari jauh" kata archie "archie.. jangan lupa nanti antar bekal ke kakak" kata seorang wanita di luar kamar nya "iya ma" kata archie.
"iya kalian mau aku kemana lagi? " kata niko sambil membaca beberapa komentar yang ada di live nya "ada seorang pemuda kaya yang terkenal yang sedang melangsungkan acara pertunangan nya kenapa kau tidak datang oke baik, aku tidak tau pemuda yang mana pemuda banyak dan aku juga tidak kenal jika kenal aku akan datang" kata niko sambil sesekali melirik wahyu yang sedang membaca novel dengan santai "masa kau tidak mengenal tuan muda soikham setahu ku kau pernah terlihat foto saat ada di suatu perlombaan bersama seorang wanita yang di duga adiknya tuan muda soikham " niko mengerutkan dahinya "aku pernah dengar dan juga bertemu sekali kaya nya dengan orang yang di kenal tuan muda soikham tapi untuk dengan adiknya aku tidak tau bukan tidak tahu mungkin aku pernah ada bersama nya tapi aku tidak mengenali nya " kata niko "jangan pernah katakan pada siapa kalau kau mengenal ku" niko teringat perkataan jeje "aih sudah lah jangan bahas orang lain kita bahas diriku saja menurut kalian apa yang enak untuk saat ini aku lakukan? " tanya niko "membicarakan gadis yang kau sukai oke.. hum.. untuk saat ini kami tidak begitu dekat karena ada terjadi salah paham yang membuatnya begitu marah pada ku".
cahaya flash bagaikan kilat di saat badai petir " pakai ini"lim memakaikan sebuah kaca mata hitam ke jeje sementara chai sedang memasang kan cincin ke jari manis monnie dan begitu sebaliknya "apa semua nya aman? " tanya jeje "aman kok" kata lim "baik semuanya Terima kasih atas kedatangan kalian hari ini di acara pertunangan ku aku akan menyampaikan beberapa hal pertama aku sangat bahagia kalian datang ke acara ini yang ke dua aku sangat bahagia melihat wanita yang menjadi pahlawan dalam Hidup ku ada di sini monnie apapun yang aku lakukan dia akan selalu yang paling depan memberi ku kritis" kata chai sambil menatap monnie "dia selalu ada di samping ku apapun kondisi nya hari ini aku mau mengatakan pada mu " chai menegang tangan monnie "dan juga pada semua nya AKU MENYAYANGI GADIS INI DAN JUGA MENCINTAI NYA SAMPAI KAPAN PUN ITU TIDAK PERDULI APA KATA DUNIA NANTI NYA YANG TERPENTING kau selalu ada di dekat ku malaikat ku" kata chai monnie langsung memeluk chai semua yang hadir terlihat mengusap air mata mereka kecuali jeje dia terlihat mengunyah permen karet nya sambil melihat kakak nya.
malam hari nya....
monnie dan chai terlihat masih berdansa sementara jeje duduk sambil meminum jus yang di bawakan oleh jerico "kau tidak berdansa lihat yang lain asik berdansa" kata Steven "aku tidak ingin melakukan nya" kata jeje "Hai nona mau berdansa dengan ku" seorang pria membungkuk di hadapan jeje "aduh.. aku sedang mabuk" kata jeje "ini pria ke lima loh" kata Steven "aku tidak peduli" kata jeje "Hai nona mau berdansa bersama ku? " ada seorang pria lagi datang menghampiri jeje "kaki ku sedang cedera maaf ya" kata jeje. malam semakin larut jeje menghampiri chai "aku akan pulang terlebih dahulu kalian cepat pulang" kata jeje "iya" kata monnie "hati hati ya" chai mengusap kepala adiknya "kau boleh pakai topi sekarang" kata chai sambil terkekeh "telat" kata jeje sambil pergi "kemana topinya yang dia beli kemarin? " kata monnie "aku juga tidak tau" kata chai.
di dalam mobil jeje membuka jas nya lalu memakai hoodie yang sudah dia siapkan "kau ingin sesuatu? " tanya Steven "tidak sih" kata jeje "brukk" tiba tiba ada seorang wanita yang lewat tiba-tiba hingga tertabrak mobil "kak lim dia siapa? " tanya jeje "biar aku lihat" kata lim "aduh.. aduhh" wanita itu kesakitan "tolong aku di kejar begal di sana" kata wanita itu dengan tubuh penuh luka jeje keluar dari mobil melihat pakaian atas wanita itu sudah hancur jeje kembali ke mobil mengambil jas nya dan memakaikannya ke wanita itu "ada apa bibi? " tanya jeje "dia kena begal sampai luka luka" kata lim "kak lim bawa dia kerumah sakit itu ada taxi di sana" kata jeje "oke" kata lim.
archie menatap langit "kelihatan nya akan turun hujan" kata archie dan niko bersamaan namun berbeda tempat "benar ayo cepat kita harus segera pulang" kata wahyu "ya elah yu baru juga makan " kata niko "jangan lelet nanti kita kehujanan" kata wahyu "iya iya ini udah selesai" kata niko"aku harus lebih cepat mengantarkan makanan ini" kata archie.
"kak Steven berhenti sebentar! " pinta jeje "ada apa? " tanya Steven "bentar ya aku akan kembali" kata jeje sambil membuka pintu mobil "hei kau mau kemana? " kata Steven "ke kamar mandi" kata jeje sambil pergi menjauh dia melihat sekitar nya "tadi aku lihat di sini" kata jeje "aku tidak mungkin salah lihat kan? muka mirip banget" jeje terus ber lari entah apa yang dia lihat "ah kok cepat banget sih hilang nya " jeje melihat sekitar nya hujan perlahan turun jeje segera putar balik "eh" dia hampir terjatuh tali sepatu nya lepas jeje jongkok membenarkan tali sepatu nya "sraak" jeje menoleh ke arah samping nya ada seseorang yang menutupi kepala nya dengan jaket kulit jeje menatap orang itu terlihat rambut orang itu basah terkena air hujan "tap" ada seseorang datang lagi kali ini jeje dan orang di sebelah nya menatap ke atas ada payung berwarna merah yang membuat mereka berdua tidak terkena air hujan jeje dan orang itu bersamaan menatap siapa yang memegang payung itu "archie" kata jeje dalam hati ketika dia melihat siapa yang memegang payung itu "niko" kata archie sambil menatap niko di sebelah jeje kedua nya saling beradu pandangan cukup lama dan tanpa bicara apapun sampai "jeje!! jeje!! " jeje menoleh ke kebelakang ada suara Steven "jeje!! " seru Steven jeje menatap niko lalu archie "terimakasih" jeje berbalik lalu berlari "jeje astaga hujan tau" Steven memayungi jeje "iya kak " kata Steven "ayo kita kembali kau bisa kena flu" kata Steven, niko masih menatap archie begitu juga sebaliknya "kenapa kau datang? " kata niko dan archie bersamaan "aku duluan yang menolong nya! " kata niko "tidak" kata archie "aku lah yang menolong nya" kata archie keduanya saling beradu pandang lagi berbicara dari mata ke mata "aku akan mendapatkan nya" kata niko dalam hati "jangan berharap dia akan bersama mu dia akan menjadi miliku"kata archie dalam hati kedua nya sama sama berbalik " bahkan hujan tau akulah yang mendatangi jeje duluan "kata niko " bahkan hujan tau apa yang bisa kau lakukan dengan jaket mu itu aku lah yang sepenuhnya melindungi nya"kata archie "kita lihat saja siapa yang akan bersama nya nanti" kata archie dan niko bersamaan lalu keduanya sama sama melangkah ke jalan masing-masing tanpa berbalik menoleh sedikit pun.