
"tap tap tap"seseorang melangkah dengan pasti menuju ruangan "tuan alder anda di sini"orang itu berhenti melangkah "afdal"aldo melihat afdal sekarat "aku menungggumu"kata pria bertopi hitam yang duduk di kursi yang paling besar yang ada di ruangan itu, "jugo bawa afdal ke ruang perawat"kata orang tadi "tuan alder kita harus membuat rencana baru dokumen saham xia fu sulit di temukan aku sudah mencarinya dan satu hal yang akan ku beri tau seorang gadis kecil telah membinasakan aksara"kata orang itu "aku tau"kata alder "sepertinya gadis itu cukup hebat"sahut aldo "ku rasa tidak"kata orang itu "jadi rencana apa yang akan kita lakukan?"tanya azam "tuan anda memiliki agenda rapat keluarga"kata lion alder masih tenang "kita bahas ini nanti "kata alder sambil berdiri "baik lah kalau begitu aku akan kembali ke sana "kata orang itu "pastikan dirimu mendapat informasi yang penting "kata alder "pasti tuan".
"ini hal yang mustahil jika ada penyusup dari luar"kata jerico "betul karena setiap apa yang kita beli pasti melalui pemeriksaan"kata lim "jadi-"kata hary "tentu saja ada orang dalam"semua nya menoleh ke asal suara terlihat jeje berdiri di tangga dengan kaos lengan pendek dan celana panjang "jeje"kal tersenyum "yang jeje bilang itu benar"kata zio "aku tau orang nya meski belum pasti tapi sebentar lagi akan terbongkar"kata jeje dengan yakin.
Beberapa waktu berlalu...
"semoga hari mu menyenangkan tuan muda"kata pria berambut coklat "terimakasih oh ya pak ahmad tolong segera kabari aku jika sudah ada info tentang temanku yang hilang itu"kata rizi "baik tuan"mobil pun pergi menjauh rizi segera masuk ke kampus "mustahil!!!"niko menatap wajah nya di cermin "ini bukan diriku ada apa dengan ku!!"kata niko "jeje pasti sudah tiada karena orang suruhan ayah"guman bunga sambil tersenyum puas "kau kelihatan bahagia"kata dini tentu saja apa kalian tidak sadar ada yang tiada"kata bunga "jangan jangan"rizi yang mendengar itu langsung melangkah menjauh "apa orang besar yang di suruh bunga itu yang membuat jeje hilang"kata rizi sambil melihat pagar tembok tempat biasa jeje kabur "jika benar berarti eh tidak waktu itu jeje lari agar orang bertubuh besar itu mengejarnya dan aku menemukan jeje terluka dan masih hidup itu... Tandanya jeje menang tapi...kenapa jeje menghilang"ujar rizi "kau bicara apa barusan"niko sudah ada di belakang rizi "hum..mmm. Kak niko"rizi terdiam "kau barusan bilang apa? Jeje terluka lalu?"kata niko "oh aku harus pergi"sial sekali bagi rizi niko menahan tangan nya "kau tau sesuatu?"kata niko "niko!!"archie datang "ada apa?"archie melihat wajah niko merah padam. Niko melepas tangan rizi "dia ingin bolos jadi aku menahannya"kata niko sambil melihat rizi yang sudah lari menjauh.
Ke esokannya...
Para mahasiswa sibuk dengan urusan masing masing ada yang makan,membaca, dan lainya jeje berjalan santai dengan headset melingkar di kepalanya tiba tiba ada orang menarik jeje dengan kuat "heh!!"jeje terkejut dia di bawa ke sebuah ruangan yang sepi orang yang membawa nya melihat kesana ke sini lalu melihat ke arah nya "sial!! Kau kemana saja!! Kenapa menghilang begitu saja setelah kau muncul dengan tiba tiba di depan ku dalam kondisi terluka! Dan pergi begitu saja saat mau di bawa ke rumah sakit!! Kau tau aku gelisah, marah, dan juga tidak tenang semua karena kau"seru orang di depan jeje dengan nafal tersengal sengal jeje terdiam "kenapa?"jeje tidak mengerti "kenapa kau bilang!! KARENA AKU PEDULI DENGAN MU!! Dan dengan santainya kau bertanya tanpa merasa bersalah!!"kata orang itu tak lain adalah niko ""AKU TIDAK MEMINTA MU MENOLONG KU lalu kenapa kau masih mengomel seperti ibu tiri"kata jeje sambil menatap pria di hadapannya "kau memang tidak meminta tapi aku melakukannya!!"kata niko "aku juga tidak tau kenapa aku jadi peduli pada mu"kata niko pelan jeje masih diam dan mencoba mencerna ucapan niko "apa kau tau gara gara kau pergi begitu saja dengan tenang kau muncul sekarang kau tau tiap saat aku mencemaskan mu!! Mengkhawatirkan mu!! Karena kau pergi dengan keadaan terluka parah apa yang terjadi dengan mu?"kata niko geram, "bukan urusan mu awas"jeje mau pergi tangan niko langsung menghadang dan semakin mendekat dengan jeje "kau meninggalkan uang untuk apa? Apa maksudmu"kata niko jeje baru menyadari jika waktu itu tempat dia berbaring dengan perban adalah rumah niko dan wahyu dan baru menyadari semuanya "anggap aja sebagai bayaran mu"kata jeje lalu dia menahan tubuh niko yang semakin mendekat "jangan dekati aku!"kata jeje "kau fikir aku butuh uang mu!!! Apa kau fikir semua bisa di bayar dengan uang!!! "seru niko lalu dia menggenggam tangan jeje yang berada di dada nya dan melihat luka goresan "apa yang kau lakukan sampai kau terluka begini"kata niko "apa urusan mu minggir atau aku--" kata jeje "aku apa?? "kata niko "anak ini mabuk ya"fikir jeje "semua orang mencari mu bertanya pada ku kak niko apakah kamu melihat jeje kak niko apa jeje masuk hari ini"kata niko "kenapa tidak kamu usir saja mereka dan awas aku mau pergi"kata jeje "semudah itu kau bilang kenapa tidak usir mereka"kata niko "dan kenapa tidak kau bilang saja kalau kau melihat ku dalam kondisi seperti itu kena--"kata jeje "karena mereka akan berfikir apa nanti tentang mu!!"seru niko "lalu kenapa kau tiba tiba menarik ku dan memarahi ku!! Berani sekali kau"kata jeje "karena aku menyayangimu!"kata niko suasana seketika hening "kau barusan bilang apa?"kata jeje "diam di sini"niko mengeluarkan ponsel nya "yu bawa uang nya ke aula tari"kata niko "tunggu sini"niko menahan tangan jeje "kenapa jadi kau yang mengatur ku !! "jeje kesal "hei"niko mendorong jeje ke dinding lalu menatap mata jeje yang dingin jeje juga menatap niko yang seperti orang kerasukan "niko"wahyu masuk dan terkejut melihat pemandangan di depannya niko langsung menghampiri wahyu "ini uang mu ambil kami tidak butuh"kata niko "jeje kenapa kau bisa terluka parah seperti itu?"tanya wahyu "tentu saja berkelahi"kata jeje sambil berjalan "hei"niko menarik nya lalu memaksa jeje membawa uang nya "lepas!"kata jeje "aku tidak mau"kata jeje "aku juga tidak butuh"ujar niko "apa apaan ini"wahyu bingung "bug"pintu di buka tubuh jeje terdorong maju ke arah niko "kalian"kata gilang .
Di kantor gilang menghukum niko dan jeje dengan membuat makalah dengan tulisan tangan setelah mendengar penjelasan wahyu kalau jeje dan niko saling salah paham .niko dan jeje membuat makalah di lapangan terbuka dengan di awasi gilang langsung "tulis kenapa diam"kata gilang "aku tidak mau"kata jeje sambil merobek kertas di depan nya "kau ini!!"gilang pergi mengambil kertas baru "ah"jeje berdiri tapi saat mau berjalan dia lupa tangan nya di ikat dengan tangan kanan niko "hei pecundang jika kau tidak masuk hidup ku tidak akan begini"kata jeje "gara gara kau juga duduk buat makalah kau mau ke mana jangan menambah masalah"kata niko "ke kantin aku haus "kata jeje "hei kerjakan du---"niko jatuh saat di tarik jeje "dasar pembawa sial"kata niko "kau bilang apa ? Jangan sampai aku memukul mu"jeje tetap berjalan, sekitar kampus sepi karena kelas sudah di mulai niko mengikuti jeje dengan pasrah "bibi aku mau jus jeruk satu eh bi pinjam samurai?"kata jeje "hah!!"niko dan bibi kantin kaget "kau mau membunuhku?"kata niko "samurai tidak ada je"kata bibi kantin "pisau aja deh buat motong tangan "kata jeje niko menelan ludah "aps kau gila?"kata niko "dengar ya bukan hanya tangan mu bahkan leher mu agar kau tidak membuat masalah dalam hidup ku"ucap jeje sambil meraih pisau dari tangan bibi kantin "apa kau psikopat?"kata niko "iya"jeje mengayunkan pisau tinggi tinggi "tuhan"kata niko dalam hati "ptas"tali putus "dasar pengecut"jeje menarik kerah niko "jika kau mendekati ku lagi nasib mu akan seperti tali itu"jeje mengambil jus nya di meja "bibi dia yang bayar"kata jeje sambil pergi "aku!! Hei kenapa aku"niko pasrah dia tersenyum menatap bibi kantin "aku bi yang bayar hehe..."